Sumsel Bidik 3,1 Juta Ton GKG
PALEMBANG - Sumsel lembung pangan bukan hanya slogan. Di Era Gubernur H Herman Deru. Mimpi Itu ingin diwujudkan. Sebab itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DP-TPH) Sumsel berupaya meningkatkan produksi padi hingga 100 ribu ton lebih diluar produksi reguler.
"Kita melakukan gelar rapat koordinasi gerakan percepatan tanam seluas 80 ribu hektar untuk mencapai itu," kata Plt Kepala DP-TPH Sumsel. Dr Ir HR Bambang Pramono MSi usai rapat ruang rapat DP-TPH kemarin.
Di sana, DP-TPH Sumsel melibatkan tujuh kabupaten penghasil utama padi dan gabah yakni Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Muaraenim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKUT dan Ogan Ilir. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada sebagai mitra DP-TPH Sumsel.
"Intinya adalah untuk mencapai tambahan 400 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling) sehingga dengan adanya tambahan tersebut target produksi kita di tahun 2021 menjadi 3,1 juta ton Melebihi produksi kita di tahun 2020 yakni 2,7 ton tegasnya.
Dia membeberkan, ada lima strategi yang akan dilakukan Seperti mengusulkan ke kementerian untuk penambahan bantuan benih padi bagi petani petani yang melakukan percepatan pertanaman. Lalu, melakukan pendampingan petugas penyuluh pertanian ditambah petugas pendamping ekonumi pertanian (P2EP).
Selain itu DP-TPH Sumsel juga melasakan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan dampak perubahan iklim. Disisi lain, upaya mendorong percepatan panen dan pengolahan lahan dengan mengerahkan brigadir alat-alat yang ada di kabupaten dan yang ada di provinsi bersama PT SAI BUMD Pertanian juga dilakukan. DP-TPH Sumsel juga tentunya sangat memotivasi para petani adalah pembelian hasil panen yang akan dilakukan oleh PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada. "Ini sebagai tindak lanjut dari MoU pada tanggal 28 Mei 2021 yang disaksikan oleh Menteri Pertanian pada acara kick off Food Estate 2021," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan saat ini adalah mengusulkan tambahan Luas Baku Lahan (LBS) hasil validasi LBS tahun 2020 seluas 69.213 ha ke Kementerian ATR/ Badan Pertanahan Nasional dari LBS saat ini seluas 470.602 Ha disamping berupaya meningkatkan indeks pertanaman tahun 2020 masih cukup rendah yakni 1,23 %, dengan adanya percepatan tanam 80 ribu ini, kita berharap bisa mendekati jadi 1,4 % indeks pertanaman.
Dari target 80 ribu hektar itu, ada sebanyak 20 ribu hektar kegiatan intensifikasi yang semula tarik tanamannya dibulan Agustus-September yang terdiri dari 15.000 hektar di Oku timur dan 5.000 Ha di Banyuasin tenyata tidak bisa terpenuhi karena lahan-lahan tersebut saat ini ada pertanaman. Alhasil, target yang 20 ribu itu tidak bisa di tanam di bulan Agustus atau September. "Tetapi mereka mengupayakan percepatan di Oku timur ada sekitar 5 ribu hektar dan di Banyuasin ada sekitar 19 ribuan hektar. sehingga total kesepakatan kita pada rekor hari ini diluar intensifikasi 20 ribu hektar ada sekitar 51.397 hektar lahan siap tanam.
Postingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023