PPN dan Daya Beli Masyarakat
Mulai 1 April berlaku tarif baru PPN 11 %. PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen. Setiap konsumen menjadi pihak yang membayar PPN, kecuali barang dan jasa yang dikecualikan. Tata kelola pemerintahan yang sehat akan memakai pajak untuk membiayai pembangunan, ditarik dari badan usaha dan perseorangan. Dua tahun lebih kita diterpa pandemi Covid-19, kegiatan ekonomi mengalami penurunan sangat dalam yang membuat kita sempat resesi. menaikkan pajak untuk membiayai pembangunan, terutama karena pemerintah harus mengembalikan defisit APBN menjadi 3 % atau kurang pada 2023.
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, dampak PPN terhadap inflasi sudah diperhitungkan dan inflasi akan bisa dikendalikan. Terdapat sejumlah barang kebutuhan pokok diberikan fasilitas bebas PPN, seperti beras, jagung, daging,telur, emas, serta jasa kebutuhan pokok, seperti layanan kesehatan dan pendidikan. Pemerintah juga memberikan insentif untuk masyarakat berpenghasilan menengah-bawah berupa pengurangan tarif pajak; pembebasan pajak bagi pelaku UMKM beromzet kurang dari Rp 500 juta; dan tarif PPN sebesar 1 %, 2 % dan 3 % untuk jenis barang dan jasa tertentu. (Yoga)
Jaga Daya Saing, Pemerintah Diminta Kendalikan Impor Besi dan Baja
Baru-baru ini, pemerintah menetapkan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap impor produk baja hot rolled coil (HRC) Alloy asal China. Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil penyelidikan Komite Antidumping Indonesia Kemendag membuktikan terjadinya dumping untuk produk tersebut sehingga menyebabkan kerugian bagi industri domestik. BMAD itu ditetapkan dalam Permenkeu No 15 Tahun 2022 yang berlaku selama lima tahun sejak 22 Februari 2022 lalu. Besaran pungutan bea masuk yang dikenakan terhadap eksportir asal China itu bervariasi 4,2-50,2 %.
Menurut Ketua Cluster Flat Product The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Melati Sarnita, instrumen trade remedies seperti itu sangat dibutuhkan industri untuk bertahan menghadapi gempuran impor. Namun, langkah itu perlu didorong agar lebih optimal. IISIA mencatat, masih ada empat produk baja lainnya yang telah diusulkan industry untuk dikenai BMAD, yaitu produk cold rolled coil/sheet (CRC/S) dari Jepang, Korea, China, Taiwan, dan Vietnam;produk HRC asal Korea dan Malaysia; baja lapis aluminium seng asal China dan Vietnam; serta cold rolled stainless steel (CRS) China dan Malaysia.
Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Institute for Development of Economics and Finance Andry Satrio Nugroho mengatakan, impor sebenarnya bukan sesuatu yang haram karena bisa meningkatkan daya saing industri dalam negeri, salah satu hal yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyusun neraca komoditas untuk produk besi dan baja domestik. Hal-hal yang perlu didata, antara lain, kebutuhan domestik, utilisasi industri, kapasitas produksi industri, dan kebutuhan impor. (Yoga)
Bank Indonesia Siapkan Rp 175,26 Triliun
Bank Indonesia menyiapkan uang tunai Rp 175,26 triliun untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini. Jumlah uang yang disiapkan bertambah 13,42 % dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan pemulihan ekonomi yang berlanjut. ”Peningkatan uang yang kami siapkan tersebut didasarkan pada pertimbangan peningkatan indikator ekonomi dan peningkatan aspek mobilitas,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Marlinson Hakim, Senin (4/4). (Yoga)
PP Presisi Bukukan Rp 1 Triliun Kontrak Baru
Emiten konstruksi PT PP Presisi Tbk menyatakan sudah memiliki kontrak baru senilai Rp 1 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2022. Pencapaian kontrak baru tersebut meningkat 26 % dibandingkan kontrak baru tahun 2020, sebesar Rp 444 miliar. Dalam keterangan resmi, Senin (4/4), Dirut PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar menjelaskan, proyek tersebut merupakan jasa pertambangan nikel dan sipil yang dikerjakan PP Presisi dan anak usahanya, PT Lancarjaya Mandiri Abadi. (Yoga)
Ironi Subsidi BBM bagi Angkutan Batubara
Setiap tahun, keuangan negara tersedot Rp 1,26 triliun hanya untuk menyubsidi kebutuhan solar jasa angkutan hasil tambang batubara di Jambi. Kondisi itu menjadi satu ironi di tengah besarnya defisit keuangan negara akibat pandemi Covid-19. Kapolda Jambi Irjen Rachmad Wibowo mengatakan, setiap hari ada 5.000 truk pengangkut hasil tambang batubara beroperasi di Jambi. Truk-truk itu mengisi solar bersubsidi di SPBU. Dengan rata-rata pembelian 100 liter per truk per hari, diperkirakan subsidi yang mengalir bagi angkutan tambang besar itu mencapai Rp 1,26 triliun per tahun. Padahal, kontribusi sektor tambang batubara untuk Provinsi Jambi hanya Rp 39 miliar. Ketidak seimbangan itu menciptakan beban berat bagi negara dan daerah.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Komisaris Besar Dhafi menjelaskan, bahan bakar bagi angkutan hasil tambang batubara telah diatur secara hukum masuk ke dalam kategori bahan bakar industri. Pemilik izin usaha pertambangan wajib memenuhi kebutuhan pengangkutan hasil tambang. Itu berarti, sejak dari hulunya, di lokasi tambang, pemegang izin usaha pertambangan harus menyediakan BBM untuk mendistribusikan batubara ke pelabuhan. Kepala BI Perwakilan Jambi Suti Masniari juga mendorong agar pemda tegas mengatur kalangan industri untuk tidak memanfaatkan BBM bersubsidi. Ia menyebut, selama pandemi, keuangan negara sudah dalam kondisi deficit parah. Tahun 2021, nilai deficit keuangan bahkan mencapai Rp 783 triliun. Secara khusus Provinsi Jambi mengalami deficit Rp 3,25 triliun. Dirut Pertamina Nicke Widyawati menyebutkan, sudah ada aturan yang melarang kalangan industri memanfaatkan solar bersubsidi. Aktivitas angkutan batubara di Jambi yang ramai-ramai mengisi solar bersubsidi di SPBU termasuk yang tidak boleh secara hukum dan juga membebani keuangan negara. (Yoga)
Penjualan Sandang Terus Meningkat
Pelonggaran protokol kesehatan membuat aktivitas perdagangan produk sandang di sejumlah pasar di DKI Jakarta meningkat signifikan. Omzet pedagang pun meningkat dibandingkan Ramadhan tahun lalu. Peningkatan geliat ekonomi itu terlihat dari melonjaknya kebutuhan uang pada awal Ramadhan. Dari pantauan di dua pasar di DKI Jakarta, pembelian pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakpus, dan Pasar Cipulir, Jaksel, cukup ramai. Walau aktivitas hanya berlangsung setengah hari, kondisi jual-beli jauh lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya. Harry (33) mengalami peningkatan omzet cukup signifikan Ramadhan tahun ini. Walau belum sebaik sebelum pandemi Covid-19, omzetnya meningkat 100 % dibandingkan tahun sebelumnya, dia bisa menjual 100 setel pakaian per hari dengan pendapatan Rp 3,3 juta per hari, jauh lebih banyak dibandingkan Ramadhan tahun lalu, rata-rata hanya menjual 50 setel per hari karena berkurangnya aktivitas di dalam pasar.
Anggac(47), pedagang celana jins di Pasar Cipulir, dalam satu hari, bisa menjual hingga 10 lusin celana jins. Jauh lebih baik dibandingkan Ramadhan tahun lalu saat dia hanya bisa menjual dua lusin celana jins per hari. Bahkan, ketika awal pandemi di Jakarta, pasar ini tutup sehingga tidak ada aktivitas sama sekali selama dua bulan berturut-turut. Nada pesimistis disampaikan Ahmed (52), pedagang celana di Cipulir. Memang penjualan saat ini meningkat dibandingkan Ramadhan tahun lalu. Namun, ia memprediksi lonjakan penjualan tidak akan sepesat sebelum pandemi mengingat saat ini konsumen lebih memilih menyimpan uangnya lantaran harga pangan dan energi terus melonjak. Hery Supriatna, Manajer Promosi Blok A Tanah Abang mengatakan, jumlah pengunjung di tempatnya pada tahun ini sudah meningkat sejak Februari, bisa 80-90 % kapasitas pusat perbelanjaan atau dua sampai tiga kali lipat rata-rata kunjungan pada 2021 dan 2020. Menanggapi ramainya pasar jelang Ramadhan, Gatra Vaganza, Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, pada 29 Maret lalu mengatakan, tidak ada kebijakan khusus untuk memperketat kontrol arus pengunjung. (Yoga)
Tarif Jasa Logistik dan Transportasi Siap Naik
Penyesuaian tarif sejumlah jalan tol berdampak pada biaya operasional sektor jasa terkait yang menggunakan akses jalan bebas hambatan itu dalam kegiatan bisnisnya. Salah satunya adalah jasa transportasi dan logistik. Direktur Operasional J&T Express Indonesia, Mike mengungkapkan adanya kenaikan tarif jalan tol cipali akan berdampak terhadap kenaikan biaya operasional J&T Express. Setali tiga uang, PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) juga bersiap menyesuaikan tarif jasa layanan menyusul adanya kenaikan tarif tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Dari sisi layanan bus pariwisata, yakni White Horse, Andrianto bilang, tidak begitu terdampak signifikan.
Emiten Grup Konglomerat Memanen Laba Besar
Pengendalian Covid-19 yang diiringi pemulihan ekonomi mengerek kinerja emiten di jejaring konglomerat. Sepanjang tahun lalu, sejumlah grup bisnis raksasa sukses mencetak pertumbuhan kinerja signifikan. Rata-rata, emiten yang bergerak di sektor komoditas mampu mencetak pertumbuhan laba bersih tinggi, bahkan hingga ratusan persen. Sejumlah emiten juga sukses membalikkan posisi rugi bersih di tahun 2020 menjadi untung di tahun 2021. Secara umum, hampir semua lini bisnis emiten anggota grup konglomerat mencetak peningkatan laba di tahun 2021. Di Grup Astra misalnya, hanya ACST yang merugi, itu pun ruginya turun 47% dari tahun sebelumnya.
Transaksi E-Commerce Terungkit Mudik Lebaran
Nilai transaksi e-commerce diperkirakan akan semakin moncer pada kuartal kedua 2022. Hal tersebut sejalan dengan adanya momentum Ramadan dan Lebaran yang akan meningkatkan belanja daring masyarakat. Bank Indonesia (BI) mencatat, total transaksi e-commerce pada Februari 2022 sebesar Rp 30,8 triliun, naik 12,82% year on year (yoy). Pada Februari 2021, nilai transaksi e-commerce sebesar Rp 27,3 triliun.
Pebisnis Minyak Cuan dari Jual Lahan
PT AKR Corporindo Tbk (AkRA) akan diuntungkan oleh berbagai segmen bisnisnya tahun ini. Pemulihan ekonomi akan membuat penjualan lahan industri di tahun ini meningkat, setelah pada tahun lalu sedikit lebih rendah. Tak hanya itu, AKRA juga akan menuai dari sektor pertambangan. Pada tahun lalu, AKRA sukses membukukan pendapat sebesar 45,1% jadi Rp 25,71 triliun. Peningkatan pendapatan terjadi cukup pesat di kuartal IV -2021. Kepala Riset Henan Putihrai Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, realisasi laba bersih AKRA memenuhi 100,6% dari proyek mereka. Robertus memperkirakan, penjualan lahan industri JIIPE AKRA meningkat jadi 40 hektare (ha) dari sebelumnya hanya 14,1 ha. Tahun ini, AKRA memiliki 1.000 ha land bank, di mana 340 ha telah dikembangkan dan siap dijual.









