Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 5,2 % menjadi 5,1 %. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dibayangi berbagai situasi global, mulai dari pengetatan moneter AS hingga konflik Rusia-Ukraina. Kepala Ekonom Bank Dunia Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo (5/4) mengatakan, risiko penurunan proyeksi pertumbuhan berasal dari pengetatan keuangan global yang lebih cepat dari perkiraan. Meski demikian, ia mengapresiasi pemerintah yang berani melakukan reformasi kebijakan fiskal ataupun keuangan di tengah kondisi krisis, seperti kenaikan tarif PPN dari 10 % menjadi 11 % sejak 1 April 2022. Meski tak terlalu signifikan, kebijakan fiskal itu dibarengi kenaikan harga barang kebutuhan di dalam negeri sehingga akan menekan daya beli masyarakat.
Bank Dunia juga telah menurunkan perkiraan pertumbuhan wilayah Asia Timur dan Pasifik dari 5,4 % pada Oktober 2021 menjadi 5 %. Mattoo memperingatkan, pertumbuhan dapat melambat menjadi 4 % jika kondisi semakin melemah. Mattoo menilai, pendapatan riil rumah tangga akan menyusut karena inflasi melonjak dan utang pemerintah akan dibatasi. Dalam kesempatan Indonesia Macroeconomic Updates 2022, Senin (4/4), Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio N Kacaribu menyatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2022 akan lebih baik daripada triwulan sebelumnya. Situasi itu didorong oleh pemulihan di berbagai sektor. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023