;

Bunga Mekar, Simpanan Valas Bank Membesar

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Kontan

Demi menarik dana pihak ketiga (DPK) valuta asing (valas), perbankan mulai menyesuaikan bunga simpanan valas. Penyesuaian seiring kenaikan bunga Bank Indonesia (BI). Hasilnya, simpanan valas perbankan ikut naik di saat dollar Amerika Serikat (AS) kian perkasa. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memantau, pada 22 Agustus hingga 16 September 2022, suku bunga pasar simpanan valas naik 20 basis poin (bps) menjadi 0,44%. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kenaikan bunga ini sebagai dampak ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan kondisi likuiditas valas dengan ruang lanjutan peningkatan cukup terbuka pasca FOMC September 2022. Data BI mencatat DPK valas perbankan tumbuh 12,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1.049,6 triliun per Agustus 2022. Jauh lebih tinggi dari pertumbuhan DPK rupiah yang hanya naik 7,6% menjadi Rp 6.305,1 triliun pada periode yang sama.

BERJIBAKU JAGA RUPIAH

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Bank Indonesia terus berjibaku menjaga stabilitas rupiah seiring dengan tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan aliran keluar modal asing (capital outflow) yang kian deras. Maklum, pelemahan mata uang Garuda bakal berimpak besar. Tak hanya di pasar keuangan, melainkan juga pada ekonomi secara makro. Dolar AS yang terus menguat mendorong kenaikan biaya produksi akibat importasi bahan baku dan penolong yang makin mahal. Ongkos produksi yang tinggi akan bermuara pada terkereknya harga jual barang di tingkat konsumen sehingga memicu lesatan inflasi yang saat ini tengah diperangi oleh Bank Indonesia (BI). Sementara itu, implementasi Local Currency Settlement (LCS) atau penggunaan mata uang lokal dalam setiap transaksi, belum terlalu signifikan mengingat jumlah negara yang menjalin kemitraan dengan Indonesia masih terbatas. Alhasil, dolar AS mendominasi setiap transaksi. Perihal kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Didi Iskandar Aulia, mengatakan pelemahan rupiah kian menambah beban seluruh pebisnis yang mendatangkan bahan baku dari luar negeri. 

Dia mengatakan, komponen pelemahan rupiah berdampak terhadap naiknya harga bahan baku baja yang masih impor hingga 10%. Namun, seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maka kenaikan ongkos produksi mencapai 15%—20%. Kondisi tersebut sesungguhnya disadari betul oleh pemangku kebijakan. Bank sentral telah melakukan serangkaian aksi untuk mempertebal proteksi rupiah. Salah satunya dengan melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). “Stabilisasi rupiah memang tidak hanya lewat intervensi spot, juga lewat intervensi DNDF, dan pembelian/penjualan SBN,” kata Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, kepada Bisnis.


Investor Kurangi Investasi pada Obligasi

Yoga 07 Oct 2022 Kompas

Akibat kenaikan suku bunga di sejumlah negara, daya tarik investasi pada obligasi berkurang, sehingga para investor global mengurangi dana-dana investasi pada pasar obligasi. Pengurangan ini terjadi di semua kawasan. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan, penarikan dana investasi berpotensi mengganggu sistem keuangan global. Kantor berita Reuters, Rabu  (5/10), memberitakan, dana-dana investasi global di pasar obligasi menurun drastis selama tiga kuartal I-2022. Ini penurunan terbesar dalam dua dekade terakhir. Penyebabnya adalah rentetan kenaikan suku bunga di banyak negara yang berpotensi mendorong resesi. Hal itu menurunkan kepercayaan investor pada kemampuan bayar para penerbit obligasi. 

Menurut data Refinitiv Lipper, dana-dana investasi pada pasar obligasi turun 175,5 miliar USD selama tiga kuartal I-2022, terbesar sejak 2002. Nilai bersih aset obligasi global juga turun 10,2 %, terbesar sejak 1990. Kenaikan suku bunga menurunkan nilai bersih aset obligasi. Sejumlah pemerintah dan korporasi penerbit obligasi dalam beberapa tahun terakhir gencar memanfaatkan rendahnya suku bunga. Kini para penerbit obligasi tersebut ketiban beban bunga lebih besar. ”Kombinasi tingkat utang yang tinggi dan kenaikan suku bunga telah menurunkan kepercayaan para investor terhadap kemampuan bayar para penerbit obligasi. Ini sekaligus menjadi penyebab penurunan investasi pada pasar obligasi,” kata Jacob Sansbury, CEO Pluto Investing. (Yoga)

Pasokan Minyak Terpangkas

Yoga 07 Oct 2022 Kompas

Kondisi perekonomian dunia semakin sulit, akibat berkurangnya pasokan minyak dunia menyusul keputusan pemangkasan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari oleh OPEC+. Muncul kekhawatiran, kenaikan harga minyak pasca pemangkasan produksi dapat memperparah inflasi yang kini menggoyahkan ekonomi global. Pada Rabu (5/10) Arab Saudi dan Rusia serta negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC)+ bersepakat memangkas produksi minyak sebesar dua juta barel per hari, setara 2 % produksi minyak global saat ini dan menjadi pemangkasan terbesar sejak pandemi tahun 2020. Pemangkasan tersebut akan diberlakukan mulai November 2022. Dalam konferensi pers seusai pertemuan OPEC+ di Vienna, Austria, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, keputusan pemangkasan produksi minyak itu dipicu tanda-tanda penurunan ekonomi dunia yang bisa memperlemah permintaan dan jatuhnya harga minyak. 

”Kami lebih memilih langkah pencegahan daripada nanti menyesal,” kata Abdulaziz, seperti dikutip The New York Times. ”Keputusan ini didasarkan pada kajian teknis. Kami tidak akan menggunakan (OPEC) sebagai organisasi politik,” ujar Suhail Al-Mazroui, Menteri Energi Uni Emirat Arab, menyangkal tudingan soal politisasi terhadap OPEC+. Keputusan pemangkasan produksi minyak tersebut dibuat saat harga minyak turun dari 120 USD per barel pada tiga bulan lalu menjadi 90 USD per barel. Saat keputusan pemangkasan produksi minyak OPEC+ diumumkan, harga minyak Brent yang menjadi patokan utama internasional naik 1,7 % sebelum ditutup pada 93,37 USD per barel. IHSG sejumlah bursa AS dan Eropa anjlok hingga 1,1 %. Mantan Kepala Departemen Analisis OPEC Hassan Balfakeih menyebutkan, pemangkasan produksi lebih dipicu faktor geopolitik dibandingkan kondisi pasar. (Yoga)

Beras dan Daging Jadi Prioritas Stabilisasi Stok dan Harga

Yoga 07 Oct 2022 Kompas

Pemerintah memprioritaskan beras dan daging pada stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang akhir tahun 2022 hingga awal 2023. Harga beras cenderung naik, sementara stok daging perlu dipacu untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akhir dan awal tahun. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Kamis (6/10) mengatakan, rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (5/10), membahas hal tersebut. Stabilisasi beras ditempuh dengan mempercepat penyerapan hasil panen petani, sementara untuk daging akan ditempuh dengan mengimpor daging kerbau dan sapi beku. Stok beras pemerintah ditargetkan setidaknya 1,2 juta ton. ”Beras sebenarnya cukup (untuk memenuhi kebutuhan nasional), tetapi adanya di masyarakat, penggilingan, dan lainnya. 

Sementara yang dikuasai pemerintah di Bulog, 780.000 ton,” ujarnya. Penyerapan gabah/beras untuk cadangan pemerintah perlu dipacu mengingat Perum Bulog yang juga operator NFA tengah memasifkan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar dalam rangka stabilisasi. Tahun ini Bulog telah menyalurkan 650.000 ton beras untuk KPSH. Beberapa bulan ke depan, Bulog akan menyalurkan 200.000 ton beras per bulan. Sementara untuk mempercepat penyerapan gabah/beras petani, pemerintah memperpanjang kebijakan fleksibilitas harga pembelian oleh Bulog. Harga pembelian beras telah dinaikkan dari Rp 8.300 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kg, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. (Yoga)


Kerajinan Kerang Magelang Diekspor ke AS

Yoga 07 Oct 2022 Kpmpas

Sekitar 9.000 kerajinan kerang buatan warga Magelang, Jateng, menembus pasar AS. Ekspor perdana dilakukan CV Sabila Multi Kreasindo, Kamis (6/10) dengan nilai 33.000 USD atau Rp 503 juta. ”Jika pengiriman pertama mendapat respons bagus, pihak importir dari AS menjanjikan akan rutin memesan,” kata Prajoko, pemilik perusahaan tersebut. (Yoga)

OneMed Incar Dana Ipo Rp 1,25 triliun

Yoga 07 Oct 2022 Investor Daily (H)

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) atau OneMed bersiap menggelar penawaran umum perdana (IPO) sebanyak-banyaknya 4.058.850.000 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Dari aksi korporasi ini, perusahaan alat kesehatan tersebut mengincar dana segar hingga Rp 1,25 triliun. Dalam prospektus awal perseroan yang dipublikasi Kamis (6/10) dijelaskan, jumlah saham yang ditawarkan setara 15% modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum perdana saham, dengan harga penawaran berkisar Rp 204 hingga Rp 310 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana IPO Rp 828 miliar hingga Rp 1,25 triliun. Dana yang diperoleh dari IPO saham ini setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham, akan dialokasikan  72,19% untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal (capital expenditure) dan modal kerja (working capital), lalu 22,87% diberikan kepada perusahaan anak, yaitu PT Intisumber Hasil Sempurna Global (IHSG) untuk belanja modal dan modal kerja, 4,94% diberikan kepada IHSG dalam bentuk setoran modal, kemudian IHSG akan memberikan kepada anak usaha PT Inti Medicom Retailindo (IMR) dalam bentuk setoran modal untuk belanja modal dan modal kerja. (Yoga)

IMF Minta Bank Sentral Tetap Fokus Perangi Inflasi

Yoga 07 Oct 2022 Investor Daily

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau IMF Kristalina Georgieva pada Kamis (6/10) meminta bank sentral di seluruh dunia tetap fokus memerangi lonjakan inflasi. Sekalipun upaya itu berpotensi memicu resesi ekonomi global. “Inflasi masih tetap membandel dan kukuh. Risikonya justru jauh lebih besar jika tidak berbuat banyak dibandingkan berbuat terlalu banyak,” ujar Georgieva, dalam wawancara dengan AFP di Universitas Georgetown, Washington, DC, AS. Ia mendesak para pengambil kebijakan di seluruh dunia menyatukan langkah supaya kenormalan baru tersebut tidak membahayakan dunia. Dalam pidatonya jelang pertemuan tahunan IMF pekan depan, di universitas tersebut, Georgieva mengatakan sangat penting untuk menstabilkan ekonomi dunia dengan mengatasi tantangan-tantangan terbesarnya, termasuk memerangi inflasi. Dalam prosesnya, tambah dia, langkah-langkah bank sentral itu akan menyakitkan bagi masyarakat maupun pebisnis. Karena bank sentral mengambil jalan agresif menaikkan suku bunga guna meredam tekanan kenaikan harga-harga. 

Langkah agresif tersebut dapat memicu perlambatan ekonomi berkepanjangan, yang biasanya menimbulkan resesi. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 180 lebih negara anggota IMF-Bank Dunia akan berkumpul tatap muka untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 pekan depan di Washington. Georgieva mengatakan, prospek ekonomi global ke depan makin suram. Karena potensi terjadinya resesi semakin besar. Ia menandaskan IMF sekali lagi akan memangkas proyeksi ekonomi dunia untuk 2023. IMF pada Juni 2022 memangkas proyeksi pertumbuhan tahunan global tahun ini menjadi 3,2% dan untuk tahun depan menjadi 2,9%. Penurunan itu adalah yang ketiga kalinya secara berturut-turut. (Yoga)

Lonceng Tanda Bahaya Cadangan Devisa

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Bank sentral di seluruh dunia tengah dilanda kegelisahan. Cadangan devisa mereka terkuras, karena dipakai untuk mengamankan kejatuhan mata uang negaranya. Melawan penguatan dolar Amerika Serikat di sepanjang tahun ini. Dolar AS terus menguat karena kebijakan The Federal Reserve mengerek suku bunga acuan. The Fed, begitu biasa disebut, sepanjang tahun ini telah menaikkan suku bunga sebanyak lima kali. Terakhir, 22 September 2022, bank sentral asal Negeri Paman Sam itu menaikkan Fed Fund Rate sebesar 75 basis poin (bps) menjadi 3,0%—3,25%. Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga 75 bps pada 28 Juli dan 16 Juni, 50 bps pada 5 Mei, dan 25 bps pada 17 Maret. Langkah agresif bank sentral AS ini membuat Fed Fund Rate berada di level tertinggi sejak krisis ekonomi 2008. Cukup beralasan, karena The Fed tengah memerangi lonjakan inflasi yang mendekati angka tertinggi sejak 1980-an. Bahkan, pejabat The Fed mengisyaratkan untuk terus menaikkan Fed Fund Rate mencapai titik akhir sebesar 4,6% pada 2023. Akibat kebijakan The Fed ini membuat bank sentral seluruh dunia melakukan langkah serupa.

PENGEMBANGAN ENERGI BARU TERBARUKAN : SUMITOMO IKUT BANGUN PLTA KAYAN

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Bisnis Indonesia

PT Kayan Hydro Energy menggandeng Sumitomo Corporation untuk melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA Kayan Cascade di Kalimantan Utara yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga US$17 miliar. Selama ini, Kayan Hydro Energi sendirian membangun infrastruktur yang diproyeksi menjadi PLTA terbesar di Asean, karena memiliki kapasitas total 9.000 megawatt (MW).Andrew Suryali, Direktur Utama Kayan Hydro Energy, mengatakan bahwa hingga 2020 saja perusahaan telah menggelontorkan investasi hingga Rp2 triliun. Dana tersebut digunakan perusahaan untuk melakukan desain, survei, dan pekerjaan teknis lainnya. “Semua pekerjaan sekarang 100% dibiayai oleh Kayan Hydro Energy sendiri. Dana Rp2 triliun yang telah dikeluarkan dari internal Kayan Hydro Energy,” katanya, Kamis (6/10).Masuknya Sumitomo Corporation ke dalam proyek tersebut pun menambah angin segar penyelesaian proyek tersebut, karena sebenarnya sudah dimulai sejak 2011. Saat ini, sambung Andrew, pihaknya tengah melakukan pembangunan infrastruktur awal bendungan. Diperkirakan pada 2023 akan dilanjutkan untuk membangun infrastruktur pendukung bendungan, dan bangunan pengelak atau diversion channel bendungan yang jadi anak tangga pertama dalam tangga cascade. Adapun, listrik yang dihasilkan oleh proyek PLTA tersebut akan menyuplai kawasan industri hijau yang dikembangkan PT Indonesia Strategis Industri (ISI), dan kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan pada umumnya.

Pilihan Editor