Optimisme Pulihkan Ekonomi
Di tengah situasi ketidakpastian global yang kian meningkat, optimisme tetap harus dijaga. Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada seluruh menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pimpinan BUMN, Pangdam, Kapolda dan Kajari di JCC, Jakarta beberapa waktu lalu. Diakui Presiden Jokowi bahwa tahun ini situasi sedang sulit dan bahkan tahun depan akan gelap seiring makin tingginya ketidakpastian global. Namun, Presiden tetap optimis momentum pemulihan ekonomi nasional dapat terus berlanjut karena kondisi ekonomi Indonesia yang baik. Sikap optimis yang diperlihatkan Presiden bukan tanpa dasar. Realisasi pendapatan negara hingga akhir Agustus 2022 tercatat mencapai Rp1.764 triliun, tumbuh 49% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Indonesia tercatat mencapai pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2020 sebesar 5,44% (year-on-year/YoY)—tertinggi di antar negara dan kawasan anggota forum G20 yang mengindikasikan pemulihan di Tanah Air masih berjalan on the track. Menurut laporan perusahaan keuangan Amerika Serikat, Bloomberg, Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu dari 15 negara yang berpotensi mengalami resesi, seperti Sri Lanka, Selandia Baru, Korea Selatan, China, Pakistan, dan lain-lain. Dibandingkan dengan sejumlah negara lain, kondisi ekonomi Indonesia sesungguhnya masih lebih baik.
APBN 2023 : JALUR MENDAKI SETORAN PAJAK
Serangkaian tantangan mengadang langkah pemerintah untuk mendulang penerimaan pajak pada tahun depan yang cukup menjulang, yakni naik hingga 15,69% dibandingkan dengan target pada tahun ini. Rintangan itu di antaranya lesatan inflasi yang dipastikan menekan daya beli masyarakat sehingga setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bakal terbatas. Apalagi, pemerintah juga telah menaikkan tarif pajak atas konsumsi masyarakat tersebut yakni dari 10% menjadi 11% yang efektif per 1 April 2022. Dari sisi Pajak Penghasilan (PPh), penerimaan negara akan tersengat oleh prospek normalisasi harga komoditas, terutama minyak dan batu bara, pada tahun depan. Seperti diketahui, sejak tahun lalu, komoditas menjadi juru selamat penerimaan negara sehingga kinerja pajak cukup moncer. Selain itu, prospek pertumbuhan ekonomi pada tahun depan juga tidak segemilang tahun ini sehingga memengaruhi eksistensi bisnis dan bermuara pada terhambatnya setoran pajak korporasi. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023, target penerimaan pajak pada tahun depan ditetapkan senilai Rp1.718,03 triliun, naik 15,69% dibandingkan dengan target tahun ini. Sementara itu, angka sasaran penerimaan pajak pada tahun ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 98/2022 tentang Perubahan Atas Perpres No. 104/2021 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2022 adalah Rp1.484,96 triliun.
September, Cadev Turun Jadi US$ 130,8 Miliar
BI mencatat
posisi cadev Indonesia akhir
September 2022 melorot US$
1,4 miliar menjadi US$ 130,8
miliar dari akhir Agustus US$
132,2 miliar. Hal itu dipicu
pembayaran utang luar negeri
pemerintah dan kebutuhan
dolar untuk stabilisasi nilai
tukar rupiah, sejalan dengan
masih tingginya ketidakpastian
di pasar keuangan global.
Direktur Eksekutif Kepala
Departemen Komunikasi BI
Erwin Haryono mengatakan, cadev tersebut setara pembiayaan
5,9 bulan impor atau 5,7 bulan impor dan pembayaran utang
luar negeri pemerintah. "Posisi cadev domestik itu berada di
atas standar kecukupan internasional, sekitar tiga bulan impor,"
ucap dia dalam keterangan tertulis, Jumat (7/10).
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu
mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas
makroekonomi dan sistem keuangan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan
Moneter BI Edi Susianto menilai penurunan
cadev September ini masih cukup baik. Hal ini tidak hanya
dialami Indonesia, melainkan juga di beberapa negara
berkembang.
“Posisi cadev sebesar US$ 130.8 miliar, berdasarkan asesmen
kami, masih cukup jauh di atas batas kecukupan," ucap dia. (Yoga)
KEPASTIAN RON PERTALITE : MENGUJI KUALITAS BBM BERSUBSIDI
Kualitas Pertalite mendapat sorotan setelah sejumlah masyarakat menyampaikan pengalamannya saat menggunakan bahan bakar minyak itu. Research Octane Number atau RON Pertalite pun diduga telah diturunkan, karena dirasa lebih boros dari sebelumnya.
Persoalan kualitas Pertalite mulai dibicarakan setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut menjadi Rp10.000. Sejak saat itu, masyarakat beramai-ramai menguji kualitas Pertalite dan tidak sedikit yang berkesimpulan kualitas Pertalite telah menurun dari sebelum harganya dinaikkan. Terakhir, ada masyarakat yang mengunggah pengujian kualitas sejumlah BBM, termasuk Pertalite dengan sebuah alat ke media sosial. Dalam unggahan tersebut terlihat bahwa RON Pertalite hanya 86, dari yang semestinya 90.PT Pertamina (Persero) dan pemerintah sebenarnya telah merespons kekhawatiran masyarakat tersebut dengan melakukan pengujian terhadap Pertalite dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berbeda. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, kementeriannya telah meminta Lembaga Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas untuk menghimpun sejumlah sampel Pertalite dari beberapa SPBU yang ada di Jakarta.
Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga sebagai sub-holding commercial and trading Pertamina, mengatakan bahwa alat pengujian RON yang akurat harus mengacu kepada metode standar seperti ASTM RON method, sehingga seluruh proses pengujian dapat divalidasi dan alat yang digunakan selalu dikalibrasi.
RENCANA UJI COBA TRANSAKSI NIRSENTUH
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan memulai uji coba teknologi sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) pada akhir tahun ini. PT Roatex Indonesia Toll System (PT RITS) yang ditunjuk sebagai pelaksana sistem MLFF siap menginvestasikan dana sebesar Rp4,4 triliun untuk proyek tersebut.
Dana Asing 7,2 Triliun Masuk Pasar Keuangan RI
Dana asing Rp 7,28 triliun masuk pasar keuangan
Indonesia sepanjang 3-6 Oktober
2022, seiring meredanya sentimen
ketidakpastian global. Sebelumnya,
dana asing keluar dari pasar keuangan
domestic pada pekan keempat dan kelima September 2022 masing-masing
Rp 3,5 triliun dan Rp 8,4 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen
Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto memerinci, asing
mencetak beli bersih (net buy) di pasar SBN Rp 2,51
triliun dan pasar saham Rp 4,77 triliun. Selama Januari hingga 6
Oktober (year to date/ytd) 2022 aliran
modal asing keluar (net outflow) dari
pasar SBN mencapai Rp 167,81 triliun,
sedangkan modal asing masuk (net
inflow) di pasar saham Rp 69,71 triliun.
"Dalam beberapa hari terakhir, ada net inflow asing di pasar SBN.
Hal tersebut disebabkan sentimen
negatif global yang sempat mereda.
Sentimen global ini memang masih up
and down dan sangat tergantung data ekonomi," ucap dia saat dihubungi
Investor Daily, Sabtu (8/10).
Berdasarkan data BI, tingkat imbal
hasil (yield) SBN tenor 10 tahun mencapai 7,17%, sedangkan yield surat
utang AS atau US Treasury (UST) 10
tahun di level 3,824%. Selanjutnya,
pada Jumat (7/10), rupiah ditutup
melemah 65 poin ke level Rp 15.251.
"Dalam kondisi maraknya sentimen negatif global, dolar AS menguat
terhadap hampir seluruh mata uang
lain, "ucap dia.
(Yoga)
PEMBANGUNAN SMELTER : Investor Asing Siap Masuk Sorong
Pemerintah memastikan bakal ada investor baru yang akan masuk ke dalam negeri untuk membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan atau smelter nikel di Sorong, Papua. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini ada investor asing dari kawasan Asia yang membangun smelter di dalam negeri. Smelter itu nantinya bakal mengambil bijih nikel dari PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam. “Kemarin sudah ada investor dari luar negeri sudah bertemu dengan saya, sekarang sedang minta untuk kerja sama dengan Antam, karena ore nikelnya akan diambil dari punya Antam,” kata Bahlil pekan lalu. Nantinya, kata Bahlil, calon mitra anyar itu akan mengambil bagian pada tahapan pemurnian dan pengolahan nikel di Sorong.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya juga meminta pembangunan smelter di Sorong dipercepat.
Rakernas IMA Bali 2022 Serukan Kebersamaan Hadapi Resesi Ekonomi Dunia
Indonesia Marketing Association (IMA) menyerukan kebersamaan antara pemerintah, pengusaha, profesional, dan akademisi, untuk kompak dan saling berkolaborasi berkontribusi nyata bagi perekonomian di Indonesia dalam menghadapi resesi ekonomi dunia pada 2023. Hal ini terungkap dalam Rakernas IMA, yang diikuti lebih dari 200 perwakilan dari 89 chapter dari total anggota sebanyak 2.963 di seluruh Indonesia. President IMA Periode 2021 - 2023 Suparno Djasmin mengatakan, ancaman resesi perekonomian dunia bisa memicu kemunduran ekonomi. Sehingga masyarakat perlu hati-hati dalam navigasi dan antisipasi ketidakpastian yang disebabkan resesi global tersebut. WTO menurunkan angka prediksi pertumbuhan ekonomi dari 3,3% menjadi 2,3% di tahun 2023. Sebagai pelaku bisnis, ancaman resesi perekonomian dunia ini memang nyata. Resesi ekonomi bisa memicu penurunan keuntungan perusahaan, meningkatnya pengangguran hingga kemunduran ekonomi.
“Meski kondisi ekonomi global yang sedang bangkit dari pandemi Covid-19, dunia dihadapkan dengan potensi resesi, inflasi yang
didorong oleh krisis energi, dan kondisi geopolitik yang mengganggu
supply chain yang terjadi berkepanjangan sehingga negara-negara kompak meningkatkan suku bunga untuk mengendalikan laju inflasi,” kata
Suparno dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (9/10).
Menurut dia, ancaman resesi ekonomi bisa dirasakan saat ini di Indonesia, seperti inflasi yang diprediksi mencapai 6,8%, membuat lemahnya
daya beli dan menggerus konsumsi hingga berujung pada perlambatan
pertumbuhan ekonomi, serta banyak perusahaan yang berguguran.
Suku bunga acuan yang menjadi 4,25% untuk mengendalikan Inflasi juga
mengakibatkan kenaikan harga-harga yang dapat meningkatkan risiko
kredit yang tentunya akan berdampak pada perekonomian.
Dengan kondisi yang seperti ini, IMA sebagai asosiasi pemasaran
yang terdiri dari akademisi, professional, pemerintah dan pengusaha,
perlu merapatkan barisan, kompak dan saling berkolaborasi untuk
berkontribusi nyata bagi perekonomian di Indonesia.
(Yoga)
APLIKASI TRANSPORTASI : Jabodetabek Surplus Ojek Online
Pemerintah diminta turun tangan membatasi jumlah pengemudi ojek online yang juga bekerja sebagai karyawan BUMN dan swasta karena sudah berlebih di beberapa kota serta bisa tidak menimbulkan masalah sosial. Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono menjelaskan selama ini proses perekrutan pengemudi ojek online (ojol) dilakukan secara masif tanpa mempertimbangkan riwayat pekerjaan pengemudi. Hal ini, merugikan para pengemudi ojek lain yang memang mengandalkan nafkahnya dengan menjadi pengemudi ojek sebagai pekerjaan utama. “Saat ini pemerintah ikut turun tangan dalam membatasi jumlah driver ojol agar tidak menimbulkan masalah sosial juga, pihak perusahaan aplikator harus memiliki pedoman penyaringan dalam perekrutan mitra drivernya jangan hanya mencari profit sebanyak-banyaknya,” ujarnya, Minggu (9/10). Menurut Igun, banyaknya mitra pengemudi membuat pendapatan para pengemudi ojol makin hari kian menyusut.
RI-Jepang Kuatkan Kerjasama Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Pemerintah terus berupaya memacu pengembangan industri farmasi dan industri alat kesehatan (farmalkes) di Tanah Air, dengan penguatan kerja sama industri farmalkes antara Indonesia-Jepang, mengingat kedua industri ini ada dalam tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0. Penguatan kerja sama kerja sama industri farmalkes antar kedua negara tersebut diwujudkan dalam pelaksanaan Indonesia-Japan Pharmaceutical and Medical Device Business Forum yang telah berlangsung pada 5-7 Oktober 2022 di Osaka, Jepang. Kegiatan forum bisnis itu merupakan inisiatif dari KBRI di Tokyo berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Osaka, dan didukung oleh Kemenperin, Kemenkes, dan Kadin Indonesia, IIPC Tokyo dan ITPC Osaka, serta beberapa mitra Jepang seperti METI Kansai, Federation of Pharmaceutical Manufacturers’ Association of Japan (FPMAJ), dan JETRO.
Plt. Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito, yang mewakili Menperin di Jepang, mengatakan, industri farmalkes merupakan dua dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. "Kemenperin mendorong pendalaman struktur industri, peningkatan investasi dan menjalankan inisiatif roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Ignatius Warsito dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu, (9/10). Ketua Kadin Indonesia Komite Bilateral Indonesia-Jepang, Emmanuel L. Wanandi menerangkan, kegiatan ini berfokus untuk mempertemukan pelaku bisnis industri farmasi dan alat kesehatan asal Indonesia dengan pelaku bisnis/ investor dari Jepang. Saat itu, Wanandi memimpin kehadiran 15 delegasi bisnis Indonesia yang meliputi sembilan perusahaan farmalkes, termasuk perwakilan dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), dan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPA). (Yoga)









