;

Gairah Alih Sepeda Motor Bensin ke Listrik

Yoga 09 Oct 2022 Tempo

Penggemar otomotif mulai ramai mengkonversi mesin sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi listrik. Performa sepeda motor listrik yang tak kalah galak dibanding mesin bensin menjadi pemicunya. Namun biaya tinggi masih menjadi ganjalan konversi itu.
Melalui media sosial Instagram dan YouTube, Den Dimas, vlogger otomotif ternama di Indonesia, memamerkan sepeda motor barunya, dua pekan lalu. Sepeda motor sport berkelir putih dan kuning itu ia geber di jalan raya tanpa suara bising knalpot khas sepeda motor balap. Bahkan sepeda motor Dimas tak memiliki knalpot. Suara berdesing justru terdengar saat Dimas menarik gas sepeda motor Suzuki GSX-R yang sudah menanggalkan tangki bensin dan mesin berkapasitas 150 cc. Sebagai gantinya, baterai berkapasitas 6,5 kWh dan motor listrik ditancapkan ke rangka GSX-R. 

Dalam video yang diunggah di YouTube, Dimas menyebutkan performa sepeda motor yang kini ia beri nama GSX-E itu jauh lebih bertenaga. Berbekal tiga pilihan mode berkendara, Dimas bisa mengatur seberapa galak tarikan sepeda motornya. Kepada Tempo, Dimas mengatakan proses pengerjaan konversi mesin dilakukan 3-4 bulan. Berbeda dari kebanyakan orang yang mengejar kemudahan dan efisiensi sepeda motor listrik, Dimas memilih performa tinggi. Walhasil, kini sepeda motor GSX-E miliknya menjadi lebih kencang dibanding versi aslinya. "Karena sepeda motor listrik itu bisa lebih cepat dibanding sepeda motor yang berbahan bakar bensin," tutur pemilik akun Instagram @buburayamracer itu. Soal biaya, tutur Dimas, ongkos konversi mesin bensin ke setrum tak bisa dipukul rata, tergantung spesifikasinya. Konversi versi sederhana bisa mencapai belasan hingga 20 jutaan rupiah. Sementara itu, jika menginginkan perubahan mesin listrik dengan kinerja kencang, biaya yang diperlukan akan bertambah. "Kemarin aku bisa (menghabiskan ongkos) di atas Rp 40 juta. Mungkin Rp 50 juta bisa. Itu semua tergantung pilihan. Intinya, performa mempengaruhi harga."

Berbeda dengan Dimas, Guruh memilih mesin listrik yang tak terlalu kencang untuk dibenamkan ke sepeda motor tua miliknya, Honda C70. Baru enam bulan lalu, Guruh, yang berdomisili di Kabupaten Bogor, menyulap sepeda motor tua peninggalan ayahnya menjadi sepeda motor kekinian. Soal biaya konversi, Guruh tak mau menyebutkan secara jelas. "Ya, bisalah untuk beli skuter matik baru," kata pria berusia 36 tahun. Guruh merasa harga tersebut sepadan dengan sensasi berkendara yang ia dapatkan. Menurut dia, sepeda motor tua berkelir merah miliknya jadi lebih nyaman dikendarai. Selain itu, sepeda motornya kini jadi pusat perhatian. "Banyak orang yang melihat dan penasaran dengan sepeda motor yang saya pakai. Nyentriklah," ujarnya. Sementara itu, Aditya, pemilik bengkel listrik Mandhasia Garage, mengaku sudah mengkonversi puluhan mesin sepeda motor kliennya. Pandemi Covid-19 justru menjadi momentum bengkelnya mendapat banyak pesanan konversi mesin listrik. (Yoga)

Koperasi Sejahtera Bersama Dibobol Tim Pengawas

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Kontan (H)

Bertambah lagi kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam ke anggota yang ditangani oleh polisi. Kali ini menimpa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama. Penyidik Tipideksus Bareskrim Polri sudah menetapkan dua tersangka kasus dugaan penipuan dan pembobolan dana milik nasabah KSP Sejahtera Bersama senilai sekitar Rp 249 miliar. Dalam kasus ini yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi adalah Ketua Pengawas KSP Sejahtera Bersama Iwan Setiawan, dan Anggota Pengawas Dang Zeany. Sementara jumlah simpanan seluruh nasabah di koperasi tersebut lebih dari Rp 6 triliun. Waluyo lantas merujuk laporan pertanggungjawaban Pengurus-Pengawas tahun 2021. Berdasarkan data tersebut, nilai aset properti KSP Sejahtera Bersama yang sedang dalam proses penjualan sekitar Rp 220,6 miliar. Nilai ini jauh dari simpanan nasabah.

Ekonomi ASEAN+3 Diramal Hanya Tumbuh 3,7%

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Kontan

Tim Riset Ekonomi Makro Regional ASEAN+3 (Amro) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi wilayah ASEAN+3. ASEAN+3 terdiri dari negara-negara di kawasan ASEAN plus China, Jepang, dan Korea. Kepala Ekonom Amro Hoe Ee Khor memperkirakan, pertumbuhan ekonomi ASEAN+3 pada tahun 2022 sebesar 3,7%, lebih rendah dari perkiraan semula yang sebesar 4,3%.

Lelang Sukuk Negara Tambahan Menerima Penawaran Rp 2,7 Triliun

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Kontan

Hasil lelang surat berharga syariah negara (SBSN) tambahan pada Rabu (5/10) jauh lebih tinggi daripada hasil lelang SBSN yang dilaksanakan di hari sebelumnya. Padahal, yield yang ditawarkan masih sama seperti lelang sebelumnya. Berdasarkan data DJPPR Kementerian Keuangan, lelang sukuk negara tambahan alias greenshoe option menerima penawaran Rp 2,67 triliun. Ada lima seri sukuk negara yang ditawarkan, yakni PBS036, PBS003, PBS029, PBS034 dan PBS033. Dari lima seri tersebut, seri PBS036 menerima paling banyak permintaan, mencapai Rp 1,07 triliun. Sementara pada lelang sukuk negara di hari Selasa (4/10), permintaan pada seri dengan tenor tiga tahun ini mencapai Rp 2,19 triliun. Pemerintah hanya menyerap Rp 45 miliar.

Bunga Mekar, Simpanan Valas Bank Membesar

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Kontan

Demi menarik dana pihak ketiga (DPK) valuta asing (valas), perbankan mulai menyesuaikan bunga simpanan valas. Penyesuaian seiring kenaikan bunga Bank Indonesia (BI). Hasilnya, simpanan valas perbankan ikut naik di saat dollar Amerika Serikat (AS) kian perkasa. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memantau, pada 22 Agustus hingga 16 September 2022, suku bunga pasar simpanan valas naik 20 basis poin (bps) menjadi 0,44%. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kenaikan bunga ini sebagai dampak ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan kondisi likuiditas valas dengan ruang lanjutan peningkatan cukup terbuka pasca FOMC September 2022. Data BI mencatat DPK valas perbankan tumbuh 12,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1.049,6 triliun per Agustus 2022. Jauh lebih tinggi dari pertumbuhan DPK rupiah yang hanya naik 7,6% menjadi Rp 6.305,1 triliun pada periode yang sama.

BERJIBAKU JAGA RUPIAH

Hairul Rizal 07 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Bank Indonesia terus berjibaku menjaga stabilitas rupiah seiring dengan tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan aliran keluar modal asing (capital outflow) yang kian deras. Maklum, pelemahan mata uang Garuda bakal berimpak besar. Tak hanya di pasar keuangan, melainkan juga pada ekonomi secara makro. Dolar AS yang terus menguat mendorong kenaikan biaya produksi akibat importasi bahan baku dan penolong yang makin mahal. Ongkos produksi yang tinggi akan bermuara pada terkereknya harga jual barang di tingkat konsumen sehingga memicu lesatan inflasi yang saat ini tengah diperangi oleh Bank Indonesia (BI). Sementara itu, implementasi Local Currency Settlement (LCS) atau penggunaan mata uang lokal dalam setiap transaksi, belum terlalu signifikan mengingat jumlah negara yang menjalin kemitraan dengan Indonesia masih terbatas. Alhasil, dolar AS mendominasi setiap transaksi. Perihal kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Didi Iskandar Aulia, mengatakan pelemahan rupiah kian menambah beban seluruh pebisnis yang mendatangkan bahan baku dari luar negeri. 

Dia mengatakan, komponen pelemahan rupiah berdampak terhadap naiknya harga bahan baku baja yang masih impor hingga 10%. Namun, seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maka kenaikan ongkos produksi mencapai 15%—20%. Kondisi tersebut sesungguhnya disadari betul oleh pemangku kebijakan. Bank sentral telah melakukan serangkaian aksi untuk mempertebal proteksi rupiah. Salah satunya dengan melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). “Stabilisasi rupiah memang tidak hanya lewat intervensi spot, juga lewat intervensi DNDF, dan pembelian/penjualan SBN,” kata Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Wahyu Agung Nugroho, kepada Bisnis.


Investor Kurangi Investasi pada Obligasi

Yoga 07 Oct 2022 Kompas

Akibat kenaikan suku bunga di sejumlah negara, daya tarik investasi pada obligasi berkurang, sehingga para investor global mengurangi dana-dana investasi pada pasar obligasi. Pengurangan ini terjadi di semua kawasan. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan, penarikan dana investasi berpotensi mengganggu sistem keuangan global. Kantor berita Reuters, Rabu  (5/10), memberitakan, dana-dana investasi global di pasar obligasi menurun drastis selama tiga kuartal I-2022. Ini penurunan terbesar dalam dua dekade terakhir. Penyebabnya adalah rentetan kenaikan suku bunga di banyak negara yang berpotensi mendorong resesi. Hal itu menurunkan kepercayaan investor pada kemampuan bayar para penerbit obligasi. 

Menurut data Refinitiv Lipper, dana-dana investasi pada pasar obligasi turun 175,5 miliar USD selama tiga kuartal I-2022, terbesar sejak 2002. Nilai bersih aset obligasi global juga turun 10,2 %, terbesar sejak 1990. Kenaikan suku bunga menurunkan nilai bersih aset obligasi. Sejumlah pemerintah dan korporasi penerbit obligasi dalam beberapa tahun terakhir gencar memanfaatkan rendahnya suku bunga. Kini para penerbit obligasi tersebut ketiban beban bunga lebih besar. ”Kombinasi tingkat utang yang tinggi dan kenaikan suku bunga telah menurunkan kepercayaan para investor terhadap kemampuan bayar para penerbit obligasi. Ini sekaligus menjadi penyebab penurunan investasi pada pasar obligasi,” kata Jacob Sansbury, CEO Pluto Investing. (Yoga)

Pasokan Minyak Terpangkas

Yoga 07 Oct 2022 Kompas

Kondisi perekonomian dunia semakin sulit, akibat berkurangnya pasokan minyak dunia menyusul keputusan pemangkasan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari oleh OPEC+. Muncul kekhawatiran, kenaikan harga minyak pasca pemangkasan produksi dapat memperparah inflasi yang kini menggoyahkan ekonomi global. Pada Rabu (5/10) Arab Saudi dan Rusia serta negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC)+ bersepakat memangkas produksi minyak sebesar dua juta barel per hari, setara 2 % produksi minyak global saat ini dan menjadi pemangkasan terbesar sejak pandemi tahun 2020. Pemangkasan tersebut akan diberlakukan mulai November 2022. Dalam konferensi pers seusai pertemuan OPEC+ di Vienna, Austria, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, keputusan pemangkasan produksi minyak itu dipicu tanda-tanda penurunan ekonomi dunia yang bisa memperlemah permintaan dan jatuhnya harga minyak. 

”Kami lebih memilih langkah pencegahan daripada nanti menyesal,” kata Abdulaziz, seperti dikutip The New York Times. ”Keputusan ini didasarkan pada kajian teknis. Kami tidak akan menggunakan (OPEC) sebagai organisasi politik,” ujar Suhail Al-Mazroui, Menteri Energi Uni Emirat Arab, menyangkal tudingan soal politisasi terhadap OPEC+. Keputusan pemangkasan produksi minyak tersebut dibuat saat harga minyak turun dari 120 USD per barel pada tiga bulan lalu menjadi 90 USD per barel. Saat keputusan pemangkasan produksi minyak OPEC+ diumumkan, harga minyak Brent yang menjadi patokan utama internasional naik 1,7 % sebelum ditutup pada 93,37 USD per barel. IHSG sejumlah bursa AS dan Eropa anjlok hingga 1,1 %. Mantan Kepala Departemen Analisis OPEC Hassan Balfakeih menyebutkan, pemangkasan produksi lebih dipicu faktor geopolitik dibandingkan kondisi pasar. (Yoga)

Beras dan Daging Jadi Prioritas Stabilisasi Stok dan Harga

Yoga 07 Oct 2022 Kompas

Pemerintah memprioritaskan beras dan daging pada stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang akhir tahun 2022 hingga awal 2023. Harga beras cenderung naik, sementara stok daging perlu dipacu untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akhir dan awal tahun. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Kamis (6/10) mengatakan, rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (5/10), membahas hal tersebut. Stabilisasi beras ditempuh dengan mempercepat penyerapan hasil panen petani, sementara untuk daging akan ditempuh dengan mengimpor daging kerbau dan sapi beku. Stok beras pemerintah ditargetkan setidaknya 1,2 juta ton. ”Beras sebenarnya cukup (untuk memenuhi kebutuhan nasional), tetapi adanya di masyarakat, penggilingan, dan lainnya. 

Sementara yang dikuasai pemerintah di Bulog, 780.000 ton,” ujarnya. Penyerapan gabah/beras untuk cadangan pemerintah perlu dipacu mengingat Perum Bulog yang juga operator NFA tengah memasifkan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar dalam rangka stabilisasi. Tahun ini Bulog telah menyalurkan 650.000 ton beras untuk KPSH. Beberapa bulan ke depan, Bulog akan menyalurkan 200.000 ton beras per bulan. Sementara untuk mempercepat penyerapan gabah/beras petani, pemerintah memperpanjang kebijakan fleksibilitas harga pembelian oleh Bulog. Harga pembelian beras telah dinaikkan dari Rp 8.300 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kg, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. (Yoga)


Kerajinan Kerang Magelang Diekspor ke AS

Yoga 07 Oct 2022 Kpmpas

Sekitar 9.000 kerajinan kerang buatan warga Magelang, Jateng, menembus pasar AS. Ekspor perdana dilakukan CV Sabila Multi Kreasindo, Kamis (6/10) dengan nilai 33.000 USD atau Rp 503 juta. ”Jika pengiriman pertama mendapat respons bagus, pihak importir dari AS menjanjikan akan rutin memesan,” kata Prajoko, pemilik perusahaan tersebut. (Yoga)

Pilihan Editor