;

Beras dan Daging Jadi Prioritas Stabilisasi Stok dan Harga

Lingkungan Hidup Yoga 07 Oct 2022 Kompas
Beras dan Daging Jadi Prioritas Stabilisasi Stok dan Harga

Pemerintah memprioritaskan beras dan daging pada stabilisasi harga dan pasokan pangan menjelang akhir tahun 2022 hingga awal 2023. Harga beras cenderung naik, sementara stok daging perlu dipacu untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akhir dan awal tahun. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, di Jakarta, Kamis (6/10) mengatakan, rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (5/10), membahas hal tersebut. Stabilisasi beras ditempuh dengan mempercepat penyerapan hasil panen petani, sementara untuk daging akan ditempuh dengan mengimpor daging kerbau dan sapi beku. Stok beras pemerintah ditargetkan setidaknya 1,2 juta ton. ”Beras sebenarnya cukup (untuk memenuhi kebutuhan nasional), tetapi adanya di masyarakat, penggilingan, dan lainnya. 

Sementara yang dikuasai pemerintah di Bulog, 780.000 ton,” ujarnya. Penyerapan gabah/beras untuk cadangan pemerintah perlu dipacu mengingat Perum Bulog yang juga operator NFA tengah memasifkan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar dalam rangka stabilisasi. Tahun ini Bulog telah menyalurkan 650.000 ton beras untuk KPSH. Beberapa bulan ke depan, Bulog akan menyalurkan 200.000 ton beras per bulan. Sementara untuk mempercepat penyerapan gabah/beras petani, pemerintah memperpanjang kebijakan fleksibilitas harga pembelian oleh Bulog. Harga pembelian beras telah dinaikkan dari Rp 8.300 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kg, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :