;

Bunga KPR segera Disesuaikan

Yoga 05 Oct 2022 Investor Daily (H)

Perbankan nasional belum menyesuaikan suku bunga KPR meski BI telah menaikkan suku bunga acuan 75 basis poin ke level 4,25%. Namun, bulan depan, bunga KPR akan disesuaikan menyusul kenaikan bunga simpanan. Saat ini, bunga KPR berkisar 8-9%. Demikian dikemukakan sejumlah bankir nasional, Selasa (04/10), antara lain, Dirut PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Haru Koesmahargyo, Corporate Secretary PT BNI Tbk Okki Rushartomo, dan Direktur Consumer Banking PT Bank Mega Tbk Diza Larentie. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebelumnya mengungkapkan, selalu ada jeda waktu bagi industri perbankan melakukan transmisi penyesuaian bunga acuan ke bunga simpanan dan bunga kredit. Dalam keadaan normal, dibutuhkan waktu sekitar 3-6 bulan. “Penyesuaian bunga KPR paling cepat dikakukan pada akhir bulan ini atau awal bulan depan,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (04/10). Menurut dia, untuk rumah subsidi, kenaikan suku bunga KPR tidak akan berdampak kepada konsumen atau pun juga pengembang karena sudah ada subsidi dari pemerintah. Sedangkan untuk nonsubsidi pasti ada dampaknya. 

Data OJK menunjukkan, suku bunga dasar KPR bergerak turun sejak April 2022 yang sebesar 8,77%, pada Mei turun menjadi 8,74%, Juni sebesar 8,66%, dan pada Juli turun menjadi 8,57%. BI sudah telah dua kali menaikkan BI7 day reverse repo rate (B7DRR) sepanjangahun ini, masing-masing sebesar 25 bps menjadi 3,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 22-23 Agustus, dan 50 bps menjadi 4,25% dalam RDG 21-22 September. Kalangan bankir mendukung langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI7DRR menjadi 4,25%. Namun perbankan tidak serta merta melakukan transmisi suku bunga karena akan dilakukan secara selektif. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut BNI tidak langsung mengerek suku bunga untuk semua segmen, karena akan berbeda. “Terkait penyesuaian bunga di sisi kredit, akan dipertimbangkan dari dampak kenaikan bunga acuan terhadap kenaikan biaya dana serta proyeksi ekspansi bisnis BNI. Tentunya penyesuaian bunga kredit tersebut akan dilaksanakan secara selektif dan bertahap mempertimbangkan beberapa faktor termasuk demand dan kondisi usaha debitur,” tutur dia. Direktur Consumer Banking PT Bank Mega Tbk Diza Larentie menyatakan biasanya transmisi suku bunga kredit terjadi 1-2 bulan tergantung masing-masing bank. (Yoga)

Truss Tolak Pangkas Tunjangan Untuk Danai Kenaikan Pajak

Yoga 05 Oct 2022 Investor Daily

PM Inggris Liz Truss memicu pertikaian di Partai Konservatifnya, Selasa (4/10). Ia menunjukkan, dirinya dapat membatasi kenaikan pembayaran tunjangan di bawah tingkat inflasi yang melonjak, seiring langkah-langkah mencari cara mendanai rencana pertumbuhan terkait pemangkasan pajaknya. Semenjak berkuasa pada 6 September, Truss mengalami masa penuh gejolak mulai dari pertama kali harus menyampaikan kabar duka nasional atas kematian Ratu Elizabeth II hingga perilisan paket ekonomi Inggris yang langsung mengguncang pasar keuangan. Truss dan Menkeu Kwasi Kwarteng tengah berusaha mengeluarkan Inggris dari masa 10 tahun stagnasi ekonomi, lewat kebijakan 45 miliar pound pemotongan pajak yang tidak didanai pada 23 September. Mereka juga berjanji menderegulasi ekonomi demi memicu pertumbuhan. Akan tetapi pada Senin (3/10), Truss dan menkeu Inggris harus tunduk terhadap tekanan untuk membatalkan kebijakan yang sangat memecah belah, yakni menghilangkan tarif tertinggi pajak penghasilan untuk golongan berpenghasilan tertinggi. Dan sekarang mereka langsung mengerjakan rincian lengkap dari rencana itu serta bagaimana keduanya mampu memberikan tanpa meninggalkan lubang besar menganga dalam keuangan publik negara. (Yoga)

Cosmart Kantongi Pendanaan US$ 5 Juta

Yoga 05 Oct 2022 Investor Daily

Cosmart, platform berbasis keanggotaan (membership) e-commerce pertama di Indonesia untuk kebutuhan bulanan, mengumumkan pendanaan awal sebesar US$ 5 juta dari Lightspeed, East Ventures, dan Vertex Ventures SEA & India. Putaran pendanaan yang melebihi penawaran (oversubscribed) tersebut juga melibatkan partisipasi investor kawakan, yakni Henry Hendrawan dan Albert Lucius. Visi Cosmart adalah menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih mudah dan harga murah untuk kebutuhan rutin pengguna, sehingga konsumen dapat menghemat waktu, uang, dan anti ribet. “Pendanaan dari Lightspeed, East Ventures, dan Vertex Ventures akan digunakan untuk memperkuat teknologi dan infrastruktur data, sekaligus membangun kerja sama strategis dengan produsen dan para pemain kunci dalam ekosistem rantai pasokan,” Co-Founder Cosmart Alvin Kumarga, dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/10). 

Cosmart merupakan one-stop solution bagi pengguna untuk membeli kebutuhan bulanan. Dengan membayar biaya keanggotaan yang murah untuk menjadi anggota, pengguna bisa mendapatkan akses ke produk berkualitas dengan harga lebih murah. Pengguna pun bisa membeli produk yang tidak bisa ditemukan di platform e-commerce lain dan mendapatkan produk contoh (sample) dari merek baru. Dengan transparansi harga, kualitas tinggi, dan manfaat keanggotaan lainnya, Cosmart menghadirkan klaim pengalaman belanja yang cerdas dan dijamin menguntungkan anggotanya. Alvin menyebut, sejak awal berdiri pada kuartal II-2022, Cosmart telah menjual lebih dari 100.000 produk. Start-up e-commerce berlangganan ini juga mampu meraih pertumbuhan bisnis enam kali lipat dalam tiga bulan terakhir. Sementara itu, volume belanja bulanan pengguna tercatat empat kali lebih tinggi dibandingkan aktivitas belanja di platform lain. “Mengelola barang-barang kebutuhan bulanan bisa sangat melelahkan. Cosmart hadir sebagai solusi yang tepat untuk membantu para pengguna untuk menghemat lebih banyak waktu dan uang,” tambah Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca. (Yoga)

Musim Kebangkitan Bisnis MICE

Yoga 05 Oct 2022 Tempo

Bisnis pengelolaan ruang pertemuan atau MICE mulai bangkit dan diperkirakan pulih 100 % pada 2023. Nyaris nihil celah yang tersisa di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), yang menjadi lokasi Indonesia Comic Con 2022. Pada 1-2 Oktober lalu, ruangan itu diserbu pencinta kultur pop dunia, dari film, game, komik, hingga musik. Selain itu, ada peraga kostum alias cosplayer yang ingin berekspresi di depan publik. Tak diragukan, pesta dua hari itu pun menguntungkan ratusan pegiat usaha yang membuka gerai dan wahana hiburan di sana. Setelah mati suri selama dua tahun akibat pandemi Covid-19, Comic Con keenam yang diadakan di Indonesia itu sukses mengobati kerinduan para pengunjungnya. Sejak pagi, antrean masuk yang mengular hingga puluhan meter di pintu Balai Sidang Senayan membuktikan antusias tersebut. Indonesia Comic Con 2022 hanya satu dari segelintir acara yang diagendakan di venue elite Ibu Kota tersebut. Selama beberapa bulan terakhir, JCC pun dipakai untuk pameran, konser, serta acara publik pemerintah dan pihak swasta, bahkan rapat kerja partai politik. Bila merujuk pada laman web JCC, terdapat 16 acara yang sudah terjadwal sejak hari ini hingga akhir 2022. (Yoga)

DPR Restui Tambahan PMN Hutama Karya Rp 7,5 Triliun

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai sebesar Rp 7,5 triliun kepada PT Hutama Karya (Persero). Nantinya suntikan PMN tersebut akan digunakan untuk melanjutkan proses konstruksi lima ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Selain PMN Tunai, Komisi XI DPR juga menyetujui PMN yang berasal dari Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp 1,93 triliun, berupa aset lahan di Karawaci-Tangerang dengan nilai Rp 1,81 triliun dan di Plaju-Palembang senilai Rp 122,76 miliar. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rionald Silaban mengatakan, tujuan pemberian PMN non tunai tersebut adalah untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha perusahaan guna mendukung urgensi pelaksanaan penugasan percepatan pembangunan proyek yang ada.

Inflasi dan Suku Bunga Membayangi Manufaktur

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan

Kinerja sektor manufaktur terancam kembali redup gara-gara kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan inflasi hingga kenaikan suku bunga akan menjadi batu sandungan bagi sektor yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) tersebut. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia berdasarkan data S&P Global pada bulan September 2022 mencapai level 53,7. Posisi ini naik dibanding hasil per Agustus 2022 yang berada di angka 51,7.Ekonom S&P Global Market Intelligence, Laura Denman mengatakan, penguatan sektor manufaktur Indonesia tersebut didorong kondisi permintaan yang lebih baik. Kondisi ini mendorong kenaikan signifikan pada permintaan hampir selama satu tahun. Beberapa perusahaan, mengkhawatirkan potensi tekanan inflasi ke depan dan dampaknya terhadap perekonomian. Badan Pusat Statistik mencatat untuk bulan September laju inflasi mencapai 1,17% dalam basis bulanan, dan 5,95% jika dihitung year-on-year.

Harga BBM Mencekik, Tarif Logistik Naik

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan

Emiten transportasi dan logistik darat akhirnya tak kuat lagi menahan beban efek kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Untuk itu, emiten sektor ini berniat memberlakukan tarif baru layanannya. Contoh PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang akan menyesuaikan tarif jasa pengiriman. Emiten yang pendapatannya ditopang bisnis logistik ini bakal menyesuaikan harga layanan Anteraja. Prodjo Sunardjanto, Presiden Direktur Adi Sarana Armada mengatakan, ASSA bakal menyesuaikan tarif baru jasa pengiriman barang terhitung efektif awal Oktober ini. ASSA mengerek tarif ongkos kirim minimal 15%-25% dari tarif normal. Selain ASSA, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) sudah menerapkan tarif baru beberapa hari pasca kenaikan harga BBM. Ini menyusul keluarnya surat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia kepada anggotanya yang merekomendasikan penyesuaian tarif.

Selama September, Dana Asing di SBN Keluar Rp 23,59 Triliun

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan

Nilai dana asing di surat berharga negara (SBN) masih terus menyusut. Per 28 September, total kepemilikan investor asing di SBN mencapai Rp 735,92 triliun. Angka tersebut menyusut sebesar Rp 23,59 triliun jika dibanding posisi per akhir Agustus 2022 sebesar Rp 759,51 triliun. Porsi asing dari total outstanding SBN pun turun dari akhir Agustus 2022 sebesar 15,24% menjadi 14,46% per 28 September 2022. Direktur & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Asset Management Indonesia Ezra Nazula mengatakan, dana asing di pasar obligasi dalam negeri menyusut karena asing beralih ke obligasi di negara maju yang dianggap lebih menguntungkan.

Bank Siap Penuhi Aturan Free Float

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Kontan

Saat ini beberapa bank masih belum memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di publik atau free float sebesar 7,5%. Di antaranya adalah Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS), Bank Permata Tbk (BNLI), dan Bank BTPN Tbk (BTPN). Namun, ketiga bank yang masuk dalam daftar bank beraset jumbo di Tanah Air itu menyatakan sudah siap untuk memnuhi kebutuhan tersebut. BTPN saat ini tercatat baru memiliki free float 5,25%. Artinya, perseroan itu masih harus mengalirkan minimal 2,25% saham ke publik guna memenuhi aturan. Selebihnya sebesar 92,43% digenggam oleh Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Direktur Kepatuhan BTPN, Dini Herdini mengatakan, terkait pemenuhan aturan, BTPN saat ini mengalihkan saham treasury atau saham-saham yang dibeli kembali (buyback) bank sebelumnya.  Adapun Bank Permata saat ini baru mencatatkan free float 1,29%. Sedangkan 98,71% saham dimiliki oleh Bangkok Bank Public Company Limited. Direktur Keuangan Bank Permata, Lea Kusumawijaya mengatakan, sejak Bangkok Bank menyelesaikan kewajiban tender offer setelah mengakuisisi Bank Permata dari Astra dan Standard Chartered Bank, jumlah saham beredar BNLI memang sangat kecil.

BERSINERGI REDAM INFLASI TINGGI

Hairul Rizal 04 Oct 2022 Bisnis Indonesia (H)

Prediksi inflasi meninggi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 3 September lalu telah terbukti. Indeks harga konsumen (IHK) pada September 2022 tembus 5,95% (year-on-year/YoY), jauh lebih tinggi ketimbang Agustus sebesar 4,69%. Malah, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan tingkat inflasi pada Oktober 2022 bakal lebih tinggi. Selain energi, bahan makanan juga memiliki daya dorong besar inflasi. Tak ayal, pemerintah dan otoritas moneter pun kini dituntut kembali meracik strategi lanjutan untuk mencegah inflasi kembali meninggi. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memacu sinergi dengan pemerintah daerah dalam menangkal lonjakan IHK. Sejauh ini pemerintah memang telah menyiapkan proteksi untuk menahan lesatan IHK. Alokasi perlindungan sosial disiapkan senilai Rp24,17 triliun. Anggaran subsidi dan kompensasi pun mencapai Rp502 triliun.


Pilihan Editor