Penurunan Cadangan Devisa Bakal Berlanjut
Penurunan cadangan devisa Indonesia tampaknya bakal berlanjut. Penyulutnya: agresivitas The Fed mengerek suku bunga acuan berimbas pada keluarnya arus modal asing dari pasar emerging market, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa akhir September US$ 130,8 miliar, turun US$ 1,4 miliar atau 1,05% dari posisi akhir bulan sebelumnya yang sebesar US$ 132,2 miliar. Penyebab utamanya, kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Seperti diketahui, nilai tukar rupiah bergerak melemah di akhir bulan lalu, bahkan sempat ke kisaran Rp 15.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), posisi rupiah per 30 September melemah 2,55% dibanding posisi 31 Agustus lalu.
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, berlanjutnya penurunan cadangan devisa masih disebabkan oleh keluarnya arus modal asing dari pasar keuangan dalam negeri (
capital outflow
). Secara
year to date
hingga awal Oktober, besarannya mencapai US$ 9,7 miliar dari pasar obligasi.
Tags :
#DevisaPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023