BERBURU PEMBAYAR PAJAK
Pemerintah punya amunisi baru untuk meningkatkan perburuan pajak pada tahun depan, yang diramal penuh dengan ketidakpastian, terutama akibat kekhawatiran mengenai resesi dunia. Senjata baru itu berupa optimalisasi integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 50/2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan. Regulasi tersebut dipastikan bakal meningkatkan basis pajak, menggali potensi penerimaan lebih dalam, dan yang terpenting mampu menutup celah praktik penghindaran pajak oleh wajib pajak. Pasalnya, ketika integrasi tersebut berjalan, maka setiap transaksi keuangan seluruh warga negara Indonesia akan dapat dideteksi oleh otoritas pajak. Dari salinan PP No. 50/2022 yang diperoleh Bisnis, Pasal 68 menyebutkan bahwa Ditjen Pajak Kementerian Keuangan mendapatkan hak akses data kependudukan dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Peluang Ekspor CPO ‘Terobos’ Resesi Global
Selalu ada peluang di balik setiap kesulitan. Kata bijak itu bisa menggambarkan tetap ada peluang ekspor produk turunan minyak sawit asal Indonesia ketika ada ancaman resesi global pada 2023. Bahkan, pasar minyak sawit dunia tahun depan diperkirakan tidak akan menurun meskipun banyak negara bakal mengalami resesi ekonomi. Salah satu alasannya adalah lonjakan permintaan produk biofuel generasi kedua dari Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) yang bernama hydrotreated vegetable oil (HVO) atau green diesel. HVO merupakan minyak hidrokarbon tanpa kandungan oksigenat untuk bahan bakar mesin diesel yang berasal dari bahan nabati. Direktur Gabungan Industri Minyak Nabat Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga mencatat kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk produksi HVO mencapai 2 juta ton per tahun. Produk tersebut terus membanjiri pasar Eropa melalui industri di Singapura. Menurutnya, peluang ekspor CPO ke Singapura tetap akan tinggi terutama karena negara itu memasok kebutuhan HVO di Eropa. Oleh karena itu, Sahat menilai tantangan perdagangan CPO pada masa mendatang masih berkutat pada sentimen terhadap industri sawit Indonesia, mulai dari resistensi Eropa, bahkan dari dalam negeri sendiri. Sebaliknya, Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan melihat ekspor dan produksi minyak sawit Indonesia terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu belakangan. Dalam periode 2020—2022, dia mencatat ekspor justru tumbuh negatif yakni -7,66%.
Mewaspadai Tingginya Inflasi Global
Tren suku bunga tinggi global terutama di negara maju diperkirakan masih berlangsung pada tahun depan seiring dengan tingginya tingkat inflasi disertai beberapa risiko yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Gambaran gangguan eksternal ini disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia yang digelar secara daring, Rabu (14/12). Kendati perekonomian Tanah Air masih memiliki potensi cukup kuat untuk tetap tumbuh di atas 5%, sejumlah risiko harus diantisipasi agar imbas negatif faktor global tersebut tak berkembang mendominasi tekanan terhadap laju produk domestik bruto. Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) dijadwalkan melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (Federal Open Market Committee/FOMC) yang terakhir pada 2022 pada 13–14 Desember waktu setempat. Beberapa ekonom memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya sebesar 50 basis poin atau tidak sebesar kenaikan sebelumnya pada November, meskipun kebijakan suku bunga tinggi masih jadi pilihan. Bahkan, BI menduga tingkat suku bunga global yang tetap tinggi tersebut akan berlangsung lebih lama pada 2023 dibandingkan dengan tahun ini. BI meyakini banyak negara yang baru akan merasakan penurunan inflasi pada akhir 2023. Inflasi global diperhitungkan akan turun menjadi 6,6% pada 2023, dan penurunan lebih signifikan baru terjadi pada 2024, karena gejolak ekonomi global yang lebih stabil. Alhasil, fenomena inflasi tinggi disimpulkan masih akan berlanjut dan terjaga pada tahun depan.
PASAR SURAT UTANG : SUNTIKAN TENAGA DARI PAMAN SAM
Kinerja Surat Berharga Negara (SBN) Tanah Air kokoh akibat mendapatkan suntikan tenaga dari kinerja makro ekonomi Negeri Paman Sam.
Rilis inflasi Amerika Serikat periode November yang masih dalam tren melandai membawa suntikan tenaga terhadap aset di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, aset surat utang pemerintah tenor 10 tahun menghijau pada perdagangan kemarin. Ketangguhan aset negara berkembang di tengah bayang-bayang langkah agresif Federal Reserve tecermin pada kinerja pasar surat utang denominasi mata uang lokal secara tahun berjalan yang sepi koreksi. Dari 27 pasar negara berkembang, hanya 6 negara yang masih terkoreksi. Adapun, Indonesia menutup perdagangan pasar dengan imbal hasil sebesar 6,84%. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan Indonesia mendapatkan suntikan tenaga dari melandainya inflasi Amerika Serikat dan Indonesia. Suntikan tenaga tersebut masuk ke pasar berupa aliran dana asing sehingga mengerek harga Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun. Hal itulah yang membuat imbal hasil SUN acuan tenor 10 tahun menguat.
Senada, inflasi Indonesia mencapai 5,42% secara tahunan atau 2 bulan pasca pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu memupuk ekspektasi inflasi yang lebih rendah yakni pada kisaran 5%—6% pada 2022 sehingga memoles daya tawar aset surat utang RI. “Jelas sekali ya sentimen ke pasar obligasi positif, sejak akhir November mereka [asing] net inflow,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (14/12). Berdasarkan catatan Bisnis, dana asing bulan berjalan pada Desember mencapai Rp20,54 triliun atau mendekati dana asing yang masuk pada bulan berjalan November Rp23,7 triliun. Aliran dana asing pada periode ini mengakhiri dana keluar dobel digit pada September dan Oktober.
TREN PROPERTI 2023 : Pasar Apartemen Bakal Tertekan
Lembaga konsultan properti Knight Frank Indonesia memprediksi pelemahan penjualan apartemen pada tahun ini berlanjut hingga 2023. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan ada berbagai faktor yang terakumulasi hingga membuat penjualan apartemen akan melemah pada 2023. “Penjualan unit baru apartemen di Jakarta memang melemah dalam beberapa semester terakhir, hal ini di antaranya karena pelemahan daya beli masyarakat di tengah masa pandemi,” kata Syarifah kepada Bisnis, Rabu (14/12). Tak hanya itu, Syarifah menilai pandemi Covid-19 telah mengubah preferensi masyarakat yang lebih memilih pembelian rumah tapak (landed house). Berdasarkan data Jakarta Property Highlight Semester I/2022, penjualan unit apartemen baru pada semester pertama tahun 2022 hanya meningkat 0,1% dibandingkan semester sebelumnya.
Bank Umum di DKI Jakarta Sumbang 52,13% DPK Nasional
JAKARTA, ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai Provinsi DKI Jakarta mampu jadi memberikan kontribusi signifikan dan tetap menunjukkan resiliensinya di tengah berbagai tantangan. Tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) bank umum di DKI Jakarta mencapai Rp 4.132,7 triliun per Oktober 2022, atau sekitar 52,13% dari total DPK bank umum nasional. Menurut Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih, sinyal positif tersebut ditunjukkan salah satunya dari perbankan di DKI Jakarta yang tumbuh dengan baik. “Ditandai oleh tumbuhnya dana pihak ketiga bank umum di DKI Jakarta, yang banyak didukung dari tumbuhnya giro yang mengindikasikan bahwa DPK siap digunakan untuk menopang aktivitas ekonomi,” ujar Lana secara virtual, Rabu (14/12/2022). Lana mengatakan, tumbuhnya ekonomi nasional sebesar 5,72% pada kuartal III-2022 tidak lepas dari dukungan perbankan. Secara nasional pertumbuhan kredit sebesar 11,95% (yoy) per Oktober, dan DPK nasional 9,41% (yoy). “Kalau di DKI, pertumbuhan DPK perbankan tercatat 12,4% (yoy), sedangkan nasional hanya 9,4%, artinya DPK DKI lebih tinggi, ini juga didukung dari bantuan sosial pemerintah, banyak yang menabung dan konsumsi,” kata Lana. (Yetede)
Erick Thohir: Buka Lapangan Kerja jadi Prioritas BUMN
JAKARTA, ID – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menekankan bahwa pembukaan lapangan kerja merupakan salah satu concern BUMN. Oleh karena itu, kinerja apik BUMN dalam beberapa tahun terakhir harus berbanding lurus dengan pertumbuhan lapangan kerja. "Sejak pandemi, lapangan kerja menjadi salah satu isu yang harus kita atasi. BUMN tentu harus hadir di saat masyarakat tengah memerlukan bantuan,” jelas Menteri BUMN Erick Thohir menjawab pertanyaan tertulis media, Rabu (14/12/2022). Erick meminta BUMN tidak berpuas diri atas sejumlah pencapaian positif, termasuk telah menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 45 juta orang di luar sektor formal, yang meliputi 32,1 juta nasabah Kredit Usaha Rakyat BRI, 12,7 juta pekerja sektor UMKM di PNM Mekaar, 439 ribu tenaga kerja penggarap desa hutan, 163.761 petani yang tergabung di Program Makmur, 210 ribu petani program kemitraan PTPN, hingga 270 ribu tenaga kerja informal yang terserap dan tersebar di Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, PT Freeport Indonesia, PT Pertamina (Persero), dan PT Bukit Asam. “Dengan segala sumber daya, saya memiliki keyakinan BUMN dapat berbuat jauh lebih besar daripada apa yang sudah diberikan hari ini,” jelas Erick. (Yetede)
Goto Jual Saham Alfamart Rp 1,5 Triliun
JAKARTA, ID - PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), perusahaan teknologi terbesar Indonesia, menyelesaikan penjualan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart senilai Rp 1,5 triliun. Alfamart adalah salah satu jaringan ritel modern besar di Indonesia. “Saham Alfamart menunjukkan kinerja yang kuat, sehingga memberi peluang bagi kami untuk merealisasikan keuntungan yang signifikan dari investasi di perusahaan tersebut,” ujar CFO Grup Goto Jacky Lo, Rabu (14/12/2022). Jacky menambahkan, divestasi tersebut konsisten dengan strategi jangka panjang perseroan untuk fokus pada bisnis inti, sebagaimana yang pernah dipaparkan sebelumnya. Strategi ini juga sudah dijelaskan pada paparan kinerja Goto kuartal III-2022 pertengahan November lalu. “Transaksi ini bukan merupakan transaksi dengan pihak aliasi dan bukan transaksi material sebagaimana diatur di dalam peraturan terkait,” kata dia. (Yetede)
2024 Menkes Siapkan 2.500 Beasiswa
JAKARTA, ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus meningkatkan jumlah penerima beasiswa pendidikan dokter spesialis. Dari yang semula 300, menjadi 600 pada 2022, menjadi 1.600 pada 2023, dan pada 2024 disediakan 2.500 beasiswa untuk dokter spesialis, sub-spesialis, termasuk fellowship lulusan luar negeri. Hal ini merupakan implementasi dari transformasi sistem kesehatan pilar kelima yakni transformasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Adanya beasiswa pendidikan ini dapat mempercepat pemenuhan jumlah tenaga kesehatan khususnya dokter spesialis yang nantinya dapat tersebar secara merata di seluruh pelosok tanah air. “Semua ini kita upayakan agar masyarakat Indonesia mendapat layanan kesehatan yang lebih baik ke depan.” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Rabu (14/12). (Yetede)
Bersama Menjaga Rupiah
Tanpa kolaborasi dengan pemerintah, Bank Indonesia (BI) tak akan sanggup berjibaku menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Dalam perdagangan Selasa lalu, rupiah ditutup melemah 29 poin dari sehari sebelumnya menjadi 15.675 per dollar AS. Jika dihitung sejak awal 2022, rupiah sudah terbenam 9,75%. Ekonom perperkirakan, pada tahun depan, rupiah terus melemah ke level 16 ribu per dollar AS. Pelemehan terus-menerus ini membikin cemas. Bagi pemerintah, pelemahan kurs akan menambah beban pembayaran utang luar negeri dan menipisnya pendapatan negara. Proyek-proyek infrastruktur yang mengandalkan pinjaman asing dengan bahan baku impor juga mangkrak, sedangkan bagi sektor swasta, pelemahan ini membuat biaya impor melambung, harga jual naik dan daya beli konsumen turun. (Yetede)









