Konsolidasi Operator, Peluang untuk Penyedia Tower
JAKARTA, ID – Setiap korporasi senantiasa dituntut untuk menyiapkan strategi baru, terobosan, inovasi, dan solusi ketika dihadapkan pada sebuah situasi sulit, termasuk ketidakpastian global yang terjadi saat ini. Tak terkecuali perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi. Langkah konsolidasi yang ditempuh Indosat untuk merger dengan Hutchison 3 (Indosat Ooredoo Hutchison 3/IOH) merupakan salah satu contoh konkret. Dua operator telko tersebut bergabung untuk mencapai sejumlah tujuan bersama. Yang utama adalah menciptakan sinergi operasional yang diharapkan bakal menguntungkan konsumen sekaligus menaikkan nilai bagi pemegang saham. Dampak positif berikutnya adalah menguntungkan konsumen, karena ter wujudnya jaringan yang lebih baik serta kualitas layanan yang lebih prima dengan skala yang lebih besar, baik itu dalam hal kapasitas, kecepatan, maupun dan keandalan. Lebih dari itu, merger diyakini menciptakan struktur keuangan perusahaan yang lebih solid sehingga kapasitas untuk berinvestasi bakal lebih besar. (Yetede)
Global Finance Nobatkan BRI Sebagai World Banks 2022
JAKARTA, ID — Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Per sero) Tbk atau BRI yang impresif dalam menghadapi tantangan gejolak ekonomi global kembali memperoleh apresiasi dari dunia internasional. Kali ini, apresiasi datang dari media industri keuangan terkemuka Global Finance yang memberikan predikat World’s Best Banks 2022 di Indonesia kepada BRI. Pemberian penghargaan bergengsi oleh Global Finance pada tahun ini tersebut merupakan penyelenggaraan untuk yang ke29 kalinya. Media yang bermarkas utama di New York, Amerika Serikat ini menyajikan daftar bank terbaik dari 150 negara yang mencakup pemenang global, regional, dan nasional. BRI sendiri menjadi yang terbaik dari Indonesia yang masuk dalam region Asia Pasifik.
Unit Link Pulih 2024
JAKARTA, ID – Kinerja pendapatan premi unit link diperkirakan pulih pada 2024 setelah perusahaan-perusahaan asuransi menyesuaikan produk dan pemasaran dengan ketentuan baru Otoritas Jasa Keungan (OJK). Pembenahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan asuransi, terutama di sisi pemasaran, pengelolaan aset, dan tata kelola aset bakal meningkatkan kepercayaan (trust) masyarakat terhadap unit link. Dengan demikian, permintaan terhadap produk yang menggabungkan unsur asuransi dan investasi itu juga bakal naik. Hal itu terungkap dalam wawancara Investor Daily dengan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, Direktur Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non- Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Asep Iskandar, Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif (KE) Pengawas IKNB OJK Ogi Prastomiyono, Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana, dan pengamat asuransi Tri DJoko Santoso. Mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta, Selasa (13/12). (Yetede)
Penjualan Mobil Bakal Nembus 1 Juta Unit
JAKARTA, ID – Penjualan mobil nasional diperkirakan menembus 1 juta unit hingga akhir 2022, melampaui target yang ditetapkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 960 ribu unit. Hingga akhir November 2022, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer (wholesales) telah mencapai 942.499 unit. Pertumbuhan ekonomi yang solid kuartal III-2022 menjadi salah satu pendorong kenaikan permintaan otomotif. Dengan realisasi penjualan tersebut, pada Desember ini, hanya dibutuhkan 57.501 unit lagi untuk mencapai angka penjualan 1 juta unit tahun 2022. “Ada indikasi demand yang kuat. Penjualan mobil di bulan November mencapai 91 ribu unit,” kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini. Kukuh menilai, permintaan mobil sudah mengarah seperti sebelum pandemi Covid-19, dengan tren yang terus positif. Bila puncak penjualan biasanya di bulan September karena ada pameran otomotif, tapi ternyata tetap bisa dijaga penjualan di atas 90 ribu unit di bulan November lalu. (Yetede)
NIM Bank Tinggi Tarik Minat Asing Masuk Indonesia
JAKARTA, ID – Industri perbankan di Indonesia masih mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang tebal bahkan hingga tahun depan. Hal tersebut juga berdampak pada tren konsolidasi yang semakin marak, terlebih masih banyak investor asing tertarik masuk ke Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per Oktober 2022 tercatat sebesar 4,70%. Tren peningkatan NIM terlihat sejak Desember 2020, di mana saat terjadi pandemi Covid-19 NIM berada di level 4,32%, kemudian naik menjadi 4,5% pada Desember 2021, dan terus meningkat ke level 4,70% pada Oktober 2022. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia masih memiliki NIM tebal dan mendorong investor asing untuk melakukan akuisisi pada bank lokal. NIM tebal menarik bank asing seperti Jepang, Korea, China untuk mengakuisisi bank lokal karena rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih rendah atau baru sebesar 34%. (Yetede)
Tekanan Berkepanjangan Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar rupiah diperkirakan terus melemah. Sejumlah ekonom menyebutkan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan menembus 16 ribu pada akhir tahun ini. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan rupiah berpotensi bergerak di rentang 16.100-16.500 per dolar AS pada akhir tahun. Ia mengatakan rupiah sulit bisa menguat dibawah 15 ribu per dolar AS, sesuai dengan asumsi pemerintah dalam APBN 2022 atau belanja 2023. "Ini fenomena superdollar karena investor global mencari aset aman setelaha ancaman resesi menguat," kata Bhima kepada Tempo, kemarin. Sinyal resesi, menurut dia, salah satunya terlihat dari pelemahan Baltic Dry Index atau index kargo global yang anjlok 57% dalam setahun terakhir. Situasi tersebut masih akan ditambah dengan kenaikan bertahap The Fed, yang diperkirakan bisa terjadi tiga kali pada 2023 untuk menjinakkan inflasi di Amerika. (Yetede)
Harapan Laba Terganjal Penurunan Ekspor
JAKARTA-Kinerja ekspor diprediksi melambat pada awal 2023. Walhasil, pelemahan rupiah yang biasanya memberikan tambahan keuntungan bagi eksportir diperkirakan tidak terjadi kali ini. Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, menuturkan pelemahan permintaan global akibat resesi dinegara-negara maju membuat proyeksi kinerja ekspor lesu. "Mungkin beberapa sektor ekspor yang bahan bakunya lokal masih ada sedikit selisih kurs yang menguntungkan, tapi tidak demikian dengan sektor yang mengimpor bahan baku. Pasti ini menyesakkan." ujarnya kepada Tempo, Selasa, 13 Desember 2022. Sebagai antisipasi, pelaku usaha berupaya melakukan efisiensi dan bertahan melewati gejolak perekonomian yang diperkirakan makin kencang pada 2023. Perusahaan ekspor yang sudah terkena dampak krisis saat ini antara lain tekstil, alas kaki, dan furniture. (Yetede)
Konsumen Meikarta Menagih Janji Pengembang
Drama megaproyek properti Meikarta kembali berlanjut. Kabar teranyar, ratusan konsumen memprotes lantaran mereka tak kunjung mendapatkan unit properti yang telah dijanjikan pengembang, yang digarap sejak 2016 dengan nilai total investasi Rp 278 triliun.
Konsumen menagih janji dari pengembang Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang masih terafiliasi dengan Grup Lippo. Alasannya, masih banyak unit apartemen yang dibeli konsumen belum dibangun oleh perusahaan tersebut.
Komunitas Peduli Konsumen Meikarta juga meminta DPR membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan kasus Meikarta. Mereka menilai, Meikarta telah melakukan wanprestasi serah terima unit, karena melewati batas waktu
grace period serah terima.
Menurut dia, Meikarta telah menjual 100.000-130.000 unit properti hunian. Jika mengacu harga unit termurah di tahun 2017 senilai Rp 127 juta per unit, Asep bilang, total uang yang sudah diterima Meikarta mencapai kisaran Rp 12,7 triliun-Rp 16,51 triliun.
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Masih Pupus
Kinerja ekspor Indonesia diramal masih moncer menjelang akhir tahun 2022. Neraca perdagangan diproyeksi kembali mencetak surplus bernilai jumbo.
Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, neraca perdagangan November 2022 kembali mencetak surplus. Meski angkanya lebih rendah daripada bulan Oktober yang surplus bernilai US$ 5,67 miliar.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan November sebesar US$ 5,18 miliar. Ia memperkirakan, pertumbuhan ekspor bisa lebih tinggi, yakni mencapai 10,37%
year on year
(yoy), dibanding kinerja impor yang diramal tumbuh 3,65% yoy.
Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution memperkirakan, surpus neraca perdagangan bulan lalu sebesar US$ 4,51 miliar. Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indratomo juga memperkirakan, neraca perdagangan November surplus US$ 4,25 miliar.
Sementara Ekonom BCA David Sumual lebih optimistis, bahwa neraca perdagangan bakal mencetak surplus lebih besar pada bulan lalu, Proyeksinya, surplus mencapai US$ 5,24 miliar.
Market Cap Bursa Anjlok Rp 236 Triliun
Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam tiga bulan terakhir mengikis nilai kapitalisasi pasar alias
market capitalization
(
market cap
) bursa. Jika dihitung sejak menyentuh level
all time high
pada 13 September 2022 lalu, bursa saham sudah kehilangan
market cap
senilai Rp 236 triliun.
Penurunan IHSG yang cukup dalam juga terjadi sejak awal Desember lalu. Dalam sembilan hari perdagangan, IHSG terkapar di zona merah. Meski dalam dua hari terakhir, indeks mulai kembali ke jalur hijau. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan market cap IHSG antara lain dipengaruhi oleh koreksi saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Dengan demikian, GOTO bahkan tak lagi masuk dalam jajaran 10 saham dengan
market cap
terbesar di bursa. Saham GOTO memang menjadi pemberat laju IHSG sepanjang tahun ini. Saham emiten teknologi ini telah mengikis IHSG sebesar 429,7 poin secara year to date.









