MITIGASI ARAL EKONOMI
Arah ekonomi tahun depan memang sulit ditebak. Selain ketidakpastian global yang masih tinggi, tahun politik juga dinilai bakal membuat dunia usaha di Indonesia memilih wait and see. Tak ayal, baik pemerintah maupun dunia usaha pun menyiapkan inisiatif strategis agar dapat menerobos ancaman resesi global pada tahun depan. Untungnya, secara makroekonomi, Indonesia mengantongi setumpuk modal kuat untuk berkelit dari dampak resesi dunia yang diestimasi melanda pada tahun depan. Kinerja ekspor yang terus moncer, penerimaan pajak yang menembus target, hingga laba bank yang memuaskan menguatkan fondasi ekonomi nasional. Kemarin, Kamis (15/2), Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data terbaru neraca perdagangan yang pada November 2022 kembali surplus senilai US$5,16 miliar. Ini merupakan surplus selama 31 bulan berturut-turut. Dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2023 yang digelar kemarin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi yang kembali ke level di atas 5% pada tahun ini menjadi modal kuat untuk menghadapi risiko resesi global pada 2023. Senada, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa mitigasi untuk merespons ketidakpastian 2023 terus diperkuat.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023