Pertumbuhan Ekonomi 2023 Butuh Berbagai Jenis Insentif
JAKARTA, ID – Laju pertumbuhan ekonomi 2023, yang diharapkan sedikitnya 5,3%, membutuhkan insentif fiskal dan penghapusan berbagai kebijakan yang menghambat kemajuan industri manufaktur dan ekspor. Insentif fiskal dan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha dibutuhkan karena tahun depan, Bank Indonesia (BI) masih menaikkan suku bunga acuan mengikuti langkah The Federal Reserve (Fed). Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan sejumlah risiko global yang patut diwaspadai Indonesia tahun depan, khususnya tingkat suku bunga Bank Sentral AS yang tetap tinggi. “Tahun depan, Fed funds rate atau suku bunga acuan The Fed akan mencapai 5% untuk merespons inflasi,” kata Perry saat membuka acara seminar nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) secara daring, Selasa (14/12/2022). Kendati inflasi AS sudah menurun dalam lima bulan berturut-turut ke level 7,1% pada November lalu, namun masih jauh dari sasaran 2%. Untuk memerangi inflasi, The Fed diperkirakan kembali menaikkan bunga acuan 50 bps menjadi 4,25-4,50% pada Rabu (14/12/2022) waktu setempat dan mencapai 5% tahun depan. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023