Perbankan Akan Perbesar Pembiayaan ke Sektor Hijau
Perbankan di Indonesia juga berupaya mendorong pembiayaan berkelanjutan atau berbasis
environmental, social and governance
(ESG). Komitmen itu tidak hanya datang dari bank asing yang beroperasi di Indonesia, melainkan juga dari bank lokal. Dari jajaran bank asing, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) akan memperkuat pembiayaan ESG, terutama yang berbasis lingkungan.
Pancaran Affendi,
Head of Global Corporate
and Institutional Banking
for Indonesia MUFG mengatakan, saat ini MUFG sudah memiliki beberapa
pipeline
pembiayaan berbasis sosial. Sedangkan penyaluran pembiayaan berbasis lingkungan ada satu transaksi yang ditargetkan terjadi tahun depan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) per September 2022 mencatat kredit berkelanjutan Rp 172,7 triliun atau 25,1% dari total kreditnya. Sebesar Rp 73,9 triliun merupakan kredit hijau dan sisanya kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Hera F Haryn SVP Sekretariat dan Komunikasi Perusahaan BCA mengatakan, kredit hijau yang sudah disalurkan BCA berasal dari proyek energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, sektor yang melakukan efisiensi energi, manajemen pengelolaan air berkelanjutan,
green building,
dan lain-lain.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023