PELABUHAN BATU AMPAR : Dwelling Time Turun 81%
Badan Pengusahaan (BP) Batam mengeklaim waktu sandar atau dwelling time kapal di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Batu Ampar menurun hingga 81% sejak pengoperasian ship to shore (STS) crane. Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam Dendi Gustinandar menjelaskan, sebelumnya proses bongkar 100—600 box kontainer dari kapal di pelabuhan itu membutuhkan waktu 48—52 jam. Namun, saat ini hanya berkisar 9—22 jam. “Makin singkatnya waktu sandar kapal di pelabuhan otomatis mengurangi biaya logistik. Sebab, semua tahu setiap menit, atau bahkan detik dalam aktivitas kemaritiman, apalagi jika sudah waktunya membongkar atau memuat barang. Makin lama, tentunya biaya yang dikeluarkan akan makin membengkak,” katanya, Kamis (21/12). Dendi mengungkapkan, sejak beroperasi STS crane telah mengakomodasi 15% dari total volume kegiatan bongkar muat di TPK Batu Ampar. Dia pun optimistis pemanfaatan STS crane untuk kegiatan bongkar muat dapat terus meningkat. Dendi menegaskan, Batam harus mengambil potensi international transhipment port yang saat ini masih didominasi oleh pelabuhan di Singapura (32,3 Juta TEUs), Busan (12,2 Juta TEUs), Tanjung Pelepas (10,6 Juta TEUs), dan Port Klang (8,4 Juta TEUs). Dendi menegaskan, BP Batam membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan target Batam sebagai hub logistik internasional.
Tahun 2024, Rekrutmen Guru PPPK Tetap Prioritas
Tambahan 298.000 guru aparatur sipil negara berstatus
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau ASN PPPK segera diumumkan.
Penambahan guru PPPK ini membuat pemerintah yakin rekrutmen 1 juta guru pada
tahun 2024 bisa dipenuhi karena masuk dalam prioritas pemenuhan layanan dasar. Berdasarkan
pengumuman Badan Kepegawaian Negara (BKN), hasil kelulusan guru PPPK diumumkan
paling lambat 22 Desember 2023. Sebab, sebelum itu, perlu dilakukan konfirmasi
dan klarifikasi terhadap beberapa elemen data, seperti hasil seleksi manajerial
dan sosiokultural bagi peserta prioritas 1 (P1), hasil seleksi kompetensi
teknis tambahan, dan afirmasi sertifikasi pendidik. Dirjen Guru dan Tenaga
Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani mengatakan, seleksi guru PPPK merupakan
kerja panitia seleksi nasional.
Pada pengumuman tahun 2023 ini tidak ada masa sanggah bagi
yang diumumkan lulus PPPK. ”Jadi, harus hati-hati. Harus teliti, jangan sampai
salah. Maksimal diumumkan tanggal 22 Desember 2023. Kami berharap dari semua
formasi guru PPPK tahun ini, sekitar 298.000 guru bisa terisi semua supaya tahun
depan beban Kemendikbudristek semakin ringan,” ujar Nunuk. Dari target program
rekrutmen 1 juta guru ASN PPPK, untuk tahun 2023 sudah terpenuhi target sekitar
800.000 guru. Pada 2024, formasi guru yang direkrut diperkirakan sekitar
300.000 guru. Rekrutmen tersebut selain untuk memenuhi target 1 juta guru juga untuk
mengganti guru-guru yang pensiun. Kemendikbudristek juga akan mengembangkan
ruang talenta guru berisi para guru yang sudah lulus rekrutmen PPPK. Sekolah
dapat memilih guru yang cocok karena tidak boleh lagi ada rekrutmen guru
honorer di sekolah-sekolah milik pemerintah daerah. (Yoga)
Gerak Roda Ekonomi di Akhir Tahun
Antusiasme masyarakat menjelang libur hari raya Natal yang
berlanjut dengan pergantian tahun 2023 ke 2024, rasa senang pulang ke kampung
halaman berpadu dengan semangat menjelajahi lokasi wisata baru. Tak
ketinggalan, mencicipi makanan dan minuman atau mencoba menu di kedai dan
restoran yang sedang ramai di kalangan pesohor. Tak lupa, meninggalkan jejak
eksistensi di media sosial. Mobilitas masyarakat di akhir tahun meningkat.
Bepergian, menginap, berbelanja, dan makan-minum menggerakkan roda
perekonomian. Hasil Survei Pergerakan Masyarakat pada Masa Natal 2023 dan Tahun
Baru 2024 oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan diprediksi
107,63 juta orang, atau 39,83 % masyarakat Indonesia, akan bergerak pada periode
libur Natal dan Tahun Baru. Pergerakan orang di akhir tahun menimbulkan pergerakan
uang.
Mudik dan liburan perlu persiapan mengambil cuti jauh-jauh
hari dan menyiapkan dana, setidaknya untuk biaya transportasi, menginap, makan
dan minum, serta oleh-oleh. Masyarakat Indonesia yang bepergian ke penjuru Nusantara
tercatat sebagai wisatawan Nusantara (wisnus). Menurut data BPS, pada
Januari-Oktober 2023 ada 688,78 juta perjalanan wisnus. Sekitar 74,11 %
perjalanan wisnus di Pulau Jawa. Dari sisi kegiatan ekonomi, mobilitas warga
dan kegiatan pariwisata turut menopang pertumbuhan ekonomi. Salah satu lapangan
usaha yang kinerjanya dipicu pergerakan wisatawan adalah akomodasi dan
makan-minum. Pada triwulan III-2023, porsi akomodasi dan makan-minum terhadap produk
domestik bruto sekitar 2,51 % dengan pertumbuhan 10,9 %. Bagi pelaku usaha,
uang yang dibelanjakan wisatawan bisa diputar lagi untuk membeli bahan baku dan
barang modal sehingga usahanya berlanjut. Keuntungannya untuk menopang biaya
hidup pelaku usaha. (Yoga)
54 Juta Peserta JKN-KIS Tidak Aktif
Sekitar 54 juta peserta program Jaminan Kesehatan
Nasional-Kartu Indonesia Sehat tidak aktif. Mereka terdaftar, tetapi terancam
tidak terlindungi untuk mengakses pelayanan kesehatan. Diperlukan dana
penyangga social alternatif demi menjamin perlindungan kesehatan itu. Ombudsman
RI menemukan sejumlah masalah dalam program JKN-KIS. Proteksi kesehatan
terhadap peserta program itu dinilai belum optimal. Berbagai kendala pun kerap muncul
yang menyulitkan warga mendapatkan pelayanan kesehatan. Per Desember 2023, terdapat
54 juta peserta JKN-KIS tidak aktif, disebabkan peserta menunggak iuran atau mutase
segmen kepesertaan, meningkat dari sebelumnya 52,3 juta pada 31 Agustus 2023.
Anggota Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, mengatakan,
peserta JKN-KIS yang tidak aktif rentan tidak mendapatkan jaminan perlindungan
kesehatan. Masyarakat sering terkendala membayar iuran karena keterbatasan ekonomi.
”Selain instrumen jaminan sosial lewat BPJS Kesehatan, perlu ada dana penyangga
sosial alternatif. Pemda harus memilikinya untuk menjamin warga mendapatkan
perlindungan kesehatan,” ujarnya dalam bincang media ”Pengawasan atas Pelayanan
Publik Bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan, Kepegawaian, Jaminan Sosial, dan
Perlindungan Sosial”, di Jakarta, Kamis (21/12). Robert mengatakan, masalah pemadanan
data dalam mutase segmen kepesertaan harus segera diselesaikan. Selain itu,
masih terdapat sejumlah perusahaan yang tidak lagi menanggung iuran JKN pekerjanya
meskipun masih dalam sengketa PHK. (Yoga)
HARBOLNAS 2023 Pengeluaran Rp 311.000 Per Transaksi
Rata-rata nilai belanja warganet per sekali transaksi saat
momen promo Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2023 adalah Rp 311.000.
Nilai rata-rata ini naik dibandingkan saat Harbolnas 2022. Temuan rata-rata
nilai belanja warganet per sekali transaksi saat Harbolnas itu muncul dari
survei NielsenIQ Indonesia. Survei dilakukan pada 13 Desember atau sehari
setelah Harbolnas 12 Desember 2023. Responden survei mencapai 1.070 orang,
berusia 15 tahun ke atas, pengguna internet, dan berada di 43 kota. Jumlah
pengguna internet yang belanja daring di kota-kota itu sekitar 33 juta orang.
”Memang, ada responden survei yang berasal dari status sosial
ekonomi atas yang sekali transaksi mengeluarkan uang lebih dari Rp 1 juta.
Nilai Rp 311.000 yang kami sebut sebagai rata-rata pengeluaran per sekali
transaksi sudah mencakup responden sosial ekonomi atas,” tutur Direktur NielsenIQ
Indonesia Rusdy Sumantri, di Jakarta, Kamis (21/12). Sebanyak 90 % dari total
responden sudah berencana bertransaksi saat Harbolnas 2023. Artinya, mereka sudah
mempunyai daftar barang yang ingin dibeli, ditaruh di keranjang, lalu check out
ketika Harbolnas 2023. Faktor penggerak responden berbelanja ketika Harbolnas
2023 pun masih sama dengan momen Harbolnas sebelum-sebelumnya, yaitu fasilitas
bebas ongkos kirim dan kupon diskon. Tiga kategori barang terlaris saat
Harbolnas 2023 juga tidak berbeda dengan sebelumnya, yaitu mode, perawatan
diri, dan kosmetik. Perbedaannya, produk perawatan diri kali ini mengalami pertumbuhan
penjualan yang signifikan. Sementara pertumbuhan penjualan kategori mode dan
kosmetik cenderung turun meskipun masih besar. (Yoga)
EKONOMI MIKRO, Tata Kelola Koperasi Tuntas di 2024
Revisi UU No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian ditargetkan
selesai tahun depan. UU itu dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi
perkoperasian saat ini. Pokok revisi UU adalah membenahi tata kelola ekosistem perkoperasian
sehingga pengawasannya diharapkan lebih optimal dalam melindungi anggota.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, UU tentang Perkoperasian harus
diperbarui agar relevan dengan kondisi saat ini. ”Tata kelola dan ekosistem
perkoperasian sudah terlalu lama tidak dibenahi. Ada banyak celah sehingga
pengawasan dan perlindungan kepada anggota belum optimal,” ujarnya dalam acara
”Refleksi 2023 dan Outlook 2024: Mempercepat Transformasi Koperasi, UMKM, dan
Wirausaha yang Inklusif dan Berkelanjutan”, di Jakarta, Kamis (21/12).
Ia menambahkan, secara umum isi revisi membenahi tata kelola
ekosistem perkoperasian. Namun, ada dua hal utama yang menjadi pembenahan.
Pertama adalah usulan pembentukan lembaga atau otoritas pengawas koperasi untuk
koperasi yang kapasitas usahanya mencapai miliaran rupiah dan anggotanya sudah ribuan.
Kedua, mengusulkan adanya program penjaminan simpanan anggota, seperti halnya
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) untuk nasabah perbankan. ”Kami berupaya
menguatkan regulasi perkoperasian melalui penyusunan revisi UU perkoperasian
agar tercipta koperasi yang adaptif dan tangguh dalam menjawab tantangan secara
global,” katanya. (Yoga)
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan
TRANSPORTASI, Proyek Banyak, Ekosistem Lemah
Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir banyak membangun proyek transportasi. Sejumlah manfaat telah dirasakan masyarakat. Namun, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Ekosistem perairan Indonesia dalam jaringan internasional masih lemah. Pengajar maritim ITS Surabaya, Saut Gurning, di Jakarta, Kamis (21/12) berpendapat, konektivitas laut Indonesia selama sembilan tahun terakhir membaik. Konsep tol laut patut diapresiasi seiring dengan pembangunan infrastruktur pelabuhan serta trayek perintis yang bertambah. Angka kargo logistik Indonesia juga meningkat, dari 1,4 miliar-1,5 miliar ton pada 2014, kemudian kini naik menjadi 2,2 miliar-2,3 miliar ton. Indonesia cenderung menikmati dan memanfaatkan pelaku usaha domestik sehingga daya ungkit logistik serta penerimaan lebih baik, tetapi tak merata. Meski demikian, Saut mengingatkan, ekosistem perairan Indonesia dalam skala internasional masih lemah.
Galangan kapal atau tempat memperbaiki serta memproduksi kapal Indonesia masih minim. Akibatnya, banyak impor komponen, produksi kapal, serta perbaikannya dari luar negeri. Performa logistik Indonesia masih berfluktuasi, kurang progresif dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Sebab, pertumbuhan ekosistem ini masih berekspansi pada pasar domestik. Anggota Ombudsman periode 2016-2021 yang membidangi transportasi, informasi, telekomunikasi, dan lingkungan hidup, Alvin Lie, mengemukakan bahwa banyak pembangunan yang patut diapresiasi. Namun, ia juga memberi catatan. Salah satunya, transportasi perairan. Alvin berpendapat, masih terjadi dualisme pengelolaan transportasi perairan. Satu pihak adalah Ditjen Perhubungan Laut. Satu pihak lagi adalah Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan di bawah Ditjen Perhubungan Darat. Tumpang tindih ini mengakibatkan standardisasi aspek keselamatan menjadi berbeda-beda. Demikian pula dengan aspek administrasi serta surat izin berlayar. (Yoga)
Kepiting Sultra Berpotensi Diekspor
Batam Mandiri Energi berkat Matahari
Warga di pulau-pulau kecil di Batam, Kepri, mengelola
matahari menjadi tenaga listrik dengan swadaya. Dengan melibatkan koperasi, warga
mengelola pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menghasilkan listrik murah
selama 24 jam. Berkah dari matahari itu, antara lain, dinikmati Mustafa (50),
warga Pulau Mecan. Ditemui pada Selasa (12/12) Mustafa menunjukkan gudang kecil
di ujung jalan kampungnya, berisi 75 baterai untuk menyimpan listrik yang dipanen
warga dengan 182 panel surya. Pulau Mecan yang luasnya 30 hektar itu berada di Kecamatan
Belakang Padang, Kota Batam, 30 menit menggunakan perahu mesin dari Pelabuhan Sekupang,
Batam.
PLTS di Pulau Mecan dibangun Pemprov Kepri pada tahun 2018,
menggunakan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 2,03 miliar. Panel
surya di Pulau Mecan menghasilkan daya hingga 15 kilowatt peak (kWp) per hari.
Energi yang terkumpul lalu disalurkan ke 66 rumah yang masing-masing menerima
daya 300 watt. Listrik juga mengaliri tiga fasilitas umum di pulau itu, yakni
masjid, posyandu, dan balai pertemuan. PLTS diMecan dikelola warga secara
swadaya dengan sistem koperasi. Setiap rumah membayar iuran Rp 40.000 per bulan.
Dari jumlah itu, Rp 35.000 digunakan untuk menggaji warga yang menjadi operator
dan Rp 5.000 sisany untuk kas. ”Selama lima tahun kami pakai tenaga surya,
kerusakan yang terjadi baru minor saja. Beberapa waktu lalu ada meteran warga
yang kena petir, untuk perbaikan kami ambil uang kas Rp 1,5 juta,” ujar Mustafa.
Warga lain di Pulau Mecan, Zaitun (48), mengatakan, dulu setiap
rumah menghabiskan paling sedikit Rp 750.000 per bulan untuk membeli solar. Warga
harus menggunakan perahu untuk mencari solar sampai ke Batam. Kadis ESDM Kepri Muhammad
Darwin menyatakan, sejak tahun 2013, Pemprov Kepri membangun PLTS di 51 pulau
kecil. PLTS itu dikelola warga dengan sistem koperasi seperti di Pulau Mecan.
”Sesuai kebijakan pemerintah pusat, PLN sudah tidak boleh membeli mesin genset.
Jadi, ke depan, PLN akan lebih banyak membangun PLTS untuk pulau-pulau kecil.
Pada tahun 2024 targetnya 24 pulau,” kata Darwin. (Yoga)









