PARIWISATA, Bebas Visa 20 Negara, Pengawasan Perlu Ditingkatkan
Pemerintah berencana memberikan bebas visa pada 20 negara
yang berpotensi mendorong pariwisata berkualitas, terutama untuk wisatawan dari
negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi. Meski pengusaha mendukung
wacana ini, ada peringatan agar rencana kebijakan ini jangan sampai menciptakan
masalah baru. Kebijakan bebas visa sedang terus dikaji terhadap 20 negara yang
dianggap dapat berkontribusi pada pariwisata berkualitas di Indonesia. Pariwisata
berkualitas yang dimaksud adalah wisatawan asing yang tinggal lebih lama dan
membelanjakan uang lebih banyak. Pariwisata jenis ini akan berdampak bagi
ekonomi lokal di daerah tujuan wisata. ”Kami dorong agar bebas visa kunjungan
ini bisa jadi topik yang segera diputuskan. Presiden memberi waktu akhir tahun
sampai awal tahun depan. Rapat di kementerian dan lembaga terus berlangsung,”
ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam konferensi pers mingguan, di Jakarta, Senin
(18/12) sore.
Negara-negara yang dibidik menyumbang wisata berkualitas
adalah Australia, Selandia Baru, India, China, Korsel, Jepang, Rusia, Taiwan, Italia,
Spanyol, Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda. Lainnya merupakan negara yang
dianggap berkontribusi pada investasi serta ekonomi Indonesia, yakni Qatar, Uni
Emirat Arab, Arab Saudi, serta negara Timur Tengah yang diusulkan menerima
bebas visa kunjungan. Negara-negara itu masuk dalam daftar 20 negara prioritas,
selain negara-negara di kawasan ASEAN. Sandiaga menambahkan, Presiden
menekankan pergerakan wisatawan mancanegara ini bisa berdampak positif bagi masyarakat
Indonesia, baik untuk investasi maupun ilmu pengetahuan. Menurut kajian, ke-20
negara itu akan memberikan pemasukan yang besar sekaligus penyumbang wisatawan
terbanyak. Negara-negara ini dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan, di
antaranya aspek pendapatan per kapita, durasi
tinggal (length of stay), rata-rata pengeluaran selama mengunjungi destinasi di
Indonesia, serta jumlah wisatawan yang akan bepergian ke luar negeri. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023