;

PHK Tak Sesuai Aturan Masih Kerap Terjadi

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Praktik PHK secara sewenang-wenang atau tidak sesuai aturan masih mewarnai deretan pengaduan pelanggaran hak ketenagakerjaan. Ditengarai ada masalah struktural yang belum selesai sehingga praktik seperti itu berulang di sejumlah daerah setiap tahun. Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Arif Maulana mencontohkan, dalam rekapan catatan akhir tahun 2022, YLBHI menerima 270 pengaduan dari 2.500 pekerja pencari keadilan, yang berasal dari 18 kantor, antara lain LBH Jakarta, LBH Surabaya, dan LBH Semarang. Salah satu jenis pengaduan adalah tidak adanya pemberitahuan PHK lebih awal. Jenis pengaduan lainnya ialah pemberangusan serikat pekerja/buruh, pengabaian hak saat bekerja, tidak mendapatkan kerja layak, dan tidak menerima upah adil.

Di LBH Surabaya, yang merupakan kawasan kantong industri, terdapat 11 laporan pengaduan PHK sepihak sepanjang 2022. Pada akhir tahun 2022 di LBH Semarang, terdapat empat buruh yang awalnya merespons keterlambatan pembayaran upah, tetapi berujung mengalami PHK. Dia berpendapat, ada masalah struktural yang tidak selesai di balik kemunculan pengaduan pelanggaran hak ketenagakerjaan, termasuk PHK sewenang-wenang. ”Aktor-aktor (pelaku) tidak banyak berubah, yaitu seputar perusahaan lokal, individu dari perusahaan, pejabat daerah setempat, dan pejabatinstansi pemerintahan nasional,” ujar Arif, Selasa (19/12) di Jakarta. YLBHI masih menunggu 18 kantor LBH  tuntas merekap catatan akhir tahun 2023 sehingga belum bisa menyampaikan kepastian jumlah  pengaduan pelanggaran hak ketenagakerjaan sepanjang 2023. (Yoga)

Pembiayaan Korporasi dan Penyaluran Kredit Baru Tumbuh

Yoga 20 Dec 2023 Kompas
Pembiayaan korporasi pada November 2023 terindikasi tumbuh. Hal tersebut tecermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi sebesar 14,9 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada sektor konstruksi. Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada November 2023 juga terindikasi tumbuh dengan SBT sebesar 70,4 persen. Demikian disampaikan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono Selasa (19/12/2023) di Jakarta. (Yoga)

PARIWISATA, Bebas Visa 20 Negara, Pengawasan Perlu Ditingkatkan

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Pemerintah berencana memberikan bebas visa pada 20 negara yang berpotensi mendorong pariwisata berkualitas, terutama untuk wisatawan dari negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi. Meski pengusaha mendukung wacana ini, ada peringatan agar rencana kebijakan ini jangan sampai menciptakan masalah baru. Kebijakan bebas visa sedang terus dikaji terhadap 20 negara yang dianggap dapat berkontribusi pada pariwisata berkualitas di Indonesia. Pariwisata berkualitas yang dimaksud adalah wisatawan asing yang tinggal lebih lama dan membelanjakan uang lebih banyak. Pariwisata jenis ini akan berdampak bagi ekonomi lokal di daerah tujuan wisata. ”Kami dorong agar bebas visa kunjungan ini bisa jadi topik yang segera diputuskan. Presiden memberi waktu akhir tahun sampai awal tahun depan. Rapat di kementerian dan lembaga terus berlangsung,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam konferensi pers mingguan, di Jakarta, Senin (18/12) sore.

Negara-negara yang dibidik menyumbang wisata berkualitas adalah Australia, Selandia Baru, India, China, Korsel, Jepang, Rusia, Taiwan, Italia, Spanyol, Inggris, Jerman, Perancis, dan Belanda. Lainnya merupakan negara yang dianggap berkontribusi pada investasi serta ekonomi Indonesia, yakni Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta negara Timur Tengah yang diusulkan menerima bebas visa kunjungan. Negara-negara itu masuk dalam daftar 20 negara prioritas, selain negara-negara di kawasan ASEAN. Sandiaga menambahkan, Presiden menekankan pergerakan wisatawan mancanegara ini bisa berdampak positif bagi masyarakat Indonesia, baik untuk investasi maupun ilmu pengetahuan. Menurut kajian, ke-20 negara itu akan memberikan pemasukan yang besar sekaligus penyumbang wisatawan terbanyak. Negara-negara ini dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan, di antaranya aspek pendapatan per  kapita, durasi tinggal (length of stay), rata-rata pengeluaran selama mengunjungi destinasi di Indonesia, serta jumlah wisatawan yang akan bepergian ke luar negeri. (Yoga)

Alarm Bencana Pangan di NTT

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Tingkat konsumsi beras masyarakat NTT tahun 2022 mencapai 117,189 kg per kapita per tahun, melampaui rata-rata nasional. Tingginya kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi produksi beras di NTT. Upaya swasembada melalui program lumbung pangan pun belum mampu mengurangi ketergantungan. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di NTT menyebutkan, produksi beras di daerah itu 430.948,5 ton pada tahun 2022, sedang kebutuhannya 642.367,53 ton. Dari tahun ke tahun, selalu dibutuhkan pasokan dari luar untuk menambal kekurangan tersebut. Ketika daerah pemasok mengalami gagal panen atau pengirimannya terlambat akibat cuaca buruk, masyarakat NTT kelabakan. Seperti awal tahun 2023, NTT mengalami krisis beras akibat kurangnya pasokan dari luar. Krisis beras menjadi salah satu peristiwa menonjol di NTT sepanjang tahun ini. Akibat kelangkaan itu, harga beras kualitas medium yang biasa Rp 13.000 per kg melonjak hingga Rp 18.000 per kg. Warga panik. Banyak rumah tangga, terutama kalangan menengah ke bawah, mengurangi jatah makan beras dari semula tiga kali sehari menjadi dua hingga satu kali.

Kenaikan harga beras terjadi ketika daya beli masyarakat NTT belum pulih. Pandemi Covid-19, badai Seroja, dan serangan virus demam babi Afrika memukul ekonomi masyarakat NTT. Krisis beras yang datang dengan mudah menumbangkan ketahanan mereka. Lewat Perum Bulog, operasi pasar digelar di sejumlah tempat. Dengan harga jual Rp 9.000 per kg atau separuh harga tertinggi di masyarakat, langkah ini sangat membantu. Namun, jatah pembeliannya tergolong sedikit, yakni 5 kg per keluarga. Di Kota Kupang, antrean memperebutkan jatah beras murah berlangsung di sejumlah titik. Di bawah terik matahari, mereka menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan kupon pembelian. Bahkan, ada yang sampai pingsan sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Krisis teratasi setelah kiriman beras bantuan dari pemerintah pusat tiba dan beras yang dipasok pedagang mulai masuk. ”Sebagian besar beras yang berada di pasar NTT berasal dari Jatim dan Sulsel,” ucap Melky Bano (56), pedagang beras di Kota Kupang, Senin (11/12).

Padahal praktik pertanian lahan kering terbukti membuat masyarakat mandiri secara pangan. Pada Agustus 2023, Kompas menemukan keberhasilan praktik itu ketika datang ke komunitas masyarakat adat suku Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Mereka nyaris tidak kekurangan makanan. Sepanjang tahun, mereka mengonsumsi padi dari ladang tadah hujan, jagung, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan berbagai jenis pangan lokal. Berbagai tanaman pangan itu ditanam secara tumpang sari di dalam lahan tadah hujan. Raja Boti, Usif Nama Benu, menyebutkan, makanan mereka tersedia hingga musim panen berikutnya. Ketika banyak daerah di NTT mengalami rawan pangan, masyarakat suku Boti masih berkecukupan. Sepanjang sejarah komunitas itu ada, belum pernah terjadi kelaparan. Usif juga secara tegas menolak bantuan beras pemerintah seperti dalam program beras miskin atau raskin, agar bantuan itu diberikan kepada mereka yang membutuhkan, ujarnya dalam bahasa daerah Dawan. (Yoga)

Yogyakarta Banjir Berkah Wisatawan di Pengujung Tahun

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Tak diragukan lagi bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menjadi provinsi tujuan utama wisatawan nusantara (wisnus) di Indonesia. Hal itu terlihat setiap momen liburan datang, termasuk jelang Natal dan Tahun Baru seperti saat ini. Salah satu indikasinya, reservasi hotel yang hampir penuh. ”Hingga hari ini, reservasi hotel-hotel di DIY untuk periode 23 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024 sudah 80 %,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono, Senin (18/12). Berdasarkan Statistik Wisatawan Nusantara yang dirilis BPS, sepanjang tahun 2022, DIY dikunjungi 25,7 juta wisnus. Ini menempatkan DIY di peringkat ketujuh nasional setelah Jatim, Jabar, Jateng, DKI Jakarta, Banten, dan Sulsel. DIY juga menempati urutan tertinggi persentase kunjungan wisnus dengan maksud utama rekreasi atau berlibur, yakni 53,09 %, mengungguli Bali yang menempati peringkat kedua dengan 51,59 persen wisnus yang berkunjung dengan maksud utama berekreasi.

Sebanyak 57,47 % wisnus di DIY mengincar jenis kegiatan wisata kuliner, disusul wisata kota / perdesaan (26,05), dengan rerata lama perjalanan wisnus di DIY adalah 3,42 malam dengan rata-rata pengeluaran Rp 2 juta. Jika menggunakan hitungan kasar, uang yang berputar dari pengeluaran wisnus di DIY pada 2022 mencapai Rp 51,4 triliun, 10 kali lipat APBD DIY tahun 2023. Angka itu menunjukkan betapa pariwisata sungguh menjadi salah satu motor penggerak ekonomi DIY. ”Tahun lalu okupansi hotel pada liburan Natal dan Tahun Baru mencapai 75-80 %. Tahun ini okupansi kami prediksi bisa sampai 90 %,” kata Deddy. Menurut Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas Dishub DIY Lazuardi, pada periode 22 Desember 2023 hingga 3 Januari 2024, pergerakan orang memasuki DIY diperkirakan 9,6 juta orang. Dari jumlah itu, 800.000 orang adalah wisatawan. (Yoga)

Warga Butuh Kepastian Biaya Sewa Rusun

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Pemprov DKI Jakarta menjanjikan kelonggaran biaya sewa rusun bagi warga relokasi. Namun, warga belum mendapat informasi tentang kebijakan ini. Warga membutuhkan kepastian, termasuk soal tempat berusaha, guna memulihkan kondisi ekonominya. Pada November 2023, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Pergub No 36 Tahun 2023 tentang Pemberian Penghapusan Sanksi Administratif Berupa Bunga Terlambat Bayar kepada Wajib Retribusi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Covid-19. Artinya, penghuni rusun kembali membayar biaya sewa setelah gratis selama pandemi Covid-19. Akan tetapi, warga relokasi dari Rusunawa Marunda ke Rusun Nagrak di Jakut keberatan dengan kembali normalnya biaya sewa itu. Mereka terdiri atas 451 keluarga yang direlokasi karena kondisi rusun dinilai sudah tidak layak untuk dihuni pada 30 Agustus 2023.

Sekda DKI Jakarta Joko Agus Setyono memastikan sudah ada kelonggaran biaya sewa bagi warga relokasi ke Rusun Nagrak. ”Ada kelonggaran tarif rusun dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Kelonggaran mengikuti perjanjian sebelumnya,” ujar Joko, Selasa (19/12). Kesepakatan relokasi, antara lain, warga nantinya harus membayar biaya sewa Rp 505.000 sampai Rp 765.000 per bulan. Biaya ini lebih tinggi daripada sewa Rusunawa Marunda sebesar Rp 144.000 per bulan. Selain itu, pemerintah juga menyediakan lapak dagangan bagi warga relokasi. Namun, lapak ini belum selesai dibangun sehingga warga yang sebagian besar berjualan tidak punya pendapatan harian. (Yoga)

Animo Wisata Meningkat

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Animo masyarakat untuk liburan akhir tahun semakin meningkat. Selain pelesiran ke sejumlah daerah di Tanah Air, mereka juga berwisata ke luar negeri. AB Sadewa, Corporate Secretary and Investor Relations PT Panorama Sentrawisata Tbk, Selasa (19/12) mengatakan, permintaan paket wisata tahun ini tumbuh positif. Bahkan, ia menilai geliat pemesanan paket itu hampir sama dengan masa sebelum pandemi Covid-19 tahun 2019. Selama musim liburan akhir tahun 2023, menurut dia, permintaan wisata meningkat 20-30 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, masyarakat kini lebih banyak memanfaatkan masa liburan ke luar negeri. ”Trennya memang lebih tinggi permintaan untuk ke luar negeri ketimbang wisatawan mancanegara datang ke Indonesia,” ujarnya.

Jepang menjadi salah satu destinasi favorit. Harga paket wisata ke Jepang dibanderol mulai dari Rp 1,6 juta per orang per hari hingga sekitar Rp 28 juta per orang selama 10 hari. Destinasi favorit lainnya adalah Korsel. Tak sedikit pula pelancong berlibur ke tujuan wisata baru, seperti Afrika Selatan dan Alaska di AS. Sebaliknya, wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa, justru tak banyak yang melakukan perjalanan ke IndoneSia saat akhir tahun. Mereka cenderung memilih merayakan Natal di negara asalnya. Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia lebih banyak berasal dari India dan Afrika Selatan. Mereka umumnya berlibur ke Bali dan Lombok.

Iko Putera, Chief Executive Officer of Transport Traveloka, mengatakan, pada semester I tahunini pesanan akomodasi ke Jepang dan Singapura via Traveloka meningkat dua kali lipat, sedangkan pesanan tiket per-jalanan tiga kali lipat. ”Di luar Asia, ada juga (pesanan ke) Australia, negara-negara Eropa, hingga AS,” ka-tanya. PR Senior Manager Tiket.com Sandra Darmosumarto mengatakan, pembelian tiket pesawat, akomodasi, dan kegiatan wisata meningkat 10 % dari periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Pemesanan hotel paling banyak untuk perjalanan luar negeri tercatat di Malaysia dan Thailand. ”Kami yakin minat berlibur akan mencapai tingkat yang lebih tinggi, baik domestik maupun internasional,” kata Sandra. (Yoga)

IKHTIAR MERANGSANG SELERA PANGAN LOKAL NTT

Yoga 20 Dec 2023 Kompas

Martha Seran (50) menuang adonan tepung putak secara merata ke atas tembikar yang sedang dipanggang di atas tungku dengan bahan bakar kayu. Adonan itu seukuran telapak tangan. Dalam tiga menit, kue putak sudah bisa disantap. Membuat kue putak hampir sama seperti membuat kue dadar gulung. Di bagian tengah, putak bisa ditaburi gula pasir atau kacang hijau, tergantung selera pembeli. Harganya, 4 potong Rp 5.000. Di sudut Pasar Motamasin, Betun, Kabupaten Malaka, NTT, pada Sabtu (9/12) itu, sepuluh perempuan paruh baya mengolah kue putak. Mereka dikerubuti pembeli yang sebagian makan di tempat. Rupanya kue putak disukai banyak kalangan, termasuk milenial, generasi Z, hingga anak SDr. ”Apalagi makan masih panas-panas. Enak sekali,” ujar Stefan Bere (16), siswa salah satu SMA di Betun. Tepung putak diambil dari batang pohon gewang, sejenis pohon sagu yang banyak tumbuh di Kepulauan Maluku dan Papua. Di NTT, putak merupakan salah satu makanan lokal yang perlahan mulai ditinggalkan. Sangat jarang putak ditemukan di meja makan. Di banyak tempat, putak dijadikan makanan untuk ternak babi atau sapi.

Pengolahan kue putak di sudut Pasar Motamasin yang digelar sehari dalam seminggu itu mengingatkan kembali akan keberagaman pangan lokal di daerah itu. ”Putak ini yang ada lebih dulu, baru datang beras,” ucap Martha. Serbuan beras secara besar-besaran ke NTT terjadi di era Orde Baru. Kehadiran program penanaman padi dengan berbagai varietas menggusur pangan lokal yang sudah ada sebelumnya. Padi dihadirkan tanpa mem-pertimbangkan kondisi alam dan iklim setempat. Padi mem-butuhkan banyak air, sedang NTT minim ketersediaan sumber air. Sekitar 141 km selatan Betun, tepatnya DesaTaiftob, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, generasi muda diperkenalkan pada keberagaman pangan lokal setempat. Gerakan konsumsi pangan lokal itu terpusat di komunitas Lakoat Kujawas yang dipimpin Decky Senda (36), anak muda dari desa itu. Saat didatangi pada Agustus 2023, sedang berlangsung pemberian makanan tambahan bagi anak-anak. Menunya bubur dengan bahan meliputi sorgum, labu, ubi jalar, dan ayam kampung. Semua bahan diambil dari lingkungan sekitar.

Jauh di seberang Pulau Timor, di Desa Pajinian, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Maria Loreta mengembangkan tanaman sorgum selama lebih kurang 10 tahun terakhir. Ia mengoleksi banyak benih lokal tak sebatas sorgum. Dalam usahanya menghidupkan kembali pangan lokal, perempuan asal suku Dayak itu bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk gereja Katolik setempat. Di kebun milik Loreta, pada Agustus 2023, sedang digelar pelatihan bagi anak muda untuk berwirausaha. Mereka diarahkan membuka usaha kuliner berbasis pangan lokal yang ada di daerah asal peserta, yakni Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Salah satu sesi yang dijalani adalah setiap perwakilan dari desa-desa mengolah pangan lokal, kemudian mempresentasikan kepada peserta lain. Total ada 38 anak muda yang berasal dari enam desa. Mereka lalu bersantap bersama. Menurut Loreta, ajakan terhadap generasi muda agar mengonsumsi pangan lokal dilakukan dengan menyodorkan formula yang dapat merangsang selera mereka. ”Seperti ubi rebus, tidak semua anak tertarik, tetapi kalau dibikin keripik atau diolah ke bentuk lain serta tambahan rasa, mungkin banyak yang suka,” ujarnya. (Yoga)

Jepang Rawan Tergerus

Yuniati Turjandini 20 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Penetrasi mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) bakal kian masif, seiring derasnya kucuran insentif fiskal pemerintah yang membuat harga produk ini turun tajam dan kehadiran sang raksasa BYD asal China. Kondisi ini bisa menggerus dominasi para pemain otomotif Jepang. Pekan lalu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres), dan 80% selepas 2026o 79 Tahun 2023, sebagai revisi dari Perpres No.55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik berbasis baterai (KBLBB). Poin penting aturan ini, syarat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) BEV 40% mundur menjadi 2026, lalu 60% pada 2027-2029, dan 80% pada 2030. Sebelumnya, TKDN BEV 40% ditetapkan pada 2023, 60% 2024-2025, dan 80% selepas 2026. Pemenuhan TKDN merupakan syarat utama pabrikan  mendapatkan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0%. (Yetede)

Arab Saudi Minati Akuisisi 20% Saham Bank Syariah Indonesia

Yuniati Turjandini 20 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, investor asal Arab Saudi berminat untuk menguasai 15-20% saham PT Bank Sayariah Indonesia Tbk (BRIS). Persentase kepemilikan itu lebih besar daripada porsi saham BRIS yang ditawarkan sebanyak 10-11%. Orang nomor satu di Kementerian BUMN itu pun berencana terbang ke Arab Saudi untuk menindaklanjuti minat tersebut. Keberangkatan Erick ke Arab Saudi juga bertujuan untuk melobi investor disana agar BRIS  memeroleh lisensi penuh di negara tersebut. Seperti hal nya lisensi penuh yang sudah didapatkan  BRIS di Uni Emirat Arab (UEA). Dengan lisensi penuh, Erick mengklaim, BRIS mampu mencatatkan transaksi  terakhirnya hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat. "Jadi saya akan ke Saudi untuk melobi agar BSI bisa full license BSI masuk 10 besar dunia. Apalagi, Erick bilang, Arab Saudi ingin menjadi mitra strategis dengan memegang 15-20 saham BSI. (Yetede)

Pilihan Editor