Emiten Kesehatan Terpapar Korona Lagi
Meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini turut mendorong harga saham emiten di sektor kesehatan. Sepekan terakhir, Indeks Sektor Kesehatan menanjak sebesar 1,72%. Sejak November 2023, kasus Covid-19 memang kembali meningkat di kawasan ASEAN, tak terkecuali di Indonesia. Rata-rata kasus harian Indonesia terkini naik sekitar 30 hingga 40 kasus. Salah satu penyebabnya adalah munculnya sub-varian baru.
Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menjadi saham yang harganya naik paling tinggi dalam sepekan terakhir, yakni sebesar 67,84% ke harga Rp 1.670 per saham. Saham farmasi lain, PT Indofarma Tbk (INAF) juga mengakumulasi kenaikan 35,71% seminggu ini. Sedangkan saham distributor alat kesehatan seperti jarum suntik, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) telah melambung hingga 62,62% ke Rp 870 per saham.
Tak hanya saham-saham emiten farmasi yang menanjak, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang merupakan produsen masker, juga dilanda aksi beli. Per Rabu (20/12) saham MEDS naik 33,96% dari hari sebelumnya ke Rp 71 per saham dan menjadi
top gainers
di bursa. Dalam sepekan, saham MEDS, sudah naik 42%.
Edi Chandren,
Investment Analyst Lead
Stockbit Sekuritas menyoroti kenaikan saham KAEF yang cukup tinggi. "Kami menilai kenaikan harga saham yang signifikan ini sebagai
overexcitement
para pelaku pasar," katanya dalam laporan kemarin.
Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia Chang-kun Shin mengatakan, kenaikan harga saham emiten kesehatan ini kemungkinan cuma bersifat sementara. Sehingga, harga saham sektor ini juga bisa kembali turun lagi jika angka Covid-19 melandai.
Apalagi kondisi saat ini berbeda dengan kasus Covid-19 pertama kali di tahun 2019. Sekarang, tingkat kekebalan dari vaksinasi sudah lebih tinggi dari sebelumnya. Meski demikian, Shin tetap melihat kekebalan vaksinasi yang telah dilakukan dari pemerintah belum dapat menahan varian Covid-19 yang baru.
Dari sejumlah saham emiten kesehatan, Shin lebih menyukai PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), kendati kenaikan harga sahamnya tak setinggi emiten lainnya. KLBF lebih menarik karena masih berhasil mencetak laba bersih. Sedangkan saham KAEF dan IRRA potensi penguatannya akan lebih terbatas. "Karena harga sahamnya sudah naik signifikan," kata Shin, Rabu (20/12).
Ekspansi Gerai, MIDI Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun
Emiten ritel pengelola Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun depan. Dana capex itu berasal dari kas internal dan hasil
rights issue
tahun ini.
Sekretaris Perusahaan MIDI, Suantopo Po mengatakan, MIDI bakal agresif dalam menambah gerai. Alfamidi menargetkan jumlah gerai baru sepanjang tahun depan bisa mencapai 200 gerai.
Dengan ekspansi itu, MIDI membidik pertumbuhan 11% pada tahun 2024. "Lalu, target SSSG (
same store sales growth
) Alfamidi sebesar 6%," ujar Suantopo, Rabu (20/12).
Dengan pengembangan gerai itu, kontribusi gerai Lawson terhadap pendapatan konsolidasi MIDI mencapai 5,9% dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023. Kontribusi ini juga diprediksi bakal naik menjadi 6,2%-6,3% sampai akhir tahun 2023. Angka kontribusi ini meningkat dari 3,2% pada tahun 2022 silam.
Associate Director
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, pengembangan jaringan bakal menyokong prospek MIDI ke depan. MIDI juga mendapat dorongan daya beli di tengah tahun pemilu.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo meyakini, kinerja MIDI masih akan tumbuh tahun depan. Azis merekomendasikan beli saham MIDI dengan target harga Rp 600 per saham.
Dana DHE di Deposito Valas Perbankan Melonjak
Upaya pemerintah menggenjot penghimpunan dana dari devisa hasil ekspor (DHE) mulai membuahkan hasil.
Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat, hingga November 2023, dana DHE yang masuk ke sistem keuangan dalam negeri telah mencapai US$ 1,3 triliun atau sekitar Rp 20,16 kuadriliun.
Penerimaan DHE Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga terus meningkat. Pada September 2023, nilainya baru US$ 9 miliar atau setara Rp 139,59 triliun. Namun, per Oktober 2023 melejit menjadi US$ 10,2 miliar, setara Rp 158,21 triliun.
Saat ini, ada empat instrumen penempatan DHE SDA, yakni rekening khusus DHE SDA valuta asing (valas), instrumen deposito valas perbankan,
promissory note
valas LPEI, dan instrumen Bank Indonesia berupa
term deposit
(TD) valas DHE.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Hendy Bernadi mengatakan, penempatan dana nasabah di TD valas BRI saat ini menurun.
Meski begitu, sejak berlakunya PBI 7/2023 per 1 Agustus lalu, dana kelolaan TD DHE BRI tumbuh 79,92% per November 2023. Dari total, porsi dana DHE SDA 19,91%.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2023, TD valas DHE di BRI sebesar Rp 1,92 triliun.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility
PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hera F Haryn bilang, untuk menarik nasabah menempatkan dananya di TD valas, sejak awal 2023, BCA menyesuaikan bunga deposito valas bertahap. Per 1 Desember 2023, bunga deposito valas berkisar 1,5%-2,25%.
Direktur Wholesale & International Banking Bank Negara Indonesia Silvano Winston Rumantir kepada KONTAN menyebut, penempatan DHE di BNI bisa dilihat dari kenaikan simpanan valas serta kredit valas BNI.
AUTO Bidik Komponen Roda Dua
Emiten komponen otomotif milik Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menilai prospek bisnis onderdil di tahun 2024 masih sangat menjanjikan.
Hal ini terutama seiring dengan rencana-rencana pengembangan diversifikasi produk yang membuka peluang untuk mendapat tambahan pendapatan di 2024.
Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya mengungkapkan, dalam membidik proyeksi bisnis manufaktur, AUTO tetap mengikuti target dari masing-masing asosiasi otomotif, baik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maupun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Di tahun 2024, lanjutnya, sekalipun tidak ada kenaikan yang cukup signifikan untuk industri kendaraan roda empat, namun masih terdapat pertumbuhan untuk industri roda dua.
Untuk menyukseskan bisnisnya di tahun 2024, AUTO menyiapkan alokasi belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sebesar Rp 500 miliar-Rp 600 miliar. Dana capex tersebut salah satunya diprioritaskan untuk persiapan model kendaraan baru.
Sebagai tambahan informasi, pendapatan AUTO tercatat mencapai Rp 14,08 triliun per kuartal III-2023. Angka ini naik 4,4%
year on year
(yoy) dibandingkan Rp 13,49 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, AUTO masih berupaya untuk mencetak kenaikan penjualan di sisa tahun ini.
Wanny melanjutkan, salah satu faktor pendorong bisnis AUTO di akhir tahun 2023 adalah penjualan kendaraan roda dua domestik yang hingga November 2023 sudah bertumbuh sebesar 22,6% secara tahunan atau yoy.
AUTO juga getol melakukan pengembangan dan diversifikasi produk untuk memantapkan laju bisnisnya ke depan. Salah satunya dengan mengembangkan komponen kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV).
JALAN LAPANG ALIRAN DANA ASING
Momentum tahun depan memberikan jalan lapang bagi aliran dana asing ke pasar keuangan di Tanah Air tersulut luruhnya sentimen suku bunga mahal yang membatasi gerak investor asing mengalirkan modal ke aset berisiko di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Instrumen seperti surat utang dan saham bakal mendulang cuan lebih banyak. Merujuk pada kinerja sepanjang tahun ini, dana investor asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menembus Rp77,73 triliun. Sementara itu, pasar saham masih mencetak aksi jual bersih sebesar Rp9,38 triliun. Menariknya, secara umum, kinerja pasar surat utang lebih unggul dibandingkan dengan pasar saham bahkan bila dibandingkan dengan beberapa nengara Asia. Premi risiko Indonesia pun berada di level rendah yang tecermin dari credit default swap (CDS) RI 5 tahun yang berada pada kisaran 70. Kepala Divisi Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan terdapat beberapa faktor yang akan membuat dana investor asing masuk ke Indonesia. Pertama, Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan menurunkan suku bunga yang akan diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury dan indeks dolar AS (DXY Index). Turunnya indeks dolar AS meredam kemungkinan pelemahan rupiah di hadapan greenback. Kondisi tersebut, katanya, mendorong potensi keuntungan nilai tukar. Kedua, Indonesia berada dalam jalur yang tepat untuk menaikkan rating ke BBB+ (triple B plus) tahun depan. Ketiga, aliran dana asing sepanjang 2023 hampir Rp80 triliun yang masih belum menggantikan porsi sebelum pandemi Covid-19. Dihubungi terpisah, Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi menjelaskan investor asing di Surat Utang Negara (SUN) mementingkan faktor stabilitas makroekonomi dan akan membandingkan imbal hasil Indonesia dengan safe haven seperti AS. Sementara itu, investor saham asing lebih menitikberatkan pada prospek pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada laba perusahaan. Sementara itu, Schroders Indonesia, manajer investasi asal Inggris dalam laporan terbarunya menggarisbawahi sejumlah poin penting pada 2024. Sentimen positif berasal dari kelanjutan sikap The Fed yang melunak dengan peluang pelonggaran moneter, pertumbuhan ekonomi China yang lebih kencang, prospek harga komoditas termasuk logam, dan kinerja moncer emiten pada 2024. Sentimen yang perlu diwaspadai yakni likuiditas domestik ketat yang bisa menghambat pertumbuhan. Menariknya, penyelenggaraan Pemilu menjadi faktor yang perlu diperhatikan meskipun memicu konsumsi lebih tinggi. Dari sisi pasar saham, perusahaan menilai valuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) menarik dengan perkiraan pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) pada 2024 mencapai 11%-12%. Dari situ, perusahaan menuturkan bahwa sektor seperti perbankan yang dipimpin oleh bank jumbo mampu memberikan laba tebal. Head of Research & Advisory Bank Commonwealth Thadly Chandra menyebutkan Pemilu akan memberi dampak positif pada aktivitas ekonomi dan likuiditas di pasar keuangan. Dengan demikian, baik pasar surat utang dan saham bakal menikmati manfaat hajatan 5 tahun sekali ini.
Tersengat Prospek Suku Bunga
Nuansa positif terus menyertai kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam beberapa waktu terakhir. Tren bullish ini diharapkan terus bergulir konsisten sampai dengan akhir perdagangan di pengujung tahun ini. Dalam perdagangan kemarin, Rabu (20/12), IHSG kembali ditutup menguat 0,44% ke level 7.219,67. Jika diakumulasi sepanjang periode bulan berjalan, indeks komposit sudah naik sebanyak 1,97%. Bahkan, secara year-to-date/YtD, pertumbuhannya telah mencapai 5,39%. Penguatan pasar saham di Indonesia sejalan dengan kinerja bursa di Asia yang kompak menghijau kemarin. Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan terbesar setelah melonjak 1,8%, diikuti oleh Indeks Hang Seng Hong Kong yang juga melesat 1,1% ditopang penguatan saham-saham energi dan teknologi. Di Amerika Serikat, bursa saham di Wall Street New York turut menghijau. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,68% atau 251,90 poin ke level 37.557,92, begitu pula dengan indeks S&P 500 yang menguat 0,59% atau 27,81 poin ke 4.768,37, dan Nasdaq menanjak 0,66% atau 98,03 poin ke level 15.003,22. Jika penurunan suku bunga The Fed ke depan betul terjadi, ini akan menjadi angin segar yang berhembus ke pasar modal di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Penurunan suku bunga akan diikuti dengan penurunan US Treasury Yield dan indeks dolar Amerika Serikat. Kuncinya tentu saja bergantung dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait dengan kebijakan suku bunga yang diumumkan hari ini (21/12). Adapun, konsensus ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 6%. Setelah The Fed mempertahankan suku bunganya pada pertemuan pekan lalu, potensi Bank Indonesia untuk ikut mempertahankan suku bunga acuan tentu sangatlah besar. Terlebih, pergerakan nilai tukar rupiah belakangan masih cukup rentan dipengaruhi volatilitas pasar keuangan global. Kami meyakini bahwa Bank Indonesia baru akan melakukan pelonggaran suku bunga acuan pada paruh kedua tahun depan, mengikuti proyeksi penurunan suku bunga The Fed. Ini akan menjadi kesempatan bagi investor untuk mulai menyerbu instrumen pasar modal yang berisiko tinggi seperti saham. Bagi pemodal domestik, momentum tahun depan seharusnya sudah mulai direspons dari sekarang. Valuasi IHSG hari ini cenderung masih sangat murah. Rasio harga saham dengan laba bersih per saham (price earning ratio/PER) di pasar saat ini rata-rata tercatat hanya 12,8 kali.
Tiktok Shop-Tokopedia: Siapa Untung, Siapa Buntung?
“Investor didorong untuk bekerja sama, berpartner dengan pengusaha-pengusaha nasional, pengusaha daerah, seberapa besarpun sahamnya yang penting pengusaha nasional ada” Arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada Peresmian Pembukaan Rakornas Investasi 2023 tersebut dirasa sangat relevan dengan apa yang terjadi pada lanskap ekonomi digital baru-baru ini. Di mana raksasa digital Tiktok berinvestasi ke raksasa e-commerce lokal, Tokopedia. Tak berlebihan memang, ketika pemerintahan di sebuah negara berusaha keras untuk mengembangkan dan membesarkan “local champion” sebagai motor pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja dan tentu saja kebanggaan bangsa. Komitmen kuat pemerintah dalam melindungi industri dalam negeri sangat bisa dirasakan dengan berbagai kebijakan yang bertujuan untuk penghiliran di berbagai sektor. Termasuk di antaranya melindungi UMKM dalam negeri. Adapun di sektor UMKM, visi besar pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian Koperasi dan UMKM diwujudkan dalam tiga komitmen besar, yakni melindungi UMKM dalam negeri, melindungi konsumen dalam negeri, dan melindungi e-commerce dalam negeri. Kehadiran Tiktok Shop yang menjadi perhatian publik beberapa bulan lalu direspons dengan sangat cepat dan tepat oleh pemerintah. Permendag Nomor 31 berhasil menata Tiktok Shop & para pemain e-commerce lainnya untuk mempromosikan produk lokal, membuka kesempatan pada pelaku usaha kecil dan menghentikan praktik predatory pricing. Mengutip data dari berbagai sumber, saat ini Shopee memegang sekitar 40% market share, dan secara agresif terus meningkatkan pengeluaran untuk mengembangkan pangsa pasarnya. Shopee merupakan e-commerce asing yang 100% sahamnya dimiliki Sea Ltd. Sedangkan Sea adalah perusahaan publik yang tercatat di NYSE di mana salah satu pemegang saham terbesarnya adalah Tencent, China.
Lalu bagaimana dengan Tokopedia? Sebagai local champion kebanggaan bangsa, Tokopedia harus fokus pada growth yang menguntungkan di saat persaingan pasar yang sangat menantang dengan keterbatasan modal jika dibandingkan dengan para pesaingnya. Di sisi lain, Tiktok shop merupakan pendatang baru dengan pertumbuhan yang sangat pesat. Sang induk perusahaan menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 85 miliar serta EBITDA pada FY22 senilai US$25 miliar. Ditambah cadangan cash pada kuartal II/ 2023 senilai US$51 miliar, menjadi pesaing yang sangat berat bagi Shopee, perusahaan yang sepenuhnya dimiliki asing yang telah bertahun-tahun meraup cuan dari pasar Indonesia. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, memahami betul proses bersatunya Tiktok Shop-Tokopedia memerlukan integrasi sistem teknologi yang tidaklah mudah. Belum lagi, upaya keduanya untuk tetap patuh pada aturan yang berlaku di Indonesia memerlukan waktu penyesuaian. Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan memberikan masa percobaan selama 3—4 bulan untuk penggabungan TikTok Shop dengan Tokopedia. Siapa (B)Untung?. Berpartner dengan perusahaan lokal, menjadi pilihan Tiktok shop untuk kembali mengembangkan bisnis UMKM dalam negeri dan memberikan kemudahan kepada para konsumen di Indonesia. Pemilihan Tokopedia sebagai local partner juga tepat setelah sebelumnya tiktok menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain e-commerce dalam negeri. Selain itu, untuk masuk ke industri e-commerce yang sudah perang promo atau diskon seperti sekarang, hampir mustahil bisa meningkatkan pangsa pasar atau market share. Maka, Tiktok Shop bergabung ke Tokopedia merupakan solusi lebih murah dan realistis. TikTok punya keunggulan dalam live sales-nya. Sementara Tokopedia memiliki market share yang besar, bisa digabungkan expertise masing-masing platform. Ini win win solution.
RAYUAN PEMERINTAH GAET INDUSTRI HILIR
INDUSTRI HULU MIGAS : GETOL MEMBURU POTENSI DI ANDAMAN
Kawasan Andaman memiliki pesona tersendiri bagi perusahaan minyak dan gas bumi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy. Baru saja menemukan potensi gas dengan jumlah besar Sumur Layaran-I, perusahaan langsung mengincar pengembangan di Layaran-2 dengan harapan mendapat hasil serupa. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa Mubadala Energy langsung menyusun rencana kegiatan eksplorasi lanjutan di prospek lain yang ada di South Andaman. Hal tersebut dilakukan perusahaan sembari menunggu hasil evaluasi post-drill Sumur Layaran-1 yang terletak di lepas pantai Aceh atau sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatra bagian utara. “langsung menyiapkan rencana tahun depan untuk melakukan pengeboran Sumur Layaran-2 dan prospek lainnya, seperti Parang-Parang dan Ramba,” kata Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf saat dihubungi, Rabu (20/12). Untuk sementara waktu, kata Nanang, menara bor atau rig yang digunakan untuk pengeboran Layaran-1 saat ini dipindah ke Andaman II agar bisa digunakan oleh harbor Energy yang sedang mengerjakan Sumur Halwa dan Gayo. Di Sumur Layaran-1, Mubadala Energy berhasil menemukan kolom gas yang luas dengan ketebalan lebih dari 230 meter di oligocene sandstone reservoir. Akuisisi data lengkap, termasuk wireline, coring, sampling, dan production test (DST) telah dilakukan. CEO Mubadala Energy Mansoor Mohammed Al Hamed mengatakan bahwa temuan potensi gas di Sumur Layaran-1 bakal membawa peluang komersial yang signifikan bagi perusahaan di tengah momentum transisi energi saat ini. “Hal ini bukan hanya merupakan perkembangan signifikan bagi Mubadala Energy, tetapi juga tonggak sejarah besar bagi ketahanan energi Indonesia,” katanya.
Selain itu, penemuan baru yang terkonfirmasi itu juga merupakan keberhasilan kedua berturut-turut Mubadala Energi di Lapangan Andaman, setelah hasil menggembirakan di Timpan-1 yang ada di Andaman II. Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku masih menantikan studi pascapengeboran (post-drilling) Sumur Layaran-1 Blok South Andaman yang dilaporkan berhasil mengidentifikasi potensi gas mencapai 6 TCF. Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad menilai positif temuan potensi gas di Blok South Andaman yang dikerjakan oleh Mubadala Energy. Sementara itu, Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto berpendapat bahwa pemerintah mesti mempermudah dan memfasilitasi upaya eksplorasi lanjutan agar Mubadala Energy bisa membuktikan cadangan gas dari Blok South Andaman. Pri beralasan, potensi gas yang belakangan diumumkan oleh perusahaan masih harus melewati rangkaian kajian dan pengeboran sumur lanjutan untuk membuktikannya dan menghitung keekonomiannya. STJ Budi Santoso, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia, mengatakan bahwa temuan potensi gas di Sumur Layaran-1 membawa harapan baru untuk eksplorasi dan pengembangan gas di Tanah Air. “Sumur Timpan-1 dan Sumur Layaran-1 telah menjadi play-opener untuk play oligocene sandstone di daerah tersebut, terutama setelah Arun mengalami decline cukup besar, dan menjadi projek regasifikasi,” katanya. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan bahwa Mubadala Energy ingin mencoba melanjutkan eksplorasi Blok Andaman III yang dinilai tidak memuaskan oleh Repsol. “Mubadala Energy mau mencoba, karena memiliki konsep sendiri , kan sudah ditajak oleh Repsol, dan hasilnya tidak bagus, tapi menurut mereka konsepnya berbeda,” katanya beberapa waktu lalu. Repsol Andaman B.V sendiri mengembalikan kontrak pengelolaan Blok Andaman III kepada negara setelah tidak memperpanjang tambahan waktu eksplorasi yang berakhir pada Juni 2023 lalu. Selepas mundur dari Blok Andaman III, Repsol mengaku bakal berfokus untuk pengembangan lebih lanjut portofolio lain mereka di Blok Sakakemang, Banyuasin, Sumatra Selatan.
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Rayuan Pemerintah Gaet Industri Hilir
Pemerintah Indonesia merayu perusahaan asal Jepang untuk membangun industri hilir ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air untuk melengkapi kebijakan penghiliran yang terus dikencangkan.Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, beroperasinya dua smelter katoda tembaga yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara pada tahun depan menjadi peluang emas yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri yang terkait dengan ekosistem kendaraan listrik.Dia pun mendorong sejumlah perusahaan asal Jepang untuk mendirikan pabrik kabel listrik dan baterai electric vehicle (EV) di Indonesia, sehingga bisa memanfaatkan katoda tembaga yang dihasilkan oleh dua smelter baru. Pembangunan pabrik hilir ekosistem kendaraan listrik memang menjadi pekerjaan rumah yang sedang diselesaikan pemerintah. Harapannya, pengusaha yang ingin membangun smelter bisa memperoleh kepastian pangsa pasar di dalam negeri.Khusus smelter tembaga, saat ini sebenarnya sudah ada pabrik foil tembaga yang dibangun oleh Hailian Group di Gresik.Secara terpisah, Indonesia Mining Association (IMA) mencatat serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri hanya 20%—25%.
“Kami jadi khawatir mau diapakan produk-produk [penghiliran] ini. Jangan sampai ada regulasi baru muncul yang malah membebani penambang, karena sebenarnya itu bukan beban dari penambang,” kata Ketua Umum IMA Rachmat Makkasau, beberapa waktu lalu.









