RI Ikut Berebut Wisatawan
Pascapandemi banyak negara berusaha untuk membenahi ekonominya.
Pariwisata menjadi cara paling cepat untuk membangun kembali ekonomi. Pemerintah
Indonesia berencana memberikan bebas visa kepada warga negara di 20 negara yang
berpotensi mendorong wisata berkualitas, terutama wisatawan dari negara dengan pendapat
per kapita yang tinggi. Meski pengusaha mendukung wacana ini, sejumlah pihak
mengingatkan rencana ini jangan sampai menciptakan masalah baru. Pemerintah
tengah mengkaji regulasi bebas visa bagi 20 negara yang dianggap berkontribusi
menyumbang pariwisata berkualitas di Republik Indonesia (RI). Pariwisata
berkualitas yang dimaksud adalah wisatawan asing yang tinggal lebih lama dan
membelanjakan uang lebih banyak. Pariwisata jenis ini akan berdampak bagi
ekonomi di daerah tujuan wisata (Kompas.id, 19/12). Kebijakan yang bersifat
selektif ini sangat baik bagi penerimaan negara dan juga para pelaku wisata. Pemasukan
devisa dalam jumlah besar diharapkan karena yang datang wisatawan berkualitas.
Di sisi lain, pelaku usaha wisata lebih merasa nyaman dengan
kehadiran mereka. Beberapa kasus belakangan, yang diakibatkan perilaku wisatawan
asing yang tidak tertib, membuat para pelaku bisnis wisata trauma. Apabila
kelak wisatawan yang datang benar-benar berkualitas, mereka bisa melayani
dengan perasaan aman. Akan tetapi, Indonesia juga bersaing dengan negara lain. Mereka
juga memperbaiki layanan bagi para wisatawan, baik dari urusan imigrasi maupun
layanan wisata, contohnya, Jepang sudah lama membuka diri dengan mempermudah
layanan imigrasi untuk sejumlah negara dan mereka juga membangun pariwisata
halal karena mengincar pasar negara-negara berpenduduk Muslim, karena pasar ini
sangat besar. Di Eropa, penerbangan dan juga tempat-tempat wisata dipenuhi
pengunjung sejak beberapa bulan lalu. Karena itu, rencana pemberian bebas visa
harus ditindaklanjuti dengan layanan pariwisata yang prima, mulai dari penerimaan
di bandara yang kadang dikeluhkan hingga penginapan dan juga layanan lainnya. Tanpa
persiapan yang memadai, kita sangat boleh jadi bakal kalah dalam mendapatkan
wisatawan asing. (Yoga)
Isu Ekonomi Kerakyatan Paling Ditunggu
Dalam debat calon wakil presiden, Jumat (22/12) dengan tema
besar seputar ekonomi, sebagian besar masyarakat paling ingin mengetahui
gagasan ketiga cawapres terkait ekonomi kerakyatan, infrastruktur, dan ekonomi
digital. Terkait dengan hal itu, ketiga cawapres menyatakan siap menyampaikan
ide sekaligus mendalami gagasan kandidat lain di depan publik. Persiapan juga
dilakukan untuk mendalami tema debat. Debat pada 22 Desember adalah debat kedua
dari lima kali debat capres-cawapres yang terdiri atas tiga kali debat antar capres
dan dua kali debat antar cawapres. Debat kedua ini merupakan debat antar cawapres
dengan tema ekonomi kerakyatan dan digital, keuangan, investasi pajak, serta
perdagangan. Selain itu, ada pula tema pengelolaan APBN / APBD, infrastruktur,
serta perkotaan.
Hasil jajak pendapat Litbang Kompas pada 18-20 Desember2023
dengan melibatkan 509 responden di 34 provinsi menunjukkan, 58,9 % responden
menantikan gagasan cawapres terkait ekonomi kerakyatan, kemudian diikuti infrastruktur
(9.5 %) dan ekonomi digital (7,4 %). Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional
(TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dradjad Wibowo, Rabu (20/12), menyatakan
telah mempersiapkan Gibran untuk memperdebatkan semua tema yang telah
ditentukan penyelenggara. Sejumlah isu terkait juga disebut sudah dipahami
Gibran mengingat latar belakangnya sebagai pengusaha yang kini juga menjabat
Wali Kota Surakarta, Jateng.
Asisten Pelatih Timnas AMIN (Tim Pemenangan Nasional Anies
Baswedan-Muhaimin Iskandar), Jazilul Fawaid, menuturkan, dalam debat, Muhaimin
juga akan lebih banyak bicara mengenai kebijakan negara di bidang ekonomi.
Kendati tema debat meliputi sejumlah isu, itu semua dinilai berpangkal pada
kebijakan nasional yang diputuskan pemerintah nantinya. Salah satu materi yang
bakal disampaikan Muhaimin, kata Jazilul, ialah penyaluran dana desa, bagian
dari program Anies-Muhaimin jika memenangi Pilpres 2024. Mahfud MD mengatakan, Tim
Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga telah mempersiapkan
materi debat bidang ekonomi. Mereka menyiapkan dokumen untuk dipelajarinya. Menurut
Mahfud, dirinya juga mendapat masukan dari sejumlah ahli di bidang tersebut. (Yoga)
Terancam Gempor Gara-Gara Beleid Impor
Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor masih menuai kontroversi. Aturan yang diklaim kian memperketat impor ini tetap dinilai oleh beberapa kalangan pengusaha tidak berpihak bagi pebisnis dalam negeri.
Sebagai bentuk protes, sejumlah asosiasi pengusaha memberikan catatan terhadap ketentuan terbaru impor yang merevisi Permendag No 25/2022 ini. Misalnya, pemerintah memberikan kelonggaran bagi impor tekstil dan produk tekstil batik dan motif batik untuk keperluan lembaga atau kementerian dan kepentingan umum.
Aturan itu dianggap bisa mematikan dan bikin gempor para pengusaha batik lokal yang kebanyakan merupakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). "Poin ini dikhawatirkan memberi celah untuk masuknya kain bermotif batik dan akan berdampak pada pengrajin batik yang mayoritas adalah IKM," ujar Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), kemarin.
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri juga mewanti-wanti agar aturan baru ini tidak mengganggu pelaku usaha yang sudah taat aturan atau izin selama ini.
Dari sini, Aprisindo mengharapkan aturan tersebut bisa menurunkan angka impor ilegal. "Kalau ternyata dampak terhadap industri nasional sangat kecil, maka baru bisa kita katakan kebijakan ini tidak tepat sasaran," jelas Firman.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Mohammad Faisal menilai beleid itu kurang tepat. Menurut dia, pemerintah seharusnya membuka akses pasar untuk para produsen dalam negeri, bukan malah memotong akses itu.
Direktur impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Arif Sulistyo menegaskan pihaknya akan sangat selektif memberikan izin terkait impor batik untuk kebutuhan instansi.
Analisis Perdagangan Ahli Muda Direktorat Impor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negari Kementerian Perdagangan Kartika Sari menyebutkan, aturan impor terbaru ini sudah menghimpun berbagai masukan, termasuk kalangan pengusaha.
Jalan Ekonomi Terbebani Utang Yang Kian Gendut
Emiten Kesehatan Terpapar Korona Lagi
Meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini turut mendorong harga saham emiten di sektor kesehatan. Sepekan terakhir, Indeks Sektor Kesehatan menanjak sebesar 1,72%. Sejak November 2023, kasus Covid-19 memang kembali meningkat di kawasan ASEAN, tak terkecuali di Indonesia. Rata-rata kasus harian Indonesia terkini naik sekitar 30 hingga 40 kasus. Salah satu penyebabnya adalah munculnya sub-varian baru.
Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menjadi saham yang harganya naik paling tinggi dalam sepekan terakhir, yakni sebesar 67,84% ke harga Rp 1.670 per saham. Saham farmasi lain, PT Indofarma Tbk (INAF) juga mengakumulasi kenaikan 35,71% seminggu ini. Sedangkan saham distributor alat kesehatan seperti jarum suntik, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) telah melambung hingga 62,62% ke Rp 870 per saham.
Tak hanya saham-saham emiten farmasi yang menanjak, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) yang merupakan produsen masker, juga dilanda aksi beli. Per Rabu (20/12) saham MEDS naik 33,96% dari hari sebelumnya ke Rp 71 per saham dan menjadi
top gainers
di bursa. Dalam sepekan, saham MEDS, sudah naik 42%.
Edi Chandren,
Investment Analyst Lead
Stockbit Sekuritas menyoroti kenaikan saham KAEF yang cukup tinggi. "Kami menilai kenaikan harga saham yang signifikan ini sebagai
overexcitement
para pelaku pasar," katanya dalam laporan kemarin.
Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia Chang-kun Shin mengatakan, kenaikan harga saham emiten kesehatan ini kemungkinan cuma bersifat sementara. Sehingga, harga saham sektor ini juga bisa kembali turun lagi jika angka Covid-19 melandai.
Apalagi kondisi saat ini berbeda dengan kasus Covid-19 pertama kali di tahun 2019. Sekarang, tingkat kekebalan dari vaksinasi sudah lebih tinggi dari sebelumnya. Meski demikian, Shin tetap melihat kekebalan vaksinasi yang telah dilakukan dari pemerintah belum dapat menahan varian Covid-19 yang baru.
Dari sejumlah saham emiten kesehatan, Shin lebih menyukai PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), kendati kenaikan harga sahamnya tak setinggi emiten lainnya. KLBF lebih menarik karena masih berhasil mencetak laba bersih. Sedangkan saham KAEF dan IRRA potensi penguatannya akan lebih terbatas. "Karena harga sahamnya sudah naik signifikan," kata Shin, Rabu (20/12).
Ekspansi Gerai, MIDI Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun
Emiten ritel pengelola Alfamidi, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,4 triliun pada tahun depan. Dana capex itu berasal dari kas internal dan hasil
rights issue
tahun ini.
Sekretaris Perusahaan MIDI, Suantopo Po mengatakan, MIDI bakal agresif dalam menambah gerai. Alfamidi menargetkan jumlah gerai baru sepanjang tahun depan bisa mencapai 200 gerai.
Dengan ekspansi itu, MIDI membidik pertumbuhan 11% pada tahun 2024. "Lalu, target SSSG (
same store sales growth
) Alfamidi sebesar 6%," ujar Suantopo, Rabu (20/12).
Dengan pengembangan gerai itu, kontribusi gerai Lawson terhadap pendapatan konsolidasi MIDI mencapai 5,9% dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2023. Kontribusi ini juga diprediksi bakal naik menjadi 6,2%-6,3% sampai akhir tahun 2023. Angka kontribusi ini meningkat dari 3,2% pada tahun 2022 silam.
Associate Director
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan, pengembangan jaringan bakal menyokong prospek MIDI ke depan. MIDI juga mendapat dorongan daya beli di tengah tahun pemilu.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo meyakini, kinerja MIDI masih akan tumbuh tahun depan. Azis merekomendasikan beli saham MIDI dengan target harga Rp 600 per saham.
Dana DHE di Deposito Valas Perbankan Melonjak
Upaya pemerintah menggenjot penghimpunan dana dari devisa hasil ekspor (DHE) mulai membuahkan hasil.
Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat, hingga November 2023, dana DHE yang masuk ke sistem keuangan dalam negeri telah mencapai US$ 1,3 triliun atau sekitar Rp 20,16 kuadriliun.
Penerimaan DHE Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga terus meningkat. Pada September 2023, nilainya baru US$ 9 miliar atau setara Rp 139,59 triliun. Namun, per Oktober 2023 melejit menjadi US$ 10,2 miliar, setara Rp 158,21 triliun.
Saat ini, ada empat instrumen penempatan DHE SDA, yakni rekening khusus DHE SDA valuta asing (valas), instrumen deposito valas perbankan,
promissory note
valas LPEI, dan instrumen Bank Indonesia berupa
term deposit
(TD) valas DHE.
Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Hendy Bernadi mengatakan, penempatan dana nasabah di TD valas BRI saat ini menurun.
Meski begitu, sejak berlakunya PBI 7/2023 per 1 Agustus lalu, dana kelolaan TD DHE BRI tumbuh 79,92% per November 2023. Dari total, porsi dana DHE SDA 19,91%.
Berdasarkan laporan keuangan per September 2023, TD valas DHE di BRI sebesar Rp 1,92 triliun.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility
PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Hera F Haryn bilang, untuk menarik nasabah menempatkan dananya di TD valas, sejak awal 2023, BCA menyesuaikan bunga deposito valas bertahap. Per 1 Desember 2023, bunga deposito valas berkisar 1,5%-2,25%.
Direktur Wholesale & International Banking Bank Negara Indonesia Silvano Winston Rumantir kepada KONTAN menyebut, penempatan DHE di BNI bisa dilihat dari kenaikan simpanan valas serta kredit valas BNI.
AUTO Bidik Komponen Roda Dua
Emiten komponen otomotif milik Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menilai prospek bisnis onderdil di tahun 2024 masih sangat menjanjikan.
Hal ini terutama seiring dengan rencana-rencana pengembangan diversifikasi produk yang membuka peluang untuk mendapat tambahan pendapatan di 2024.
Direktur Astra Otoparts Wanny Wijaya mengungkapkan, dalam membidik proyeksi bisnis manufaktur, AUTO tetap mengikuti target dari masing-masing asosiasi otomotif, baik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) maupun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).
Di tahun 2024, lanjutnya, sekalipun tidak ada kenaikan yang cukup signifikan untuk industri kendaraan roda empat, namun masih terdapat pertumbuhan untuk industri roda dua.
Untuk menyukseskan bisnisnya di tahun 2024, AUTO menyiapkan alokasi belanja modal atau
capital expenditure
(capex) sebesar Rp 500 miliar-Rp 600 miliar. Dana capex tersebut salah satunya diprioritaskan untuk persiapan model kendaraan baru.
Sebagai tambahan informasi, pendapatan AUTO tercatat mencapai Rp 14,08 triliun per kuartal III-2023. Angka ini naik 4,4%
year on year
(yoy) dibandingkan Rp 13,49 triliun pada posisi yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, AUTO masih berupaya untuk mencetak kenaikan penjualan di sisa tahun ini.
Wanny melanjutkan, salah satu faktor pendorong bisnis AUTO di akhir tahun 2023 adalah penjualan kendaraan roda dua domestik yang hingga November 2023 sudah bertumbuh sebesar 22,6% secara tahunan atau yoy.
AUTO juga getol melakukan pengembangan dan diversifikasi produk untuk memantapkan laju bisnisnya ke depan. Salah satunya dengan mengembangkan komponen kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV).
JALAN LAPANG ALIRAN DANA ASING
Momentum tahun depan memberikan jalan lapang bagi aliran dana asing ke pasar keuangan di Tanah Air tersulut luruhnya sentimen suku bunga mahal yang membatasi gerak investor asing mengalirkan modal ke aset berisiko di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Instrumen seperti surat utang dan saham bakal mendulang cuan lebih banyak. Merujuk pada kinerja sepanjang tahun ini, dana investor asing pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menembus Rp77,73 triliun. Sementara itu, pasar saham masih mencetak aksi jual bersih sebesar Rp9,38 triliun. Menariknya, secara umum, kinerja pasar surat utang lebih unggul dibandingkan dengan pasar saham bahkan bila dibandingkan dengan beberapa nengara Asia. Premi risiko Indonesia pun berada di level rendah yang tecermin dari credit default swap (CDS) RI 5 tahun yang berada pada kisaran 70. Kepala Divisi Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto mengatakan terdapat beberapa faktor yang akan membuat dana investor asing masuk ke Indonesia. Pertama, Federal Reserve atau bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan menurunkan suku bunga yang akan diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury dan indeks dolar AS (DXY Index). Turunnya indeks dolar AS meredam kemungkinan pelemahan rupiah di hadapan greenback. Kondisi tersebut, katanya, mendorong potensi keuntungan nilai tukar. Kedua, Indonesia berada dalam jalur yang tepat untuk menaikkan rating ke BBB+ (triple B plus) tahun depan. Ketiga, aliran dana asing sepanjang 2023 hampir Rp80 triliun yang masih belum menggantikan porsi sebelum pandemi Covid-19. Dihubungi terpisah, Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen Eri Kusnadi menjelaskan investor asing di Surat Utang Negara (SUN) mementingkan faktor stabilitas makroekonomi dan akan membandingkan imbal hasil Indonesia dengan safe haven seperti AS. Sementara itu, investor saham asing lebih menitikberatkan pada prospek pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada laba perusahaan. Sementara itu, Schroders Indonesia, manajer investasi asal Inggris dalam laporan terbarunya menggarisbawahi sejumlah poin penting pada 2024. Sentimen positif berasal dari kelanjutan sikap The Fed yang melunak dengan peluang pelonggaran moneter, pertumbuhan ekonomi China yang lebih kencang, prospek harga komoditas termasuk logam, dan kinerja moncer emiten pada 2024. Sentimen yang perlu diwaspadai yakni likuiditas domestik ketat yang bisa menghambat pertumbuhan. Menariknya, penyelenggaraan Pemilu menjadi faktor yang perlu diperhatikan meskipun memicu konsumsi lebih tinggi. Dari sisi pasar saham, perusahaan menilai valuasi indeks harga saham gabungan (IHSG) menarik dengan perkiraan pertumbuhan laba per saham (earning per share/EPS) pada 2024 mencapai 11%-12%. Dari situ, perusahaan menuturkan bahwa sektor seperti perbankan yang dipimpin oleh bank jumbo mampu memberikan laba tebal. Head of Research & Advisory Bank Commonwealth Thadly Chandra menyebutkan Pemilu akan memberi dampak positif pada aktivitas ekonomi dan likuiditas di pasar keuangan. Dengan demikian, baik pasar surat utang dan saham bakal menikmati manfaat hajatan 5 tahun sekali ini.
Tersengat Prospek Suku Bunga
Nuansa positif terus menyertai kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG dalam beberapa waktu terakhir. Tren bullish ini diharapkan terus bergulir konsisten sampai dengan akhir perdagangan di pengujung tahun ini. Dalam perdagangan kemarin, Rabu (20/12), IHSG kembali ditutup menguat 0,44% ke level 7.219,67. Jika diakumulasi sepanjang periode bulan berjalan, indeks komposit sudah naik sebanyak 1,97%. Bahkan, secara year-to-date/YtD, pertumbuhannya telah mencapai 5,39%. Penguatan pasar saham di Indonesia sejalan dengan kinerja bursa di Asia yang kompak menghijau kemarin. Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan terbesar setelah melonjak 1,8%, diikuti oleh Indeks Hang Seng Hong Kong yang juga melesat 1,1% ditopang penguatan saham-saham energi dan teknologi. Di Amerika Serikat, bursa saham di Wall Street New York turut menghijau. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,68% atau 251,90 poin ke level 37.557,92, begitu pula dengan indeks S&P 500 yang menguat 0,59% atau 27,81 poin ke 4.768,37, dan Nasdaq menanjak 0,66% atau 98,03 poin ke level 15.003,22. Jika penurunan suku bunga The Fed ke depan betul terjadi, ini akan menjadi angin segar yang berhembus ke pasar modal di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Penurunan suku bunga akan diikuti dengan penurunan US Treasury Yield dan indeks dolar Amerika Serikat. Kuncinya tentu saja bergantung dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait dengan kebijakan suku bunga yang diumumkan hari ini (21/12). Adapun, konsensus ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg memperkirakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 6%. Setelah The Fed mempertahankan suku bunganya pada pertemuan pekan lalu, potensi Bank Indonesia untuk ikut mempertahankan suku bunga acuan tentu sangatlah besar. Terlebih, pergerakan nilai tukar rupiah belakangan masih cukup rentan dipengaruhi volatilitas pasar keuangan global. Kami meyakini bahwa Bank Indonesia baru akan melakukan pelonggaran suku bunga acuan pada paruh kedua tahun depan, mengikuti proyeksi penurunan suku bunga The Fed. Ini akan menjadi kesempatan bagi investor untuk mulai menyerbu instrumen pasar modal yang berisiko tinggi seperti saham. Bagi pemodal domestik, momentum tahun depan seharusnya sudah mulai direspons dari sekarang. Valuasi IHSG hari ini cenderung masih sangat murah. Rasio harga saham dengan laba bersih per saham (price earning ratio/PER) di pasar saat ini rata-rata tercatat hanya 12,8 kali.









