INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI : INVESTOR GARAP KA CEPAT KE SURABAYA
Pemerintah merancang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya sepanjang 900 kilometer menggunakan skema pembiayaan kreatif atau creative financing dengan menggandeng investor.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan skema pembiayaan kreatif tepat untuk mendanai proyek pembangunan infrastruktur transportasi seiring dengan keterbatasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).“Artinya akan ada investor yang menghubungkan kereta cepat dari Jakarta sampai Surabaya,” katanya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (20/12).Pada tahap awal, Budi Karya menyatakan pemerintah akan menggelar perancangan desain struktur atau design engineeringbersama investor pemrakarsa. Selanjutnya, pemerintah bakal membuka tender untuk menentukan pemenang kontrak pembangunan perpanjangan kereta cepat Bandung—Surabaya.
Sejak awal, visi Presiden Joko Widodo adalah meraih Indonesia Emas 2045 dan menjadi lima besar dunia. “Effort kami sangat besar untuk menyukseskan creative financing,” kata Budi Karya. Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, tren pagu APBN makin menurun. Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Kemenhub 2020—2024 mencapai Rp1.288 triliun dan kemampuan APBN hanya 20%.Menhub mengungkapkan terdapat 12 proyek KPBU dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp53,6 triliun, di antaranya Pelabuhan Patimban, Kereta Api Makassar–Parepare, Proving Ground Bekasi, serta Bandara Dhoho Kediri.
Terkait dengan proyek kereta cepat hingga Surabaya, Budi Karya optimistis bisa berprogres dengan baik. Alasannya, Indonesia telah memiliki pengalaman dalam membangun dan mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta—Bandung bernama WHOOSH.
Rencananya, trase Bandung-Surabaya melalui pantai selatan (pansela) Jawa. Namun, prastudi kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya dibuat dengan trase melalui jalur pantai utara (pantura) Jawa.
Sejauh ini, Kereta Cepat WHOOSH diklaim setara dengan moda transportasi sejenis di negara lain seperti Shinkansen di Jepang atau TGV di Prancis. “Kalau kita jalan ke Singapura, Malaysia, atau Thailand, mereka bertanya WHOOSHnya gimana, sama populernya dengan Shinkansen dan TGV,” jelas Budi Karya.Budi Karya menegaskan Kereta Cepat WHOOSH menjadi sebuah kebanggan bagi masyarakat Indonesia. “Tidak ada orang yang mengatakan kok ini WHOOSH jelek. Sekarang tinggal kita kawal saja agar ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Emir Monti menyatakan KCIC menyediakan lebih dari 20.000 tiket per harinya guna mendukung operasional selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023/2024.
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Kebijakan Diskon Tiket Transportasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023