;

Kemacetan di Tol pada Akhir Tahun Diantisipasi

Kemacetan di Tol pada Akhir Tahun Diantisipasi

Pergerakan angkutan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru berlipat ganda dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah mengantisipasi dengan berbagai upaya. Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, pergerakan Natal dan Tahun Baru kali ini didominasi warga dengan tujuan wisata. Dari hasil identifikasi dan survei, ia melihat jalan tol hingga pelabuhan rawan kemacetan. Berdasarkan survei daring potensi pergerakan masyarakat pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 yang dilaksanakan Badan Kebijakan Transportasi (BKT), pergerakan masyarakat mencapai 107,63 juta orang atau meningkat 43 % dari tahun lalu. Rinciannya, mobil pribadi yang menjadi moda transportasi favorit 35,6 %, diikuti sepeda motor 17,9 %. Transportasi umum mengikuti, dengan kereta api 13,2 %, pesawat 11,9 %, bus 10,9 %, kapal penyeberangan 6 %, dan kapal laut 3,4 %.

”Pergerakan libur Natal dan Tahun Baru adalah fenomena sosial budaya dan keagamaan. Jadi, ini ujian semester kedua. Semester pertamanya adalah mudik Lebaran. Kita harus sama siaganya dengan saat Lebaran. Kita sudah mengantisipasi lonjakan-lonjakan dan kita juga mengevaluasi angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023,” kata Budi di sela pembukaan Posko Terpadu Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, di Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/12). Posko terpadu, lanjut Budi, memiliki fasilitas command center untuk koordinasi secara daring dengan petugas di lapangan dari daerah-daerah. Posko mampu memantau pergerakan arus penumpang di simpul-simpul transportasi, meliputi 48 terminal, 16 pelabuhan penyeberangan, 50 bandara, 51 pelabuhan, 9 daerah operasi (daops) kereta api, 4 divisi regional (divre) kereta api, dan pergerakan kendaraan di sejumlah jalan nasional (tol dan nontol).

Ketua Gugus Tugas Natal dan Tahun Baru Astra Infra Group Renaldi mengatakan, lokasi-lokasi yang rawan kemacetan ialah Serang Timur dan Merak. Potensi arus kendaraan yang tinggi diantisipasi dengan pelebaran lajur ketiga, mulai dari Cikande sampai Serang Timur. ”Sudah diselesaikan tahun ini. Teknisi dan satgas juga bersiaga di gerbang-gerbang untuk mengurangi kepadatan,” ujarnya. Dari pantauan Kompas pada Jumat-Minggu (15-17) jalan tol yang menghubungkan Jakarta hingga Cirebon, Jabar, relatif masih lengang. Namun, pengelola jalan mulai berbenah dan meningkatkan sejumlah fasilitas. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :