;

Bersama Menjaga Perayaan Natal

Yoga 24 Dec 2023 Kompas (H)

Berbagai organisasi kemasyarakatan dilibatkan menjaga keamanan perayaan Natal. Kolaborasi diperkuat untuk kenyamanan dan perayaan Natal 2023. Di Gereja Katedral, persiapan perayaan Natal mendekati final, Sabtu (23/12). Ruang utama gereja telah disterilkan. Pengunjung atau turis tidak diizinkan masuk gereja. Aparat gabungan dari Mabes Polri, Polres Metro Jakpus, dan Polsek Sawah Besar mulai berjaga. Dua anjing pelacak dikerahkan menyisir kompleks Gereja Katedral dan sekitarnya. Posko pengamanan Natal dibangun tepat di depan gerbang utama Masjid Istiqlal. Titik terluar pengamanan berada di jalan-jalan utama sekitar Gereja Katedral. Aparat kepolisian bersiaga bersama TNI dibantu petugas Satpol PP DKI Jakarta. Pengamanan Gereja Katedral juga melibatkan pengurus Masjid Istiqlal. Kepala Bidang Ri’ayah Masjid Istiqlal Ismail Cawidu menuturkan, lahan parkir Masjid Istiqlal juga bakal disiapkan untuk menampung kendaraan jemaat gereja. Selanjutnya, jemaat akan dibantu oleh petugas keamanan gabungan untuk menyeberang jalan. Setidaknya 700 mobil bisa ditampung.

Tidak hanya pengurus masjid, Banser Nahdlatul Ulama (NU) hingga pemuda karang taruna pun ikut menjaga. Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser NU Hasan Basri Sagala mengatakan, Banser menyiapkan 10.000 personel untuk mengamankan tempat-tempat ibadah. Ia yakin jumlah itu bakal bertambah. mengamati potensi gangguan sekaligus berkoordinasi dengan polisi, TNI, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) lain. ”Kalau terdapat kemungkinan pertikaian atau kerusuhan, tentu jadi pertimbanganuntuk menurunkan personel,” kata Hasan. Menurut Ketua Umum Karang Taruna Nasional Didik Mukrianto, para personel karang taruna di Indonesia dilibatkan dalam pengamanan perayaan Natal di semua daerah di Indonesia. Dengan kesadarannya, lanjut Didik, karang taruna selalu hadir dan berpartisipasi untuk menjaga kelancaran ibadah.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mengungkapkan, gambaran toleransi dalam mengamankan Natal merupakan keindahan yang berlanjut. Hal itu sesuai dengan tema Natal 2023, yakni ”Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi”. Menurut Gomar, partisipasi sejumlah ormas dalam perayaan Natal merupakan wujud toleransi yang nyata. ”Peristiwa Natal sebenarnya mengajarkan kepada kita untuk menjalin dan merekatkan hubungan dengan orang lain, termasuk juga dengan umat beragama lain,” ucap Gomar. Di Gereja Katedral, perayaan misa malam Natal 2023 akan diselenggarakan pada Minggu (24/12) dan digelar tiga sesi, yaitu pukul 16.30, 19.00, dan 21.30. Jemaat bisa mengikuti misa di Gereja Katedral dalam dua bagian, yaitu mengikuti misa di dalam gedung utama gereja serta di luar gedung. Umat pun harus registrasi secara daring untuk duduk di dalam gedung gereja. (Yoga)

Ketika Pringgasela Selatan Bangkit dari Tidur

Yoga 24 Dec 2023 Kompas (H)

Setelah puluhan tahun tertidur, Desa Pringgasela Selatan bangkit. Lewat tangan-tangan anak mudanya, berbagai kekayaan yang dulu pernah terkubur dibangunkan lagi untuk kembali ke identitas sejati warga sebagai penjaga budaya. Pringgasela Selatan berada di kaki Gunung Rinjani yang subur. Masyarakatnya mayoritas petani dengan hasil panen tiga kali setahun. Kekayaan yang melimpah cukup bagi warga untuk hidup sejahtera. Kenyataannya, desa yang berada di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, ini lebih kaya dari itu. Desa yang dihuni tiga trah besar, yakni Tanaq Gadang, Sumbawa atau Rempung, dan Masbage, ini memiliki sejarah dan tradisi kuat. Nizar Azhari (39), pemuda asli Pringgasela Selatan yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta, menemukan kisah ini saat menggali kembali kekayaan lokal desanya. Nizar adalah daya desa atau pendamping kebudayaan desa. Ia dan kawan-kawannya dari daya warga dengan dukungan Kemendikbudristek mencoba menggali kisah lalu Pringgasela Selatan. Pringga berarti prajurit, Sela berarti batu atau bisa berasal dari kata Selaparang, nama kerajaan di Lombok.

Leluhur desa ini, lanjut Nizar, dikenal sebagai penjaga, tetapi bukan penjaga kerajaan, melainkan tanah tempat hidup mereka. Mereka melawan berbagai invasi, termasuk penjajah yang hendak menguasai wilayah itu. Kisah heroik mereka diabadikan di sebuah tugu penanda jalan desa. Kuda-kuda pacu jadi warisan yang pernah ada di desa-desa tersebut. ”Dulu ada banyak kuda di sini. Setelah kami pelajari sejarah desa, kuda-kuda itu ternyata bagian dari pasukan kavaleri desa,” kata Nizar. Sayangnya, keberadaan kuda-kuda kavaleri itu sudah hilang tergeser alat transportasi lain. Pringgasela Selatan juga memiliki tradisi blanjakan atau bertarung di tengah sawah berlumpur seusai panen padi. Blanjakan mengandalkan ketangkasan adu kaki, mirip olahraga muay thai. Dari kepingan-kepingan sejarah itu, para pemuda desa mencoba untuk merekonstruksi kekayaan lampau mereka. Mereka menemukan musik sejenis gamelan yang dikenal dengan nama klenang nunggal.  

Amak Maisur, sesepuh Pancur Kopong yang ahli bermusik dan sesepuh lain merangkai melodi menjadi alunan gending dari 23 klenang yang berhasil ditemukan. Tenun Pringgasela tetap terawetkan hingga kini. Masih ada 600-700 penenun di Desa Pringgasela Selatan. Temuan-temuan lama dan berbagai kekayaan budaya itu diangkat dalam Festival Dongdala atau pelangi yang digelar 19-21 Desember. Festival ini membangkitkan kebanggaan warga Pringgasela Selatan akan kekayaan budaya mereka. Puncak festival yang berupa pawai Nyiru Jaja Bejangkongan, Rabu (20/12) mergambarkan semanga warga berpartisipasi dalam mengangkat kekayaan budayanya. Ribuan orang tanpa diminta turut datang mengikuti pawai memakai baju terbaiknya untuk tampil. Nizar dan rekan-rekannya masih punya banyak pekerjaan rumah. Hingga kini, proses temu dan kenali kebudayaan Pringgasela Selatan masih berjalan, begitu pula pengembangan dan pemanfaatannya. Mereka tak hanya menggali, tetapi juga menjaga budaya desanya. Jika berhasil, Pringgasela Selatan bisa menjadi desa yang mandiri dan berdaya. (Yoga)

Menunggu Suara Peluit di Pasar Barter Wulandoni

Yoga 24 Dec 2023 Kompas

Suatu pagi pertengahan Agustus 2023 di Lamalera. Matahari mulai naik saat perjalanan sejauh 7 km melewati jalan rusak menyisir jalan di pinggir pantai menuju Pasar Barter Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT. Puluhan pedagang dari pegunungan mempersiapkan dagangan berupa hasil bumi, seperti pisang, singkong, umbi-umbian hutan, kacang-kacangan, dan jagung. Sementara istri-istri nelayan mempersiapkan ikan segar di ember plastik. Sebagian menggelar ikan belelang, ikan kering yang berbentuk seperti gelang yang terbuat dari paus, lumba-lumba, ataupun pari manta. Lapak beton yang melingkar mulai penuh terisi dagangan. Kosmas Dua (64) ditemani seorang petugas linmas mulai memungut retribusi berupa sedikit hasil bumi dan ikan asin. Retribusi yang dimasukkan ke karung tersebut akan dilelang setelah penutupan pasar untuk kas desa. Kosmas mengitari pasar, memastikan semua pedagang sudah siap. Tepat pukul 10.00, peluit ditiup.. pritttt, prittttt.

Suara peluit dijadikan penanda kegiatan pasar barter bisa dilakukan. Istri nelayan menyerbu lapak, menukar ikan dengan hasil bumi. Tawar-menawar hanya menunjukkan barang. Kalau kesepakatan pertukaran disetujui bersama, maka barang akan segera berganti pemilik. Pasar Wulandoni hanya buka sepekan sekali setiap hari Sabtu. Pasar barter terbesar di Pulau Lembata yang sudah ada sejak tahun 1830-an ini mempertemukan orang-orang pesisir dan pegunungan yang saling membutuhkan. Semua hasil barter untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bukan untuk dijual kembali. Pasar barter tak hanya ajang menukar barang. Selain memangkas rantai pasok, pasar juga mempertemukan dan mengakrabkan orang-orang pesisir yang sebagian besar Muslim dan orang-orang gunung yang mayoritas Kristen. Pasar Barter Wulandoni melibatkan warga dari puluhan kampung yang tersebar dan lebih dari 100 orang dalam transaksi barter tiap hari Sabtu. (Yoga)

NATAL BERSAMA KELUARGA, SEDERHANA DAN BERMAKNA

Yoga 24 Dec 2023 Kompas

Pilihan aktivitas masyarakat untuk merayakan libur Natal dan Tahun Baru terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas 7-9 Desember. Hasilnya, berkumpul bersama keluarga menjadi kegiatan favorit pengisi libur akhir tahun. Pengumpulan pendapat dilakukan melalui telepon. Sebanyak 514 responden dari 34 provinsi berhasil diwawancara. Tim Litbang memilih responden secara acak sesuai proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 %, margin of error penelitian ± 4,35 % dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Sebagian besar responden (34,1 %) berencana menjalani momen Natal ber sama keluarga. Salah satu agenda yang disiapkan ialah menonton acara hiburan khusus.

Sebanyak 5,1 % responden berencana berlibur ke luar kota atau ke tempat wisata di sekitar tempat tinggal mereka. Pilihan untuk merayakan libur Natal dengan sederhana ini terjadi merata di masyarakat, baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kesederhanaan dalam merayakan Natal juga tercermin dari biaya yang disiapkan oleh masyarakat. Sekitar 22 % responden menyiapkan dana di bawah Rp 1 juta untuk merayakan Natal. Namun 12 % responden menyiapkan biaya cukup besar hingga di atas Rp 3 juta. Pilihan publik merayakan Natal dan akhir tahun bersama keluarga dalam momen kesederhanaan tidak lepas dari tekanan situasi ekonomi. Kenaikan harga barang-barang, terutama bahan kebutuhan pokok, membuat publik menghitung ulang dampak daya belinya. (Yoga)

MUDIK GRATIS, LEBIH HEMAT DAN AMAN

Yoga 24 Dec 2023 Kompas

Di tengah tingginya harga sejumlah moda transportasi, mudik gratis menggunakan bus menjadi solusi bagi warga saat libur Natal dan Tahun Baru. Selain lebih hemat, juga lebih aman. Penumpang pun bisa pulang dengan tenang. Lebih dari seribu warga memadati Terminal Kampung Rambutan, Jaktim, Sabtu (23/12). Ada yang mengangkut barang hingga menggendong bayi. Hari yang terik tidak jadi masalah. Mereka tetap bahagia karena mudik tanpa biaya. Salah satu penumpang yang senang dengan program Kemenhub ini adalah Novi Herawati (42). Ia akhirnya bisa berlibur sekaligus mudik bersama kedua anaknya ke Surakarta, Jateng; dan Yogyakarta. Karyawan swasta di Jakarta ini nyaris tidak jadi pulang kampong karena kehabisan tiket kereta api. Pesawat tidak jadi opsi lantaran harganya terlalu tinggi, bisa Rp 1 juta per orang. Dengan kedua anaknya, setidaknya ia harus menyiapkan Rp 3 juta. Ia mencoba mendaftar program mudik gratis dengan mengakses aplikasi Mitra Darat dari Kemenhub. ”Saya coba pantengin (ikuti) dari Jumat (15/12) sambil berharap ada kuota tersisa meskipun tulisannya habis. Akhirnya dapat Senin (18/12) malam. Anak-anak langsung bilang, ’yeay, kita jadi pergi’,” cerita Novi.

Program itu turut meringankan biaya Sohibah (48), peserta mudik gratis lainnya. Penjual ayam krispi di Depok, Jabar, ini akhirnya bisa pulang ke Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jateng Ia bersama suaminya, Subarna (49), dan dua putranya. Menurut rencana, ia naik bus ke Yogyakarta lalu menggunakan kendaraan lainnya ke Wa-tes. ”Kami hendak menengok orangtua saat libur Natal dan Tahun Baru ini. Kalau tidak ada mudik gratis, mungkin kami tidak akan pulang. Apalagi, rombongan kami banyak,” katanya. Jika memakai bus berbayar, biayanya bisa lebih dari Rp 800.000 untuk empat orang, belum termasuk belanja selama perjalanan 12 jam. Menurut dia, persyaratan ikut mudik gratis relative mudah. Ketentuannya adalah mengisi biodata, KTP, tujuan, dan terminal keberangkatan, serta melakukan validasi sebelum berangkat. Sohibah, dan Novi adalah sebagian dari 1.024 penumpang yang berangkat memakai 27 bus gratis di Terminal Kampung Rambutan. Sebanyak 2.473 penumpang juga mengikuti mudik gratis dengan 63 bus dari Terminal Terpadu Pulo Gebang ke sejumlah daerah di Jawa. Kemenhub juga memberangkatkan dua truk untuk mengangkut 90 sepeda motor pemudik, Jumat (22/12), dari Terminal Pondok Cabe, Tangsel, ke Solo dan Yogyakarta. Pemudik dapat mengambil sepeda motornya di kantor dinas perhubungan setempat. ”Kegiatan dengan tema ’Transportasi Aman Liburan Nyaman’ ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi sepeda motor dan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan,” ujar Inspektur 1 Irjen Kemenhub Amin Hudaya. (Yoga)

”Pesta Rasa” di Ujung Lidah Bersama RujakNatsepa dan Ikan Asar Pantai Maluku

Yoga 24 Dec 2023 Kompas

Pantai Natsepa berada di kawasan Suli, Kabupaten Maluku Tengah, terkenal sebagai tujuan wisata. Sepanjang jalan dekat pantai ini, berdiri puluhan kios, menawarkan buah dan kudapan rujak Natsepa yang jadi kudapan wajib dinikmati di pinggir pantai. Rujak natsepa berisi potongan nanas, mangga, jambu diguyur saus kacang yang dicampur gula aren, tapi ada yang beda dengan rujak ini. Pada Rabu (20/12) Ellen Sitanala (42), salah satu penjual, mengatakan, pembeda utama rujak asal Maluku ini adalah buah tomi-tomi (Flacourtia inermis) atau lobi-lobi. Rasa kecut dari tomi-tomi menambah kekayaaan rasa rujak natsepa. Rasa manis mangga ditambah rasa asam tomi-tomi bikin mata ”merem melek”. Rujak Natsepa juga menggunakan pala dan cengkeh di dalam sambal. Ivona Tanlain (26), pengunjung Pantai Natsepa asal Langgur, Maluku Tenggara, menjelaskan, rujak natsepa menjadi salah satu kesukaanya karena berbeda dengan rujak lain yang hanya mengandalkan manis dan pedas saja. Harganya terjangkau di kisaran Rp 20.000-Rp 30.000 per porsi. Ke Pantai Natsepa, pelancong bisa menggunakan transportasi umum atau daring, dari Bandara Internasional Pattimura dapat ditempuh dalam 20-30 menit.

Selain mencicipi kudapan, Ikan asar jadi favorit di Ambon. Makanan berbahan dasar ikan cakalang atau tuna ini merupakan ikan yang diasap hingga kering di atas kayu bakar selama 2-3 jam. Lamanya proses pengasapan untuk menurunkan kadar air sehingga tekstur ikan menjadi kering tetapi tetap empuk di bagian dalam. Penjual ikan asar, Stela Sopacua (45), menyebut, kadar air yang hilang dari ikan membuat makanan ini bisa bertahan 3-4 hari atau bisa lebih lama apabila disimpan di lemari pendingin. Makanan ini lezat disantap langsung. Pengunjung juga bisa hanya membeli sambal atau bumbu lainnya. ”Dimakan langsung sudah enak, tanpa bahan pengawet,” ucap Stela yang berjualan di kawasan Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, Maluku. Harga ikan asar bervariasi sesuai ukuran dan harga beli ikan di pasar. Jika ikan sedang murah, satu ikan Asar dijual mulai Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per porsi, atau Rp 30.000 per potong. Wisatawan bisa membeli ikan asar di Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, ataupun di kawasan Batu Meja, Ambon. Jarak tempuh dari tengah Kota Ambon ke dua lokasi ini hanya 5-10 menit. Ikan ini jadi oleh-oleh karena bisa bertahan beberapa hari. (Yoga)

Cawapres Minim Terobosan Naikkan Penerimaan Negara

Yoga 23 Dec 2023 Kompas (H)

Ketiga cawapres beradu gagasan dan memaparkan janji-janji program pembangunan dalam debat presidensial kedua yang digelar Jumat (22/12) malam. Akan tetapi, belum ada yang mampu menawarkan terobosan strategifiskal untuk meningkatkan penerimaan negara guna mendanai dan merealisasikan berbagai kebijakan itu. Secara umum, debat presidensial kedua yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, itu mengangkat delapan tema, yaitu ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi dan pajak, perdagangan, pengelolaan APBN/APBD, infrastruktur, dan perkotaan. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto, Jumat, dari berbagai isu yang mengemuka, belum ada cawapres yang mampu menjabarkan strategi detail dan terobosan untuk membiayai janji-janji program dan kebijakan yang mereka tawarkan. Taktik mengerek penerimaan negara muncul beberapa kali dalam debat, tetapi tidak dielaborasi secara lebih rinci.

”Belum ada kandidat yang bisa menjelaskan secara clear dan strategis cara membiayai program dan kebijakan mereka. Padahal, semua program dan kebijakan pembangunan yang mereka janjikan itu perlu didukung dengan pendanaan yang memadai,” kataTeguh. Jika diperhatikan,hampir semua pertanyaan yang dirumuskan oleh tim panelis sebenarnya mengungkit tentang strategi fiskal yang bakal ditempuh kandidat untuk mengatasi bermacam-macam masalah yang ada di masyarakat. Misalnya, pada sesi kedua dan ketiga mengenai strategi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur fisik, sosial, dan pengembangan SDM. Ada pula pertanyaan tentang strategi fiskal untuk mengatasi problem kompleks di kawasan perkotaan, seperti isu kawasan kumuh, sampah, dan transportasi publik. Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menjawab dirinya dan Prabowo Subianto juga menargetkan kenaikan rasio pajak (tax ratio) demi mengerek penerimaan negara. Namun, Gibran tidak menjelaskan secara detail bagaimana cara menaikkan rasio pajak tersebut.

Di sisi lain, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, juga tidak mengelaborasi strategi fiskal untuk mengatasi masalah kompleks di perkotaan. Ia hanya menyebutkan bahwa dalam mengelola fiskal, pemerintah perlu pintar-pintar menerapkan skala prioritas. ”Kita juga perlu melibatkan investor swasta dan memberikan mereka kepercayaan,” ujar Muhaimin. Jawaban-jawaban ”populis” untuk menaikkan penerimaan negara juga terlontar. Misalnya, ketika Muhaimin menyatakan ingin menaikkan tarif pajak orang kaya dan menurunkan tariff pajak kelas menengah, tanpa mengelaborasinya lebih lanjut. Adapun cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, nyaris tidak menjelaskan strateginya untuk mengerek penerimaan negara. Ia lebih banyak bertanya tentang isu tersebut ke lawan debatnya serta lebih banyak fokus pada isu korupsi yang menghambat pengelolaan keuangan negara dan menghalangi masuknya investasi ke Indonesia. (Yoga)

Masyarakat Gandrungi Obligasi Negara pada 2023

Yoga 23 Dec 2023 Kompas

Masyarakat pada 2023 semakin berminat berinvestasi di obligasi pemerintah. Peminat obligasi ini mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan investasi aset keuangan lainnya. Kebanyakan investor adalah kelompok tabungan menengah. Pertumbuhan dana simpanan nasabah bank yang terbaca dalam data dana pihak ketiga (DPK) dalam dua bulan terakhir terus menurun. BI mencatat, total dana masyarakat di bank hanya naik 3,04 % secara tahunan pada November, turun dari 3,9 % pada Oktober 2023. Pertumbuhan itu hampir hanya sepertiga dibandingkan dengan 8,08 % pada November 2022 dan 9,01 % pada Desember 2022. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, pada acara Outlook Perekonomian Indonesia 2024 oleh Kemenko Perekonomian di Jakarta, Jumat (22/12) mengatakan, lonjakan kenaikan DPK pada tahun lalu adalah anomali karena kebangkitan ekonomi pascapandemi. Angka DPK tahun ini justru disebut mendekati tren sebelum pandemi.

Meski demikian, ia melihat, saat ini masyarakat cenderung lebih berminat menyimpan uangnya di instrumen keuangan lain yang lebih bervariasi. ”Termasuk dengan kemungkinan investasi di SBN atau juga di pasar modal, atau berkaitan dengan deposito,” ujarnya dalam acara yang disiarkan secara daring. Gubernur BI Perry Warjiyo pada konferensi pers Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (21/12), juga menyebut rendahnya pertumbuhan penyimpanan uang nasabah di perbankan dipengaruhi pergeseran ke investasi berupa pembelian obligasi pemerintah. Pergeseran initerjadi terutama pada kelompok tabungan menengah. ”Ada alternatif investasi lain, yang dulunya DPK di tabungan perbankan, sekarang bisa beli SBN, ritel, ataupun investasi-investasi yang lain. Jadi, komponennya di dalam neraca bank bukan lagi DPK, melainkan ke net claim to government, itu ada perpindahan-perpindahan,” kata Perry. (Yoga)

”Kerja Rodi” Lahan Pangan

Yoga 23 Dec 2023 Kompas

Sektor pertanian pangan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Permasalahan dan tantangan yang muncul tak hanya mencakup aktor utama, kebijakan, dan produksi pangan. Tanah sebagai wadah hidup tanaman pangan juga terus dipaksa ”kerja rodi” demi mengejar peningkatan produksi. Sepanjang 2023, La Nina dan El Nino menampakkan kerapuhan sektor pertanian pangan nasional, terutama pada sumber pangan utama masyarakat, yakni beras. Berdasarkan hasil penghitungan kerangka sampel area, BPS memperkirakan produksi beras nasional pada 2023 turun 650.000 ton, berbeda dengan Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani (AB2TI) yang memproyeksikan produksi beras anjlok 1,5 juta ton. Situasi itu memicu kenaikan harga gabah dan beras. Panel harga Bapanas mencatat, harga rata-rata nasional beras medium tertinggi terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg, naik 16,24 % secara tahunan dan 17,49 % di atas HET beras medium di tingkat konsumen di zona I.

Untuk menstabilkan stok dan harga beras, pemerintah semula mengalokasikan kuota impor beras sebanyak 2 juta ton, yang kemudian ditambah 1,5 juta ton menjadi 3,5 juta ton. Pada 2024, pemerintah sudah berancang-ancang akan mengimpor lagi beras sebanyak 2 juta ton. Wajah rapuh sektor pertanian tak berhenti di situ. Petani yang merupakan aktor utama penyedia pangan masyarakat juga semakin menua dan mengalami guremisasi.”Hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Pekerja di sektor pertanian yang semakin menua membutuhkan regenerasi petani yang berkelanjutan. Bertambahnya petani gurem juga dapat menurunkan kesejahteraan petani,” kata PLT Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (4/12). Kini, pola tanam padi (musim tanam/MTI)-padi(MT II)-palawija (MT III) mulai banyak ditinggalkan daerah-daerah sentra penghasil beras.

Padahal, pola tanam itu bertujuan untuk mengendalikan hama dan penyakit serta menjaga kesuburan tanah. Kini, pola tanam itu berubah menjadi padi-padi-padi. Bahkan, pola tanam itu didukung dengan penyediaan sumur-sUmur bor berbasis listrik di areal persawahan, seperti di Sragen, Jateng (Kompas, 19/9). Sawah yang dipaksa ”kerja rodi” menghasilkan gabah sepanjang tahun itu dapat menyebabkan kesuburan tanah berkurang. Apalagi jika tidak diikuti dengan pola pemupukan yang seimbang, hal itu akan mempercepat berkurangnya ”kesehatan” tanah. Sebagian besar sawah di Jawa bahan organiknya di bawah 1 persen. ”Lahan dengan bahan organik di bawah 1 persen merupakan lahan sakit. Kalaupun ditingkatkan produktivitasnya, hasilnya tetap tidak akan maksimal. Untuk itu, upaya-upaya mengembalikan kesuburan lahan pertanian juga sangat penting dilakukan,” katanya. (Yoga)

Racikan Kekinian demi Eksistensi Jamu

Yoga 23 Dec 2023 Kompas

Beragam inovasi lahir dari para produsen jamu di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lewat kreativitas, mereka membuat jamu tradisional tetap relevan dengan zaman. Untuk mempertahankan eksistensi jamu tradisional, para pelaku usaha jamu di Desa Bokoharjo, Sleman, menginisiasi pemasaran secara daring dan meracik jamu kekinian yang menyasar anak muda. Inovasi antara lain dilakukan oleh Sri Slamet (68) yang merintis usaha jamu Bu Slamet sejak tahun 1971. Mengelola usaha jamu bersama lima anaknya, perempuan itu memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mengembangkan usahanya. Sejak tiga tahun lalu, ia membuat produk baru yang disebut   empon-empon anti-corona. Produk itu laku keras karena banyak warga yang mengonsumsi minuman berbahan empon-empon untuk menjaga kesehatan saat pandemi. Bahkan, pembelinya juga dari luar negeri.

”Kami pun terkejut ketika menerima permintaan racikan empon-empon anti-corona dari Korea dan Malaysia,” ujar Drajat Wiranto (49), anak tertua Bu Slamet, ditemui di sela-sela Festival Sewu Bakul Jamu di kompleks Candi Banyunibo, Desa Bokoharjo, Selasa (19/12). Inovasi juga dilakukan dalam proses produksi lebih dari 20 jenis jamu, salah satunya penggunaan mesin penggiling mekanis berbahan batu sejak lima tahun silam. Mesin itu dibuat atas saran sejumlah mahasiswa yang menjalankan KKN di desanya. Meski begitu, Bu Slamet juga masih berjualan jamu di Pasar Prambanan. Bahkan, tidak jarang Bu Slamet diminta pembeli untuk mencekoki jamu ke anak yang susah makan. Produsen jamu lain di Desa Bokoharjo, Sri Sudaryanti (56), juga berinovasi dengan memproduksi jamu menggunakan mesin penggiling untuk menggiling rempah menjadi serat halus. Namun, untuk proses selanjutnya, masih secara tradisional, memakai wajan besar yang dipanaskan di atas tungku kayu bakar. ”Proses memasak dilakukan manual karena ada saatnya racikan rempah harus dimasak dengan api kecil dan adakalanya menggunakan api besar, tidak bisa tergantikan mesin,” katanya. Sejak tahun 2002 Sri memproduksi jamu berupa empon-empon bubuk yang siap dikonsumsi dengan diseduh air panas. Hingga kini dia memproduksi tujuh jenis empon-empon bubuk, misalnya jahe, temulawak, dan kunir putih. (Yoga)

Pilihan Editor