Bersama Menjaga Perayaan Natal
Berbagai organisasi kemasyarakatan dilibatkan menjaga
keamanan perayaan Natal. Kolaborasi diperkuat untuk kenyamanan dan perayaan
Natal 2023. Di Gereja Katedral, persiapan perayaan Natal mendekati final, Sabtu
(23/12). Ruang utama gereja telah disterilkan. Pengunjung atau turis tidak
diizinkan masuk gereja. Aparat gabungan dari Mabes Polri, Polres Metro Jakpus,
dan Polsek Sawah Besar mulai berjaga. Dua anjing pelacak dikerahkan menyisir kompleks
Gereja Katedral dan sekitarnya. Posko pengamanan Natal dibangun tepat di depan gerbang
utama Masjid Istiqlal. Titik terluar pengamanan berada di jalan-jalan utama sekitar
Gereja Katedral. Aparat kepolisian bersiaga bersama TNI dibantu petugas Satpol
PP DKI Jakarta. Pengamanan Gereja Katedral juga melibatkan pengurus Masjid
Istiqlal. Kepala Bidang Ri’ayah Masjid Istiqlal Ismail Cawidu menuturkan, lahan
parkir Masjid Istiqlal juga bakal disiapkan untuk menampung kendaraan jemaat gereja.
Selanjutnya, jemaat akan dibantu oleh petugas keamanan gabungan untuk
menyeberang jalan. Setidaknya 700 mobil bisa ditampung.
Tidak hanya pengurus masjid, Banser Nahdlatul Ulama (NU)
hingga pemuda karang taruna pun ikut menjaga. Kepala Satuan Koordinasi Nasional
Banser NU Hasan Basri Sagala mengatakan, Banser menyiapkan 10.000 personel
untuk mengamankan tempat-tempat ibadah. Ia yakin jumlah itu bakal bertambah. mengamati
potensi gangguan sekaligus berkoordinasi dengan polisi, TNI, dan organisasi kemasyarakatan
(ormas) lain. ”Kalau terdapat kemungkinan pertikaian atau kerusuhan, tentu jadi
pertimbanganuntuk menurunkan personel,” kata Hasan. Menurut Ketua Umum Karang
Taruna Nasional Didik Mukrianto, para personel karang taruna di Indonesia dilibatkan
dalam pengamanan perayaan Natal di semua daerah di Indonesia. Dengan kesadarannya,
lanjut Didik, karang taruna selalu hadir dan berpartisipasi untuk menjaga
kelancaran ibadah.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
Pendeta Gomar Gultom mengungkapkan, gambaran toleransi dalam mengamankan Natal
merupakan keindahan yang berlanjut. Hal itu sesuai dengan tema Natal 2023,
yakni ”Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi”. Menurut Gomar,
partisipasi sejumlah ormas dalam perayaan Natal merupakan wujud toleransi yang
nyata. ”Peristiwa Natal sebenarnya mengajarkan kepada kita untuk menjalin dan merekatkan
hubungan dengan orang lain, termasuk juga dengan umat beragama lain,” ucap Gomar.
Di Gereja Katedral, perayaan misa malam Natal 2023 akan diselenggarakan pada
Minggu (24/12) dan digelar tiga sesi, yaitu pukul 16.30, 19.00, dan 21.30. Jemaat
bisa mengikuti misa di Gereja Katedral dalam dua bagian, yaitu mengikuti misa di
dalam gedung utama gereja serta di luar gedung. Umat pun harus registrasi
secara daring untuk duduk di dalam gedung gereja. (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023