OUTLOOK PEREKONOMIAN INDONESIA 2024 : OPTIMALISASI TIGA MESIN EKONOMI
Indonesia menyongsong tahun 2024 dengan optimisme yang cukup tinggi di tengah masih kuatnya tekanan dari ketidakpastian global.Sejumlah indikator ekonomi makro pun menguatkan fondasi ekonomi nasional untuk tetap melaju di jalur ekspansi. Realisasi produk domestik bruto (PDB) yang masih solid yakni 4,94% (year-on-year/YoY) pada kuartal III/2023 dan proyeksi pertumbuhan sepanjang tahun di atas 5% pun menjadi modal kuat untuk menangkis efek eksternal.Tak hanya itu, beberapa aktivitas penunjang PDB pun terpantau masih akseleratif. Di antaranya optimisme konsumen, tingkat inflasi, hingga geliat manufaktur nasional. Presiden Joko Widodo, dalam Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024 di Jakarta kemarin, Jumat (22/12), menyatakan optimistis terhadap outlook perekonomian Indonesia 2024.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal kuat baik dari sisi ekonomi maupun politik. Misalnya, pertumbuhan ekonomi yang masih di kisaran 5% atau lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global yang hanya 2,9%. Kemudian, inflasi indeks harga konsumen (IHK) di angka 2,86% atau masih di bawah tingkat inflasi global sebesar 7,2%. Di samping itu, Kepala Negara mengatakan beberapa indikator lain menjadi alasan di balik optimisme pemerintah, seperti naiknya tingkat penyerapan tenaga kerja nasional, yakni 4,5 juta orang dari Agustus 2022 ke Agustus 2023. Dari sisi makro fiskal, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terpantau sehat dan tetap menjadi alat negara untuk memaksimalkan ekspansi pada tahun depan.Apalagi, Indonesia tercatat sebagai satu dari sedikit negara yang mampu menjaga penyehatan fiskal lebih cepat dibandingkan dengan yurisdiksi lain.Hal itu ditandai dengan outlook defisit APBN yang berada di bawah 3% terhadap PDB, baik dalam prognosis tahun ini maupun APBN 2024. Tak pelak, International Monetary Fund (IMF) pun mencatat sebanyak 96 negara mengalami kondisi perekonomian yang buruk sehingga menjadi pasien dari lembaga pendanaan global tersebut. Kepala Negara masih khawatir mengenai harga komoditas, yang dilatarbelakangi oleh ketidakpastian global dan konflik di Timur Tengah. Salah satu dampaknya adalah lonjakan harga minyak dunia. Kekhawatiran Presiden juga terletak pada komoditas pangan, terlebih akibat dampak Super El Nino.
Dalam forum yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa sepanjang 2023 dinamika global menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi domestik. Risiko lain yang tengah diwaspadai adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi China yang dapat mengganggu rantai pasok global, mengingat negara tersebut merupakan mitra dagang utama banyak negara. Merespons hal itu, pemerintah pun menyiapkan tiga siasat untuk memacu mesin ekonomi lebih tinggi agar mampu tumbuh sebesar 5,2% pada tahun depan.Pertama, mesin ekonomi konvensional yang perlu direvitalisasi dan diperbesar kapasitas nya sehingga terjadi peningkatan produktivitas yang tinggi. Kedua, memantik mesin ekonomi baru yang nantinya berfungsi sebagai akselerator pertumbuhan di masa depan. Ketiga, menyempurnakan mesin ekonomi Pancasila, yaitu mesin ekonomi yang berkeadilan.
Dari sisi fiskal, pemangku kebijakan juga telah memasang kuda-kuda yang kuat, yakni melalui kesiapsiagaan APBN dalam rangka merespons seluruh dinamika dan rambatan efek dari ketidakpastian global.Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga hadir dalam forum tersebut, mengatakan kebijakan fiskal pada tahun depan akan berfokus menjaga permintaan di dalam negeri.
Secara konkret, pemerintah akan menjaga daya beli dari seluruh lapisan masyarakat, terutama kelas bawah dan menengah yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap dampak kenaikan harga minyak dan pangan.
Dari sisi fiskal, beban negara bakal berkurang dengan terpangkasnya biaya penarikan pinjaman. Apalagi, saat ini porsi kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) oleh investor domestik jauh lebih tinggi.
Merayakan Pesta Saham Hoki di Perheletan Nataru
Perusahaan Baterai Asal China Investasi Sebesar US$ 420 Juta
Laju Emiten Perkapalan Masih Lincah Berlayar
Roadmap Industri Asuransi Tahun 2024
Klub Taipan Paling Cuan Sejagat Raya
Tahun 2023 membawa hoki dan cuan selangit bagi sejumlah taipan dunia. Pasalnya, di tahun kelinci air ini, kekayaan beberapa miliarder dunia semakin gendut. Hal tersebut tidak terlepas dari menguatnya pasar saham di seluruh dunia. Efeknya, harga saham-saham perusahaan milik para taipan melambung tinggi. Menurut laporan Forbes 15 Desember 2023, menguatnya pasar saham sepanjang tahun ini, menyebabkan lebih dari separuh dari 2.568 miliarder di dunia, bertambah tajir. Forbes mencatat, ada 10 taipan dunia yang memperoleh keuntungan terbesar tahun ini. Total harta kekayaan 10 taipan tersebut bertambah sekitar US$ 490 miliar atau sekitar Rp 7.580 triliun. Yang menarik, tujuh dari 10 miliarder yang aset kekayaannya bertambah di tahun ini adalah pemilik perusahaan di sektor teknologi seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Nvidia, Tesla, dan Meta. Padahal, di sepanjang tahun 2022 lalu, saham-saham perusahaan teknologi dunia hancur lebur. Dalam catatan Forbes, saham teknologi pada 2022 turun lebih dari 30%. Tapi, itu cerita tahun lalu, Kini, tahun 2023 menjadi tahun kebangkitan bagi saham-saham teknologi, khususnya di AS. Forbes mencatat, indeks Nasdaq Composite yang sarat teknologi melonjak 42%, hampir dua kali lipat kenaikan indeks S&P 500 sebesar 23%. Tak pelak, lonjakan saham bersandi TSLA itu menambah kekayaan sang pemilik perusahaan, yakni Elon Musk.
Catatan Forbes, hingga Jumat (22/12), total kekayaan Elon Musk mencapai US$ 255,6 miliar atau setara Rp 3,95 kuadriliun. Aset kekayaan Musk bertambah sekitar US$ 109,1 miliar dari posisi awal tahun sebesar US$ 146,5 miliar.
Keuntungan besar dari lonjakan saham perusahaan juga dinikmati Mark Zuckerber, pemilik Facebook dan Meta Platforms. Pada penutupan bursa Nasdaq kemarin, saham berkode META ini US$ 354,09, naik hampir tiga kali lipat dari awal tahun ini di posisi US$ 124,74 per saham.
Chairman And Founder Amazon, Jeff Bezos juga masuk daftar Forbes sebagai taipan dunia yang meraih keuntungan besar pada tahun 2023. Ini terlihat dari lonjakan aset Bezos yang mencapai US$ 68,8 miliar menjadi US$ 176,1 miliar per 22 Desember 2023 dibandingkan awal tahun yang masih US$ 107,3 miliar.
Eloknya, dari 10 taipan peraih keuntungan tertinggi di tahun ini, ada dua taipan yang berasal dari luar AS. Yakni, taipan petrokimia dan energi asal Indonesia Prajogo Pangestu dan pengusaha Spanyol pemilik bisnis ritel fesyen Zara, Amancio Ortega.
Masih mengutip laporan Forbes, per 22 Desember 2023, total kekayaan Prajogo Pangestu telah menembus angka US$ 55,1 miliar atau setara Rp 853 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun 2023 dengan nilai aset kekayaan sebesar US$ 4,9 miliar, maka penambahan kekayaan Prajogo bertambah US$ 50,2 miliar atau sekitar 777,29 triliun. Wow!
Kinerja saham perusahaan baru Prajogo juga tidak kalah moncer. Sebut saja saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). BREN mencatatkan saham perdana di bursa saham pada 9 Oktober 2023. Harga IPO BREN saat itu berada di harga Rp 780 per saham.
Sementara orang terkaya nomor dua di Indonesia ditempati oleh Low Tuck Kwong pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan total kekayaan sebesar US$ 27,6 miliar. Sementara Budi Hartono dan Michael Hartono masing masing berada di urutan nomor ketiga dan keempat.
DILD Menambah Porsi Rumah Tapak
Emiten saham properti, PT Intiland Development Tbk (DILD), berniat untuk memperbesar proyek hunian rumah tapak atau landed house. DILD akan memanfaatkan sekitar 75% bank tanah atau landbank miliknya yang seluas 2.000 hektare (ha) untuk pengembangan proyek rumah tapak. Direktur DILD, Archied Noto Pradono mengatakan, ada sejumlah proyek hunian rumah tapak yang akan dikembangkan di tahun depan oleh perusahaan ini. Salah satunya adalah peluncuran klaster baru di Serenia Estate yang berlokasi Jakarat Selatan. "Rencananya kami luncurkan pada semester I-2024," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (21/12). Namun demikian, segmen properti di segmen pasar menengah atas atau upper market bakal lebih landai di 2024. Pasalnya, di tahun politik banyak customer atau investor yang cenderung wait and see. Hingga saat ini, DILD masih memiliki sejumlah proyek eksisting yang masih berjalan. Antara lain Serenia Hill Estate, Talaga Bestari, Graha Natura, Batang Industrial park, dan Ngoro Industrial.
Sampai dengan September 2023, DILD telah merealisasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 825 miliar dari total alokasi capex sebesar Rp 1 triliun. Properti residensial tapak masih menjadi penopang utama kinerja marketing sales DILD hingga kuartal III 2023. Perolehan marketing sales dari segmen ini tercatat sebesar Rp 348,7 miliar hingga kuartal III-2023. Sekretaris Perusahaan DILD, Theresia V. Rustandi menyatakan, marketing sales segmen residensial tapak ini berasal dari penjualan Serenia Hills, Talaga Bestari, Graha Natura, Magnolia Residence dan South Grove. "Segmen kawasan industri mencatatkan marketing sales dengan total Rp 94,3 miliar dari penjualan kavling industri di Kawasan Industri Batang dan gudang di Aeropolis Technopark," ungkap Theresia. DILD optimistis, tren positif yang terjadi di pasar properti sepanjang tahun 2023 akan semakin membaik jelang akhir tahun ini. DILD berharap, penghujung tahun ini menjadi momentum pemulihan bagi pasar properti nasional sekaligus meningkatnya daya serap pasar.









