INFRASTRUKTUR PERDAGANGAN : 31 Pasar Direhabilitasi 2024
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bakal membangun 31 pasar pada tahun depan setelah sukses menyelesaikan pembangunan atau rehabilitasi 29 pasar.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal itu merupakan program kerja selama pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, pembangunan/rehabilitasi pasar dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh).
Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, dari 2015 hingga 2023, tercatat Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan pasar sebanyak 29 pasar. “Akan dilanjutkan pada 2024 sebanyak 31 pasar,” kata Diana.
Pada Tahun Anggaran (TA) 2023, salah satu pasar yang telah selesai dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah Pasar Mardika Maluku.
Kepala BPPW Maluku Reza Rizka Pratama mengatakan pembangunan Pasar Mardika merujuk pada Peraturan Menteri PUPR No. 2 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung Hijau.
DKI: Relaksasi Biaya Sewa Rusun sampai Juni 2024
Pemprov DKI Jakarta menggratiskan biaya sewa rumah susun
sederhana sewa atau rusunawa hingga Juni 2024. Payung hukum terkait penundaan
penerapan tarif sewa rusun itu masih disiapkan. Penarikan biaya sewa rusun
secara otomatis melalui autodebet Bank DKI untuk Desember ini dialihkan untuk
pembayaran Juli 2024. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan menormalkan biaya
sewa rusun setelah gratis selama pandemi Covid-19. Keputusan ini tercantum
dalam Pergub No 36 Tahun 2023 tentang Pemberian Penghapusan Sanksi
Administratif Berupa Bunga Terlambat Bayar kepada Wajib Retribusi dalam Rangka
Pemulihan Ekonomi Pascapandemi Covid-19, yang diundangkan 14 November 2023 dan
berlaku mulai 21 November 2023. Tapi, kebijakan menormalkan biaya sewa rusun itu
dikeluhkan sejumlah penghuni yang rata-rata berpendapatan rendah.
Seiring keluhan penghuni rusun, Pemprov DKI Jakarta dan
Komisi D DPRD DKI Jakarta, dalam rapat kerja yang berlangsung pekan lalu,
sepakat menggratiskan biaya sewa rusun hingga Juni 2024. Pj Gubernur DKI
Jakarta Heru Budi Hartono memastikan hal tersebut, Minggu (24/12) malam. Biaya
sewa rusunawa gratis hingga Juni 2024 sesuai permintaan warga karena kondisi
ekonomi belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. ”Retribusi rusun
tidak ditarik dulu. Sudah dipenuhi seperti permintaan masyarakat. Relaksasi
sampai tahun depan,” ujar Heru. Kepala Unit Pengelola Rusunawa II Marunda,
Jakut, Uye Yayat Dimiati menyatakan belum memulai sosialisasi kepada 2.352
keluarga yang menempati 24 blok rusun karena masih menunggu aturan hukum
penundaan penerapan tarif sewa rusun. ”Penundaan retribusi belum dijalankan
karena harus ada aturan legalnya. Otomatis pembayaran autodebet bulan ini juga
berjalan. Nanti kami sesuaikan pembayaran itu dengan aturan legalnya,” kata
Uye, Senin (25/12). (Yoga)
Capres Kembali Sapa Pemilih di Wilayah Basis Dukungan
Ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden
kembali menyapa pemilih di wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi penyumbang
suara. Daerah-daerah itu, antara lain, menjadi basis suara partai politik
pengusung, basis suara pada pemilu presiden sebelumnya, dan memiliki kantong-kantong
komunitas pendukung yang kuat. Pada Sabtu-Senin (23-25/12) pasangan calon presiden
dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar,
memulai kampanye di Jateng. Muhaimin berkampanye di Kudus, Demak, Kabupaten
Semarang, dan Kota Semarang, sedangkan Anies berkampanye di Brebes, Kabupaten
Semarang, Kota Semarang, dan Rembang. Anies-Muhaimin juga mendapatkan dukungan pengasuh Popes Lirboyo,
Kediri; Ponpes Al Falah Ploso, Kediri; Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo,
Magelang; dan Ponpes Ma’hadul ’Ulum Asy-Syar’iyyah Rembang.
Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, berkampanye
pula di Jateng, khususnya di SoloRaya. Ganjar menghadiri apel siaga kader PDI-P
di Surakarta, Minggu (24/12). Mantan Gubernur Jateng itu juga menggelar
pertemuan dengan tim pemenangan cabang, calon anggota legislatif, partai
koalisi, dan sukarelawan se-Sragen, Senin (25/12). Calon presiden-calon wakil
presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, tidak melakukan
kampanye dua hari terakhir. Seusai debat cawapres, Gibran berkampanye di DKI
Jakarta dan Manado, Sabtu (23/12). Sementara itu, Prabowo diagendakan kampanye
di Aceh, Selasa (26/12), salah satu wilayah yang memenangkannya di Pilpres
2019. Dalam pidatonya di Sragen, Ganjar meminta pendukungnya untuk
mempertahankan suara pemilih di Solo Raya guna mendukung kandidat yang diusung
PDI-P. Seluruh pengurus, kader, dan simpatisan diminta mengunci ”kandang
banteng” bersama parpol koalisi.
Pada Pemilu 2019, PDI-P menjadi parpol pemenang di Jateng
dengan raihan 5,8 juta suara, diikuti PKB yang menempati urutan kedua dengan
raihan 2,7 juta suara. Anies mengatakan, suara pemilih Jateng tak hanya didominasi
satu parpol. PKB yang menjadi salah satu parpol pengusung Anies-Muhaimin (AMIN)
juga memiliki kekuatan yang tak kalah dengan PDI-P di Jateng karena berada di
urutan kedua. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Juri Ardiantoro, mengatakan, semua daerah ingin
dikunjungi karena memiliki prioritas yang sama. Namun, ada keterbatasan waktu
kampanye yang singkat dan tugas negara yang masih dijalankan Prabowo-Gibran. (Yoga)
”Sek-sek”... Kami Hidup dan Berguru dari Tenun
Tenun tidak hanya menopang ekonomi, tetapi juga jadi
pegangan hidup warga Pringgasela Selatan. Pada motif indahnya tersirat pesan
kehidupan yang berharga. Tonggak budaya itu terus diwariskan secara
turun-temurun dan dijaga bersama-sama. Kalimat ”Mun Ndek Ta Belajar Lekan
Nengka, Punah Tenun Ta” (jika tidak belajar dari sekarang, punah tenun kita)
tertulis pada spanduk di dinding rumah di Dusun Gubuk Lauk, Desa Pringgasela
Selatan, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (17/12). Di bawahnya, Halwa (10) dan
belasan anak perempuan antusias belajar menenun. Suara ”sek-sek” yang terdengar
saat Halwa mengentakkan belida bercampur riuh suara anak-anak. Ada yang
berdiskusi dengan teman, bertanya kepada guru, hingga mencoba berbagai proses
menenun. Para guru yang juga petenun senior dengan sabar mendampingi, jika ada
kesalahan, mereka memberi solusi dan menunjukkan teknik yang benar. Sekolah
tenun itu diinisiasi oleh Kelompok Nina Penenun (perempuan petenun) sejak 2017.
”Tak mungkin orang-orang tua yang umurnya sudah 60-70 tahun
terus kita harapkan untuk menenun. Jadi, kalau bukan dari kita yang regenerasi,
tenun ini tidak ada yang meneruskan, pasti akan punah,” kata Sri Hartini (45),
Kepala Sekolah sekaligus Ketua Kelompok Nina Penenun Pringgasela Selatan. Saat ini,
sudah ada 25 siswa di Sekolah Tenun Kelompok Nina Penenun. Mereka adalah
anak-anak Pringgasela Selatan yang rata-rata masih duduk di bangku SD hingga
SMP. Sekolah tenun berlangsung dua kali seminggu dari pukul 14.00 sampai 17.00.
Saat ini, ada 700 petenun di desa yang berada 40 km timur Mataram, ibu kota
NTB, itu. ”Saya sedang menenun ragi (motif) Bayanan,” kata Raehan (48), warga
Gubuk Lauk, Pringgasela Selatan, Selasa siang.
Selain menenun sendiri, petenun di Pringgasela Selatan mulai
tergabung dalam Kelompok Nina Penenun yang dibentuk sejak 2017. Berkat kelompok
ini, mereka semakin mendapat akses ke pasar sehingga produk mereka semakin
bernilai. Sebelumnya, mereka harus melepas tenunnya dengan harga murah karena
kebutuhan hidup. Bahkan sampai terjerat rentenir. Harga tenun bisa jatuh hingga
Rp 150.000 per lembar. Kini, tenun mereka bernilai Rp 400.000 hingga jutaan
rupiah per lembar. Pesan kehidupan yang tergambar di motif tenun Pringgasela
Selatan adalah warisan berharga yang harus dijaga, sama seperti menjaga tenun
itu sendiri. Ini adalah ikhtiar agar tenun Pringgasela Selatan yang menjadi
sumber ekonomi dan pegangan hidup tidak punah. Dari tenun, mereka hidup dan
berguru. (Yoga)
Bersama Menjaga Perayaan Natal
Berbagai organisasi kemasyarakatan dilibatkan menjaga
keamanan perayaan Natal. Kolaborasi diperkuat untuk kenyamanan dan perayaan
Natal 2023. Di Gereja Katedral, persiapan perayaan Natal mendekati final, Sabtu
(23/12). Ruang utama gereja telah disterilkan. Pengunjung atau turis tidak
diizinkan masuk gereja. Aparat gabungan dari Mabes Polri, Polres Metro Jakpus,
dan Polsek Sawah Besar mulai berjaga. Dua anjing pelacak dikerahkan menyisir kompleks
Gereja Katedral dan sekitarnya. Posko pengamanan Natal dibangun tepat di depan gerbang
utama Masjid Istiqlal. Titik terluar pengamanan berada di jalan-jalan utama sekitar
Gereja Katedral. Aparat kepolisian bersiaga bersama TNI dibantu petugas Satpol
PP DKI Jakarta. Pengamanan Gereja Katedral juga melibatkan pengurus Masjid
Istiqlal. Kepala Bidang Ri’ayah Masjid Istiqlal Ismail Cawidu menuturkan, lahan
parkir Masjid Istiqlal juga bakal disiapkan untuk menampung kendaraan jemaat gereja.
Selanjutnya, jemaat akan dibantu oleh petugas keamanan gabungan untuk
menyeberang jalan. Setidaknya 700 mobil bisa ditampung.
Tidak hanya pengurus masjid, Banser Nahdlatul Ulama (NU)
hingga pemuda karang taruna pun ikut menjaga. Kepala Satuan Koordinasi Nasional
Banser NU Hasan Basri Sagala mengatakan, Banser menyiapkan 10.000 personel
untuk mengamankan tempat-tempat ibadah. Ia yakin jumlah itu bakal bertambah. mengamati
potensi gangguan sekaligus berkoordinasi dengan polisi, TNI, dan organisasi kemasyarakatan
(ormas) lain. ”Kalau terdapat kemungkinan pertikaian atau kerusuhan, tentu jadi
pertimbanganuntuk menurunkan personel,” kata Hasan. Menurut Ketua Umum Karang
Taruna Nasional Didik Mukrianto, para personel karang taruna di Indonesia dilibatkan
dalam pengamanan perayaan Natal di semua daerah di Indonesia. Dengan kesadarannya,
lanjut Didik, karang taruna selalu hadir dan berpartisipasi untuk menjaga
kelancaran ibadah.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
Pendeta Gomar Gultom mengungkapkan, gambaran toleransi dalam mengamankan Natal
merupakan keindahan yang berlanjut. Hal itu sesuai dengan tema Natal 2023,
yakni ”Kemuliaan bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi”. Menurut Gomar,
partisipasi sejumlah ormas dalam perayaan Natal merupakan wujud toleransi yang
nyata. ”Peristiwa Natal sebenarnya mengajarkan kepada kita untuk menjalin dan merekatkan
hubungan dengan orang lain, termasuk juga dengan umat beragama lain,” ucap Gomar.
Di Gereja Katedral, perayaan misa malam Natal 2023 akan diselenggarakan pada
Minggu (24/12) dan digelar tiga sesi, yaitu pukul 16.30, 19.00, dan 21.30. Jemaat
bisa mengikuti misa di Gereja Katedral dalam dua bagian, yaitu mengikuti misa di
dalam gedung utama gereja serta di luar gedung. Umat pun harus registrasi
secara daring untuk duduk di dalam gedung gereja. (Yoga)
Ketika Pringgasela Selatan Bangkit dari Tidur
Setelah puluhan tahun tertidur, Desa Pringgasela Selatan
bangkit. Lewat tangan-tangan anak mudanya, berbagai kekayaan yang dulu pernah
terkubur dibangunkan lagi untuk kembali ke identitas sejati warga sebagai
penjaga budaya. Pringgasela Selatan berada di kaki Gunung Rinjani yang subur.
Masyarakatnya mayoritas petani dengan hasil panen tiga kali setahun. Kekayaan
yang melimpah cukup bagi warga untuk hidup sejahtera. Kenyataannya, desa yang
berada di Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, NTB, ini lebih kaya dari itu.
Desa yang dihuni tiga trah besar, yakni Tanaq Gadang, Sumbawa atau Rempung, dan
Masbage, ini memiliki sejarah dan tradisi kuat. Nizar Azhari (39), pemuda asli
Pringgasela Selatan yang mengenyam pendidikan di Yogyakarta, menemukan kisah
ini saat menggali kembali kekayaan lokal desanya. Nizar adalah daya desa atau
pendamping kebudayaan desa. Ia dan kawan-kawannya dari daya warga dengan
dukungan Kemendikbudristek mencoba menggali kisah lalu Pringgasela Selatan.
Pringga berarti prajurit, Sela berarti batu atau bisa berasal dari kata
Selaparang, nama kerajaan di Lombok.
Leluhur desa ini, lanjut Nizar, dikenal sebagai penjaga,
tetapi bukan penjaga kerajaan, melainkan tanah tempat hidup mereka. Mereka
melawan berbagai invasi, termasuk penjajah yang hendak menguasai wilayah itu.
Kisah heroik mereka diabadikan di sebuah tugu penanda jalan desa. Kuda-kuda
pacu jadi warisan yang pernah ada di desa-desa tersebut. ”Dulu ada banyak kuda
di sini. Setelah kami pelajari sejarah desa, kuda-kuda itu ternyata bagian dari
pasukan kavaleri desa,” kata Nizar. Sayangnya, keberadaan kuda-kuda kavaleri
itu sudah hilang tergeser alat transportasi lain. Pringgasela Selatan juga memiliki
tradisi blanjakan atau bertarung di tengah sawah berlumpur seusai panen padi. Blanjakan
mengandalkan ketangkasan adu kaki, mirip olahraga muay thai. Dari
kepingan-kepingan sejarah itu, para pemuda desa mencoba untuk merekonstruksi
kekayaan lampau mereka. Mereka menemukan musik sejenis gamelan yang dikenal dengan
nama klenang nunggal.
Amak Maisur, sesepuh Pancur Kopong yang ahli bermusik dan sesepuh
lain merangkai melodi menjadi alunan gending dari 23 klenang yang berhasil ditemukan.
Tenun Pringgasela tetap terawetkan hingga kini. Masih ada 600-700 penenun di
Desa Pringgasela Selatan. Temuan-temuan lama dan berbagai kekayaan budaya itu
diangkat dalam Festival Dongdala atau pelangi yang digelar 19-21 Desember.
Festival ini membangkitkan kebanggaan warga Pringgasela Selatan akan kekayaan
budaya mereka. Puncak festival yang berupa pawai Nyiru Jaja Bejangkongan, Rabu
(20/12) mergambarkan semanga warga berpartisipasi dalam mengangkat kekayaan
budayanya. Ribuan orang tanpa diminta turut datang mengikuti pawai memakai baju
terbaiknya untuk tampil. Nizar dan rekan-rekannya masih punya banyak pekerjaan rumah.
Hingga kini, proses temu dan kenali kebudayaan Pringgasela Selatan masih
berjalan, begitu pula pengembangan dan pemanfaatannya. Mereka tak hanya
menggali, tetapi juga menjaga budaya desanya. Jika berhasil, Pringgasela Selatan
bisa menjadi desa yang mandiri dan berdaya. (Yoga)
Menunggu Suara Peluit di Pasar Barter Wulandoni
Suatu pagi pertengahan Agustus 2023 di Lamalera. Matahari
mulai naik saat perjalanan sejauh 7 km melewati jalan rusak menyisir jalan di
pinggir pantai menuju Pasar Barter Wulandoni, Kabupaten Lembata, NTT. Puluhan
pedagang dari pegunungan mempersiapkan dagangan berupa hasil bumi, seperti
pisang, singkong, umbi-umbian hutan, kacang-kacangan, dan jagung. Sementara
istri-istri nelayan mempersiapkan ikan segar di ember plastik. Sebagian
menggelar ikan belelang, ikan kering yang berbentuk seperti gelang yang terbuat
dari paus, lumba-lumba, ataupun pari manta. Lapak beton yang melingkar mulai
penuh terisi dagangan. Kosmas Dua (64) ditemani seorang petugas linmas mulai
memungut retribusi berupa sedikit hasil bumi dan ikan asin. Retribusi yang
dimasukkan ke karung tersebut akan dilelang setelah penutupan pasar untuk kas
desa. Kosmas mengitari pasar, memastikan semua pedagang sudah siap. Tepat pukul
10.00, peluit ditiup.. pritttt, prittttt.
Suara peluit dijadikan penanda kegiatan pasar barter bisa
dilakukan. Istri nelayan menyerbu lapak, menukar ikan dengan hasil bumi.
Tawar-menawar hanya menunjukkan barang. Kalau kesepakatan pertukaran disetujui
bersama, maka barang akan segera berganti pemilik. Pasar Wulandoni hanya buka
sepekan sekali setiap hari Sabtu. Pasar barter terbesar di Pulau Lembata yang
sudah ada sejak tahun 1830-an ini mempertemukan orang-orang pesisir dan
pegunungan yang saling membutuhkan. Semua hasil barter untuk kebutuhan hidup
sehari-hari, bukan untuk dijual kembali. Pasar barter tak hanya ajang menukar
barang. Selain memangkas rantai pasok, pasar juga mempertemukan dan
mengakrabkan orang-orang pesisir yang sebagian besar Muslim dan orang-orang
gunung yang mayoritas Kristen. Pasar Barter Wulandoni melibatkan warga dari
puluhan kampung yang tersebar dan lebih dari 100 orang dalam transaksi barter
tiap hari Sabtu. (Yoga)
NATAL BERSAMA KELUARGA, SEDERHANA DAN BERMAKNA
Pilihan aktivitas masyarakat untuk merayakan libur Natal dan
Tahun Baru terekam dalam hasil jajak pendapat Kompas 7-9 Desember. Hasilnya,
berkumpul bersama keluarga menjadi kegiatan favorit pengisi libur akhir tahun.
Pengumpulan pendapat dilakukan melalui telepon. Sebanyak 514 responden dari 34
provinsi berhasil diwawancara. Tim Litbang memilih responden secara acak sesuai
proporsi jumlah penduduk di tiap provinsi. Menggunakan metode ini, pada tingkat
kepercayaan 95 %, margin of error penelitian ± 4,35 % dalam kondisi penarikan
sampel acak sederhana. Sebagian besar responden (34,1 %) berencana menjalani
momen Natal ber sama keluarga. Salah satu agenda yang disiapkan ialah menonton
acara hiburan khusus.
Sebanyak 5,1 % responden berencana berlibur ke luar kota
atau ke tempat wisata di sekitar tempat tinggal mereka. Pilihan untuk merayakan
libur Natal dengan sederhana ini terjadi merata di masyarakat, baik yang
tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kesederhanaan dalam merayakan Natal
juga tercermin dari biaya yang disiapkan oleh masyarakat. Sekitar 22 % responden
menyiapkan dana di bawah Rp 1 juta untuk merayakan Natal. Namun 12 % responden
menyiapkan biaya cukup besar hingga di atas Rp 3 juta. Pilihan publik merayakan
Natal dan akhir tahun bersama keluarga dalam momen kesederhanaan tidak lepas
dari tekanan situasi ekonomi. Kenaikan harga barang-barang, terutama bahan
kebutuhan pokok, membuat publik menghitung ulang dampak daya belinya. (Yoga)
MUDIK GRATIS, LEBIH HEMAT DAN AMAN
Di tengah tingginya harga sejumlah moda transportasi, mudik
gratis menggunakan bus menjadi solusi bagi warga saat libur Natal dan Tahun
Baru. Selain lebih hemat, juga lebih aman. Penumpang pun bisa pulang dengan
tenang. Lebih dari seribu warga memadati Terminal Kampung Rambutan, Jaktim,
Sabtu (23/12). Ada yang mengangkut barang hingga menggendong bayi. Hari yang terik
tidak jadi masalah. Mereka tetap bahagia karena mudik tanpa biaya. Salah satu
penumpang yang senang dengan program Kemenhub ini adalah Novi Herawati (42). Ia
akhirnya bisa berlibur sekaligus mudik bersama kedua anaknya ke Surakarta, Jateng;
dan Yogyakarta. Karyawan swasta di Jakarta ini nyaris tidak jadi pulang kampong
karena kehabisan tiket kereta api. Pesawat tidak jadi opsi lantaran harganya
terlalu tinggi, bisa Rp 1 juta per orang. Dengan kedua anaknya, setidaknya ia
harus menyiapkan Rp 3 juta. Ia mencoba mendaftar program mudik gratis dengan mengakses
aplikasi Mitra Darat dari Kemenhub. ”Saya coba pantengin (ikuti) dari Jumat
(15/12) sambil berharap ada kuota tersisa meskipun tulisannya habis. Akhirnya
dapat Senin (18/12) malam. Anak-anak langsung bilang, ’yeay, kita jadi pergi’,”
cerita Novi.
Program itu turut meringankan biaya Sohibah (48), peserta mudik
gratis lainnya. Penjual ayam krispi di Depok, Jabar, ini akhirnya bisa pulang ke
Wates, Kabupaten Kulon Progo, Jateng Ia bersama suaminya, Subarna (49), dan dua
putranya. Menurut rencana, ia naik bus ke Yogyakarta lalu menggunakan kendaraan
lainnya ke Wa-tes. ”Kami hendak menengok orangtua saat libur Natal dan Tahun
Baru ini. Kalau tidak ada mudik gratis, mungkin kami tidak akan pulang.
Apalagi, rombongan kami banyak,” katanya. Jika memakai bus berbayar, biayanya
bisa lebih dari Rp 800.000 untuk empat orang, belum termasuk belanja selama perjalanan
12 jam. Menurut dia, persyaratan ikut mudik gratis relative mudah. Ketentuannya
adalah mengisi biodata, KTP, tujuan, dan terminal keberangkatan, serta
melakukan validasi sebelum berangkat. Sohibah, dan Novi adalah sebagian dari
1.024 penumpang yang berangkat memakai 27 bus gratis di Terminal Kampung
Rambutan. Sebanyak 2.473 penumpang juga mengikuti mudik gratis dengan 63 bus
dari Terminal Terpadu Pulo Gebang ke sejumlah daerah di Jawa. Kemenhub juga memberangkatkan
dua truk untuk mengangkut 90 sepeda motor pemudik, Jumat (22/12), dari Terminal
Pondok Cabe, Tangsel, ke Solo dan Yogyakarta. Pemudik dapat mengambil sepeda
motornya di kantor dinas perhubungan setempat. ”Kegiatan dengan tema ’Transportasi
Aman Liburan Nyaman’ ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecelakaan lalu
lintas, khususnya bagi sepeda motor dan mengurangi kepadatan lalu lintas di
jalan,” ujar Inspektur 1 Irjen Kemenhub Amin Hudaya. (Yoga)
”Pesta Rasa” di Ujung Lidah Bersama RujakNatsepa dan Ikan Asar Pantai Maluku
Pantai Natsepa berada di kawasan Suli, Kabupaten Maluku
Tengah, terkenal sebagai tujuan wisata. Sepanjang jalan dekat pantai ini,
berdiri puluhan kios, menawarkan buah dan kudapan rujak Natsepa yang jadi
kudapan wajib dinikmati di pinggir pantai. Rujak natsepa berisi potongan nanas,
mangga, jambu diguyur saus kacang yang dicampur gula aren, tapi ada yang beda
dengan rujak ini. Pada Rabu (20/12) Ellen Sitanala (42), salah satu penjual,
mengatakan, pembeda utama rujak asal Maluku ini adalah buah tomi-tomi (Flacourtia
inermis) atau lobi-lobi. Rasa kecut dari tomi-tomi menambah kekayaaan rasa
rujak natsepa. Rasa manis mangga ditambah rasa asam tomi-tomi bikin mata ”merem
melek”. Rujak Natsepa juga menggunakan pala dan cengkeh di dalam sambal. Ivona
Tanlain (26), pengunjung Pantai Natsepa asal Langgur, Maluku Tenggara,
menjelaskan, rujak natsepa menjadi salah satu kesukaanya karena berbeda dengan
rujak lain yang hanya mengandalkan manis dan pedas saja. Harganya terjangkau di
kisaran Rp 20.000-Rp 30.000 per porsi. Ke Pantai Natsepa, pelancong bisa
menggunakan transportasi umum atau daring, dari Bandara Internasional Pattimura
dapat ditempuh dalam 20-30 menit.
Selain mencicipi kudapan, Ikan asar jadi favorit di Ambon.
Makanan berbahan dasar ikan cakalang atau tuna ini merupakan ikan yang diasap hingga
kering di atas kayu bakar selama 2-3 jam. Lamanya proses pengasapan untuk
menurunkan kadar air sehingga tekstur ikan menjadi kering tetapi tetap empuk di
bagian dalam. Penjual ikan asar, Stela Sopacua (45), menyebut, kadar air yang
hilang dari ikan membuat makanan ini bisa bertahan 3-4 hari atau bisa lebih
lama apabila disimpan di lemari pendingin. Makanan ini lezat disantap langsung.
Pengunjung juga bisa hanya membeli sambal atau bumbu lainnya. ”Dimakan langsung
sudah enak, tanpa bahan pengawet,” ucap Stela yang berjualan di kawasan Pusat
Oleh-oleh Galala, Ambon, Maluku. Harga ikan asar bervariasi sesuai ukuran dan harga
beli ikan di pasar. Jika ikan sedang murah, satu ikan Asar dijual mulai Rp 90.000
hingga Rp 100.000 per porsi, atau Rp 30.000 per potong. Wisatawan bisa membeli ikan
asar di Pusat Oleh-oleh Galala, Ambon, ataupun di kawasan Batu Meja, Ambon.
Jarak tempuh dari tengah Kota Ambon ke dua lokasi ini hanya 5-10 menit. Ikan
ini jadi oleh-oleh karena bisa bertahan beberapa hari. (Yoga)









