Kunjungan Wisman Mencapai 9,49 Juta
Prospek Cerah Pasar Modal 2024
Di pengujung tahun 2023, pasar modal Indonesia mampu
menunjukkan ketahanannya di tengah badai ketidakpastian ekonomi dan politik.
Banyak negara menderita inflasi tinggi karena gangguan rantai pasok dan
geopolitik negara-negara pemasok energi di tengah perang Ukraina-Rusia. AS
mengalami kenaikan inflasi hingga 9,1 % pada Juni 2022. Kenaikan inflasi
dikendalikan dengan terus menaikkan suku bunga acuan, yang perlahan menurunkan
inflasi menjadi 3,1 % pada November 2023. Namun, situasi itu membuat banyak negara,
termasuk Indonesia, harus ikut menaikkan tingkat suku bunga sehingga masyarakat
menahan belanjanya. Sejak Agustus 2022 hingga Oktober 2023, Indonesia menaikkan
suku bunga acuan 250 basis poin dari 3,5 % menjadi 6 %. Konflik geopolitik dan
ketidakpastian ekonomi global juga melemahkan nilai tukar rupiah terhadap
dollar AS. Sejak triwulan akhir 2022 hingga 2023, kurs rupiah berada di kisaran
Rp 15.000-Rp 15.800.
Situasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal, yang menjadi indikator kinerja industri
dan perdagangan dalam negeri. Perbaikan pascapandemi yang terjadi tahun 2021
sampai 2022 harus tertahan di 2023. Rapor IHSG merah karena hanya naik turun di
level 6.500-6.900 sampai November 2023. Menghijau Namun, pada pengujung tahun
2023, IHSG melawan pukulan-pukulan tersebut dengan kembali menembus posisi 7.000.
Pada Jumat (22/12) IHSG ditutup menguat 0,39 % di posisi 7.237. Indeks harga 7
dari 11 sektor emiten yang tercatat di Bursa Efek Jakarta meningkat secara
moderat. Banyak analisis mengatakan, kebangkitan ini terkait faktor kunci,
yakni asumsi berhentinya tren kenaikan suku bunga lewat sinyal yang diberikan
AS melalui bank sentralnya, The Federal Reserve (The Fed). BI pun kemungkinan
mengikutinya dan diprediksi bakal menurunkan suku bunga acuan 50-75 basis poin
di semester kedua 2024. Equity analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas
Krisna Ramadhani, mengungkapkan, ada beberapa faktor lain yang membuat pasar
modal mampu mempertahankan dirinya sehingga tidak terpuruk. Salah satunya
adalah tingkat inflasi Indonesia yang rendah. BI memproyeksikan inflasi tahunan
bisa terkendali di angka 3 plus minus 1 % pada 2023 dan 2,5 plus minus 1 % pada
2024. (Yoga)
Tol Laut, Kepastian Logistik untuk Penduduk Teras Negeri
Adi (42), buruh angkut kapal penumpang, senang karena kapal
tol laut / Kapal Logistik Nusantara 2 sepanjang 80 meter ini merapat kembali di
pelabuhan Tahuna, Selasa (28/11) pagi. ”Saya ini cuma buruh angkut kapal
penumpang, tetapi kalau kapal ini datang, saya tenang. Saya dengar kapal ini membawa
bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak tanah, gula, dan daging ayam. Jadi,
harga-harga barang di sini tidak jauh beda dengan yang di Bitung atau Manado,”
ujarnya. Bahkan, kehadiran tol laut ke Tahuna membawa perubahan. Adi melihat,
pedagang bahan pokok di sekitar Tahuna mulai menjamur dengan harga yang
bersaing, bahkan tidak jauh berbeda dengan harga di Sulawesi sebagai pulau
utama. Harga bahan pokok yang stabil ini setidaknya membuat Adi tidak perlu
terlalu khawatir di tengah kesulitan mencari penghasilan. ”Tadi pagi dapat
kurang dari 10 penumpang, jadi cuma Rp 100.000-an. Kalau harga naik tinggi,
saya lebih khawatir karena uang segitu kurang,” kata Adi.
Kapal yang dinakhodai R Sentot Adibowo (37) ini mengangkut 84
kontainer bahan pokok untuk Pelabuhan Tahuna, dan 18 kontainer untuk Pelabuhan
Nunukan, Kaltara. Barang pokok yang diangkut berasal dari Pelabuhan Tanjung
Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Makassar. Berdasarkan data Kemenhub, kapal dari
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dengan kode trayek H-1 ini
menempuh jarak 2.811 mil laut sekali putaran yang membutuhkan waktu
berhari-hari dan berteman sepi karena penghuni kapal hanyalah Sentot dan 18 kru
lainnya. Sasaran kapal kargo ini adalah daerah tertinggal, terpencil, terluar,
dan perbatasan (3TP) Indonesia. Pada tahun 2023, Kemenhub merilis 39 trayek
yang membentang dari Kepulauan Riau hingga Merauke, dan 11 trayek di antaranya
dikelola oleh Pelni. Bahan-bahan pokok yang didistribusikan ber-asal dari enam
pelabuhan pangkal, yakni Tanjung Priok, Tanjung Perak, Bitung, Kupang, Sorong,
dan Merauke. Subsidi untuk tol laut masuk ke anggaran sektor Perhubungan Laut
Kemenhub yang mencapai Rp 1,47 triliun bersama angkutan perintis, angkutan
kapal ternak, dan kapal rede (Kompas, 9/1).
Sesuai tujuannya, anggaran untuk konektivitas antarpulau dengan tol laut
ini diharapkan bisa menekan disparitas harga untuk pulau-pulau terluar ini. (Yoga)
Kota Tangerang Targetkan 200.000 Pelanggan Baru Air Bersih
Temuan Cadangan Migas Jumbo di Akhir Tahun
Indosat Alihkan Aset Data center Rp 2,62 Triliun
PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) resmi mengalihkan aset pusat data (data center) miliknya kepada PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT) dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,62 triliun. SMT lainnya dikuasai perusahaan data center asal Singapura, BDX Asia Data Center Holdings Pte (BDX). "Dengan memiliki tambahan bisnis pusat data baru di Indonesia, SMT diharapkan dapat manfaat dari memiliki jejak bisnis di seluruh Indonesia. Dengan memiliki 25% kepemilikan saham di SMT, perseroan diharapkan memperoleh nilai tambah dalam jangka panjang," tulis manajemen Indosat. Perseroan dan SMT menandai transaksi pengalihan aset data center tersebut dengan menandatangani asset transfer agreement (ATA) dan menekan impelemntasi perjanjian bersama BDX pada 18 Desember 2023. (Yetede)
Lampaui Target, Kredit Bank Mandiri Tumbuh Rp 2,62 Triliun
Pagu Belanja Negara Tersisa 11% Lagi
Kemenperin Turunkan Skandal Daihatsu
1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, sebanyak 1.272.434 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-7 sampai dengan H-1 Hari Raya Natal 2023 yang jatuh pada periode Senin-Minggu. "Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (menuju arah Merak), GT Ciawi (menuju arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung)," ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Oktaviani dalam keterangannya di Jakarta. Lisey mengatakan, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabodetabek ini meningkat 27,68% jika dibandingkan lalin normal (996.555 kendaraan) pada periode yang sama. Jika dibandingkan dengan periode Natal 2022, total volume lalin ini meningkat 10,23% (1.154.391 kendaraan). Untuk ditribusi lalulintas meninggalkan Jabodetabek menuju ketiga arah Timur (Tran Jawa dan Bandung), 359.766 kendaraan (22,87%) menuju arah Barat (Merak) dan 291.059 kendaraan (22,87%) menuju arah Selatan (Puncak). (Yetede)









