;

Freeport Keberatan Bayar Bea 10%

Ekonomi Hairul Rizal 27 Dec 2023 Kontan
Freeport Keberatan Bayar Bea 10%

PT Freeport Indonesia (PTFI) belum menyatakan kesanggupan membayar bea keluar ekspor konsentrat 10% pada tahun 2024. Padahal, jika merujuk ke Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2023, perusahaan dengan progress smelter mencapai 70%-90% (tahap II) akan dikenakan bea keluar konsentrat tembaga dengan tarif 7,5% sampai 31 Desember 2023. Tarif bea keluar akan dinaikkan menjadi 10% pada Januari 2024 sampai 31 Mei 2024. Sementara sampai dengan November 2023 perkembangan konstruksi smelter katoda tembaga PTFI di Gresik, Jawa Timur, baru mencapai 81,6%. Jika merujuk pada aturan tersebut, maka PTFI akan dikenakan bea keluar 10% di tahun depan. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu), Askolani menyatakan, saat ini pemerintah melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan sejalan dengan PMK 71 Tahun 2023. Askolani tak merinci poin yang menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi Kementerian Keuangan. Dia hanya menegaskan, bahwa sejumlah poin masih akan divealuasi sampai akhir tahun ini.

Executive Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Agung Laksamana mengungkapkan, sesuai ketentuan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), yang disepakati antara pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc sebagai pemegang saham PTFI pada 2018, maka bea keluar konsentrat seharusnya tidak lagi dikenakan setelah progres smelter baru PTFI mencapai lebih dari 50%. Jika kesepakatan tidak tercapai, maka menurut Agung, terbuka peluang pihaknya untuk mengajuakn keberatan dan banding terhadap penghitungan penetapan bea keluar ekspor. Sementara itu, Freeport bakal mengajukan relaksasi ekspor konsentrat tembaga seiring berakhirnya izin ekspor pada Mei 2024. "Smelter tembaga PTFI di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik baru beroperasi pada akhir Mei 2024, dan baru bisa mencapai kapasitas penuh (ramp-up) pada Desember 2024," ungkap Agung. Selain itu, akan berakibat pada penurunan kapasitas produksi konsentrat maupun bijih tembaga."Dengan kondisi ini, kami berharap adanya relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga setelah Mei 2024 mendatang.

Tags :
#Pertambangan
Download Aplikasi Labirin :