Petani Manfaatkan Lahan Sisa di Kampung Susun Bayam
Sebanyak 27 petani di Kampung Susun Bayam, Kelurahan
Papanggo, Tanjung Priok, Jakut, mulai menanam sejumlah komoditas pangan di
lahan tersisa di tempat tinggal mereka. Walau tak sebanyak kala Kampung Bayam
masih berdiri sebelum digusur untuk proyek Jakarta International Stadium (JIS),
cara ini dianggap solusi untuk menyambung hidup. Ketua Kelompok Tani Kampung
Bayam Madani Muhammad Furkon, Selasa (26/12) menyebutkan, 27 petani memanfaatkan
lahan yang ada di Kampung Susun Bayam sekitar 1 hektar untuk menanam cabai,
bayam, dan timun suri. ”Komoditas ini kami persiapkan untuk menyambut bulan puasa,”
kata Furkon. Luas lahan tersisa di Kampung Susun Bayam memang tidak sebanding
ketika Kampung Bayam belum dialihfungsikan menjadi stadion. Ketika Kampung
Bayam masih berdiri, ada 26 hektar lahan yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian
dan tambak. Kini, jumlah lahan yang bisa dimanfaatkan hanya 1 hektar.
Furkon menuturkan, ilmu dari pelatihan pertanian yang
dimulai 2017 menjadi bekal mengolah lahan telantar menjadi lahan yang lebih produktif.
Kala itu, mereka diajari untuk membuat pupuk cair, pakan ternak dan ikan, serta
pola penanaman lahan sehingga bisa mendongkrak produktivitas di tengah
keterbatasan lahan. Termasuk memasarkan produk hasil pertanian. ”Dengan adanya
lahan (walau sangat terbatas), kami bisa memperoleh penghidupan,” ucap Cecep,
anggota Kelompok Tani Kampung Bayam Madani, yang masuk ke Kampung Bayam pada
2006. Cecep meyakini, hasil yang diperoleh tidak sebanyak ketika mereka tinggal
di Kampung Bayam. Sebelum digusur, ia memperoleh hingga Rp 5 juta per bulan
dari tambak dan bertani. ”Karena dipindah dan tidak memiliki ruang bertani,
pendapatan merosot Rp 700.000 hingga Rp 2 juta per bulan,” ujar Cecep. Untuk menambah
pendapatan, beberapa petani terpaksa mencari pendapatan lain, seperti menjadi penjual
minuman dan buruh lepas. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023