Ekonomi
( 40600 )RI Kirim Bantuan ke Gaza, Solidaritas atas Palestina
Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap pertama ke
Gaza. Ini bagian dari wujud solidaritas Indonesia atas perjuangan Palestina
menghadapi serangan Israel. Melalui bantuan itu, rakyat Indonesia menegaskan
tekad akan selalu bersama warga Palestina. Pengiriman bantuan tahap pertama ke
Gaza diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu
(4/11), dengan dua pesawat Hercules.
Sedangkan satu pesawat kargo diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Total keseluruhan bantuan mencapai 51,5 ton, terdiri dari bahan makanan, alat
medis, selimut, tenda, dan barang-barang logistik lainnya. Jenis bantuan telah
disesuaikan dengan kebutuhan di Gaza.
”Bantuan ini bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari
masyarakat, dari dunia usaha, yang disalurkan melalui berbagai lembaga
kemanusiaan,” kata Presiden Jokowi ketika melepas pengiriman bantuan tersebut. Seperti dilansir
Kemenlu, bantuan dikumpulkan dari beberapa lembaga, seperti Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas), Indonesian Humanitarian Alliance (IHA), Palang Merah Indonesia (PMI),
dan Kitabisa, beserta pemerintah, TNI, dan Polri. Presiden Jokowi mengatakan, penyaluran
bantuan kemanusiaan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian bangsa
Indonesia terhadap kemanusiaan. ”Tragedi kemanusiaan yang ada di Gaza tidak dapat
diterima dan harus sesegera mungkin dihentikan. Saya ingin menekankan kembali, Indonesia
akan terus bersama perjuangan bangsa Palestina,” kata Presiden. (Yoga)
Jakarta dalam Sepiring Gultik
Sepiring gulai tikungan alias gultik di kawasan Blok M,
Jakarta Selatan, telah merekam rupa-rupa wajah Jakarta dalam tiga dekade
terakhir. Ia melalui krisis ekonomi, pandemi Covid-19, dan meniti pemulihan pasca-krisis
sambil jadi ”media darling”. Dapur Budi Nugroho (34) mulai menunjukkan tanda
kehidupan pukul 10.00 pagi, Jumat (3/11). Ada yang memasak nasi, menggoreng
kerupuk, menyiapkan 400 tusuk sate telur puyuh, kulit ayam, bakso, dan ampela.
Ada yang merebus daging sapi sampai empuk selama sekitar 1 jam, lalu dipotong
tipis-tipis dan ditumis dengan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah,
bawang putih, cabai merah, lengkuas, kemiri, ketumbar, dan kunyit. Setelah
bumbu meresap di daging, santan dimasukkan dan dimasak hingga mendidih. Itulah
pembuatan gulai khas Sukoharjo, Jateng. Walakin, Budi yang berasal dari
Sukoharjo ini nyaris tak menemukan warung nasi gulai di sana.
Pegiat sekaligus penulis produktif buku-buku kuliner Nusantara,
Kevindra Soemantri, menyebut gultik sebagai contoh sempurna kuliner urban sebuah
kota besar seperti Jakarta. Kuliner urban biasanya hadir sejalan dengan proses
migrasi. ”Mereka mengakui awalnya gultik dari seorang pedagang nasi gulai asal
Sukoharjo yang berjualan di sekitar Jalan Lumandau, tak jauh daritempat gultik
yang terkenal sampai sekarang,” ujar Kevindra. Budi sendiri pedagang gultik generasi
ketiga di keluarganya. Ia mewarisi usaha ini dari bapak mertuanya sejak 2016. Gultiknya
dijual di atas trotoar di persimpangan Jalan Mahakam-Bulungan, Blok M. Ia mulai
berjualan mulai jam pukul 16.00 sore hingga sekitar pukul 03.00-04.00 pagi.
Dalam sehari, mereka tidur hanya lima jam demi melayani para
warga Jakarta yang tak kunjung tidur. Jumlah porsi yang terjual pada hari biasa
dan akhir pekan pun bisa selisih hingga ratusan porsi. ”Contoh dari sate saja. Di hari biasa saya bawa 400
tusuk. Kalau malam Sabtu bisa 500-600 tusuk, dan kalau malam Minggu 750-800
tusuk,” ucap Budi. Walau jumlah konsumen gultik ratusan hingga ribuan orang, kondisi
penjualan gultik di Blok M dinilai belum kembali normal. Menurut para pedagang,
masa penjualan sebelum pandemi Covid-19 jauh lebih baik ketimbang sekarang.
Sebelum pandemi, tidak akan ada kursi kosong selama jualan. Setelah tengah
malam pun dagangan tetap diserbu konsumen. Adapun seporsi gultik dijual seharga
Rp 10.000. (Yoga)
Bitcoin Juara, Emas & Dollar AS Idola
Minyak Bisa Kembali ke US $90 Per Barel
Dana Non-DPK Bank Melonjak
DRMA Memetik Hasil Akuisisi
FORMULA KEBAL ATASI TEKANAN GLOBAL
Seakan tak membuang waktu, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sejumlah strategi fiskal dan moneter guna menahan risiko kembali terjadinya gejolak ekonomi akibat faktor geopolitik dan kebijakan The Fed yang baru saja menahan suku bunga acuan. KSSK, yang merupakan aliansi seluruh penanggung jawab sektor keuangan, memperkirakan ekonomi Indonesia mampu membendung dampak negatif global yang berpengaruh terhadap inflasi dan nilai tukar rupiah. Kendati demikian, persiapan dan strategi tetap dilakukan guna mengelola efek tak menguntungkan bagi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan hasil stress test KSSK yang menunjukkan modal perekonomian Indonesia cukup kuat menghadapi tekanan global ke depan. KSSK juga menggunakan skenario dan indikator ekstrem yang masuk akal. “Faktor tantangan ini dari perlambatan ekonomi global, kenaikan suku bunga The Fed, meningkatnya harga minyak, faktor geopolitik, dan badai El Nino. Hasil keseluruhan menunjukkan sektor keuangan Indonesia punya ketahanan cukup kuat menghadapi berbagai tekanan itu, dengan buffer yang memadai,” paparnya, Jumat (3/11). Dia menerangkan setidaknya terdapat 4 buffer risiko yang menjadi modal di sektor perbankan. Pertama, permodalan yang kuat mengingat capital adequacy ratio (CAR) mencapai 27,41%. Kedua, likuiditas perbankan yang lebih dari cukup, berdasarkan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berkisar 25,83%. Selain itu, terdapat bantalan likuiditas dari Bank Indonesia (BI). Dari catatan Perry, sisa kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KILM) masih sekitar Rp20 triliun dari Rp50 triliun yang disiapkan bagi perbankan. Ditambah lagi, bantalan penyangga likuiditas diturunkan sebesar 1% sehingga menambah likuiditas Rp81 triliun. Ketiga, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) masih rendah yaitu 0,79% per Agustus 2023. Keempat, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di perbankan yang diklaim masih cukup. BI mengklaim telah melakukan langkah-langkah pro-stabilitas, tecermin dari penurunan jumlah cadangan devisa menjadi US$134,9 miliar pada September 2023. Penurunan ini merupakan terbesar kedua pada cadangan devisa sepanjang 2023. Demi memanfaatkan momentum ini, Perry mengharapkan kebijakan wajib penyimpanan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di bank dalam negeri akan mulai berdampak per November 2023. Dalam catatan BI, penempatan DHE SDA di Term Deposit Valas yang diteruskan perbankan dari eksportir mencapai US$1,9 miliar. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan pemerintah masih menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk memberikan insentif tambahan di antaranya berupa diskon tarif PPh bagi para eksportir yang menempatkan DHE di instrumen deposito dalam negeri. Kendati mendapatkan momentum penguatan, tantangan ekonomi Indonesia masih nyata. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan sejumlah risiko di antaranya perlambatan permintaan global, kebijakan moneter higher for longer bank sentral utama di dunia, telah mendorong arus modal keluar dari berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Ekspektasi kebijakan higher for longer The Fed dan terjadinya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu investor beralih dari aset-aset berisiko ke aset-aset yang lebih aman. Tercatat, terjadi arus modal keluar dari pasar keuangan domestik sebesar US$4,44 miliar pada awal Agustus 2023 hingga pertengahan Oktober 2023. Akibatnya, nilai tukar rupiah terdepresiasi hingga berkisar Rp15.800 per 19 Oktober 2023. Wakil Ketua Dewan Pertimbanga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengharapkan adanya insentif tambahan dari pemerintah bagi para eksportir yang menyimpan DHE di dalam negeri berupa bunga deposito yang lebih tinggi.
Opsi KA Semi Cepat Terbaik
Mimpi mempunyai kereta api bullet-train sekelas Shinkansen milik Jepang atau TGV milik Prancis agaknya masih jauh di angan. Kabar angin bahwa rute KA Jakarta-Surabaya akan dibuatkan kereta cepat seperti KCJB masih perlu pertimbangan mendalam. KCJB yang sudah berganti nama WHOOSH (Waktu Hemat Operasi Optimal Sistem Hebat) resmi operasional sejak 2 Oktober 2023 memang lompatan teknologi untuk Indonesia, namun sisi pendanaan jelas sekali menjadi tantangan terdalam. Rute Jakarta-Surabaya memang sangat berat karena sangat panjang dan tentu saja linier dengan potensi dan risiko keselamatan. Jalur ini memiliki 1.223 perlintasan KA resmi sementara yang tidak resmi mencapai 3419 perlintasan. Jumlah flyover dan underpass ada 349 lokasi. Kemenhub menghabiskan banyak dana untuk infrastruktur, maintenance and operation (IMO) pada titik itu dan jumlahnya Rp1,3 triliun (2018), Rp1,1 triliun (2019) dan Rp1,5 triliun (2020). Repotnya sudah jalur pendek, namun harga investasinya demikian mahal. Biaya investasi WHOOSH adalah US$9,2 miliar atau Rp132,44 triliun, artinya biaya per km mencapai US$64,65 juta. Nilai fantastis proyek kereta cepat Indonesia ini mengalahkan Iran (US$12,73 juta per kilometer, Arab Saudi (US$17,34 juta/km), Turki (US$59,21 juta/km), dan Kenya (US$11,56 juta/km). Jika jarak Surabaya-Jakarta adalah 748 km, artinya akan memerlukan biaya investasi US$48,3 miliar atau Rp739,89 triliun. Dana Rp60 triliun dari Jepang dengan tenor 40 tahun dengan masa tenggang 10 tahun dan bunga utang 0,5% tampak sangat menarik. Bandingkan dengan bunga biaya investasi WHOOSH yang mencapai 3,4%. Tawaran JICA ini sebetulnya menarik, mempertimbangkan Jepang berpengalaman dalam hal teknologi kereta api. Pembangunan rel baru juga bertahap sehingga tidak menyedot APBN, dilaksanakan dua tahap, yaitu Jakarta-Semarang dengan rel baru, dan Semarang-Surabaya dengan rel lama. Proyek WHOOSH sudah terlanjur dan tidak bisa disesali, jika misinya untuk membuktikan Indonesia bisa memiliki teknologi kereta cepat, artinya misi accomplished dan tercapai. Generasi penerus negeri kini akan mengambil alih pemanfaatannya, apakah bisa menguntungkan atau tidak. Inilah pentingnya langkah bijak yang harus dimiliki pemerintah dalam merencanakan proyek serupa Surabaya-Jakarta. Kompetisi utama jalur ini adalah moda pesawat terbang dengan lama terbang satu jam. Ditambah persiapan sebelum terbang satu jam, di dalam pesawat prior-depart 1 jam, setelah landing sampai keluar pesawat 1 jam, berjalan keluar mencari transportasi lanjutan 1 jam, maka total persiapan 5 jam dari keluar rumah sampai tiba di tujuan Jakarta saat menggunakan moda udara.
CADANGAN DEVISA : Insentif Tambahan Eksportir Penyimpan DHE Disiapkan
Pemerintah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk memberikan insentif tambahan bagi para eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dalam RPP tersebut akan ditambah instrumen yang cakupan insentifnya lebih luas selain deposito. “Karena selama ini dalam PP, insentif PPh dan penurunan PPh hanya dikaitkan dalam penempatan deposito saja,” katanya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Jumat (3/11).
Namun, insentif ini kata Sri Mulyani, hanya berlaku untuk penempatan DHE di instrumen deposito dan belum mengakomodir pemberian insentif untuk penempatan DHE di instrumen lainnya.Di samping perluasan insentif untuk penempatan DHE di instrumen lainnya, Menkeu mengatakan aturan terbaru tersebut nantinya juga akan mengaitkan besaran insentif dengan jangka waktu penempatan DHE tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa penempatan DHE SDA di Term Deposit Valas yang diteruskan perbankan dari eksportir telah mencapai US$1,9 miliar. Angka itu belum maksimal, karena aturan DHE baru efektif November 2023.
BISNIS MINUMAN : Buah dari Konsistensi
Lulus dari perguruan tinggi, Gus Rai menyanggupi tantangan ayahnya untuk melanjutkan bisnis keluarga dan mengembangkannya menjadi pionir anggur asli Bali. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata terkemuka di Indonesia, Bali juga tempat berdirinya berbagai bisnis yang berhasil menarik perhatian dunia, salah satunya Hatten Wines, perusahaan anggur lokal yang telah meraih reputasi internasional. Namun, saat dirinya mendapatkan mandat dari sang ayah, Gus Rai berkeinginan menciptakan inovasi baru yang dapat menjadi kebanggan Bali. Melalui proses riset dan pengembangan bertahun-tahun, dia akhirnya menemukan anggur yang tepat untuk ditanam dan diproses menjadi wine di Bali. Awalnya, Hatten Wines Rosé pertama kali dibuat pada 1994 menggunakan anggur Alphonse-Lavallée asal Prancis yang ditanam secara lokal. Sayang kualitasnya tidak sebagus harapan saat itu. “Tahun 1992-1998 merupakan masa yang berat, tapi dari sini perjalanan Hatten dimulai. Kami kembangkan varietas anggur lainnya yang sesuai dengan mutu kualitas Hatten untuk ditanam di Bali. Hingga akhirnya produk kami berkembang ada white wine, red wine, hingga sparkling rosé,” tuturnya kepada Bisnis di Hatten Wines Vineyard, Singaraja, Bali, Kamis (2/11). Produk Hatten, semua bahan baku berasal dari anggur yang tumbuh di Kebun Hatten di Singaraja dengan luas total 25 hektare (ha), dan 60 ha termasuk mitra. Gus rai juga bekerja sama dengan sejumlah mitra petani untuk memproduksi anggur. Setahun, Hatten bisa melakukan dua kali panen pada Juni-Juli dan September—Oktober. Tidak seperti winery di negara Eropa dan Amerika, di mana pohon anggur menjadi dormant sepanjang musim dingin, pohon anggur di Bali berbuah sepanjang tahun. Gus Rai juga bekerja sama dengan winemaker, James Kalleske, Yeni Iramahayani dan Péter Gajdics untuk menemukan spesifikasi anggur yang berkualitas. Spesifikasi ini meliputi kadar gula, keasaman, dan warna. Menurut Gus Rai, akademi wine ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang menawarkan program pendidikan seluas itu. Pesertanya mulai dari sommelier, hotelier, pencinta wine, atau bahkan masyarakat awam yang sangat ingin mengetahui lebih banyak tentang wine.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









