Ekonomi
( 41054 )PENYALURAN KREDIT HIBANK : Porsi ke UMKM Terus Dipacu
Bank digital besutan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yakni Hibank, menargetkan porsi pembiayaan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai 45% pada tahun depan. Adapun, hingga Oktober tahun ini, Hibank telah menyalurkan 31,8% dari total kredit yang disalurkan, atau setara dengan Rp1,74 triliun. Direktur Utama PT Bank Hibank Indonesia Jenny Wiriyanto menjelaskan, bank digital yang sebelumnya bernama PT Bank Mayora itu mengincar pasar UMKM karena potensinya besar. Namun, mengacu data MSME Empowerment Report 2022, UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai macam tantangan dalam mengembangkan usahanya. Di antaranya pemasaran usaha, akses ke material produksi, adopsi teknologi, proses transaksi, serta pengelolaan arus kas atau cash flow. Sebelumnya, Direktur Keuangan BNI Novita Widya mengatakan, Hibank didesain untuk lebih menonjolkan kapabilitas mobilitas yang tinggi. Salah satu contohnya yakni dengan menghadirkan sejumlah fitur yang dibutuhkan oleh pasar khususnya segmen UMKM. Novi juga menjelaskan segmen UMKM yang akan disasar oleh Hibank bukanlah UMKM underbanked yang berada di pedesaan, melainkan, sejumlah pelaku bisnis yang memiliki ekosistem seperti pedagang pasar hingga pemilik toko-toko kecil yang telah memiliki value chain.
MUSIM LIBURAN AKHIR TAHUN : PERHOTELAN MEMACU MOMEN PEMULIHAN
Kalangan perhotelan bersiap menyambut musim puncak pada masa liburan akhir tahun yang diyakini dapat mendongkrak kembali tingkat penghunian kamar (TPK) pada level tertingginya. Musim liburan tersebut pun menjadi momentum untuk memacu masa pemulihan sepenuhnya industri hospitality pascapandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan bahwa tingkat okupansi hotel pada momentum liburan akhir tahun diproyeksikan memang bakal mengalami peningkatan. Berkaca pada momen liburan tahun sebelumnya, puncak peningkatan reservasi hotel biasanya terjadi pada pekan ketiga Desember. Namun, proyeksi tersebut juga masih bergantung dengan destinasi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan. Beberapa di antaranya termasuk daerah wisata seperti Bali, Bandung, Yogyakarta, serta daerah Banten. Sementara itu, General Manager Umana Bal by LXR Hotels & Resorts Serpil Guney menyebutkan, biasanya vila menjadi pilihan akomodasi pada akhir tahun karena bisa memberikan tingkat kenyamanan, privasi, hingga eksklusivitas yang lebih bagi pasangan atau keluarga. Pelanggan juga banyak mencari latar belakang akomodasi yang eksotik, ukuran kamar yang besar, serta desain unik dan fasilitas lengkap. Pihaknya pun akan menjadikan Desember sebagai momentum memperkenalkan banyak fasilitas baru, mulai dari yang bersifat kelokalan hingga pengalaman luxurious. Sementara itu, Manager of Public Relations Hotel Tentrem Yogyakarta Adventa Pramushanti menyebut, saat ini segmentasi penginap makin ramai didominasi dari kalangan keluarga. Namun kalangan pebisnis hingga karyawan masih banyak menginap saat hari biasa (weekdays). Sementara itu, pengamat pariwisata Chusmeru mengatakan, jelang akhir tahun memang biasa terjadi peningkatan okupansi hotel secara fluktuatif di setiap provinsi. Tingkat hunian tertinggi ada di Bali, Kalimantan Timur, dan Yogyakarta. Menurutnya, permintaan okupansi hotel yang tinggi dari Bali dan Yogyakarta karena ada banyak pilihan kelas hotel dengan beragam harga. Sedangkan, Kalimantan Timur tinggi karena dimulainya aktivitas pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN). Dosen dari Universitas Jenderal Soedirman itu juga memprediksi pemesanan kamar hotel diprediksi akan meningkat menjelang akhir tahun beriringan dengan momen prapesta demokrasi, selain bebarengan dengan momen libur pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, peningkatan pemesanan kamar hotel akan banyak terjadi di daerah karena adanya kampanye.
Booming Investasi Startup Berakhir
Januari 2024, Suku Bunga Pinjol Turun
Laba Turun, Mandiri Coal Bagikan Dividen Interim Jumbo
Poltracking: Ada Tiga Skenario Berpotensi Bergulir di Pilpres
Pemerintah Jajaki Cabut Status KEK yang Sulit Capai Target
The Fed Tidak Yakin Sudah Mengatasi Inflasi
Asuransi Kredit Bakal Diterpa Gagal Bayar
Melandai Permodalan Industri Domestik
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









