;
Kategori

Ekonomi

( 40600 )

Kepastian Hukum demi Stabilitas Bisnis

03 Nov 2023

Kepastian hukum masih menjadi momok bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi ataupun menggenjot investasi. Padahal, stabilitas dunia usaha di dalam negeri merupakan ”suplemen” untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional dari tren pelemahan ekonomi global. Vice CEO PT Pan Brothers Tbk Anne Patricia Sutanto mengungkapkan, pada dasarnya pengusaha bersemangat mengembangkan usaha di Indonesia. Namun, masih ada kendala, terutama di sisi kepastian hukum yang harus terus dibenahi untuk mendorong investasi.

”Untuk menuju Indonesia emas, selain pengembangan infrastruktur dan SDM, dunia usaha juga perlu kepastian hukum,” ujar Anne dalam dialog bersama Presiden yang menjadi acara puncak Kompas100 CEO Forum Powered by PLN di kawasan glamping IKN, Penajam Paser Utara, Kaltim, Kamis (2/11). ”Karena semua yang dunia usaha butuh kepastian hukum. Jangan sampai pengusaha yang niatnya berusaha terseret masalah hukum,” lanjutnya. (Yoga) 

Ambisi Dubai Menjadi Pusat Bisnis Global 10 Tahun ke Depan

03 Nov 2023

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berambisi menjadikan Dubai sebagai pusat bisnis global untuk sektor perdagangan, logistik, pariwisata, dan keuangan. Dubai siap bersaing dengan kota-kota dunia lainnya, seperti Tokyo, New York, London, dan Singapura, memanfaatkan berbagai potensi yang dimilikinya. Hal tersebut mengemuka dalam Dubai Business Forum (DBF) 2023. Kegiatan ini digelar kamar dagang Dubai (Dubai Chambers) di Madinat Jumeirah, Dubai, pada 1-2 November 2023. DBF tahun ini bertema ”Shifting Economic Power: Dubai and the Future of Global Trade” dan diikuti 2.000 peserta dari Asia, Afrika, Eropa, dan AS.

Wapres dan PM UEA yang juga Emir Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum pada Januari 2023 meluncurkan Agenda Ekonomi Dubai yang dikenal dengan ”D33”. Selain menjadi kota global dunia, target D33 dalam 10 tahun mendatang adalah melipatgandakan nilai perdagangan luar negeri menjadi 25,6 triliun dirham, dan menambahkan 400 kota sebagai mitra perdagangan. Tahun 2033 dipilih untuk menandai 200 tahun berdirinya Dubai. Pada tahun 2033, Dubai diharapkan sudah menyelesaikan agenda ekonominya dan memosisikan diri sebagai pusat bisnis global paling penting. (Yoga) 

Bursa CPO Lakukan Penyesuaian Transaksi

03 Nov 2023
Dua minggu setelah dibuka, transaksi di bursa minyak sawit mentah (CPO) masih minim. Volume transaksi Rabu (1/11/2023) tercatat 250 metrik ton, naik 2,5 kali lipat dibandingkan dengan transaksi perdana, tetapi jumlah peserta baru 20 orang. Vice President Bursa CPO, Yohanes F Silaen, Kamis (2/11) mengatakan bursa telah melakukan penyesuaian. Diantaranya, minimal pembelian 1 lot sebelumnya setara 25 metrik ton, kini 1 lot setara 5 metrik ton. (Yoga)

Ketua Apindo Pimpin Aliansi Investor Global

03 Nov 2023
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani resmi menjabat sebagai Co-Chair untuk Global Investor for Sustainable Development Alliance. Aliansi bentukan PBB itu dibentuk untuk menghasilkan solusi demi meningkatkan aliran pendanaan guna menutup kesenjangan pembiayaan dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). ”Menyelesaikan masalah kesenjangan pendanaan dan investasi SDGs memerlukan kolaborasi regional dan nasional,” ujar Shinta. (Yoga)

DOLLAR AS KIAN EKSIS DI TENGAH KRISIS

03 Nov 2023

Menguatnya rupiah spot pada Senin (30/10) dan Selasa (31/10) di kisaran 0,12-0,16 % membuka pekan awal November 2023 dengan gembira. Pasalnya, akhir pekan lalu rupiah melemah nyaris menyentuh angka Rp 16.000 per dollar AS. Merujuk BI, kurs rupiah referensi Jakarta Interbank Spot DollarRate (Jisdor) mencapai Rp 15.933 per dollar AS pada 26 Oktober 2023. Alih-alih bangkit, rupiah justru kian terpuruk pada hari berikutnya di level Rp 15.941 per dollar AS. Rupiah terapresiasi saat indeks dollar AS terpantau menguat ke level 106,49 %. Sejumlah mata uang negara lainnya juga menguat pada hari yang sama. Merujuk data Bloomberg (30/10) pukul 15.00 WIB, won Korsel menguat 0,35 % terhadap dollar AS, ringgit Malaysia menguat 0,26 %, baht Thailand menguat 0,20 %, dan dollar Singapura menguat 0,15 %.

Kendati demikian, tak dapat dipastikan sampai kapan angin segar akan berembus di kawasan Asia. Situasi masih penuh ketidakpastian. Rabu (1/11), rupiah kembali melemah ke level Rp 15.946 per dollar AS. Ditambah lagi sejumlah ekonom mengungkapkan adanya kemungkinan dollar AS akan bertahan kuat hingga akhir tahun, didasarkan pada tren panjang selama tahun ini di mana dollar AS konsisten cenderung menguat terhadap sejumlah mata uang. Tak terkecuali terhadap beberapa mata uang yang juga dipandang cukup kuat di dunia. Terhadap pound sterling Inggris, dollar AS menguat 1,2 % sepanjang Januari-Oktober 2023. Dengan euro, dollar AS menguat 2,1 pada periode yang sama. Bahkan,terhadap yen Jepang, dollar AS terapresiasi hingga 14,9 %. Menguatnya dollar AS dipicu tingginya suku bunga acuan oleh The Fed yang diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang (higher for longer). (Yoga) 

Potensi Window Dressing Kembali Terbuka Lebar

03 Nov 2023
Investor saham  dalam negeri kembali sumringah setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mata yang Garuda atau rupiah pun menguat sebagai respon atas keputusan The Fed. Pada penutupan perdagangan Kamis (2/11), IHSG menguat 1,64% atau naik 108,96 poin ke level 6.751,38. Sementara pada penutupan Kamis (2/11), rupiah di pasar spot juga menguat 0,51% menjadi Rp 15.855 per dolar Amerika Serikat (AS). Jika ditarik lebih jauh lagi, investor asing masih mencetak net sell sebesar Rp 14,45 triliun sepanjang tahun 2023. Hans Kwee, pengamat pasar modal dan akademisi Universitas Trisakti menjelaskan pelaku pasar happy lantaran The Fed memberikan sinyal dovish. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, meskipun keputusan The Fed dinilai positif, namun itu masih bersifat jangka pendek. Meski begitu, Sukarno mencermati masih ada potensi net buy investor asing di tengah harga saham yang sudah jatuh terlalu dalam.  Sehingga menjadikan saham itu lebih murah. Equity & Economics Analyst KGI Sekuritas, Rovandi memproyeksikan window dressing masih akan terjadi oleh beberapa faktor. Salah satunya, pergerakan IHSG yang cenderung datar dari awal tahun.

Gejolak Harga Minyak Memicu Kenaikan Inflasi

03 Nov 2023
Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan, tren kenaikan harga minyak global akan mempengaruhi harga energi di dalam negeri. Kondisi ini bisa mengerek angka inflasi. Harga minyak mentah global sempat meyentuh level US$ 90 per barel pada Oktober 2023. Hal ini membuat pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di bulan yang sama. Misalnya, harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sempat naik di kisaran 4% hingga 6%. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini juga mengingatkan, tren kenaikan harga energi dunia ini perlu diwaspadai, terkait dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK). Menurut dia, imbas harga minyak yang mendidih akan terlihat dari pergerakan inflasi selama beberapa waktu ke depan. Namun, seberapa besar dampaknya terhadap inflasi, Pudji menegaskan ini akan bergantung dari langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mencegahnya. Kabar baiknya, per 1 November 2023, Pertamina kembali menyesuaikan harga BBM nonsubsidi atau Pertamax Series dan Dex Series. Harga Pertamax turun menjadi Rp 13.400 per liter dari bulan Oktober 2023 yang sebesar Rp 14.000 per liter. Di sisi lain, pada awal perdagangan Kamis (2/11), harga minyak mentah Brent naik 1,1% menjadi US$ 82,52 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% menjadi US$ 81,3 per barel. Maklumlah, serangan Israel ke Palestina tak kunjung mereda. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengingatkan, risiko kenaikan harga minyak belum berhenti sampai di sini. Berdasarkan skenario terburuk Andry, eskalasi perang terus meningkat dan melibatkan negara besar produsen minyak. "Hal ini akan berpotensi menaikkan harga minyak dunia hingga di atas asumsi yang ditetapkan dalam APBN 2023," terang Andry. APBN 2023 mematok asumsi harga minyak mentah sebesar US$ 90 per barel. Senada, Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, bila konflik memanas dan menyebabkan harga minyak dunia melambung tinggi, mau tak mau pemerintah harus kembali melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Tantangan Mengadang BUMN Tambang

03 Nov 2023
Kinerja emiten saham yang tergabung dalam induk pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mind Id masih loyo. Dari tiga emiten di bawah Mind Id, hanya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang laba bersihnya masih bertumbuh meskipun hanya single digit. Sementara dua emiten lainnya yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS) harus rela kinerja keuangan mereka tergerus. Salah satu biang kerok penurunan kinerja emiten tambang BUMN adalah penurunan harga komoditas. Niko Chandra, Sekretaris Perusahaan PTBA mengatakan, rata-rata harga batubara ICI-3 terkoreksi sekitar 33% menjadi sebesar US$ 86,3 per ton pada Januari-September 2023. Dus, penurunan kinerja PTBA tidak bisa terelakkan. Laba bersih PTBA merosot 62% menjadi hanya Rp 3,8 triliun per akhir September 2023. Fina Eliani, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko TINS mengatakan, harga logam timah dunia terus tertekan akibat penguatan dolar AS dan lambatnya pemulihan perekonomian ChinaPenurunan harga jual ini juga dibarengi dengan penurunan kinerja operasional TINS. Samuel Glenn Tanuwidjaja, Senior Equity Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas mengatakan, harga sejumlah komoditas seperti batubara, nikel, timah, dan tembaga memang lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hanya harga emas saja yang mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya permintaan aset safe haven di saat inflasi Amerika Serikat (AS) dan inflasi negara berkembang masih meningkat. Meskipun kinerja ketiga emiten tambang BUMN ini masih lemah, Glenn melihat bisnis PTBA dan ANTM akan tetap defensif pada tahun depan. Meskipun, akan tetap ada pengaruh volatilitas dari efek pemilu dan sentimen resesi. Di sisi lain, pergerakan harga timah kemungkinan masih suram dan menjadi kabar buruk bagi kinerja dan bisnis TINS. "Namun, proyek smelter Ausmelt Furnace TINS kemungkinan akan meningkatkan kinerja operasional perusahaan dalam mengolah bijih timah kadar rendah ke depannya," kata Glenn. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan mengatakan, realisasi pendapatan PTBA pada sembilan bulan pertama 2023 berada di bawah estimasi Mirae Asset Sekuritas, atau hanya mencerminkan 66% target 2023. Rizkia merevisi turun proyeksi pendapatan PTBA pada 2023 sebesar 7,2% menjadi Rp 38,9 triliun. Sedangkan estimasi laba bersih PTBA dipangkas 24% menjadi Rp 5,3 triliun tahun ini.

Menanti Momentum Akhir Tahun

03 Nov 2023
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat kinerja cukup lemah pada kuartal ketiga 2023. Momentum akhir tahun diharapkan  menjadi peluang AMRT menutup kinerja lebih positif. Analis Indo Premiere Sekuritas, Lukito Supriadi mengatakan, kinerja AMRT pada kuartal ketiga 2023 sudah sesuai ekspektasi. Perlu dicatat bahwa secara musiman kinerja AMRT biasanya lebih kuat pada kuartal keempat. Emiten pengelola gerai Alfamart ini mencetak gross profit margin (GPM) pada kuartal III 2023 sebesar 70 bps secara tahunan alias year on year (yoy). Ini pendorong utama pertumbuhan laba bersih 16% yoy menjadi Rp 578 miliar. Perolehan positif  di saat operational expenditure (opex) lebih tinggi 12,6% yoy pada kuartal ketiga 2023. Lukito memaparkan, pencapaian pertumbuhan laba bersih AMRT tersebut cukup layak di tengah penjualan tiap toko atau Same Sales Store Growth (SSSG) lemah pada periode kuartal III 2023 yang hanya naik 1,5% yoy. Penjualan AMRT pada kuartal III tumbuh sebesar 8% yoy menjadi Rp 26,19 triliun tetapi lebih rendah 5,3% daripada kuartal sebelumnya. Lukito memperkirakan, SSSG AMRT akan pulih pada kuartal IV 2023 karena didorong oleh  sentimen Pemilu. Selain itu, kuartal keempat biasanya memberikan kontribusi terhadap pendapatan dan laba bersih AMRT masing-masing sekitar  25,6% dan 35,5% dalam setahun penuh pada tiga tahun terakhir. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo masih melihat potensi AMRT bisa menambah toko baru hingga akhir tahun ini. Dimana, emiten pengelola gerai Alfamart ini menargetkan pembukaan sekitar 800 – 1.000 gerai pada 2023. Sementara analis JP Morgan Sekuritas, Benny Kurniawan memandang positif pertumbuhan konsumsi sebesar 8% dan pergeseran berkelanjutan dari perdagangan umum (GT) ke perdagangan modern (MT). Margin EBITDA juga berpotensi meningkat didorong oleh ekspansi AMRT ke luar Jakarta dan komposisi makanan siap saji (RTE) yang lebih tinggi.

ERAA Petik Hasil Penambahan Gerai

03 Nov 2023
Pemulihan ekonomi selepas pandemi Covid-19 berdampak terhadap kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Emiten ritel ini mencatatkan penjualan sebesar Rp 42,81 triliun pada kuartal III-2023. Angka ini melonjak sebesar 22,53% dibandingkan dengan penjualan pada periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 34,94 triliun. Djunadi Satrio, Head of Corporate Communications Erajaya Group mengatakan, ada dua hal yang membuat penjualan meningkat. Pertama, penambahan jaringan gerai ritel sehingga bisa menjangkau semakin banyak pelanggan untuk berbelanja, baik secara langsung (offline) maupun online. Kedua, peningkatan kinerja juga ditopang oleh aksi ekspansi dengan merambah bisnis baru. Namun, kendati penjualan naik, laba bersih ERAA sampai dengan kuartal III-2023 ini tercatat menurun sebesar 27,26% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 494,83 miliar. Pada periode sama tahun lalu, ERAA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 680,28 miliar. Dengan bertambahnya jumlah toko otomatis kebutuhan biaya untuk operasional menjadi meningkat dibandingkan sebelumnya. Terutama kebutuhan biaya sewa dan penambahan jumlah karyawan. Salah satu strategi yang dilancarkan adalah dengan menggelar program promo. Terkait ekspansi menjelang tutup tahun ini, ERAA memilih lebih berhati-hati dalam melakukan penambahan jaringan tokonya. ERAA kini fokus memantau kondisi dan situasi sebelum memutuskan membuka gerai baru. Sepanjang sembilan bulan pertama  tahun 2023, ERAA telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex), sebesar Rp 712 miliar. "Dana capex digunakan untuk ekspansi bisnis Erajaya, terutama pembukaan gerai-gerai baru," ungkap Djunaidi. Untuk membiayai ekspansi jaringan ritel tersebut, ERAA tahun menganggarkan capex sekitar Rp 700 miliar. Artinya, penyerapan capex hingga kuartal III 2023 telah melampaui anggaran yang dialokasikan di awal tahun.