Minyak Bisa Kembali ke US $90 Per Barel
Harga minyak dunia mulai kembali menanjak, setelah sempat turun ke kisaran US$ 80-US$ 81 per barel di akhir bulan lalu. Analis memproyeksi harga minyak masih mampu meningkat lantaran potensi lanjutan pengurangan produksi oleh OPEC+. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI bertengger di level US$ 83,24 per barel pada Jumat (3/11), naik 0,92% dari sehari sebelumnya. Namun harga minyak masih lebih rendah dari Jumat pekan lalu yang ada di level US$ 85,54 per barel. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, minyak mentah berjangka WTI stabil di atas US$ 82 per barel pada akhir pekan. Namun minyak masih tertekan di tengah ketidakpastian prospek permintaan global. Investor juga terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. "Minyak mentah diperkirakan diperdagangkan pada US$ 90 per barel pada akhir kuartal ini," ujar Sutopo, Jumat (3/11). Research & Development ICDX, Revandra Aritama mengatakan, ancaman eskalasi lebih lanjut konflik Israel - Hamas dapat meluas ke konflik regional. Konflik ini berpotensi mengganggu kestabilan di wilayah Timur Tengah yang memasok sekitar sepertiga kebutuhan minyak dunia. Di sisi lain, potensi kenaikan harga minyak juga dari pengetatan pasokan. Eksportir minyak terbesar, Arab Saudi kemungkinan memulai kembali perpanjangan pengurangan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari hingga Desember 2023.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023