Bitcoin Juara, Emas & Dollar AS Idola
Pasar finansial global tengah diliputi sentimen ketidakpastian ekonomi dan politik. Eskalasi perang geopolitik Israel-Hamas menambah kehatian-hatian pasar yang sudah lebih dulu mewaspadai suku bunga tinggi dari The Federal Reserve (The Fed). Langkah wait and see investor tergambar dari kinerja pasar saham dan obligasi sebagai instrumen investasi terpopuler berada dalam tekanan sepanjang Oktober 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,70% secara bulanan menjadi 6.752 pada akhir Oktober 2023. Sejak awal tahun, IHSG turun 1,44%. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menjelaskan, kejadian penting yang mempengaruhi pergerakan pasar adalah perang Israel versus Hamas. Kejadian ini telah menekan aset berisiko dan sebaliknya menguatkan aset safe haven. Sementara dampak kelesuan pasar saham dan obligasi mengalir pula pada investasi berbasis reksadana. Indeks reksadana saham, pendapatan tetap dan juga campuran kompak turun masing-masing minus 4,11% secara bulanan, minis 0,65% dan minus 2,45%. SVP, Head of Retail, Product Research & Distribution Divion Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi memproyeksikan, IHSG akan bergerak di 6.200-7.100 sampai akhir tahun ini, jika kondisi global dan domestik lebih kondusif. Sedangkan, yield obligasi acuan SUN tenor 10 tahun diperkirakan bergerak dalam rentang 6,5%-7,0% sampai akhir tahun dengan potensi penurunan apabila terjadi peningkatan permintaan dan penurunan penawaran obligasi. Untuk aset kripto, Lukman melihat kenaikan cukup tinggi karena sentimen keputusan US Securities and Exchange Commission (SEC) yang lebih menguntungkan industri kripto. SEC mengisyaratkan bakal menerima perdagangan bitcoin ETF dalam waktu dekat usai tidak memperpanjang tuntutan kepada beberapa perusahaan kripto yang mengajukan izin dagang bitcoin ETF. Hanya saja, trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur melihat potensi bitcoin bisa saja koreksi ke US$ 30.000 atau ke US$ 26.000 di akhir tahun ini. Namun jika sentimen positif mendukung bitcoin, harganya bisa mencapai US$ 38.000 sebagai resisten terdekat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023