Ekonomi
( 41054 )Penanda Kerentaan Utang Negara
Siap-Siap Tarif Pajak Tinggi Mengintai UMKM
Pelemahan Ekonomi Bisa Menahan Setoran Pajak
Indonesia Membidik Ekspor ke 12 Negara
Berharap Harga Ayam Bisa Membaik
Ruang Ritel Tumbuh di Tahun Pemilu
Trisula Textile Membidik Pertumbuhan Positif Tahun ini
Bank Besar Masih Bakal Panen Laba Jumbo
MANUVER INVESTASI INVESTOR INSTITUSI
Situasi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian tinggi pada tahun ini membuat investor institusi harus mengatur strategi lebih jitu, guna mencari instrumen yang aman, tetapi tetap memberikan imbal hasil yang menarik. Belakangan, ekspektasi pemburukan ekonomi global mendorong penurunan suku bunga acuan. Selain ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, bank sentral China rupanya juga mengirim sinyal yang sama. People's Bank of China (PBoC) siap menurunkan suku bunga sebesar 0,5 poin persentase pada awal Februari 2024. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sepanjang 2023, investor asing dan investor institusi lokal mengakumulasi infl ow, kecuali industri bank yang menarik dananya sebesar Rp202,24 triliun.
Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan bahwa investasi asuransi jiwa pada tahun ini menitikberatkan pada SBN. Kebijakan investasi ini mempertimbangkan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada paruh kedua.
Budi mengatakan, dari sisi imbal hasil, SBN pun berada pada posisi yang menarik sehingga menjadi salah satu instrumen investasi andalan.
Dihubungi terpisah, Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengatakan dana pensiun masih memiliki minat terhadap SBN terlepas dari kewajiban alokasi aset pada surat utang negara itu. SBN menjadi pilihan karena stabilitas imbal hasil dan risiko rendah gagal bayar.
Sementara itu, Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie mengatakan SBN tenor pendek menjadi pengaman dari risiko seiring dengan masih tingginya ketidakpastian. Sementara itu, SBN tenor panjang memberikan peluang yield tinggi di tengah proyeksi perlambatan ekonomi.
Adapun, Director & Chief Investment Offi cer, Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memprediksi tahun 2024 menjadi periode konstruktif bagi pasar obligasi Indonesia. Faktor-faktor makroekonomi yang mendukung termasuk inflasi yang terjaga dan potensi pemangkasan suku bunga. Tingkat imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun sebesar 6,7% dianggap sebagai titik masuk menarik bagi investor.
Pengelolaan Kekayaan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023—2027. Pelaku industri perbankan syariah di Tanah Air tentu menyambut baik dan berharap keberadaan roadmap perbankan syariah terbaru tersebut bisa lebih memperkuat daya saing dari industri ini dan pada saat yang sama turut mendorong minat konsumen lebih tinggi lagi dalam memilih layanan perbankan syariah (melalui program literasi dan insentif langsung maupun tak langsung). Sesuai dengan RP3SI tersebut, maka peningkatan aspek ketahanan dan daya saing perbankan syariah dilakukan melalui konsolidasi perbankan syariah, penguatan resiliensi dan prudensial, dan inovasi untuk memperkuat diferensiasi produk dan layanan.
Sektor perbankan syariah di Indonesia memang terus menunjukkan pertumbuhan yang makin pesat. Laporan Islamic Finance Development Indicators (IDFI) 2022 menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam peta keuangan syariah global, sekaligus posisi ketujuh untuk aset syariah tertinggi di dunia. Sementara, dari dalam negeri, data OJK Juni 2023 menunjukkan pertumbuhan keuangan syariah nasional mencapai 13,37% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya.
Jika mengacu pada data OJK per Juni 2023, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia mencapai 7,3%. Capaian itu memang masih lebih rendah dibandingkan dengan perkembangan pada sejumlah negara lain, sebut saja Malaysia yang pangsa pasar perbankan syariahnya sudah mencapai 46% pada Mei 2023.
Selain itu perbankan Syariah juga diharapkan untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen melalui solusi-solusi keuangan yang unik.
Shariah wealth management merupakan sistem pengelolaan kekayaan yang mengusung prinsip-prinsip syariah untuk membantu masyarakat mencapai tujuan jangka panjang. Ini merupakan layanan keuangan yang unik dan komprehensif yang tidak sekadar replikasi dari layanan yang ditawarkan perbankan konvensional.
Yang menjadikannya berbeda, shariah wealth management tak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga spiritual dan sosial melalui pilar wealth purification dan wealth distribution.
Upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah tentu menjadi pekerjaan rumah bersama dari seluruh ekosistem di sektor ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









