PROSPEK PROPERTI 2024 : TREN BERTUMBUH RESIDENSIAL
Subsektor properti residensial terutama rumah tapak diyakini akan terus bertumbuh pada 2024, meskipun sejumlah tantangan masih mengadang. Kehadiran insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) akhir tahun lalu mampu memberikan pesan dukungan untuk pertumbuhan properti yang positif. Tak bisa dimungkiri, ingar bingar penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) biasanya juga berpengaruh terhadap pergerakan investor dan industri nasional, tak terkecuali sektor properti komersial maupun residensial. Ditambah lagi dengan risiko geopolitik dari kondisi global yang terakumulasi dengan berbagai tantangan domestik seperti peningkatan inflasi, peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), dan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), berpengaruh terhadap pergerakan investor properti residensial yang cenderung bersikap menunggu dan melihat (wait and see).Namun, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan bahwa meskipun pelaku usaha tetap harus waspada di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global, pertumbuhan ekonomi diperkirakan stabil dengan potensi terus bertumbuh.Adanya insentif PPN DTP, imbuhnya, setidaknya turut memberikan dorongan positif. “Prediksi pertumbuhan properti tahun 2024 diwarnai dengan asumsi tetap akan tumbuh, berdasarkan asumsi dari para pemangku kepentingan di mana 67% optimis sektor properti akan mampu menjawab tantangan ekonomi 2024,” ujarnya dalam Property Outlook 2024, Jumat (19/1).
Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 120/2023 yang ditandatangani pada 21 November 2023 lalu, insentif PPN DTP dapat dimanfaatkan untuk hunian siap huni dengan harga jual maksimal sebesar Rp5 miliar, meskipun dasar pengenaan bebas pajak hanya hingga Rp2 miliar.
Adapun, periode insentif diberikan dalam 2 tahap yakni tahap pertama mulai 1 November 2023 hingga 30 Juni 2024 dengan besaran 100% dan tahap kedua diberikan mulai 1 Juli hingga Desember 2024 dengan besaran 50%.Menurut Syarifah, insentif PPN DTP telah memberikan dampak positif dalam pertumbuhan properti akhir 2023 lalu dan berlanjut pada 2024, meskipun untuk apartemen strata diperkirakan stagnan.Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip menambahkan, pertumbuhan properti pada 2024 akan diwarnai oleh tumbuhnya tren-tren baru yang menyesuaikan dinamika pasar properti, salah satunya digitalisasi pemasaran untuk menangkap konsumen milenial.Sejalan dengan itu, Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya optimistis sektor properti akan kembali bangkit usai Pemilu pada Februari 2024.
Setali tiga uang, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Adrianto P. Adhi mengatakan emiten berkode saham SMRA itu membidik prapenjualan tahun ini sebesar Rp5 triliun. Sepanjang tahun lalu, SMRA membukukan marketing sales senilai Rp4,8 triliun dari target senilai Rp5 triliun.Adrianto menuturkan pada saat pemerintah kembali menggulirkan insentif PPN DTP, SMRA melakukan kalkulasi dari 8 proyek township ditemukan potensi penyerapan dari program insentif PPN DTP sebesar Rp2 triliun.
Di sisi lain, Associate Director PT Leads Property Services Indonesia Martin Samuel Hutapea menuturkan pasokan rumah tapak pada 2024 terbatas di tengah optimistis pasar rumah tapak Jabodetabek 2024 yang akan menggeliat.
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023