Sapi yang Mahal dan Masa Depan Bumi
CEO Meta Mark Zuckerberg belum lama ini memamerkan foto
dirinya menikmati daging steak medium-rare di sebuah restoran pinggir pantai,
di akun Instagramnya, Rabu (10/1). Steak itu dihasilkan dari peternakan
miliknya di Ko’olau, kompleks seluas 1.400 hektar di Kauai, Hawaii. Miliarder
itu mengaku ingin memproduksi daging sapi kualitas terbaik di dunia, dengan fokus
pada sapi wagyu dan angus, yang biasa diternakkan secara spesial untuk menghasilkan
daging jenis premium. Unggahan ini ramai dikomentari pengguna Instagram.
Mayoritas dari belasan ribu pemberi komentar mengecam bisnis
Musk yang mereka nilai tidak hanya menghancurkan binatang berkaki empat itu
tetapi juga kelangsungan bumi. Seiring menguatnya kesadaran tentang perubahan
iklim, semakin banyak masyarakat mengenal dampak industri peternakan sapi bagi
lingkungan. Hal ini didukung sejumlah penelitian ilmuwan dunia terkait industri
tersebut yang berhubungan dengan emisi gas rumah kaca penyebab krisis iklim. Selama
siklus hidupnya, sapi melepaskan metana dalam jumlah besar. Metana dikenal sebagai
salah satu gas rumah kaca selain karbon dioksida (CO2), yang menurut studi menyebabkan
pemanasan sekitar 85 kali lebih banyak dibandingkan CO2 selama 20 tahun.
Seekor sapi dewasa mengeluarkan 500 liter metana per hari,
menyumbang 3,7 % dari seluruh emisi gas rumah kaca. Kotoran sapi juga mengeluarkan
gas rumah kaca, yakni CH4 dan dinitrogen oksida (N2O). Produksi pakan ternak, yang
terkait pengelolaan tanah dan tanaman, juga menghasilkan CO2 dan N2O. FAO di
situs resminya menyerukan agar negara-negara berpendapatan tinggi mengurangi
konsumsi daging guna menjaga kelangsungan bumi. Sebaliknya, mereka
mengampanyekan produksi daging untuk mengatasi tantangan kesehatan
negara-negara miskin. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian
Peternakan, memperkirakan konsumsi daging sapi 2,62 kg per kapita per pada 2022,
sementara rata-rata tingkat konsumsi dunia mencapai 6,4 kg per kapita per
tahun. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023