Ekonomi
( 40465 )HARD LANDING ’PREMI UNIT-LINKED
Pelaku industri asuransi jiwa agaknya perlu bermanuver lebih tajam dalam menghimpun premi. Pasalnya, kinerja premi salah satu produk andalan, unit-linked, jeblok dalam dua tahun terakhir karena terpukul kebijakan regulator yang memperketat aturan pemasaran sejak paruh pertama 2022. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi unit-linkedRp88,3 triliun pada 2023, anjlok makin dalam hingga 22,6% dibandingkan 2022 yang terkontraksi 13,3%. Penurunan itu membuat kontribusi unit-linked terhadap total premi asuransi jiwa makin susut menjadi 40,8%, tidak lagi mendominasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebaliknya, mulai tahun lalu, produk tradisional atau produk proteksi murni menjadi dominan. Kinerja loyo premi unit-linked berimbas pada pendapatan premi asuransi jiwa secara keseluruhan. Industri membukukan pendapatan premi hanya Rp177,66 triliun, turun 7,1% dari pendapatan premi 2022 yang sudah 5% di bawah realisasi tahun sebelumnya.Jika ditelusuri, penurunan kinerja unit-linked berlangsung sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan SEOJK No 5/SEOJK. 05/2022 tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (Paydi). Aturan yang berlaku mulai Maret 2022 itu memperketat aturan pemasaran unit-linked. Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan ada kondisi 2022 yang melatarbelakangi kemerosotan tajam premi unit-linked pada 2023. “Kemudian, saat SEOJK Paydi meluncur, industri sempat mendapatkan sedikit masa transisi, tetapi harus sepenuhnya mematuhi aturan SEOJK Paydi. Jadi, sebetulnya tidak pas 12 bulan berbanding 12 bulan karena ada ketentuan peralihan,” kata Budi dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa 2023, Selasa (27/2). Mengenai nasib unit-linked pada 2024, Budi sempat mengatakan hal itu akan bergantung pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, generasi muda condong pada produk unit-linked. OJK sebelumnya berekspektasi premi asuransi jiwa akan bangkit tahun ini.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono melihat penurunan premi asuransi jiwa tahun lalu sudah sampai di titik terendahnya, termasuk pada premi unit-linked.
CEO & President Director MSIG Life Wianto Chen menjelaskan peningkatan andil unit-linked tahun ini akan ditopang oleh produk baru setelah tahun lalu perusahaan vakum memasarkan produk itu. Menurutnya, produk unit-linked baru yang diluncurkan awal tahun ini telah mengikuti ketentuan SEOJK Paydi.
Andil premi unit-linked MSIG Life tahun lalu merosot menjadi 25% dari semula 75%. Adapun, total premi bruto yang dicatat atau gross written premium (GWP) MSIG Life tahun lalu hampir Rp2 triliun.
PT BNI Life Insurance juga melihat produk tradisional masih akan mendominasi pendapatan premi perusahaan tahun ini karena penjualannya lebih mudah. “Perusahaan masih melakukan penyesuaian terhadap pemasaran produk unit-linked,” kata Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan.
Sementara itu, Indonesia Financial Group Progress (IFG Progress) menilai produk unit-linked masih terdampak scarring effectdari penerapan SEOJK Paydi. Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman mengatakan dampak ini terus berlanjut hingga kuartal IV/2023, terutama pada premi tunggal yang didistribusikan melalui keagenan yang terkontraksi hingga 30% selama satu tahun terakhir.
Rekor Pendapatan Tertinggi ASII
Pemulihan ekonomi turut mendorong kinerja PT Astra International Tbk (ASII). ASII mencetak rekor pendapatan tertinggi pada 2023 lalu.
Pendapatan bersih ASII menyentuh angka Rp 316,56 triliun, bertumbuh 5,03% dibandingkan pendapatan tahun 2022.Alhasil, laba bersih ASII juga naik 16,31% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 33,83 triliun.
Jika tidak memperhitungkan nilai wajar atas investasi di PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), laba bersih ASII naik 12% jadi Rp 34 triliun.
"ASII mencatatkan pencapaian kinerja tertinggi pada tahun 2023, didukung pemulihan penjualan sepeda motor dan pertumbuhan bisnis pembiayaan konsumen," kata Presiden Direktur ASII, Djony Bunarto Tjondro, Selasa (27/2).
Penjualan sepeda motor ASII naik 22%, dengan pangsa pasar lebih tinggi. Sedangkan penjualan mobil Astra tahun 2023 menurun 2% menjadi 561.000 unit. Namun pangsa pasar meningkat dari 55% menjadi sebesar 56%.
Salah satu segmen bisnis yang memberi pertumbuhan laba tinggi adalah divisi infrastruktur dan logistik yang mencetak kenaikan laba bersih 85% menjadi Rp 973 miliar. Di sisi lain, laba bersih divisi agribisnis turun 39% menjadi Rp 841 miliar, disebabkan harga minyak kelapa sawit yang lebih rendah.ASII mengusulkan pembagian dividen final sebesar Rp 421 per saham.
Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey menilai, ASII akan masih bergantung pada segmen otomotif dan segmen pertambangan. Namun, pasar otomotif tahun ini akan lebih menantang. Andhika merekomendasikan hold ASII dengan target harga Rp 5.600 per saham.
Laju Inflasi Tersulut Lonjakan Harga Pangan
Gejolak harga sejumlah bahan pangan berpotensi mengerek inflasi selama kuartal pertama tahun ini. Demi meredam lonjakan inflasi, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga pangan dengan mengamankan pasokan dan distribusinya, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran 2024.
Bukan hanya harga beras, minyak goreng dan cabai, harga daging sapi juga kemungkinan besar bakal terkerek lantaran kebijakan impor komoditas ini masih tertahan. Sejumlah ekonom pun memprediksi inflasi pada Februari 2024 akan menanjak akibat kenaikan harga pangan atau
volatile food.
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky melihat, faktor pendorong inflasi Februari 2024 adalah kenaikan harga pangan. "Pendorognya adalah komponen pangan, baik beras, telur ayam, cabai. Ini mendorong inflasi Februari 2024," kata dia, kemarin.
Sesuai pola musiman, biasanya di periode tersebut ada eskalasi harga pangan yang kemudian menyundut inflasi umum indeks harga konsumen (IHK). Selain itu, ada potensi puncak kemarau pada Mei 2024. Ini juga selaras dengan prediksi BMKG. LPEM FEB UI meyakini inflasi pada Februari 2024 berada di kisaran 2,5%-2,6% year-on-year (yoy). Pada Januari 2024, inflasi di level 2,57% yoy.
Prediksi Kepala Ekonom BCA David Sumual lebih tinggi lagi, inflasi di kisaran 2,74% yoy. Sependapat dengan Riefky, David juga menilai kenaikan inflasi Februari 2024 didorong lonjakan harga makanan pokok.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mencermati eskalasi harga beras yang turut menyumbang inflasi. Menurut dia, inflasi harga bergejolak (volatile food) dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan kebutuhan pokok, terutama beras. Pada Februari 2024, harga beras sudah naik 3,8% secara bulanan (mom).
Maka salah satu opsinya adalah mengimpor beras. Namun kebijakan impor juga agak terhambat oleh beberapa negara produsen beras lainnya yang menerapkan pembatasan ekspor pangan.
Agar inflasi pangan tak semakin liar, Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menyarankan pemerintah perlu giat mengintervensi pasar. "Perlu menjaga ketersediaan bahan pangan agar terjangkau," imbuh dia.
Menanti Tuah Maraknya, Aksi Korporasi di BUMN
Barisan saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layak menjadi perhatian pelaku pasar. Selain getol menggelar aksi korporasi dan restrukturisasi, sejumlah katalis mengiringi emiten pelat merah tersebut. Aksi terbaru, Mining Industri Indonesia (Mind ID) resmi mengakuisisi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Langkah ini menambah kepemilikan holding tambang BUMN tersebut dari sebelumnya 20% menjadi 34% atas saham INCO.
Pasar merespons aksi ini. Saham INCO melonjak 3,92% ke level Rp 3.980 pada Selasa (27/2). Tapi saham emiten tambang anggota Mind ID, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), justru melorot 2,31% ke Rp 1.480.
Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Nurwachidah menjelaskan, akuisisi saham INCO oleh Mind ID tidak banyak berpengaruh signifikan bagi emiten tambang BUMN.
Selain akuisisi,
Associate Director
Jasa Utama Capital Sekuritas, Hadrian Maynard juga menyoroti aksi BUMN lain yakni restrukturisasi utang pada sejumlah emiten pelat merah.
Investment Consultant
Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada sepakat, butuh waktu sebagai pembuktian, sejauh mana restrukturisasi tersebut bisa menyehatkan fundamental dan kinerja keuangan emiten.
Hadrian turut melirik saham bank BUMN yang menunjukkan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang signifikan. Terlebih sebentar lagi memasuki musim pembagian dividen yang bisa menambah daya tarik pelaku pasar terhadap saham perbankan.
Sentimen itu akan menjadi katalis positif pendongkrak emiten terkait infrastruktur seperti PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).
Masih dari sektor infrastruktur, analis Stocknow.id, Muhammad Thoriq Fadilla menilai, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan mendapatkan momentum yang menarik menjelang musim mudik Idul Fitri. Dus, Thoriq menilai JSMR layak koleksi dengan target harga Rp 5.800.
Samsu, Damai Setelah Menjaga Alam
Dulu, Samsu alias Isam (39) keluar-masuk hutan untuk menambang
emas dan membalak tanpa izin. Kini, ia hidup lebih tenang bersama alam lestari
yang ia jaga. Ia pernah ditangkap polisi 20 tahun lalu ketika membalak di hutan
seberang Sungai. Isam masih sempat membalak lagi selama empat bulan sejak ia
ditangkap. Belakangan, ia ingin hidup tenang. Dia sadar penghasilan membalak lumayan
besar, sekitar Rp 2 juta per minggu. Namun, tidak sepadan jika nyawanya
melayang. Itu sebabnya, ia mulai berpikir untuk mencari pekerjaan baru. ”Saya
ingin hidup tenang, tidak dikejar aparat,” cerita Isam di Sekonyer, Kamis (22/2).
Dari ayahnya, dia mendapat informasi lowongan pekerjaan di sebuah yayasan yang
bekerja di dalam dan di kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP),
Friends of The National Park Foundation (FNPF).
Pinangan itu diterima Agustus 2004. Sebagai warga lokal, Isam
dianggap tahu betul kawasan tersebut. Pekerjaan awalnya mengurus orangutan. Isam
dibayar Rp 450.000 per bulan, jauh dari penghasilannya saat membalak. Akan
tetapi, Isam menganggap semua ujian hidup memberikan kebaikan. Apalagi, ia
didukung keluarga. Istrinya tidak protes. Dia justru membantu Isam menambah
penghasilan mulai dari berjualan sayur, buah, hingga gelang dan cincin. ”Bapak
juga menitipkan sepetak lahan. Di sana, kami menanam sayur,” katanya. Setelah
dinilai berhasil mengurus orangutan, Isam ditugaskan ke program penanaman
pohon. Program itu tak hanya menyelamatkan kawasan hutan yang rusak, tetapi juga
membuat habitat satwa di hutan. Awalnya, Isam diberi tugas mengurus 14 hektar
lahan di dalam kawasan TNTP.
”Saya belajar terus sama yang sudah ahli di FNPF hingga
akhirnya lebih banyak pohon yang tumbuh.” Lama ikut melestarikan alam, cinta
itu bertambah besar. Tanpa anggaran dari FNPF, ia mengumpulkan sampah kemasan
untuk dijadikan polybag penyemaian pohon. Isam dan ayahnya bahkan mengumpulkan
uang hinggabisa membeli lahan petak demi petak di luar kawasan TNTP untuk
dijadikan hutan jerumbun (kawasan luas yang hijau). Ada lahan yang dibeli
dengan harga Rp 5 juta sampai lebih dari Rp 15 juta dengan berbagai ukuran.
Jerumbun merupakan kawasan konservasi yang berada di kawasan lindung, statusnya
justru area penggunaan lain (APL). Namun, jika di lahan lain APL dijadikan
kebun sawit atau tambang, Isam justru memilih menyelamatkannya dari berbagai
aktivitas ilegal. Isam kini hidup jauh
lebih tenang dengan alam di sekitarnya yang jauh lebih hija (Yoga)
Pelesiran ke Tempat ”Wisata Mirip” yang Hemat dan Memikat
Sejak 2023, pariwisata memang mulai pulih lagi seperti sebelum
pandemi Covid-19. Hal ini jelas menggembirakan bagi industri pariwisata. Namun,
menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan. Tak hanya terlalu ramai, tempat
wisata favorit mereka juga menjadi sangat mahal. Jalan keluarnya adalah ”destinasi-destinasi
mirip (destination dupes),” yang merujuk pada tempat-tempat tujuan wisata altenatif
yang mirip dengan lokasi wisata awal yang semula dituju. Di destinasi-destinasi
mirip itu tidak ditemukan monumen ikonik atau museum-museum terkenal. Meski
demikian, pengalaman yang ditawarkan dari kunjungan ke destinasi-destinasi
tiruan itu disebut bisa menghadirkan kejutan dan suasana lebih rileks. Para
pembuat konten atau pemengaruh juga sering kali menyebut kunjungan ke
lokasi-lokasi mirip itu layak dibagikan ke media sosial Instagram (instagramable).
Laman The New York Times pada 31 Januari 2024 melaporkan,
pada 2024 lebih dari separuh warga AS merencanakan pergi ke tempat-tempat dengan
biaya hidup yang lebih murah daripada biaya di kota mereka tinggal. Mengutip
keterangan agen perjalanan daring, Booking.com, Times melaporkan, 60 % warga AS
mencari tujuan wisata mirip atau mencari lokasi alternatif yang lebih murah
daripada pergi ke destinasi mahal. Perusahaan layanan perjalanan Expedia,
seperti dikutip lamanEuronews, mendaftar sejumlah destinasi mirip yang bakal
menjadi tren pada 2024. Contohnya, Barcelona merupakan kota yang sangat ramai
dan paling banyak dikunjungi di Spanyol. Sedemikian membeludak kunjungan
wisatawan, pihak berwenang terpaksa membatasi kegiatan pariwisata dan penumpang
kapal pesiar demi menekan dampak negatif bagi penduduk setempat. Pelancong bisa
memilih Girona yang mirip Barcelona.
Wilayah di timur laut Barcelona ini bisa ditempuh dengan satu
jam berkereta dari Barcelona. Girona memiliki kekayaan arsitektur yang akan
disukai oleh penggemar sejarah. Di Girona, wisatawan bisa menikmati permukiman
Yahudi bak labirin, gedung-gedung bertembok dinding abad pertengahan, dan
gedung katedral yang megah. Girona juga terkenal dengan wisata kuliner dengan
harga 25 % lebih murah daripada di Barcelona. Jika mencari laut, pasir, dan
kemewahan tetapi anggaran terbatas, bisa mempertimbangkan untuk pergi ke Pantai
Turquoise di Turki daripada pergi ke Cote d’Azur di Perancis. Garis pantai
Semenanjung Bodrum yang mirip Saint Tropez (Perancis) penuh dengan resor
berakses langsung ke perairan jernih. Di Bodrum, Anda bisa memilih menginap di
hotel-hotel ternama atau di tempat-tempat penginapan yang ramah dompet. (Yoga)
WTO Bahas Subsidi Perikanan, Penyelesaian Sengketa, dan Netflix
Pembahasan mengenai pembatasan subsidi perikanan dan isu
ketahanan pangan berjalan alot dalam Konferensi Tingkat Menteri Ke-13
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Penyegaran fungsi-fungsi organisasiini, utamanya
dalam penyelesaian sengketa, diperlukan di tengah kondisi perdagangan internasional
yang penuh gejolak. WTO menggelar KTM ke-13 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab
(UEA), 26-29 Februari. Acara dibuka pada Senin (26/2) petang WIB. Pada hari
kedua, Selasa, para menteri perdagangan dunia memasuki agenda pembahasan
negosiasi terkait sector perikanan dan pertanian. Dilansir dari AFP, Selasa, pembicaraan
tertutup akan berlangsung pada hari kedua konferensi yang dijadwalkan berlangsung
hingga Kamis.
Namun, pembahasan bisa molor karena tak kunjung ada konsensus
di antara 163 negara anggota dan anggota baru, yakni Komoros dan Timor Leste. Kesepakatan
penghapusan subsidi yang mendorong penangkapan ikan berlebihan (overfishing)
dan mengancam keberlanjutan stok ikan belum mencapai konsensus pada KTM ke-12,
Juni 2022. Implementasi Kesepakatan Subsidi Perikanan (Fisheries Subsidies
Agreement/FSA) baru dilakukan apabila sudah diratifikasi dua pertiga dari
seluruh anggota WTO. Selain isu subsidi perikanan, isu pertanian yang berkaitan
dengan program kepemilikan saham publik untuk tujuan ketahanan pangan menjadi
tema perundingan hari kedua.
Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris
Witjaksono mengatakan, terkait isu pertanian, Indonesia bersama negara anggota
G33, kelompok negara Afrika, Karibia, dan Pasifik, kelompok negara Afrika,
serta negara-negara kurang berkembang mendorong adanya kesepakatan mengenai
Pemilikan Saham Publik untuk ketahanan pangan. Mengenai isu subsidi perikanan,
lanjut Djatmiko, Indonesia akan memperjuangkan di fase perundingan tahap ke-2
ini agar tercipta kesepakatan yang seimbang dan efektif, khususnya, terkait
permasalahan yang belum terselesaikan, yakni overfishing overcapacity (OFOC) serta
perlakuan khusus dan berbeda (special and differential treatment/SDT) di pilar
OFOC.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies
(Celios), Nailul Huda, menjelaskan, moratorium menyebabkan hingga saat ini perusahaan
luar negeri penyedia layanan streaming musik, video, dan komutasi awan di Indonesia
tidak dibebankan tarif impor data untuk aktivitas layanan mereka. Dari sisi
pendapatan negara, kebijakan itu merugikan sejumlah negara,termasuk Indonesia, karena
menghilangkan potensi pendapatan. Secara rinci, kata Nailul, harga berlangganan
layanan streaming digital, seperti Netflix, Spotify, dan Vidio, saat ini tak menghitung
biaya impor jasa ”data” dari luar negeri. Penghentian moratorium akan menyebabkan
biaya berlangganan Netflix lebih mahal karena ada biaya bea masuk layanan data
dari luar negeri. (Yoga)
Rumah Tropis Jadi Pilihan Milenial
Rancangan rumah di daerah tropis seperti Indonesia tidak
hanya mempertimbangkan iklim, tetapi juga kebiasaan warga. Kebiasaan yang sudah
terbentuk itu dapat diimplementasikan dalam pembangunan rumah. ”Sejatinya, kita
adalah manusia outdoor, aktivitas banyak dilakukan di luar rumah dengan interaksi
sosial tinggi. Lihat saja, jiwa gotong royong kita juga tinggi,” kata arsitek
Yori Antar dalam peluncuran Kluster Agra Suvarna Sutera di Tangerang, Banten,
Selasa (27/2). Kebiasaan dan kebutuhan ini dapat diakomodasi dalam rumah modern
dengan ruang-ruang terbuka. Ruang tanpa sekat ini membuat keluarga dapat
berinteraksi dengan akrab. Ruang keluarga yang bersambung dengan ruang makan
dan dapur membuat keluarga dapat saling berbicara satu sama lain.
”Ada teras di rumah tropis, Fungsinya untuk mendinginkan
udara panas,” kata Yori. Dia mencermati, perumahan yang dibangun Belanda seperti
di Menteng, Jakpus, yang sudah disesuaikan dengan iklim. Rumah dibangun dengan
ruang besar, taman, dan teras yang mengelilingi rumah, tidak hanya untuk
keindahan, tetapi juga berfungsi meredam panas dan ventilasi silang dengan
langit-langit tinggi dan berbagai bukaan. Kebiasaan dan penyesuaian itu dapat
diaplikasikan pada perumahan modern dan disukai kalangan muda yang mulai mencari
rumah tinggal. Dengan konsep itu, Yori merancang Kluster Agra dari Suvarna
Sutera. Kluster ini berkonsep tropis sesuai dengan iklim Indonesia.
Pangsa pasarnya adalah generasi milenial. ”Layout juga
multifungsi, bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan penghuninya,” ujar Henny Meyliana,
Marketing & Sales Director Suvarna Sutera. Agra merupakan kluster pertama
dari superkluster Cemara dengan luas lahan 1,9 hektar dan nilai pengembangan
sebesar Rp 765 miliar. Luasan rumah di kluster ini dimulai dari 105 meter
persegi hingga tipe sudut dengan luasan 165 meter persegi. Menurut survei yang
dipaparkan Henny, kelompok usia milenial paling banyak menginginkan rumah tapak
dengan luasan mulai 60-100 meter persegi (38,6 persen) dan 100-150 meter persegi
(27 %). Dari kisaran harga, milenial tertarik pada rumah dengan rentang harga
Rp 400 juta-Rp 1 miliar per unit (32,2 %) dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar per unit
(35,7 %). Kluster Agra ditawarkan mulai Rp 1,3 miliar untuk harga perdananya. (Yoga)
Realisasi Impor Bergantung Produksi Beras Domestik
Rencana impor 3,6 juta ton beras pada tahun ini untuk
memperkuat cadangan beras pemerintah belum tentu terealisasi sesuai kuota.
Pemerintah tetap akan memperhitungkan produksi beras di dalam negeri. Kepala Bapanas
Arief Prasetyo Adi, Selasa (27/2) mengatakan, Bapanas dan Bulog akan fokus
merealisasikan terlebih dahulu kuota impor 2 juta ton beras. Dari alokasi
tersebut, beras impor yang sudah didatangkan hingga pekan keempat Februari 2024
baru 500.000 ton. Saat ini, menurut Arief, tidak mudah mendatangkan beras dari
negara lain karena harganya tinggi. Selain itu, masih banyak negara produsen
beras membatasi ekspor komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di
sisi lain, banyak daerah di Indonesia yang akan panen padi pada Maret 2024 dan
diperkirakan memuncak pada April 2024. Pada Maret, produksi beras nasional
diperkirakan mencapai 3,51 juta ton.
”Untuk itu, realisasi tambahan alokasi impor beras sebanyak
1,6 juta ton bergantung pada hasil produksi di dalam negeri. Jika masih kurang
dan kuota 2 juta ton beras sudah terealisasi semua, kuota tambahan tersebut
baru akan direalisasikan secara terukur,” ujarnya. Meski produksi padi bakal meningkat
dan surplus beras mulai terjadi pada Maret 2024, defisit beras nasional
diperkirakan masih terjadi pada Januari-Maret 2024. Berdasarkan hasil Kerangka Sampel
Area (KSA) BPS, total produksi beras pada Januari-Maret 2024 sebanyak 5,81 juta
ton. Dengan total kebutuhan konsumsi beras nasional sepanjang tiga bulan di
awal tahun ini sebanyak 7,62 juta ton, Indonesia masih defisit beras 1,81 juta
ton. (Yoga)
Serbuan Mobil Listrik China
”Menukar” (tukar tambah) mobil premium Eropa dengan mobil
listrik BYD, produksi China dengan tahun produksi mobil BYD lebih muda, bahkan dengan
fitur lebih lengkap, tak harus menguras tabungan, karena PT BYD Motor Indonesia
pada Kamis (15/2) di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di Jakarta
mengumumkan harga mobil listriknya yang lebih murah dari pesaingnya. BYD
termasuk mobil yang fungsional untuk menjelajahi Jakarta yang memberlakukan
aturan ganjil genap di sejumlah jalan protokol. Di Jakarta, penjualan kendaraan
listrik diuntungkan dengan regulasi ganjil genap yang tak berlaku bagi kendaraan
listrik.
Di Eropa, konsumen dibuai dengan harga jual beberapa mobil
listrik dari China yang mencapai 50 % harga mobil produksi Eropa. Pabrikan
Eropa pun pusing dibuatnya. Persoalannya, Eropa kini tak hanya dibanjiri mobil
listrik yang murah, tetapi juga berkualitas. Mobil listrik BYD, misalnya,
istilahnya juga bukan ”kaleng-kaleng”. Akhir pecan lalu, BYD meluncurkan supercar
listrik Yangwang U9, yang menggetarkan Lamborghini dan Ferrari, karena motor
listrik bertenaga 1.287 tenaga kuda itu akan mampu melesatkan Yangwang U9 dari 0-100
kilometer per jam hanya dalam 2,36 detik. Sebagai pembanding, berdasarkan
informasi dari situs Ferrari, mobil Ferrari SF90 melahap kecepatan 0-100
kilometer per jam dalam 2,5 detik.
Untuk mengatasi serbuan kendaraan listrik China, industri otomotif
Eropa kini sedang memutar otak, mulai dari menekan biaya produksi, meniru
sistem rantai produksi Airbus, hingga meninjau ulang sejumlah regulasi yang
memberatkan produsen otomotif Eropa. Namun, China sedang tak mudah dikalahkan.
China sedang memimpin pasar. Menurut Asosiasi Manufaktur Otomotif China, pada
tahun 2023, China telah menyalip Jepang sebagai eksportir otomotif terbesar
dunia. Dua minggu lalu, New York Times, misalnya, sampai mengupas BYD yang
disebutnya sebagai ”pembunuh” Tesla. Selain lebih murah, kualitas kendaraan
listrik China kini juga mencengangkan. Dalam ajang IIMS 2024, untuk kategori
”electric vehicle”, 5 dari 10 jenis penghargaan direbut oleh mobil listrik
China. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









