;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Warga Palestina Terpaksa Konsumsi Pakan Ternak

03 Mar 2024

Bencana kelaparan menyiksa warga Palestina di Jalur Gaza. Kepungan militer Israel membuat truk-truk pengangkut bantuan sosial yang menyeberang dari Mesir lamban datang. Tiadanya bantuan makanan membuat warga Palestina terpaksa mengonsumsi pakan ternak untuk bertahan hidup. Namun, setelah berhari-hari bertahan hidup dengan mengonsumsi pakan ternak, kini pilihan itu pun menipis. Abu Qussay Abu Nasser, warga Gaza, terpaksa mencari-cari tanaman panirak (Malva sylvestris) yang biasanya tumbuh liar di padang rumput ataupun di pinggir jalan. Tanaman berbunga ungu ini aman diolah untuk makan meskipun selama ini masyarakat tidak menganggapnya sebagai sumber pangan.

”Panirak sekarang sudah jarang sekali. Banyak orang memetiknya saking tidak ada makanan,” kataAbu Nasser kepada kantor berita Turki, Anadolu, Jumat (1/3). Panirak bukan pilihan pertama Abu Nasser. Sebelumnya, ia pergi ke pasar di Jabaliyya untuk mencari jagung kering dan jelai sisa. Biasanya, biji-bijian ini dipakai untuk pakan ternak. Ketika tiba di pasar, pakan ternak sekalipun sudah habis terjual. Di beberapa wilayah, warga mengeluhkan harga pakan ternak yang melejit. Satu karung 3 kg dibanderol dengan harga 60-80 shekel atau Rp 3 juta. Padahal, warga Gaza sudah serba kekurangan sejak Israel melakukan invasi per Oktober 2023. ”Kemarin, kami sekeluarga masing-masing hanya memakan sebutir kurma. Saya harus mencari makanan, anak-anak menangis kelaparan,” kata Abu Nasser.

Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA) memperlihatkan, sedikitnya 576.000 warga Gaza, seperempat dari total populasi di enklave tersebut, tinggal satu tahap masuk kategori kelaparan. Sejumlah tenaga medis menuturkan, banyak pasien anak di rumah-rumah sakit sekarat dan meninggal akibat malanutrisi dan dehidrasi. Bantuan untuk warga Gaza pun lamban bergulir. ”Segala sistem layanan masyarakat di Gaza sudah ambruk,” kata Jubir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier. Ia menjelaskan, anak-anak berumur 6-59 bulan menderita kelaparan akut. Angka kelaparan mereka 16,2 %. Padahal, WHO menetapkan ambang batas bahaya kelaparan tertinggi di dunia adalah 15 %. (Yoga) 

Anak Muda Bertahan, Bulan ke Bulan

03 Mar 2024

Konsultan keuangan dan pendiri Mind Money Balance, Lindsay Bryan-Podvin, mengatakan, milenial dan gen Z menghadapi banyak persoalan ekonomi, mulai dari krisis kemampuan membeli rumah, utang pinjaman sekolah atau kuliah, hingga tingginya biaya pengasuhan anak. Kondisi ini membuat mereka tidak mudah memasuki kehidupan finansial orang dewasa. Impian menjadi kaya di kalangan mereka pun menguat. ”Gaya hidup kelas menengah terasa di luar jangkauan. Padahal, setiap hari mereka dicekoki cerita dan gambaran di media sosial yang menunjukkan orang yang lebih kaya tampak lebih bahagia,” kata Bryan-Podvin. Untuk bisa hidup lebih kaya, gen Z menginginkan gaji lebih tinggi. Survei terbaru Redfield and Wilton Strategies menyebutkan, di AS, gen Z menilai gaji tahunan sebesar 74.000 USD atau Rp 1,2 miliar tidak masuk dalam kelompok kelas menengah.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, rata-rata kekayaan bersih gen Z adalah yang terendah. Menurut Bank Sentral AS, individu di bawah usia 35 tahun memiliki kekayaan bersih rata-rata 39.000 USD. Tidak hanya kekayaan bersih mereka lebih rendah, gaji rata-rata gen Z juga lebih rendah ketimbang generasi lain sehingga sulit untuk menyewa apartemen, membeli mobil, atau sekadar makan enak. Menurut survei American Staffing Association dan Harris Poll terhadap 2.000 orang dewasa AS, pekan lalu, 66 % karyawan berusia 18-27 tahun berniat meminta kenaikan gaji tahun ini. Mereka khawatir gaji mereka tak bisa mengimbangi inflasi. Generasi milenial dan gen Z mengaku harus hidup dari gaji ke gaji karena gaji mereka habis untuk membayar tagihan dan belanja kebutuhan primer.

Banyak yang mengaku berada dalam situasi seperti itu karena harus membiayai anggota keluarga lainnya dan memiliki utang yang besar. Sebenarnya mereka ingin berinvestasi, tetapi masalahnya tidak ada sisa uang untuk berinvestasi. Survei perusahaan konsultan Deloitte pada 2023 terhadap 22.000 milenial dan gen Z di seluruh dunia menemukan makin banyak anak muda mencari kerja sampingan demi menambah penghasilan. Untuk menghemat uang, anak muda di AS mulai banyak yang memilih menyimpan dan bertransaksi dengan uang tunai. Alasannya, memegang uang tunai lebih mudah dikendalikan ketimbang bertransaksi melalui e-wallet di ponsel. Cara bersiasat lain adalah sejumlah anak muda memilih tinggal bersama orangtua mereka. Bahkan, menurut BBC, 25 Januari 2024, mengutip laporan PewResearch, menyebutkan, anak muda usia 18-34 tahun mengaku masih dibantu orangtua untuk membayar kebutuhan, seperti uang pulsa ponsel, tagihan internet, bahkan kebutuhan sehari-hari. (Yoga) 

Tarif Murah, Syarat Wajib Angkutan Umum Modern Perkotaan

03 Mar 2024

Jangkauan luas ke seluruh pelosok kota diikuti jaminan kenyamanan dan keamanan penumpang adalah salah satu syarat agar layanan angkutan umum dilirik sebagai sarana utama untuk mobilitas masyarakat urban. Syarat selanjutnya adalah tarif terjangkau alias murah meriah. Tarif murah yang menyertai keterjangkauan luas dan kenyamanan transportasi publik menjadi salah satu bukti kehadiran dan keberpihakan negara kepada rakyatnya. Itu juga bukti penggunaan pajak yang tepat sasaran. Untuk itu, wajar jika publik sangat sensitif terhadap perubahan tarif ataupun sistem operasi yang berdampak pada tarif angkutan umum. Isu kenaikan tarif KRL Jabodetabek baru-baru ini langsung disambut pro dan kontra. Sejak 2016, tarif kereta komuter relatif tetap, yaitu Rp 3.000 per orang per 25 km pertama. Kemudian bertambah Rp 1.000 per 10 km berikutnya.

Adanya potensi menaikkan tarif kereta komuter itu tetap dianggap tidak menguntungkan pelanggannya. Pengguna setia KRL Jabodetabek mengingatkan agar kualitas layanan, termasuk jangkauan, keamanan, dan daya angkut, ditingkatkan jika hendak menaikkan tariff (Kompas.id, 29 Februari 2024). Di negara mana pun, transportasi publik menjadi beban tersendiri karena pembangunan, pengoperasian, dan perawatannya membutuhkan dana sangat besar. Bagi negara miskin dan sedang berkembang, ketiadaan atau kekurangan dana menyebabkan pembangunan angkutan umum perkotaan tersendat, bahkan tak menjadi prioritas. Pada saat bersamaan, laju perkembangan kawasan urban tak surut. Akibatnya, pergerakan masyarakat lebih banyak bersandar pada kendaraan bermotor pribadi. Kota-kota itu tercekik polusi dari asap kendaraan. Waktu terbuang percuma karena macet yang berarti ongkos transportasi tinggi. Ekonomi berputar tak lancar.

Sejauh ini, baru MRT Jakarta yang didukung pinjaman pembiayaan pihak lain, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA). Jaringan Transjakarta dan LRT Jakarta disokong Pemprov DKI Jakarta. LRT Jabodebek dan KRL Jabodetabek tergantung pemerintah pusat. Berkaca pada Mumbai, pemerintah pusat dan daerah perlu berpihak lebih berat pada pembangunan angkutan umum. Perlu cepat dan kreatif pula menggaet investor. Tak kalah mendesak memikirkan sumber pendanaan lain. Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan pendapatan di luar penjualan tiket, seperti menyediakan ruang iklan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang mendatangkan keuntungan finansial, demi memastikan layanan angkutan umum kian berkualitas dan bisa memenuhi syarat wajib lainnya, yaitu tarif tetap murah meriah (Yoga) 

Puluhan Triliun Pesona Taylor Swif

02 Mar 2024

Pada 2-4 Maret 2024, konser bintang dunia Taylor Swift digelar di Stadion Nasional Singapura. Konser bertajuk The Eras Tour ini berlanjut di sana pada 7-9 Maret 2024. Tiket satu-satunya konser Swift di Asia Tenggara ini diburu sejak pertengahan 2023. Tiket bahkan ludes terjual dalam beberapa jam lewat ”pertempuran sengit”. Harganya mulai dari 88 dollar Singapura hingga 1.228 dollar Singapura, setara Rp 1 juta hingga Rp 14,4 juta dengan kurs Rp 11.703 per dollar Singapura. Tiket hanya salah satu aspek penggerak ekonomi yang menimbulkan efek pengganda. Aspek lain, sebagian besar penonton berpikir untuk tampil berbeda. Pernak-pernik dan pakaian demi tampil cantik saat menonton konser pun dipilih penuh pertimbangan.

”Sayang jika hanya berpakaian biasa karena bakal foto. Akhirnya, aku cari baju karena Taylor Swift identik dengan sesuatu yang blink-blink (bekerlip),” ujar Lourentia Kinkin, di Jakarta, Kamis (29/2). Swifties alias penggemar Swift dalam konser biasanya berpakaian sesuai tema yang dipilih dari 10 era yang diwakili setiap album Swift, mulai album debut Taylor Swift (2006) hingga Midnights (2022). Kinkin, tak hanya belanja baju, tas, dan aksesori. Ia juga berencana menghias kuku untuk merepresentasikan 10 album Swift. Kuku setiap jari memiliki warna berbeda dengan anggaran Rp 200.000. Ia juga membeli stiker wajah Rp 12.000. Kinkin juga akan berpartisipasi dalam friendship bracelet, tradisi Swifties di seluruh dunia yang menyepakati membuat gelang persahabatan yang ditukarkan saat konser berlangsung, dengan anggaran Rp 60.000.

Konser Taylor Swift tak hanya memberi suguhan musik, tetapi juga memberi wadah bagi pemburu cendera mata (merchandise), seperti kaus, jaket bertudung (hoodie), gelang, tas, dan poster. Nominalnya pubervariasi, bergantung pada jenis barang. Antrean para pemburu itu mengular. Tak heran, dari The Eras Tour sepanjang 2023, Swift menghasilkan 200 juta USD atau Rp 3,1 triliun dengan kurs Rp 15.673 per USD hanya dari penjualan suvenir. Dari penjualan tiket, penyanyi itu mengantongi 1,04 miliar USD atau Rp 16,3 triliun. Angka ini memecahkan rekor sebagai tur pertama yang mengantongi lebih dari 1 miliar USD, seperti dikutip Forbes.

Mengutip The Straits Times, tepat setelah tiket konser Swift habis terjual, beragam hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mengantisipasi ledakan perjalanan ke Singapura pada Maret 2024. Harga pun terkerek naik seiring melonjaknya jumlah pesanan. Kepala pemasaran dan komersial Pan Pacific Hotels Group Cinn Tan mengatakan, pesanan kamar Hotel Parkroyal Collection Pickering naik 200 % pada periode 2-9 Maret 2024. Mayoritas pesanan berasal dari Australia, Indonesia, Taiwan, dan Korsel. Kenaikan pencarian akomodasi di Singapura juga naik hingga 160 kali di platform perjalanan digital Agoda. Kenaikan terutama dari negaranegara sekitar Singapura, di- dominasi warga Filipina. (Yoga)

Pajak Konglomerat untuk Atasi Isu Iklim

02 Mar 2024

Pemerintah negara-negara anggota G20 akhirnya sepakat menjajaki peluang penerapan pajak minimum para konglomerat. Pajak global itu akan menyasar orang-orang dengan kekayaan setidaknya senilai Rp 15 triliun. Hasil pajak, antara lain, dipakai untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. Kesepakatan informal itu tercapai dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota G20. Pertemuan itu berakhir pada Kamis (29/2) sore di Sao Paulo, Brasil, atau Jumat dini hari WIB. Kesepakatan disebut informal karena isu itu tidak dimasukkan dalam pernyataan akhir pertemuan. Menkeu Brasil Fernando Haddad menyebut, pajak global akan mengatasi penghindaran pajak para konglomerat. Menkeu Perancis Bruno Le Maire mendukung usulan Brasil dan berkomitmen akan menjadi yang terdepan. Sasaran kebijakan itu adalah orang-orang dengan kekayaan sedikitnya 1 miliar USD atau Rp 15 triliun.

Mengacu pada berbagai data, seperti dari Bloomberg dan Forbes, setidaknya ada 2.500 orang dengan kekayaan Rp 15 triliun, bahkan sebagian malah punya kekayaan lebih dari Rp 15.000 triliun. Haddad mengatakan, konglomerat perlu dipastikan membayar pajak secara adil. Dana pajak mereka, antara lain, untuk mengurangi kesenjangan. ”Kita bisa memperoleh pendapatan tambahan yang sangat besar hanya dengan tarif pajak yang sedikit lebih tinggi bagi warga superkaya,” ujarnya. Kepala Program Pembangunan PBB Achim Steiner menilai, Brasil bisa disebut sukses sebagai ketua bergilir G20. Sebab, Brasil menjadikan kesenjangan dan pajak minimum konglomerat sebagai target. Isu itu akan dibawa ke KTT G20. Menurut Pemantau Pajak Uni Eropa, lembaga kajian di Perancis, pajak konglomerat berbeda dari pajak penghasilan pada umumnya.

Kini, orang-orang superkaya mudah menghindari pajak penghasilan dan pajak warisan. Ekonom Perancis, Gabriel Zucman, merekomendasikan tarif minimum 2 %per tahun. Dengan kata lain, setiap orang superkaya direkomendasikan membayar pajak sedikitnya 20 juta USD atau Rp 300 miliar. ”Fakta para miliarder ini membayar pajak dalam jumlah yang sangat sedikit,” katanya. Ia menaksir, total kekayaan para konglomerat setara 13 triliun USD. Jika pajak minimum global diterapkan, setiap tahun ada tambahan 260 miliar USD pada pendapatan pemerintah. Sebagai pembanding, sejumlah negara berkembang butuh 500 miliar USD untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. ”Kita bisa mendapatkan setengah dari jumlah itu hanya dengan pajak minimum para miliarder,” kata Zucman. (Yoga)

Festival Sarkem

02 Mar 2024
Kirab Apem Ruwahan merupakan tradisi masyarakat Sosromenduran setiap menjelang Ramadhan yang terus dilestarikan, salah satunya lewat kegiatan tahunan Festival Sarkem (Pasar Kembang). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga untuk mempromosikan beragam potensi wisata kawasan setempat. Tampak keramaian warga mengusung makanan apem saat mengikuti Kirab Apem Ruwahan dalam Festival Sarkem di Jalan Sosrowijayan, Yogyakarta, Jumat (1/3/2023). (Yoga)

Insentif Pajak Akan Turunkan Harga Mobil Listrik

02 Mar 2024

Harga jual mobil listrik diprediksi akan turun setelah pemberlakuan insentif dari pemerintah yang memberikan berbagai keringanan pajak, antara lain pembebasan bea masuk impor, Pajak atas Penjualan Barang Mewah, dan PPN. Insentif tersebut diatur dalam Perpres No 79 Tahun 2023 tentang Perubahan Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang berlaku per 8 Desember 2023. Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas menjelaskan, pemberian insentif pajak bisa menurunkan harga jual mobil.

”Artinya, ini bisa lebih menyesuaikan antara harga mobil dan daya beli masyarakat,” ujar Made dihubungi Jumat (1/3/2024). Menurut dia, insentif ini jangan hanya dilihat dari aspek penjualannya. Ini juga harus menjadi momentum untuk mendorong investasi masuk ke dalam negeri dan menciptakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sehingga bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional seperti serapan tenaga kerja dan alih teknologi. (Yoga)

Agar ”Live Shopping” Bisa Sukses

02 Mar 2024

Praktik berjualan melalui siaran langsung yang dipandu pembawa acara atau pemengaruh di platform daring atau live shopping telah menjadi tren di pasar digital. Di balik ramainya kisah sukses live shopping, pelaku UMKM masih banyak yang gagal. Edho Zell, pendiri Social Bread, perusahaan yang menghubungkan kreator konten dan UMKM untuk mengelola online engagement terhadap pelanggan, mengungkapkan pandangan itu saat ditemui di sela-sela peresmian Ruang Kreasi by OCBC di Pasar Modern Intermoda Cisauk, BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/3). ”Kesalahan utama adalah meremehkan live shopping.Pebisnis yang di dalamnya termasuk UMKM, berpikir bahwa live shopping itu mudah karena tinggal pencet tombol. Padahal, live shopping sebenarnya kompleks,” ujar Edho. Ibaratnya semua orang bisa dan jago memasak, tetapi tidak semua masakan bisa dijual begitu saja, kemudian lalu laku keras di pasaran.

Edho, yang juga berprofesi sebagai pemengaruh itu, lantas memberikan setidaknya delapan saran agar live shopping yang dijalankan UMKM dapat optimal. Pertama, UMKM harus membangun dulu pengikut (followers) di media sosial sejak awal membuka bisnis dengan cara rajin membuat konten, agar jumlah followers di atas 1.000 supaya live shopping bisa dimulai, bagi UMKM yang mau menjalankan live shopping secara organik alias tanpa pasang iklan. Kedua, setelah mulai live shopping, pemandu acara dari perwakilan UMKM harus memperhatikan hal-hal teknis yang mendukung suasana berjualan, seperti teknik pencahayaan dan sinyal internet yang kencang. Ketiga, produk yang dijual harus diutamakan muncul di depan dibandingkan pemandu acara. Keempat, utamakan rutin melihat komentar penonton yang muncul di layar. Kelima, pemandu acara harus banyak menyapa penonton, bahkan sejak memulai siaran. Jika ada penonton baru bergabung, pemandu acara sebaiknya menyapa mereka.

Keenam, menjelaskan produk, dimulai dari bahan baku ataupun kandungan dalam produk. Ketujuh, menambahkan pemaparan manfaat produk. Terakhir, pemandu acara harus tahan berbicara dalam waktu lama. Sebab, platform media sosial, seperti Tiktok, akan memberi peringatan jika pemandu acara tengah jeda bicara dan ini berpengaruh pada reputasi jenama yang bersangkutan. Oleh karena itu, penting untuk memilih pemandu acara yang jago cuap-cuap marketing di depan layar. ”Minimal dua jam durasi live shopping dilakukan setiap harinya untuk membangun kehadiran jenama secara daring,” kata Edho, apalagi kini platform lokapasar menyediakan pula fasilitas live shopping bagi UMKM. Bagi UMKM yang sudah matang, fasilitas itu cocok karena dipastikan mendatangkan pembeli yang benar-benar mau membeli. Sementara bagi UMKM baru, platform media sosial, terutama Tiktok, dapat dipakai secara optimal untuk menggaet calon pelanggan. (Yoga)

Memanfaatkan Lembaga Pembiayaan secara Produktif

02 Mar 2024

Lembaga pembiayaan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara produktif dengan kegunaan, antara lain: 1. Memberikan alternatif pendanaan, dimana Lembaga pembiayaan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk pengembangan usaha, pengadaan aset, dan keperluan lainnya sebagai alternatif pendanaan lain selain bank dengan proses yang mudah dan cepat. 2. Membantu pengembangan bisnis. Selain sebagai sumber pendanaan, beberapa lembaga pembiayaan juga mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspansi usahanya.

Tips dan trik memilih lembaga pembiayaan Sebelum memilih produk dan layanan lembaga pembiayaan, antara lain: 1. Cek legalitas perusahaan pembiayaan yang digunakan Pastikan memilih lembaga pembiayaan yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. 2. Perhatikan tingkat bunga pinjaman. Cari informasi dan bandingkan tingkat bunga yang ditawarkan berbagai lembaga pembiayaan agar memperoleh suku bunga yang kompetitif. 3. Pastikan jumlah pinjaman sesuai kemampuan bayar. 4. Pinjam untuk kebutuhan produktif, seperti pengembangan usaha. 5. Pahami syarat dan ketentuan sebelum menandatangani dokumen perjanjian pembiayaan. (Yoga)

PAMERAN INACRAFT & IFEX : PEMBUKA PINTU PASAR EKSPOR

02 Mar 2024

Ajang pameran seperti Inacraft dan IFEX dapat menjadi jembatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) produk kerajinan dan furnitur nasional menembus pasar ekspor. Pameran jadi solusi promosi dan pemasaran yang masih sering jadi hambatan. Kurangnya ke-mampuan UMKM dalam pemasaran dan promosi me-mang jadi peker-jaan rumah yang harus diselesaikan agar mereka bisa go international. Tantangan lainnya adalah persoalan pembiayaan, hambatan nontarif, dan keterbatasan sumber daya untuk menjaga konsistensi dan kualitas produk. Padahal, peluang ekspor produk kerajinan tangan dan furnitur dari Indonesia masih sangat terbuka luas seiring dengan terus meningkatnya potensi pasar produk kerajinan dan furnitur global. Untuk menggarap potensi tersebut, sejumlah pameran kerajinan internasional pun terus digencarkan dengan mengundang para buyer dari berbagai negara. Saat ini, dua pameran produk kerajinan dan furnitur terbesar yakni The 24th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2024) dan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 digelar untuk jadi jembatan pelaku usaha menembus pasar global. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki berharap pameran Inacraft mampu membawa Indonesia menjadi pemain utama ekspor produk handicraft di kawasan Asean. Hingga saat ini, Indonesia memiliki pangsa pasar sebesar 1,25% dalam industri kerajinan di dunia. 

Adapun nilai ekspor produk kerajinan nasional mengalami peningkatan dari US$916 juta pada 2021 menjadi US$949 juta pada 2022. Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2023 nilai ekspor kerajinan Indonesia mencapai US$603,96 juta. Ketua Umum BPP ASEPHI Muchsin Ridjan menjelaskan bahwa penyelenggaraan Inacraft secara tahunan memang telah menjadi ajang promosi handicraft lokal untuk meraih pasar dunia sekaligus membuka peluang pasar ekspor para perajin. Selain produk kerajinan tangan, secara spesifik untuk potensi pasar furnitur juga masih sangat menarik. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan pasar furnitur dunia pada 2023 mencapai US$629 miliar dan diperkirakan meningkat 5% pada tahun ini. Melihat potensi yang masih sangat besar tersebut, pelaku industri mebel dan furnitur Indonesia diharapkan mampu menangkap peluang tersebut dan terus menggenjot nilai ekspor. Karena itulah dia berharap IFEX sebagai pameran furnitur B2B bisa menjadi acuan bagi para pemain industri furnitur dunia. Dia mengajak pemain industri untuk menampilkan produk berkualitas, stylish, sustainable, dan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan buyers. Di sisi lain, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur optimistis tahun ini industri mebel dan kerajinan Indonesia dapat terus bertumbuh dan bersaing di kancah global terlebih dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah. Djudjuk Aryati, Wakil Ketua Umum Bidang Promosi dan Pemasaran HIMKI mengatakan selain pasar tujuan ekspor tradisional seperti Amerika dan Eropa, HIMKI juga mengembangkan tujuan ekspor ke emerging market seperti India, Timur Tengah, dan Afrika.