Ekonomi
( 40733 )Warga Palestina Terpaksa Konsumsi Pakan Ternak
Bencana kelaparan menyiksa warga Palestina di Jalur Gaza.
Kepungan militer Israel membuat truk-truk pengangkut bantuan sosial yang menyeberang
dari Mesir lamban datang. Tiadanya bantuan makanan membuat warga Palestina
terpaksa mengonsumsi pakan ternak untuk bertahan hidup. Namun, setelah
berhari-hari bertahan hidup dengan mengonsumsi pakan ternak, kini pilihan itu
pun menipis. Abu Qussay Abu Nasser, warga Gaza, terpaksa mencari-cari tanaman panirak
(Malva sylvestris) yang biasanya tumbuh liar di padang rumput ataupun di pinggir
jalan. Tanaman berbunga ungu ini aman diolah untuk makan meskipun selama ini
masyarakat tidak menganggapnya sebagai sumber pangan.
”Panirak sekarang sudah jarang sekali. Banyak orang
memetiknya saking tidak ada makanan,” kataAbu Nasser kepada kantor berita
Turki, Anadolu, Jumat (1/3). Panirak bukan pilihan pertama Abu Nasser.
Sebelumnya, ia pergi ke pasar di Jabaliyya untuk mencari jagung kering dan
jelai sisa. Biasanya, biji-bijian ini dipakai untuk pakan ternak. Ketika tiba
di pasar, pakan ternak sekalipun sudah habis terjual. Di beberapa wilayah,
warga mengeluhkan harga pakan ternak yang melejit. Satu karung 3 kg dibanderol
dengan harga 60-80 shekel atau Rp 3 juta. Padahal, warga Gaza sudah serba
kekurangan sejak Israel melakukan invasi per Oktober 2023. ”Kemarin, kami sekeluarga
masing-masing hanya memakan sebutir kurma. Saya harus mencari makanan,
anak-anak menangis kelaparan,” kata Abu Nasser.
Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA)
memperlihatkan, sedikitnya 576.000 warga Gaza, seperempat dari total populasi
di enklave tersebut, tinggal satu tahap masuk kategori kelaparan. Sejumlah
tenaga medis menuturkan, banyak pasien anak di rumah-rumah sakit sekarat dan
meninggal akibat malanutrisi dan dehidrasi. Bantuan untuk warga Gaza pun lamban
bergulir. ”Segala sistem layanan masyarakat di Gaza sudah ambruk,” kata Jubir
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier. Ia menjelaskan, anak-anak
berumur 6-59 bulan menderita kelaparan akut. Angka kelaparan mereka 16,2 %.
Padahal, WHO menetapkan ambang batas bahaya kelaparan tertinggi di dunia adalah
15 %. (Yoga)
Anak Muda Bertahan, Bulan ke Bulan
Konsultan keuangan dan pendiri Mind Money Balance, Lindsay
Bryan-Podvin, mengatakan, milenial dan gen Z menghadapi banyak persoalan ekonomi,
mulai dari krisis kemampuan membeli rumah, utang pinjaman sekolah atau kuliah,
hingga tingginya biaya pengasuhan anak. Kondisi ini membuat mereka tidak mudah
memasuki kehidupan finansial orang dewasa. Impian menjadi kaya di kalangan mereka
pun menguat. ”Gaya hidup kelas menengah terasa di luar jangkauan. Padahal,
setiap hari mereka dicekoki cerita dan gambaran di media sosial yang menunjukkan
orang yang lebih kaya tampak lebih bahagia,” kata Bryan-Podvin. Untuk bisa hidup
lebih kaya, gen Z menginginkan gaji lebih tinggi. Survei terbaru Redfield and
Wilton Strategies menyebutkan, di AS, gen Z menilai gaji tahunan sebesar 74.000
USD atau Rp 1,2 miliar tidak masuk dalam kelompok kelas menengah.
Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, rata-rata kekayaan
bersih gen Z adalah yang terendah. Menurut Bank Sentral AS, individu di bawah
usia 35 tahun memiliki kekayaan bersih rata-rata 39.000 USD. Tidak hanya
kekayaan bersih mereka lebih rendah, gaji rata-rata gen Z juga lebih rendah
ketimbang generasi lain sehingga sulit untuk menyewa apartemen, membeli mobil, atau
sekadar makan enak. Menurut survei American Staffing Association dan Harris
Poll terhadap 2.000 orang dewasa AS, pekan lalu, 66 % karyawan berusia 18-27
tahun berniat meminta kenaikan gaji tahun ini. Mereka khawatir gaji mereka tak
bisa mengimbangi inflasi. Generasi milenial dan gen Z mengaku harus hidup dari
gaji ke gaji karena gaji mereka habis untuk membayar tagihan dan belanja
kebutuhan primer.
Banyak yang mengaku berada dalam situasi seperti itu karena
harus membiayai anggota keluarga lainnya dan memiliki utang yang besar.
Sebenarnya mereka ingin berinvestasi, tetapi masalahnya tidak ada sisa uang
untuk berinvestasi. Survei perusahaan konsultan Deloitte pada 2023 terhadap
22.000 milenial dan gen Z di seluruh dunia menemukan makin banyak anak muda mencari
kerja sampingan demi menambah penghasilan. Untuk menghemat uang, anak muda di
AS mulai banyak yang memilih menyimpan dan bertransaksi dengan uang tunai.
Alasannya, memegang uang tunai lebih mudah dikendalikan ketimbang bertransaksi
melalui e-wallet di ponsel. Cara bersiasat lain adalah sejumlah anak muda
memilih tinggal bersama orangtua mereka. Bahkan, menurut BBC, 25 Januari 2024,
mengutip laporan PewResearch, menyebutkan, anak muda usia 18-34 tahun mengaku
masih dibantu orangtua untuk membayar kebutuhan, seperti uang pulsa ponsel,
tagihan internet, bahkan kebutuhan sehari-hari. (Yoga)
Tarif Murah, Syarat Wajib Angkutan Umum Modern Perkotaan
Jangkauan luas ke seluruh pelosok kota diikuti jaminan
kenyamanan dan keamanan penumpang adalah salah satu syarat agar layanan angkutan
umum dilirik sebagai sarana utama untuk mobilitas masyarakat urban. Syarat
selanjutnya adalah tarif terjangkau alias murah meriah. Tarif murah yang
menyertai keterjangkauan luas dan kenyamanan transportasi publik menjadi salah
satu bukti kehadiran dan keberpihakan negara kepada rakyatnya. Itu juga bukti
penggunaan pajak yang tepat sasaran. Untuk itu, wajar jika publik sangat
sensitif terhadap perubahan tarif ataupun sistem operasi yang berdampak pada tarif
angkutan umum. Isu kenaikan tarif KRL Jabodetabek baru-baru ini langsung
disambut pro dan kontra. Sejak 2016, tarif kereta komuter relatif tetap, yaitu
Rp 3.000 per orang per 25 km pertama. Kemudian bertambah Rp 1.000 per 10 km berikutnya.
Adanya potensi menaikkan tarif kereta komuter itu tetap dianggap
tidak menguntungkan pelanggannya. Pengguna setia KRL Jabodetabek mengingatkan
agar kualitas layanan, termasuk jangkauan, keamanan, dan daya angkut,
ditingkatkan jika hendak menaikkan tariff (Kompas.id, 29 Februari 2024). Di
negara mana pun, transportasi publik menjadi beban tersendiri karena pembangunan,
pengoperasian, dan perawatannya membutuhkan dana sangat besar. Bagi negara miskin
dan sedang berkembang, ketiadaan atau kekurangan dana menyebabkan pembangunan
angkutan umum perkotaan tersendat, bahkan tak menjadi prioritas. Pada saat
bersamaan, laju perkembangan kawasan urban tak surut. Akibatnya, pergerakan
masyarakat lebih banyak bersandar pada kendaraan bermotor pribadi. Kota-kota
itu tercekik polusi dari asap kendaraan. Waktu terbuang percuma karena macet
yang berarti ongkos transportasi tinggi. Ekonomi berputar tak lancar.
Sejauh ini, baru MRT Jakarta yang didukung pinjaman pembiayaan
pihak lain, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA). Jaringan Transjakarta
dan LRT Jakarta disokong Pemprov DKI Jakarta. LRT Jabodebek dan KRL Jabodetabek
tergantung pemerintah pusat. Berkaca pada Mumbai, pemerintah pusat dan daerah perlu
berpihak lebih berat pada pembangunan angkutan umum. Perlu cepat dan kreatif pula
menggaet investor. Tak kalah mendesak memikirkan sumber pendanaan lain. Hal ini
dapat dilakukan dengan memaksimalkan pendapatan di luar penjualan tiket, seperti
menyediakan ruang iklan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang mendatangkan
keuntungan finansial, demi memastikan layanan angkutan umum kian berkualitas
dan bisa memenuhi syarat wajib lainnya, yaitu tarif tetap murah meriah (Yoga)
Puluhan Triliun Pesona Taylor Swif
Pada 2-4 Maret 2024, konser bintang dunia Taylor Swift
digelar di Stadion Nasional Singapura. Konser bertajuk The Eras Tour ini
berlanjut di sana pada 7-9 Maret 2024. Tiket satu-satunya konser Swift di Asia
Tenggara ini diburu sejak pertengahan 2023. Tiket bahkan ludes terjual dalam
beberapa jam lewat ”pertempuran sengit”. Harganya mulai dari 88 dollar
Singapura hingga 1.228 dollar Singapura, setara Rp 1 juta hingga Rp 14,4 juta
dengan kurs Rp 11.703 per dollar Singapura. Tiket hanya salah satu aspek penggerak
ekonomi yang menimbulkan efek pengganda. Aspek lain, sebagian besar penonton
berpikir untuk tampil berbeda. Pernak-pernik dan pakaian demi tampil cantik saat
menonton konser pun dipilih penuh pertimbangan.
”Sayang jika hanya berpakaian biasa karena bakal foto.
Akhirnya, aku cari baju karena Taylor Swift identik dengan sesuatu yang blink-blink
(bekerlip),” ujar Lourentia Kinkin, di Jakarta, Kamis (29/2). Swifties alias
penggemar Swift dalam konser biasanya berpakaian sesuai tema yang dipilih dari 10
era yang diwakili setiap album Swift, mulai album debut Taylor Swift (2006)
hingga Midnights (2022). Kinkin, tak hanya belanja baju, tas, dan aksesori. Ia
juga berencana menghias kuku untuk merepresentasikan 10 album Swift. Kuku
setiap jari memiliki warna berbeda dengan anggaran Rp 200.000. Ia juga membeli
stiker wajah Rp 12.000. Kinkin juga akan berpartisipasi dalam friendship
bracelet, tradisi Swifties di seluruh dunia yang menyepakati membuat gelang
persahabatan yang ditukarkan saat konser berlangsung, dengan anggaran Rp 60.000.
Konser Taylor Swift tak hanya memberi suguhan musik, tetapi
juga memberi wadah bagi pemburu cendera mata (merchandise), seperti kaus, jaket
bertudung (hoodie), gelang, tas, dan poster. Nominalnya pubervariasi,
bergantung pada jenis barang. Antrean para pemburu itu mengular. Tak heran,
dari The Eras Tour sepanjang 2023, Swift menghasilkan 200 juta USD atau Rp 3,1
triliun dengan kurs Rp 15.673 per USD hanya dari penjualan suvenir. Dari
penjualan tiket, penyanyi itu mengantongi 1,04 miliar USD atau Rp 16,3 triliun.
Angka ini memecahkan rekor sebagai tur pertama yang mengantongi lebih dari 1
miliar USD, seperti dikutip Forbes.
Mengutip The Straits Times, tepat setelah tiket konser Swift habis
terjual, beragam hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mengantisipasi
ledakan perjalanan ke Singapura pada Maret 2024. Harga pun terkerek naik
seiring melonjaknya jumlah pesanan. Kepala pemasaran dan komersial Pan Pacific
Hotels Group Cinn Tan mengatakan, pesanan kamar Hotel Parkroyal Collection
Pickering naik 200 % pada periode 2-9 Maret 2024. Mayoritas pesanan berasal
dari Australia, Indonesia, Taiwan, dan Korsel. Kenaikan pencarian akomodasi di
Singapura juga naik hingga 160 kali di platform perjalanan digital Agoda.
Kenaikan terutama dari negaranegara sekitar Singapura, di- dominasi warga
Filipina. (Yoga)
Pajak Konglomerat untuk Atasi Isu Iklim
Pemerintah negara-negara anggota G20 akhirnya sepakat
menjajaki peluang penerapan pajak minimum para konglomerat. Pajak global itu
akan menyasar orang-orang dengan kekayaan setidaknya senilai Rp 15 triliun. Hasil
pajak, antara lain, dipakai untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. Kesepakatan
informal itu tercapai dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank
sentral anggota G20. Pertemuan itu berakhir pada Kamis (29/2) sore di Sao Paulo,
Brasil, atau Jumat dini hari WIB. Kesepakatan disebut informal karena isu itu
tidak dimasukkan dalam pernyataan akhir pertemuan. Menkeu Brasil Fernando
Haddad menyebut, pajak global akan mengatasi penghindaran pajak para
konglomerat. Menkeu Perancis Bruno Le Maire mendukung usulan Brasil dan berkomitmen
akan menjadi yang terdepan. Sasaran kebijakan itu adalah orang-orang dengan
kekayaan sedikitnya 1 miliar USD atau Rp 15 triliun.
Mengacu pada berbagai data, seperti dari Bloomberg dan
Forbes, setidaknya ada 2.500 orang dengan kekayaan Rp 15 triliun, bahkan sebagian
malah punya kekayaan lebih dari Rp 15.000 triliun. Haddad mengatakan, konglomerat
perlu dipastikan membayar pajak secara adil. Dana pajak mereka, antara lain,
untuk mengurangi kesenjangan. ”Kita bisa memperoleh pendapatan tambahan yang
sangat besar hanya dengan tarif pajak yang sedikit lebih tinggi bagi warga
superkaya,” ujarnya. Kepala Program Pembangunan PBB Achim Steiner menilai, Brasil
bisa disebut sukses sebagai ketua bergilir G20. Sebab, Brasil menjadikan
kesenjangan dan pajak minimum konglomerat sebagai target. Isu itu akan dibawa
ke KTT G20. Menurut Pemantau Pajak Uni Eropa, lembaga kajian di Perancis, pajak
konglomerat berbeda dari pajak penghasilan pada umumnya.
Kini, orang-orang superkaya mudah menghindari pajak
penghasilan dan pajak warisan. Ekonom Perancis, Gabriel Zucman,
merekomendasikan tarif minimum 2 %per tahun. Dengan kata lain, setiap orang
superkaya direkomendasikan membayar pajak sedikitnya 20 juta USD atau Rp 300
miliar. ”Fakta para miliarder ini membayar pajak dalam jumlah yang sangat
sedikit,” katanya. Ia menaksir, total kekayaan para konglomerat setara 13 triliun
USD. Jika pajak minimum global diterapkan, setiap tahun ada tambahan 260 miliar
USD pada pendapatan pemerintah. Sebagai pembanding, sejumlah negara berkembang
butuh 500 miliar USD untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. ”Kita bisa
mendapatkan setengah dari jumlah itu hanya dengan pajak minimum para
miliarder,” kata Zucman. (Yoga)
Festival Sarkem
Insentif Pajak Akan Turunkan Harga Mobil Listrik
Harga jual mobil listrik diprediksi akan turun setelah
pemberlakuan insentif dari pemerintah yang memberikan berbagai keringanan pajak,
antara lain pembebasan bea masuk impor, Pajak atas Penjualan Barang Mewah, dan
PPN. Insentif tersebut diatur dalam Perpres No 79 Tahun 2023 tentang Perubahan
Perpres No 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik
Berbasis Baterai (KBLBB) yang berlaku per 8 Desember 2023. Presiden Institut
Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas menjelaskan, pemberian insentif
pajak bisa menurunkan harga jual mobil.
”Artinya, ini bisa lebih menyesuaikan antara harga mobil dan daya
beli masyarakat,” ujar Made dihubungi Jumat (1/3/2024). Menurut dia, insentif
ini jangan hanya dilihat dari aspek penjualannya. Ini juga harus menjadi
momentum untuk mendorong investasi masuk ke dalam negeri dan menciptakan
tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sehingga bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian
nasional seperti serapan tenaga kerja dan alih teknologi. (Yoga)
Agar ”Live Shopping” Bisa Sukses
Praktik berjualan melalui siaran langsung yang dipandu pembawa
acara atau pemengaruh di platform daring atau live shopping telah menjadi tren
di pasar digital. Di balik ramainya kisah sukses live shopping, pelaku UMKM
masih banyak yang gagal. Edho Zell, pendiri Social Bread, perusahaan yang menghubungkan
kreator konten dan UMKM untuk mengelola online engagement terhadap pelanggan,
mengungkapkan pandangan itu saat ditemui di sela-sela peresmian Ruang Kreasi by
OCBC di Pasar Modern Intermoda Cisauk, BSD, Tangerang, Banten, Jumat (1/3). ”Kesalahan
utama adalah meremehkan live shopping.Pebisnis yang di dalamnya termasuk UMKM,
berpikir bahwa live shopping itu mudah karena tinggal pencet tombol. Padahal,
live shopping sebenarnya kompleks,” ujar Edho. Ibaratnya semua orang bisa dan
jago memasak, tetapi tidak semua masakan bisa dijual begitu saja, kemudian lalu
laku keras di pasaran.
Edho, yang juga berprofesi sebagai pemengaruh itu, lantas memberikan
setidaknya delapan saran agar live shopping yang dijalankan UMKM dapat optimal.
Pertama, UMKM harus membangun dulu pengikut (followers) di media sosial sejak
awal membuka bisnis dengan cara rajin membuat konten, agar jumlah followers di
atas 1.000 supaya live shopping bisa dimulai, bagi UMKM yang mau menjalankan
live shopping secara organik alias tanpa pasang iklan. Kedua, setelah mulai live
shopping, pemandu acara dari perwakilan UMKM harus memperhatikan hal-hal teknis
yang mendukung suasana berjualan, seperti teknik pencahayaan dan sinyal
internet yang kencang. Ketiga, produk yang dijual harus diutamakan muncul di depan
dibandingkan pemandu acara. Keempat, utamakan rutin melihat komentar penonton
yang muncul di layar. Kelima, pemandu acara harus banyak menyapa penonton,
bahkan sejak memulai siaran. Jika ada penonton baru bergabung, pemandu acara sebaiknya
menyapa mereka.
Keenam, menjelaskan produk, dimulai dari bahan baku ataupun
kandungan dalam produk. Ketujuh, menambahkan pemaparan manfaat produk. Terakhir,
pemandu acara harus tahan berbicara dalam waktu lama. Sebab, platform media
sosial, seperti Tiktok, akan memberi peringatan jika pemandu acara tengah jeda
bicara dan ini berpengaruh pada reputasi jenama yang bersangkutan. Oleh karena
itu, penting untuk memilih pemandu acara yang jago cuap-cuap marketing di depan
layar. ”Minimal dua jam durasi live shopping dilakukan setiap harinya untuk
membangun kehadiran jenama secara daring,” kata Edho, apalagi kini platform
lokapasar menyediakan pula fasilitas live shopping bagi UMKM. Bagi UMKM yang
sudah matang, fasilitas itu cocok karena dipastikan mendatangkan pembeli yang
benar-benar mau membeli. Sementara bagi UMKM baru, platform media sosial,
terutama Tiktok, dapat dipakai secara optimal untuk menggaet calon pelanggan. (Yoga)
Memanfaatkan Lembaga Pembiayaan secara Produktif
Lembaga pembiayaan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara
produktif dengan kegunaan, antara lain: 1. Memberikan alternatif pendanaan,
dimana Lembaga pembiayaan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang
membutuhkan dana untuk pengembangan usaha, pengadaan aset, dan keperluan lainnya
sebagai alternatif pendanaan lain selain bank dengan proses yang mudah dan cepat.
2. Membantu pengembangan bisnis. Selain sebagai sumber pendanaan, beberapa
lembaga pembiayaan juga mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha
untuk meningkatkan kapasitas produksi dan ekspansi usahanya.
Tips dan trik memilih lembaga pembiayaan Sebelum memilih
produk dan layanan lembaga pembiayaan, antara lain: 1. Cek legalitas perusahaan
pembiayaan yang digunakan Pastikan memilih lembaga pembiayaan yang sudah terdaftar
dan diawasi oleh OJK. 2. Perhatikan tingkat bunga pinjaman. Cari informasi dan
bandingkan tingkat bunga yang ditawarkan berbagai lembaga pembiayaan agar memperoleh
suku bunga yang kompetitif. 3. Pastikan jumlah pinjaman sesuai kemampuan bayar.
4. Pinjam untuk kebutuhan produktif, seperti pengembangan usaha. 5. Pahami
syarat dan ketentuan sebelum menandatangani dokumen perjanjian pembiayaan. (Yoga)
PAMERAN INACRAFT & IFEX : PEMBUKA PINTU PASAR EKSPOR
Ajang pameran seperti Inacraft dan IFEX dapat menjadi jembatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) produk kerajinan dan furnitur nasional menembus pasar ekspor. Pameran jadi solusi promosi dan pemasaran yang masih sering jadi hambatan. Kurangnya ke-mampuan UMKM dalam pemasaran dan promosi me-mang jadi peker-jaan rumah yang harus diselesaikan agar mereka bisa go international. Tantangan lainnya adalah persoalan pembiayaan, hambatan nontarif, dan keterbatasan sumber daya untuk menjaga konsistensi dan kualitas produk. Padahal, peluang ekspor produk kerajinan tangan dan furnitur dari Indonesia masih sangat terbuka luas seiring dengan terus meningkatnya potensi pasar produk kerajinan dan furnitur global. Untuk menggarap potensi tersebut, sejumlah pameran kerajinan internasional pun terus digencarkan dengan mengundang para buyer dari berbagai negara. Saat ini, dua pameran produk kerajinan dan furnitur terbesar yakni The 24th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2024) dan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 digelar untuk jadi jembatan pelaku usaha menembus pasar global. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki berharap pameran Inacraft mampu membawa Indonesia menjadi pemain utama ekspor produk handicraft di kawasan Asean. Hingga saat ini, Indonesia memiliki pangsa pasar sebesar 1,25% dalam industri kerajinan di dunia.
Adapun nilai ekspor produk kerajinan nasional mengalami peningkatan dari US$916 juta pada 2021 menjadi US$949 juta pada 2022. Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2023 nilai ekspor kerajinan Indonesia mencapai US$603,96 juta.
Ketua Umum BPP ASEPHI Muchsin Ridjan menjelaskan bahwa penyelenggaraan Inacraft secara tahunan memang telah menjadi ajang promosi handicraft lokal untuk meraih pasar dunia sekaligus membuka peluang pasar ekspor para perajin.
Selain produk kerajinan tangan, secara spesifik untuk potensi pasar furnitur juga masih sangat menarik. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan pasar furnitur dunia pada 2023 mencapai US$629 miliar dan diperkirakan meningkat 5% pada tahun ini.
Melihat potensi yang masih sangat besar tersebut, pelaku industri mebel dan furnitur Indonesia diharapkan mampu menangkap peluang tersebut dan terus menggenjot nilai ekspor.
Karena itulah dia berharap IFEX sebagai pameran furnitur B2B bisa menjadi acuan bagi para pemain industri furnitur dunia. Dia mengajak pemain industri untuk menampilkan produk berkualitas, stylish, sustainable, dan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan buyers. Di sisi lain, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur optimistis tahun ini industri mebel dan kerajinan Indonesia dapat terus bertumbuh dan bersaing di kancah global terlebih dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah.
Djudjuk Aryati, Wakil Ketua Umum Bidang Promosi dan Pemasaran HIMKI mengatakan selain pasar tujuan ekspor tradisional seperti Amerika dan Eropa, HIMKI juga mengembangkan tujuan ekspor ke emerging market seperti India, Timur Tengah, dan Afrika.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









