;

Realisasi Impor Bergantung Produksi Beras Domestik

Ekonomi Yoga 28 Feb 2024 Kompas
Realisasi Impor Bergantung
Produksi Beras Domestik

Rencana impor 3,6 juta ton beras pada tahun ini untuk memperkuat cadangan beras pemerintah belum tentu terealisasi sesuai kuota. Pemerintah tetap akan memperhitungkan produksi beras di dalam negeri. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, Selasa (27/2) mengatakan, Bapanas dan Bulog akan fokus merealisasikan terlebih dahulu kuota impor 2 juta ton beras. Dari alokasi tersebut, beras impor yang sudah didatangkan hingga pekan keempat Februari 2024 baru 500.000 ton. Saat ini, menurut Arief, tidak mudah mendatangkan beras dari negara lain karena harganya tinggi. Selain itu, masih banyak negara produsen beras membatasi ekspor komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di sisi lain, banyak daerah di Indonesia yang akan panen padi pada Maret 2024 dan diperkirakan memuncak pada April 2024. Pada Maret, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 3,51 juta ton.

”Untuk itu, realisasi tambahan alokasi impor beras sebanyak 1,6 juta ton bergantung pada hasil produksi di dalam negeri. Jika masih kurang dan kuota 2 juta ton beras sudah terealisasi semua, kuota tambahan tersebut baru akan direalisasikan secara terukur,” ujarnya. Meski produksi padi bakal meningkat dan surplus beras mulai terjadi pada Maret 2024, defisit beras nasional diperkirakan masih terjadi pada Januari-Maret 2024. Berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, total produksi beras pada Januari-Maret 2024 sebanyak 5,81 juta ton. Dengan total kebutuhan konsumsi beras nasional sepanjang tiga bulan di awal tahun ini sebanyak 7,62 juta ton, Indonesia masih defisit beras 1,81 juta ton. (Yoga) 

Tags :
#Impor #Beras
Download Aplikasi Labirin :