Realisasi Impor Bergantung Produksi Beras Domestik
Rencana impor 3,6 juta ton beras pada tahun ini untuk
memperkuat cadangan beras pemerintah belum tentu terealisasi sesuai kuota.
Pemerintah tetap akan memperhitungkan produksi beras di dalam negeri. Kepala Bapanas
Arief Prasetyo Adi, Selasa (27/2) mengatakan, Bapanas dan Bulog akan fokus
merealisasikan terlebih dahulu kuota impor 2 juta ton beras. Dari alokasi
tersebut, beras impor yang sudah didatangkan hingga pekan keempat Februari 2024
baru 500.000 ton. Saat ini, menurut Arief, tidak mudah mendatangkan beras dari
negara lain karena harganya tinggi. Selain itu, masih banyak negara produsen
beras membatasi ekspor komoditas tersebut untuk memenuhi kebutuhan domestik. Di
sisi lain, banyak daerah di Indonesia yang akan panen padi pada Maret 2024 dan
diperkirakan memuncak pada April 2024. Pada Maret, produksi beras nasional
diperkirakan mencapai 3,51 juta ton.
”Untuk itu, realisasi tambahan alokasi impor beras sebanyak
1,6 juta ton bergantung pada hasil produksi di dalam negeri. Jika masih kurang
dan kuota 2 juta ton beras sudah terealisasi semua, kuota tambahan tersebut
baru akan direalisasikan secara terukur,” ujarnya. Meski produksi padi bakal meningkat
dan surplus beras mulai terjadi pada Maret 2024, defisit beras nasional
diperkirakan masih terjadi pada Januari-Maret 2024. Berdasarkan hasil Kerangka Sampel
Area (KSA) BPS, total produksi beras pada Januari-Maret 2024 sebanyak 5,81 juta
ton. Dengan total kebutuhan konsumsi beras nasional sepanjang tiga bulan di
awal tahun ini sebanyak 7,62 juta ton, Indonesia masih defisit beras 1,81 juta
ton. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023