;
Kategori

Ekonomi

( 40846 )

Keterampilan Sosial Dorong Pertumbuhan Karier

04 Mar 2024

Keterampilan sosial atau softskill yang dimiliki pekerja semakin menjadi kebutuhan sentral di tempat kerja. Perusahaan menyadari tugas yang memerlukan keterampilan sosial manusia tidak dapat digeser dengan teknologi kecerdasan buatan. Berdasarkan survei oleh LinkedIn dan perusahaan konsultan riset pasar Censuswide pada 4.323 manajer perekrutan di 18 negara, antara lain, di Eropa, AS, China, India, dan Indonesia, diidentifikasi sepuluh keterampilan sosial yang paling dibutuhkan pada 2024. Keterampilan komunikasi menempati urutan pertama, diikuti oleh keterampilan melayani pelanggan, kepemimpinan, manajemen proyek, manajemen, analisis, bekerja dalam tim, penjualan (sales), keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan riset. Survei LinkedIn dan Cencuswide itu dilakukan 15 Desember 2023 sampai 4 Januari 2024.

Survei juga menemukan bahwa keterampilan sosial akan semakin menjadi sumber pertumbuhan karier individu. Vice President LinkedIn Aneesh Raman, dalam blog perusahaan, Minggu (3/3) mengatakan, kolaborasi antarpekerja juga semakin menjadi pusat pertumbuhan perusahaan, karena itu, sudah saatnya para pemimpin perusahaan mulai berkomunikasi secara jelas dan penuh empati kepada anggota tim. Setahun terakhir muncul banyak prediksi yang mengatakan, kecerdasan buatan akan mengubah pekerjaan. LinkedIn menyoroti, sejalan dengan fenomena itu, keterampilan sosial berupa kemampuan beradaptasi termasuk keterampilan sosial permintaannya melonjak.

”Pasar tenaga kerja diisi oleh narasi-narasi kemajuan teknologi kecerdasan buatan untuk bisnis. Kami menyaksikan, keterampilan sosial yang dipadukan dengan kemampuan belajar keterampilan teknik (hard-skills) menjadi semakin penting,” ujar Country Lead LinkedIn Indonesia Rohit Kalsy. Menurut Rohit, dalam riset LinkedIn dan Cencuswide yang terpisah, keduanya menemukan bahwa 97 % dari 254 manajer perekrutan di Indonesia yang disurvei pada 15 Desember 2023-4 Januari 2024 memprioritaskan keterampilan sosial itu pada calon karyawan. Karyawan yang sudah lama bekerja dalam perusahaan juga diharapkan memiliki keterampilan sosial dan keinginan mempelajari keterampilan teknis baru, terutama keterampilan teknis yang berhubungan dengan kecerdasan buatan. (Yoga) 

Target Investasi 2025 Hanya Naik Tipis

04 Mar 2024

Pemerintah menetapkan target realisasi investasi yang moderat untuk tahun 2025, yaitu Rp 1.750 triliun. Laju kenaikannya hanya 6,06 %, jauh di bawah kenaikan target investasi tahun-tahun sebelumnya yang bisa tumbuh sampai 16-30 % per tahun. Di tengah ketidakpastian domestik dan perlambatan ekonomi global, pemerintah memilih tidak ambisius. Sebagai perbandingan, pada 2024, pemerintah memasang target realisasi investasi Rp 1.650 triliun, naik 17,8 % dari target tahun 2023 senilai Rp 1.400 triliun. Sebelumnya, pada 2023, target investasi naik 16,6 % dari tahun 2022 yang senilai Rp 1.200 triliun. Pada 2022,target yang dipasang lebih ambisius lagi, yakni naik 33,3 % dari Rp 900 triliun pada 2021.

Investasi memainkan peran penting sebagai salah satu motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Investasi yang biasanya ditunjukkan lewat kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) merupakan kontributor terbesar kedua terhadap PDB dari sisi pengeluaran setelah konsumsi rumah tangga. Porsi investasi bisa menyentuh 29-32 % pertumbuhan PDB. Ketika investasi meningkat, ada penambahan kapasitas produksi dan lapangan kerja pun terbuka lebih banyak. Hal itu akan berdampak pada menurunnya tingkat pengangguran, menguatnya konsumsi rumah tangga sebagai motor utama ekonomi Indonesia, dan otomatis mengerek laju pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ketika ekspektasi target investasi pada 2025 diturunkan secara signify kan, pertumbuhan ekonomi thun depan pun diperkirakan bisa ikut melesu.  

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Minggu (3/3) mengatakan, target realisasi investasi yang moderat dengan kenaikan hanya 6,06 % sejalan dengan realitas kondisi perekonomian dalam negeri yang masih tidak pasti akibat transisi pemerintahan. Ia memperkirakan, periode wait and see investor masih akan berlanjut sampai arah kebijakan pemerintahan berikutnya terpapar dengan lebih jelas. Ketidakpastian investor itu tergambar dalam target-target ekonomi yang dipasang pemerintah di masa awal transisi. ”Ini tantangan yang cukup serius yang akan kita hadapi dari tahun 2024 sampai 2025 selagi terjadi transisi pemerintahan lama ke baru. Meski arah pemerintahan ke depan adalah keberlanjutan, sosok pemimpin yang akan memimpin kementerian teknis investasi bisa saja berdampak pada arah kebijakan investasi yang berbeda,” kata Andry. (Yoga) 

Kesulitan bahan Baku Hambat Laju Manufaktur

04 Mar 2024
Perlambatan manufaktur pada Februari dinilai bukan hal yang mengkhawatirkan, mengingat kinerja produksi manufaktur yang cukup stabil. Hal yang menjadi isu penting adalah mengenai ketersediaan bahan baku yang dikhawatirkan dapat  mengengaruhi laju manufaktur. Pasalnya, mulai Maret impor  bahan baku/penolong akan semakin ketat akibat implementasi Peraturan Menteri Pertahanan (Permendag) Nomor 36 tahun 2023 tentang kebijakan dan pengaturan impor. Ketua Umum Asiosasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menerangkan, kinerja produksi manufaktur saat ini cukup stabil karena demand pasar, terutama menjelang Ramadan, mendukung ekspansi. Meski begitu terdapat peningkatan tekanan bagi produksi di sisi supply, khususnya dalam bentuk kesulitan yang memperoleh bahan baku/penolong impor yang dibutuhkan oleh produksi. (Yetede)

Beras yang Tak Beres

04 Mar 2024

Pascareformasi, perhatian terhadap pertanian padi sangat lemah. Banyak infrastruktur rusak dan rantai pasok tak jelas. Membereskan beras makin tak mudah. Laporan terbaru menyebut, total potensi produksi beras nasional pada Maret dan April 2024 mencapai 8,46 juta ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kendati begitu, Bapanas optimistis jumlah produksi itu akan menurunkan harga beras. BPS, Jumat (1/3) merilis, potensi produksi beras Maret dan April 2024 masing-masing 3,54 juta ton dan 4,92 juta ton. Perkiraan produksi ini dilakukan berdasarkan penghitungan kerangka sampel area pada panenan Desember 2023 dan Januari 2024 (Kompas, 2/3/2024).

Jika hanya melihat angkanya, laporan tersebut tidak banyak bermakna selain memberi tahu publik bahwa ada produksi beras sebanyak angka-angka yang tertera. Harapannya, harga turun ketika pasokan sebanyak itu masuk ke pasar. Tapi, sesungguhnya angka-angka itu membuat kita perlu bertanya lebih lanjut soal apa sebenarnya yang tengah terjadi dengan pertanian padi di Tanah Air. Angka produksi Maret-April tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu memberikan peringatan bahwa pasokan 2024 bermasalah. Gangguan cuaca membuat produksi turun, tapi pertanian padi sesungguhnya dalam masalah pelik. Kita bisa melihat di berbagai tempat sedang terjadi peralihan fungsi lahan. Pemda mudah memberikan izin penggunaan lahan untuk kegiatan nonpertanian.

Kota-kota di Jabar tengah berubah. Bekasi telah menjadi kota metropolitan padahal sekian tahun lalu masih menjadi penghasil beras. Karawang yang disebut sebagai lumbung beras kini mulai menjadi metropolitan. Di Subang, buruh tani makin sulit didapat karena mereka telah meninggalkan pertanian. Masalah lebih kompleks muncul pada sarana dan prasarana produksi pertanian, irigasi, penyuluh, penanganan pascapanen, perdagangan padi, hingga perdagangan beras di hilir. Semua memperlihatkan, kita makin kurang memperhatikan pertanian padi. Pendidikan bidang pertanian kurang diminati anak-anak muda. Kita perlu kembali berpaling ke pertanian padi. Petani perlu mandiri dengan membangun organisasi tani yang kuat. Tanpa organisasi tani yang kuat, pertanian padi lemah sehingga sendi negeri ini keropos karena tak mandiri pangan. (Yoga) 

Ironi Negeri Agraris, Petani Padi Mengantre Beras Murah

04 Mar 2024

Di bawah terik mentari, puluhan warga termasuk mereka yang sehari-harinya bertani menanti giliran membeli beras medium dalam operasi pasar murah di Balai Desa Lurah, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jabar, Senin (26/2). Beras medium seharga Rp 52.000 per kemasan 5 kg yang dijual jauh lebih murah ketimbang harga beras di pasaran dengan jumlah dan kualitas sama dengan harga Rp 75.000. ”Harga beras (di pasaran) sekarang Rp 15.000-Rp 16.000 per kg. Di sini murah, Rp 10.400 per kg,” kata Rumsi yang datang bersama suaminya. Ia berniat membeli dua karung beras, sesuai batas maksimal pembelian dalam operasi pasar murah. Sayangnya, keinginannya belum terwujud. Beras di truk terus menipis, sedangkan antrean masih panjang. Petugas membatasi pembelian hanya satu karung per orang. Setidaknya ibu satu anak ini masih berharap membawa pulang satu karung berisi 5 kg. Namun, ketika mendekati meja pembayaran, Rumsi yang berkeringat karena kepanasan lagi-lagi kecewa. ”Berasnya habis, Ibu-ibu. Ada juga satu karung, tapi kemasannya sobek,” kata seorang petugas yang meminta warga membubarkan barisan.

Sebenarnya ia tidak perlu antre demi membeli beras murah jika masih menanam padi. ”Pari (padinya) enggak ada. Cuma (tanam) singkong karo (dengan) kacang panjang dan kangkung. Sudah lama enggak ada padi,” kata Rumsi yang bertahun-tahun tak lagi memproduksi padi. Lahan keluarganya yang seluas 140 meter persegi itu tidak ditanami padi karena beragam masalah. ”Angel banyue (susah airnya). Kudu didiesel (harus pakai pompa). Pupuk juga belinya Rp 10.000 per kg. Kalau (beli) kuintalan, susah,” tutur istri dari penjual papeda keliling ini. Kuwu (Kepala Desa) Lurah Urip mengakui, daerahnya bukan lagi sentra padi. Sejak tahun 1990-an, pabrik rotan dan perumahan menjamur di desanya. Sawah bengkok milik desa yang luasnya 8,5 bahu (5,9 hektar) saja berada di Kaliwedi, kecamatan tetangga. Itu sebabnya, saat harga beras naik, warganya terdampak. ”Ada juga petani antre (beras),” ujarnya. (Yoga)

Premi Asuransi Umum Diproyeksikan Tumbuh Dua Digit

04 Mar 2024

Perkiraan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,1% oleh bank Indonesia (BI) tahun ini dinilai sebgaai hal positif, dan turut mempengaruhi pertumbuhan industri perasuransian. Begitu juga dengan efek dari pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang berjalan lancar. Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Braw mengatakan, pelaksanaan pemilu yang berlangung lancar dan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh BI tersebut merupakan kabar baik bagi industri perasuransian, pasalnya pertumbuhan asuransi selalu erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi nasional. "Karena pertumbuhan asuransi sangat kuat sekali dengan pertumbuhan ekonomi nasional, maka kami melihat hal ini yang positif untuk pertumbuhan asuransi di tahun ini," ungkap Bern kepada Investor Daily. (Yetede)

IHSG Berpotensi Menguji Level Baru 7.400 di Bulan Maret

04 Mar 2024
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguji level tertinggi baru (all time high/ATH) di 7.400 pada bulan Maret 2024. Meski secara historis pergerakan di bulan Maret cenderung negatif dalam lima tahun terakhir. Langkah IHSG akan diperkirakan akan mendekati level resisance 7.470. "IHSG berpotensi untuk cenderung konsolidasi jangka pendek, dan masih akan menguji level 7.200-7470," kata Research Analyst Reliance Sekuritas Ayu Dian kepada Investor Daily. Dia menyebutkan, secara historis dalam lima tahun terakhir, IHSG cenderung mengalami penurunan pada bulan Maret. "Namun kami melihat masih ada potensi kenaikan, didorong oleh sejumlah sentimen," tutur dia. (Yetede)

GOTO Ditengah Ancaman Berakhirnya Lock Up Saham Pendiri

04 Mar 2024
Kinerja saham PT GoTo ojek Tokopedia  Tbk (GOTO dikempit para pendiri. Bila para founders menjual kembali saham mereka, analis terancam sentimen berakhirnya masa lock up saham Seri B yang dikempit para pendiri. Bila para founders menjual kembali saham mereka, analis mengingatkan bakal  menimbulkan efek panic selling. Merujuk prospek initial public offering (IPO), perseroan memiliki sebanyak 50 miliar saham seri B yang diantaranya dipegang oleh eks CEO GOTO yaitu Andre Soelistyo sebesar 6.734.025.100 saham; eks Direktur & Co- Founder GOTO Kevin Bryan Aluwi sebesar 3.272.789.432 saham; dan Fomer CEO Tokopeida William Tanuwijaya sebesar 12.588.634.432 saham. (Yetede)

Menilik Utak Atik Direksi di Bank Pelat Merah

04 Mar 2024

Kabar pergantian direksi di sejumlah bank milik negara santer terdengar di pekan rapat umum pemegang saham (RUPS), awal Maret ini. Selain ada direksi yang periode masa jabatannya akan berakhir, ada kursi kosong karena perpindahan direksi ke BUMN lain. Misalnya di PT Bank Mandiri Tbk. Bank ini dipastikan akan punya direktur baru di posisi Direktur Manajemen Risiko. Maklum, Ahmad Siddik Badruddin, yang sebelumnya menjabat posisi tersebut, ditugaskan jadi Direktur Manajemen Pertamina. Selain itu, ada Direktur  Komersial Bank Mandiri Riduan yang bakal habis masa jabatannya. Tapi, menurut kabar beredar, ia berpeluang diangkat kembali karena kinerjanya positif. Kementerian BUMN tampaknya juga memilih kembali menugaskan direksi saat ini. Dus, ada harapan, strategi dan arah bisnis bank masih akan berlanjut. Ini sudah terlihat dalam penyelenggaraan RUPS Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jumat (1/3) lalu. Tiga direksi yang masa jabatannya habis diperpanjang kembali, yakni Catur Budi Harto, Agus Noorsanto dan Agus Sudiarto.

Kementerian BUMN hanya merombak kursi dewan komisaris BRI. Haryo Baskoro Wicaksono yang sebelumnya menjabat Transportasi Gas Indonesia diangkat jadi komisaris independen BRI mengganti Hendrikus Ivo. Haryo juga pernah berkarier di Bank Muamalat serta di FIF Group. Di Bank Negara Indonesia (BNI), ada nama Adi Sulistyowati yang sudah menjabat direksi sejak 2015. Kendati begitu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, jabatan yang akan jatuh tempo hanya komisaris. Tapi, perombakan bergantung pada keputusan Kementerian BUMN. Bank Tabungan Negara (BTN) punya empat direksi yang masa jabatannya akan selesai, yakni Jasmin, Hirwandi Gafar, Setiyo Wibowo dan Elisabeth Novie Riswanti. BTN juga punya kursi komisaris kosong, yang ditinggalkan Ahdi Jumhari Luddin yang meninggal dunia Agustus 2023. "Kalau direksi mau diangkat kembali atau tidak, itu urusan pemegang saham," ujar Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu. Amin Nurdin, Senior Faculty LPPI, menilai, pergantian direksi dan komisaris Himbara tidak akan dilakukan secara sembrono. OJK pun mengatur ketat syarat seseorang bisa menjadi direksi maupun komisaris bank. Sementara pengamat ekonomi Budi Frensidy menyebut tak menutup kemungkinan bahwa bakal ada semacam pembagian jatah kursi dalam perubahan jajaran manajemen tersebut.

Strategi Pemerintah Tekan Inflasi Bergejolak 8,47%

04 Mar 2024
Pemerintah memastikan akan memitigasi risiko dan potensi terjadinya lonjakan harga pangan menjelang Ramadan dan Lebaran. Selain itu, pemerintah memastikan ketersediaan pangan tetap aman menjelang hari besar umat Islam tersebut.Adapun inflasi harga pangan bergejolak atau volatile food mencapai 8,47% year on year (yoy) pada Februari 2024. Lonjakan inflasi itu dipicu kenaikan harga bahan makanan, terutama beras dan cabai merah.Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, kenaikan harga pangan salah satunya dipengaruhi rendahnya produksi karena dampak cuaca terhadap siklus tanam dan panen. Puncak panen diperkirakan baru terjadi pada April 2024."Pemerintah terus melakukan langkah mitigasi risiko atas potensi terjadinya gejolak harga pangan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri," kata Febrio dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu.Beberapa kebijakan yang ditempuh sebagai langkah stabilisasi harga beras antara lain melalui operasi pasar dan pasar murah, dukungan subsidi pupuk. Kemudian, percepatan penyaluran beras stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP), percepatan impor dan pembatasan pembelian ritel untuk mengantisipasi panic buying.Ia berharap, inflasi volatile food kembali turun di bawah 5% untuk mendukung sasaran pemerintah tahun 2024.