Ekonomi
( 40465 )Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
April, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Diprediksi Meningkat
Menyasar Pertumbuhan Ekonomi 5,6%
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% hingga 5,6% pada 2025. Meski terbilang tinggi, target pertumbuhan ekonomi yang dirancang tersebut tetap mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko ekonomi global seperti resesi. Adapun target pemerintah untuk menurunkan tingkat kemiskinan pada tahun depan sekitar 6% sampai dengan 7%, serta tingkat pengangguran terbuka di angka 4% sampai dengan 5%. Beberapa target tersebut dibahas dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo di istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Dalam sambutan sidang di awal paripurna Presiden menyoroti tentang situasi dan risiko ketidakpastian ekonomi global yang berpengaruh pada Kerangka ekonomi makro tahun 2025. Kepala Negara mengatakan bahwa perekonomian beberapa negara seperti Inggris dan Jepang sudah masuk kedalam resesi. "Antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian tapi optimisme dan kreadibilitas agar tetap harus kita jaga. Kita tahu semuanya bahwa beberapa negara sudah masuk ke resesi seperti Jepang, Inggris yang baru saja masuk proses resesi itu," kata Presiden Jokowi. (Yetede)
Lelang Dua ORI, Pemerintah Serap Dana Rp 23,92 Triliun
Jalan Tol Joglosemar Pacu Konektivitas di Trans Jawa
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaparkan perkembangan proyek jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYAI Kulon Progo yang dikelola oleh anak usaha milik Jasa Marga yakni PT Jasamarga Jogya Bawen (PT JJB) dan PT Jasa Marga Jogya Solo (PT JMJ). Direktur Utama Jasa Marga Subiyakti Sukur mengungkapkan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen terbagi atas enam seksi, yakni Seksi 1 Yogyakarta-Simpang Susun (SS) Banyurejo, Seksi 2 SS Banyrejo-SS Borobudur, Seksi 3 SS Borobudur-Magelang-SSTemanggung, Seksi 5 SS Temanggung-SS Ambarawa-JC Bawen. Keenam seksi tersebut secara bertahap telah memasuki tahap pembebasan lahan dan konstruksi. "Selain itu, Jalan Tol Yogyakarta-NYAI Kulon Progo merupakan bagian dari Jaringan Jalan Joglosemar (Joglo-Solo-Semarang). Diharapkan dengan tersambungnya jaringan jalan ini dapat menghubungkan berbagai destinasi pariwisata disekitar wilayah Jogya-Solo-Semarang hinga memperlancar arus distribusi barang dan jasa di Pulau Jawa," kata Subekti dalan agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Yogyakarta beberapa waktu lalu. (Yeted)
Bencana Perikanan Industrial
Ekonomi Sulit, Pembeli Pilih Produk Diskon
Untuk menyiasati kenaikan harga barang, konsumen di AS
terpaksa hidup dengan lebih hemat. dengan membeli barang kebutuhan sehari-hari
yang sedang didiskon. Konsumen mencari barang dengan harga lebih murah, tetapi
kualitasnya tetap baik. Mereka juga mengurangi belanja camilan dan jajan di
luar. Inflasi telah mengubah cara banyak warga AS berbelanja. Perubahan itu
dinilai ikut membantu mengendalikan inflasi. Hidup lebih berhemat ini menjadi
cara konsumen AS ”melawan” harga barang konsumsi yang rata-rata naik 19 % dibandingkan sebelum saat pandemi Covid-19. Siasat
itu, antara lain, dilakukan karyawan salah satu bank di Virginia, Stuart Dryden
(37).
Ia berhenti membeli produk-produk mahal dari Kraft Heinz. Ia
memilih produk di toko tempat belanja aneka kebutuhan sehari-hari yang harganya
lebih murah. Penyuka krim keju dan bagel itu mencontohkan, harga 24 irisan keju
tunggal Kraft 7,69 USD. Adapun produk toko dijual 2,99 USD. Perbedaan harga
yang relatif jauh itu juga terjadi pada produk mac-and-cheese dan keju parut. ”Saya
sudah coba, kualitasnya sama saja. Karena sama, saya pilih yang lebih murah
saja,” kata Dryden. Tidak hanya mengganti jenama kebutuhan harian, ia juga memilih
pindah tempat tinggal setelah biaya sewa rusun naik 50 % dari harga lama. Kini,
kontrakannya lebih dekat ke Amazon Fresh dan Albrecht-Discount. Harga produk di
toko-toko itu lebih murah. (Yoga)
Romansa dan Cerita Rupiah di Batas Negara
Rombongan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 tiba di
terminal penumpang Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Nunukan,
Kaltara, Sabtu (24/2) setelah menempuh 10 jam perjalanan dari Dermaga Pangkalan
Utama TNI AL XIII Tarakan. Rombongan ERB 2024 terdiri dari pegawai BI, prajurit
TNI AL, dan anggota Baznas. Misinya, memberi layanan penukaran uang rupiah dan
layanan kesehatan, juga menyalurkan bantuan program sosial kepada masyarakat
yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Harian Kompas
dan beberapa media lain bergabung dalam rombongan ini. Warung Muliyati (48) hanya
berjarak 10 langkah dari Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia (PB-02) Sebatik.
Meski Muliyati mengantongi identitas warga negara Indonesia, warungnya terletak
di luar patok perbatasan atau berdiri di wilayah negeri jiran. Warung yang diba
ngun Muliyati pada Juni 2023 itu kerap disambangi pelancong yang tergugah untuk
melihat batas negara sekaligus mengunjungi Wisata Rumah Dua Negara.
”Di sini, orang bisa membayar pakai dua mata uang, ringgit
dan rupiah, ada juga yang pakai QRIS. Tapi, paling banyak pembayaran pakai rupiah,”
katanya. Peredaran kedua mata uang itu menjadi fenomena yang wajar mengingat
kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan hanya dibatasi garis imajiner yang
memisahkan teritori dua negara. Beberapa meter dari patok perbatasan, sejumlah
prajurit TNI selalu mencatat lalu lalang warga lintas negara. Barang dagangan
di warung Muliyati yang banyak diminati pembeli adalah ragam produk minuman
saset buatan Malaysia. Kehidupan di perbatasan tidak hanya berkait urusan ekonomi
bagi Muliyati, tetapi juga menyangkut urusan keluarga. Muliyati menikah dengan
warga negara Malaysia dan dikaruniai enam anak. ”Saya orang Indonesia, tetapi
menikah dengan orang Malaysia. Anak saya Malaysia semua. Tapi, saya tetap cinta
Indonesia,” imbuhnya.
Sugianto (66) pemilik kebun sawit di Desa Aji Kuning,
Kabupaten Nunukan, menceritakan, tak sedikit orang Malaysia yang tinggal di
perbatasan membeli hasil kebun sawitnya. Kendati demikian, Sugianto yang kerap
singgah di warung Muliyati untuk sekadar menikmati secangkir kopi masih menyimpan
uang rupiah dalam jumlah lebih banyak ketimbang ringgit. Ringgit yang ia terima
akan ditukarkan dengan rupiah di bank atau digunakan untuk membeli kebutuhan
pokok di kota Tawau, Sabah, Malaysia, yang terpisah perairan laut dengan Pulau
Sebatik, karena lebih dekat dan harga barang-barang kebutuhan pokok di Tawau
pun lebih murah ketimbang di kota terdekat di wilayah Indonesia. Harga 10 kg beras,
27 ringgit 60 sen atau Rp 90.000. Sementara beras domestik Rp 130.000 per 10
kg. Harga minyak goreng di Malaysia Rp 16.000 per liter. Sementara minyak
goreng dalam negeri Rp 20.000 per liter. (Yoga)
Dapur Umum Jadi Andalan Mahasiswa AS
Susah sekali menjadi mahasiswa di AS. Tidak hanya terlilit utang
pinjaman kuliah, sekarang banyak mahasiswa yang kesulitan membeli makanan. Saking
tidak punya uang untuk memasak sendiri atau makan di kantin, mereka mengandalkan
dapur umum gratis. Karenanya, Universitas West Virginia menambah dapur umum mereka.
Dilaporkan oleh surat kabar lokal, Dominion Post, Jumat (23/2) di perguruan
tinggi itu kini ada dapur umum di tiga lokasi. Sejak tahun 2010, masalah
kesulitan membeli makanan di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian.
”Dulu, mahasiswa selalu bercanda, makanan pokoknya mi instan.
Sekarang, untuk membeli mi saja tidak bisa,” kata Sydni Vega, Asisten Pengawas Keterlibatan
dan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas West Virginia. Ia bertanggung jawab atas
operasionalisasi dapur umum di sana. Selama periode 2022-2023, ada 1.000
mahasiswa yang bergantung pada dapur umum ini. Menurut angket Universitas West
Virginia, uang kuliah yang terus naik, disertai meningkatnya harga sewa kamar
indekos ataupun asrama mengakibatkan uang mahasiswa terkuras. Selain itu,
mereka juga masih harus membeli peralatan kuliah, seperti alat tulis, komputer,
dan penunjang lain. Makanan bergizi semakin tergeser dari daftar prioritas.
”Kesulitan membeli makanan membuat mahasiswa sakit, tidak
produktif, depresi, serta berdampak buruk pada kehidupan akademis dan sosial mereka,”
demikian tulis laporan angket tersebut. Media CBS edisi Rabu (21/2) menerbitkan
laporan hasil penelitian Universitas Temple bersama Universitas California Davis,
menemukan, di AS, satu dari tiga mahasiswa kelaparan. Mulai dari kampus besar
dan elite sampai kampus kecil, semua mengalami kasus kesulitan membeli makanan.
Setiap hari mahasiswa yang tidak memiliki uang ini mengantre di dapur umum
untuk makan.
Dapur umum
mengandalkan sumbangan dari masyarakat lokal. Sejumlah kampus dan asrama
mengembangkan lahan pertanian sendiri, termasuk pertanian hidroponik. Hasil
panennya disumbangkan ke dapur umum. Kegiatan memasak dan pelayanannya dikelola
unit kerja mahasiswa. ”Setiap hari saya mengantre 90 menit supaya dapat kursi
di dapur umum,” kata Erin Cashin, mahasiswa tingkat akhir di UC Davis. Ia
bahkan mengatur jadwal kuliahnya sedemikian rupa agar bisa memastikan memperoleh
makanan di dapur umum. (Yoga)
Gaji ”Ngepas”, Anak Muda Jungkir Balik Mengelola Keuangan
Sebagian besar kelas menengah usia 17-40 tahun jumpalitan
mengatur pengeluaran. Salah satu caranya dengan menambah pekerjaan lantaran sisa
gajinya kurang dari nol alias minus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari
102,48 juta penduduk usia 17-40 tahun, sebanyak 48,49 juta orang atau 47,32 %
tergolong dalam masyarakat calon kelas menengah. Yang tergolong kelas menengah sebesar
21,01 juta orang (20,51 %) sedangkan yang kaya hanya 463.469 orang (0,45 %). Rentang
usia 17-40 tahun oleh KPU dikategorikan sebagai pemilih muda. Pemilih muda yang
masuk kelompok calon kelas menengah, ternyata pengeluarannya lebih besar dari
pendapatannya.
Mereka tak punya sisa gaji bahkan minus Rp 181.724 per kapita
per bulan. Sementara pemilih muda yang masuk kategori kelas menengah juga
pendapatannya minus Rp 65.529 per kapita per bulan. Angka-angka tersebut adalah
hasil pengolahan data mikro pengeluaran dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional
(Susenas) 2021 serta pendapatan dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)
2021. Berdasarkan data pengeluaran dan pendapatan itu, Bank Dunia mengelompokkan
menjadi calon kelas menengah (pengeluaran 1,5-3,5 kali lipat garis kemiskinan
per kapita per bulan) dan kelas menengah (3,5-17 kali lipat).
Ani (27), warga Kaltim, harus bekerja keras mencari tambahan
untuk mengumpulkan pundi-pundi uang di rekeningnya untuk kebutuhan hidup. Saat
ini, ia bekerja sebagai pekerja lepas di bidang fotografi, copy writer, dan
kreator konten. Dalam sebulan, pengeluarannya Rp 6 juta untuk menghidupi dua
anggota keluarga di rumah, dimana, 40 % atau Rp 2,4 juta digunakan untuk biaya
makan harian. Sementara biaya operasional listrik, air, dan internet Rp 800.000.
Dia juga bertekad mengumpulkan tabungan dana pendidikan untuk anaknya menggunakan
instrument investasi reksadana dengan besaran Rp 500.000-Rp 1 juta per bulan.
Nominalnya tak menentu bergantung jumlah proyek yang diterimanya bulan itu.
Jika butuh uang mendadak, dia biasanya pinjam uang ke teman dekat atau kantor
dan menghindari meminjam dari pinjaman daring.
Dedi Setiawan (30) warga Konawe Selatan, Sultra, setahun ini
bekerja sebagai pengontrol kualitas pengelasan di galangan kapal. Setelah
mendapat promosi jabatan, gaji Dedi naik Rp 300.000 menjadi Rp 3,2 juta per
bulan. Kenaikan gaji tersebut tidak serta-merta membuat Dedi bisa menyisihkan
gajinya untuk tabungan. Pengeluarannya untuk kebutuhan sehari-hari, susu, dan
popok untuk tiga anak balitanya serta cicilan perabot rumah mencapai Rp 3,5
juta per bulan. ”Ini belum bisa nabung. Hidup pas-pasan, ngepres banget, untuk
membayar pengeluaran sehari-hari dan biaya tak terduga,” kata Dedi, awal
Februari lalu. Untuk menutupi biaya pengeluarannya yang minus, Dedi bekerja
sampingan berjualan tas daring yang dijalankan istrinya. Istri Dedi memainkan
peran sebagai reseller tas berjenama Imori yang dibeli dari Batam, Kepri. ”Lumayan,
per bulan bisa menjual 10 tas seharga Rp 400.000 hingga Rp 500.000,” kata Dedi.
(Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









