;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

27 Feb 2024
22 Februari 2024 Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kaba Parekraft) Sandiaga Salahudin Uno bertemu dengan Chief Executive General Atomics Global Corporation, Dr. Vivek Lall guna menjajaki kerja sama  di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Menparekraf Sandiaga dalam keterangannya usai melakukan pertemuan dengan beberapa investor  di Taj Palace Hotel, New Delhi, Selasa (21/2/2024), mengatakan General Atomics Global Corporation yang bergerak di bidang energi dan pertahanan diharapkan tertarik untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia dalam mewujudkan green tourism. "Mungkin nanti dapat menggabungkan solusi energi terbarukan untuk menerapkan kebijakan pariwisata ramah lingkungan," kata Menparekraf Sandiaga. (Yetede)

April, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Diprediksi Meningkat

27 Feb 2024
Bank Indonesia (BI) dalam surveinya menyebutkan bahwa kebutuhan pembiayaan  korporasi diperkirakan  meningkat pada posisi April 2024. Peningkatan terjadi pada lapangan usaha pertanian, konstruksi, serta industri pengolahan. Berdasarkan survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan, saldo bersih tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi posisi April 2024  sebesar 29,3%, lebih tinggi dibandingkan SBT maret 2024  yaitu 22,1%. Pertumbuhan pembiayaan korporasi  terutama digunakan untuk mendukung aktivitas operasional dan investasi. Sementara itu, kebutuhan pembiayaan korporasi pada Januari 2024 terindikasi tumbuh terbatas. Tercermin dari SBT 6,5% lebih rendah dari SBT 18,4% pada Desember 2023. Pertumbuhan kebutuhan pembiayaan korporasi terutama didorong oleh peningkatan kebutuhan pada usaha pertambangan. (Yetede)

Menyasar Pertumbuhan Ekonomi 5,6%

27 Feb 2024

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3% hingga 5,6% pada 2025. Meski terbilang tinggi, target pertumbuhan ekonomi yang dirancang tersebut tetap mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko ekonomi global seperti resesi. Adapun target pemerintah untuk menurunkan  tingkat kemiskinan pada tahun depan sekitar 6% sampai dengan 7%, serta tingkat pengangguran terbuka  di angka 4% sampai dengan 5%. Beberapa target tersebut dibahas dalam sidang  kabinet paripurna yang dipimpin  Presiden Joko Widodo  di istana Negara, Jakarta, Senin (26/2/2024). Dalam sambutan sidang di awal paripurna Presiden menyoroti tentang situasi  dan risiko ketidakpastian  ekonomi global yang berpengaruh  pada Kerangka ekonomi makro tahun 2025. Kepala Negara mengatakan bahwa perekonomian beberapa negara seperti Inggris dan Jepang sudah masuk kedalam resesi. "Antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian tapi optimisme dan kreadibilitas  agar tetap harus kita jaga. Kita tahu semuanya bahwa beberapa negara  sudah masuk ke resesi seperti Jepang, Inggris yang baru saja masuk proses resesi itu," kata Presiden Jokowi. (Yetede)

Lelang Dua ORI, Pemerintah Serap Dana Rp 23,92 Triliun

27 Feb 2024
Pemerintah menyerap dana Rp23,92 triliun dari hasil penjualan obligasi negara ritel (ORI) seri ORI02T3 dan ORI025T6 pada Senin (26/2/2024). Nominal tersebut terdiri atas penyerapan seri ORI025T3 sebesar Rp19,38 triliun dan seri ORI025T6 sebesar Rp4,54 triliun. Dalam keterangan resmi, Direktorat jenderal pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan hasil penjualan tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi target pembiayaan ABPN tahun 2024. ORI025T3 dan ORI025T6 mulai ditawarkan pada 29 januari 2024. Dengan mempertimbangkan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder serta  likuiditas di pasar keuangan yang cukup ketat, ORI025T3 dan ORI025T6 ditawarkan dengan kupon kompetitif, yaitu masing-masing sebesar 6,25% dan 6,4,0%. (Yetede)

Jalan Tol Joglosemar Pacu Konektivitas di Trans Jawa

27 Feb 2024

PT Jasa Marga  (Persero) Tbk memaparkan perkembangan proyek jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYAI Kulon Progo yang dikelola oleh  anak usaha milik Jasa Marga yakni PT Jasamarga Jogya Bawen (PT JJB) dan PT Jasa Marga Jogya Solo (PT JMJ). Direktur Utama Jasa Marga Subiyakti Sukur mengungkapkan  Jalan Tol Yogyakarta-Bawen  terbagi atas enam seksi, yakni Seksi  1 Yogyakarta-Simpang Susun (SS) Banyurejo, Seksi 2 SS Banyrejo-SS Borobudur, Seksi 3 SS Borobudur-Magelang-SSTemanggung, Seksi 5 SS Temanggung-SS Ambarawa-JC Bawen. Keenam seksi tersebut secara bertahap  telah memasuki tahap pembebasan lahan dan konstruksi. "Selain itu, Jalan Tol Yogyakarta-NYAI Kulon Progo merupakan bagian dari Jaringan Jalan Joglosemar (Joglo-Solo-Semarang). Diharapkan dengan tersambungnya jaringan jalan ini dapat menghubungkan berbagai  destinasi pariwisata disekitar wilayah Jogya-Solo-Semarang hinga memperlancar arus distribusi barang dan jasa di Pulau Jawa," kata Subekti dalan agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Yogyakarta beberapa waktu lalu. (Yeted)

Bencana Perikanan Industrial

27 Feb 2024
Pemilihan presiden 2024 telah selesai. Pada masa kampanye, termasuk dalam sesi debat yang berlangsung hingga lima kali, tiga pasangan kandidat menjanjikan berbagai program. Sayangnya, visi-misi yang berkaitan dengan sektor kelautan dan perikanan, khususnya mengenai perikanan tangkap, hampir tak pernah dibahas. Padahal isu ini tak kalah penting dengan sektor sumber daya alam lainnya, terutama karena, sejak 2021, pemerintah mencanangkan kebijakan perikanan industrial. 

Kebijakan perikanan industrial Indonesia ditandai dengan pencanangan program penangkapan ikan terukur berbasis kuota yang diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2023 dan aturan turunannya, yakni Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2023. Orientasi industrialisasi dalam kebijakan ini sangat kental karena kuota industrinya berlaku di enam dari sebelas wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI).

Perikanan industrial merupakan perikanan tangkap skala besar yang beroperasi di wilayah perikanan teritorial suatu negara, zona ekonomi eksklusif, dan perairan laut lepas. Pelaku usaha yang menjalankan perikanan industrial kebanyakan berasal dari Cina, Jepang, Norwegia, Amerika Serikat, Inggris, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka mengoperasikan kapal berukuran jumbo di atas 100 gross ton. Alat tangkap yang mereka pakai didominasi oleh pukat harimau (trawl), dengan populasi hingga 96 persen. 

Perikanan industrial menimbulkan dampak utama berupa merosotnya stok sumber daya dan produktivitas perikanan. Thurstan et al (2010) menemukan, kebijakan perikanan di Inggris Raya, yang memperbolehkan pengoperasian kapal pukat harimau dasar (bottom trawl fisheries) selama 118 tahun sejak 1889, mengakibatkan produktivitas dan stok sumber daya ikan mereka anjlok hingga 94 persen. Kondisi ini diikuti oleh kerusakan ekosistem perairan dasar dan menjadi bencana perikanan terbesar di Uni Eropa sepanjang abad ke-19. (Yetede)

Ekonomi Sulit, Pembeli Pilih Produk Diskon

27 Feb 2024

Untuk menyiasati kenaikan harga barang, konsumen di AS terpaksa hidup dengan lebih hemat. dengan membeli barang kebutuhan sehari-hari yang sedang didiskon. Konsumen mencari barang dengan harga lebih murah, tetapi kualitasnya tetap baik. Mereka juga mengurangi belanja camilan dan jajan di luar. Inflasi telah mengubah cara banyak warga AS berbelanja. Perubahan itu dinilai ikut membantu mengendalikan inflasi. Hidup lebih berhemat ini menjadi cara konsumen AS ”melawan” harga barang konsumsi yang rata-rata naik 19  % dibandingkan sebelum saat pandemi Covid-19. Siasat itu, antara lain, dilakukan karyawan salah satu bank di Virginia, Stuart Dryden (37).

Ia berhenti membeli produk-produk mahal dari Kraft Heinz. Ia memilih produk di toko tempat belanja aneka kebutuhan sehari-hari yang harganya lebih murah. Penyuka krim keju dan bagel itu mencontohkan, harga 24 irisan keju tunggal Kraft 7,69 USD. Adapun produk toko dijual 2,99 USD. Perbedaan harga yang relatif jauh itu juga terjadi pada produk mac-and-cheese dan keju parut. ”Saya sudah coba, kualitasnya sama saja. Karena sama, saya pilih yang lebih murah saja,” kata Dryden. Tidak hanya mengganti jenama kebutuhan harian, ia juga memilih pindah tempat tinggal setelah biaya sewa rusun naik 50 % dari harga lama. Kini, kontrakannya lebih dekat ke Amazon Fresh dan Albrecht-Discount. Harga produk di toko-toko itu lebih murah. (Yoga) 

Romansa dan Cerita Rupiah di Batas Negara

26 Feb 2024

Rombongan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 tiba di terminal penumpang Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara, Sabtu (24/2) setelah menempuh 10 jam perjalanan dari Dermaga Pangkalan Utama TNI AL XIII Tarakan. Rombongan ERB 2024 terdiri dari pegawai BI, prajurit TNI AL, dan anggota Baznas. Misinya, memberi layanan penukaran uang rupiah dan layanan kesehatan, juga menyalurkan bantuan program sosial kepada masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Harian Kompas dan beberapa media lain bergabung dalam rombongan ini. Warung Muliyati (48) hanya berjarak 10 langkah dari Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia (PB-02) Sebatik. Meski Muliyati mengantongi identitas warga negara Indonesia, warungnya terletak di luar patok perbatasan atau berdiri di wilayah negeri jiran. Warung yang diba ngun Muliyati pada Juni 2023 itu kerap disambangi pelancong yang tergugah untuk melihat batas negara sekaligus mengunjungi Wisata Rumah Dua Negara.

”Di sini, orang bisa membayar pakai dua mata uang, ringgit dan rupiah, ada juga yang pakai QRIS. Tapi, paling banyak pembayaran pakai rupiah,” katanya. Peredaran kedua mata uang itu menjadi fenomena yang wajar mengingat kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan hanya dibatasi garis imajiner yang memisahkan teritori dua negara. Beberapa meter dari patok perbatasan, sejumlah prajurit TNI selalu mencatat lalu lalang warga lintas negara. Barang dagangan di warung Muliyati yang banyak diminati pembeli adalah ragam produk minuman saset buatan Malaysia. Kehidupan di perbatasan tidak hanya berkait urusan ekonomi bagi Muliyati, tetapi juga menyangkut urusan keluarga. Muliyati menikah dengan warga negara Malaysia dan dikaruniai enam anak. ”Saya orang Indonesia, tetapi menikah dengan orang Malaysia. Anak saya Malaysia semua. Tapi, saya tetap cinta Indonesia,” imbuhnya.

Sugianto (66) pemilik kebun sawit di Desa Aji Kuning, Kabupaten Nunukan, menceritakan, tak sedikit orang Malaysia yang tinggal di perbatasan membeli hasil kebun sawitnya. Kendati demikian, Sugianto yang kerap singgah di warung Muliyati untuk sekadar menikmati secangkir kopi masih menyimpan uang rupiah dalam jumlah lebih banyak ketimbang ringgit. Ringgit yang ia terima akan ditukarkan dengan rupiah di bank atau digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di kota Tawau, Sabah, Malaysia, yang terpisah perairan laut dengan Pulau Sebatik, karena lebih dekat dan harga barang-barang kebutuhan pokok di Tawau pun lebih murah ketimbang di kota terdekat di wilayah Indonesia. Harga 10 kg beras, 27 ringgit 60 sen atau Rp 90.000. Sementara beras domestik Rp 130.000 per 10 kg. Harga minyak goreng di Malaysia Rp 16.000 per liter. Sementara minyak goreng dalam negeri Rp 20.000 per liter. (Yoga) 

Dapur Umum Jadi Andalan Mahasiswa AS

26 Feb 2024

Susah sekali menjadi mahasiswa di AS. Tidak hanya terlilit utang pinjaman kuliah, sekarang banyak mahasiswa yang kesulitan membeli makanan. Saking tidak punya uang untuk memasak sendiri atau makan di kantin, mereka mengandalkan dapur umum gratis. Karenanya, Universitas West Virginia menambah dapur umum mereka. Dilaporkan oleh surat kabar lokal, Dominion Post, Jumat (23/2) di perguruan tinggi itu kini ada dapur umum di tiga lokasi. Sejak tahun 2010, masalah kesulitan membeli makanan di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian.

”Dulu, mahasiswa selalu bercanda, makanan pokoknya mi instan. Sekarang, untuk membeli mi saja tidak bisa,” kata Sydni Vega, Asisten Pengawas Keterlibatan dan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas West Virginia. Ia bertanggung jawab atas operasionalisasi dapur umum di sana. Selama periode 2022-2023, ada 1.000 mahasiswa yang bergantung pada dapur umum ini. Menurut angket Universitas West Virginia, uang kuliah yang terus naik, disertai meningkatnya harga sewa kamar indekos ataupun asrama mengakibatkan uang mahasiswa terkuras. Selain itu, mereka juga masih harus membeli peralatan kuliah, seperti alat tulis, komputer, dan penunjang lain. Makanan bergizi semakin tergeser dari daftar prioritas.

”Kesulitan membeli makanan membuat mahasiswa sakit, tidak produktif, depresi, serta berdampak buruk pada kehidupan akademis dan sosial mereka,” demikian tulis laporan angket tersebut. Media CBS edisi Rabu (21/2) menerbitkan laporan hasil penelitian Universitas Temple bersama Universitas California Davis, menemukan, di AS, satu dari tiga mahasiswa kelaparan. Mulai dari kampus besar dan elite sampai kampus kecil, semua mengalami kasus kesulitan membeli makanan. Setiap hari mahasiswa yang tidak memiliki uang ini mengantre di dapur umum untuk makan.

Dapur umum mengandalkan sumbangan dari masyarakat lokal. Sejumlah kampus dan asrama mengembangkan lahan pertanian sendiri, termasuk pertanian hidroponik. Hasil panennya disumbangkan ke dapur umum. Kegiatan memasak dan pelayanannya dikelola unit kerja mahasiswa. ”Setiap hari saya mengantre 90 menit supaya dapat kursi di dapur umum,” kata Erin Cashin, mahasiswa tingkat akhir di UC Davis. Ia bahkan mengatur jadwal kuliahnya sedemikian rupa agar bisa memastikan memperoleh makanan di dapur umum. (Yoga) 

Gaji ”Ngepas”, Anak Muda Jungkir Balik Mengelola Keuangan

26 Feb 2024

Sebagian besar kelas menengah usia 17-40 tahun jumpalitan mengatur pengeluaran. Salah satu caranya dengan menambah pekerjaan lantaran sisa gajinya kurang dari nol alias minus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari 102,48 juta penduduk usia 17-40 tahun, sebanyak 48,49 juta orang atau 47,32 % tergolong dalam masyarakat calon kelas menengah. Yang tergolong kelas menengah sebesar 21,01 juta orang (20,51 %) sedangkan yang kaya hanya 463.469 orang (0,45 %). Rentang usia 17-40 tahun oleh KPU dikategorikan sebagai pemilih muda. Pemilih muda yang masuk kelompok calon kelas menengah, ternyata pengeluarannya lebih besar dari pendapatannya.

Mereka tak punya sisa gaji bahkan minus Rp 181.724 per kapita per bulan. Sementara pemilih muda yang masuk kategori kelas menengah juga pendapatannya minus Rp 65.529 per kapita per bulan. Angka-angka tersebut adalah hasil pengolahan data mikro pengeluaran dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 serta pendapatan dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2021. Berdasarkan data pengeluaran dan pendapatan itu, Bank Dunia mengelompokkan menjadi calon kelas menengah (pengeluaran 1,5-3,5 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan) dan kelas menengah (3,5-17 kali lipat).

Ani (27), warga Kaltim, harus bekerja keras mencari tambahan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang di rekeningnya untuk kebutuhan hidup. Saat ini, ia bekerja sebagai pekerja lepas di bidang fotografi, copy writer, dan kreator konten. Dalam sebulan, pengeluarannya Rp 6 juta untuk menghidupi dua anggota keluarga di rumah, dimana, 40 % atau Rp 2,4 juta digunakan untuk biaya makan harian. Sementara biaya operasional listrik, air, dan internet Rp 800.000. Dia juga bertekad mengumpulkan tabungan dana pendidikan untuk anaknya menggunakan instrument investasi reksadana dengan besaran Rp 500.000-Rp 1 juta per bulan. Nominalnya tak menentu bergantung jumlah proyek yang diterimanya bulan itu. Jika butuh uang mendadak, dia biasanya pinjam uang ke teman dekat atau kantor dan menghindari meminjam dari pinjaman daring.

Dedi Setiawan (30) warga Konawe Selatan, Sultra, setahun ini bekerja sebagai pengontrol kualitas pengelasan di galangan kapal. Setelah mendapat promosi jabatan, gaji Dedi naik Rp 300.000 menjadi Rp 3,2 juta per bulan. Kenaikan gaji tersebut tidak serta-merta membuat Dedi bisa menyisihkan gajinya untuk tabungan. Pengeluarannya untuk kebutuhan sehari-hari, susu, dan popok untuk tiga anak balitanya serta cicilan perabot rumah mencapai Rp 3,5 juta per bulan. ”Ini belum bisa nabung. Hidup pas-pasan, ngepres banget, untuk membayar pengeluaran sehari-hari dan biaya tak terduga,” kata Dedi, awal Februari lalu. Untuk menutupi biaya pengeluarannya yang minus, Dedi bekerja sampingan berjualan tas daring yang dijalankan istrinya. Istri Dedi memainkan peran sebagai reseller tas berjenama Imori yang dibeli dari Batam, Kepri. ”Lumayan, per bulan bisa menjual 10 tas seharga Rp 400.000 hingga Rp 500.000,” kata Dedi. (Yoga)