Ekonomi
( 40600 )KETAHANAN PANGAN : Memperkuat Industri Pupuk Nasional
Krisis pangan yang melanda hampir di seluruh belahan dunia beberapa waktu belakangan membuat pemerintah ketar-ketir terhadap ketahanan pangan nasional. Pabrik amonium nitrat yang semula ditujukan kepada industri bahan peledak pun diminta untuk bisa digunakan oleh industri pupuk. Besarnya impor bahan baku pupuk menjadi perhatian pemerintah di tengah ketatnya pasokan pangan dunia. Alasannya, pupuk merupakan aspek penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Kendala pupuk pun berimbas pada langkah impor bahan pangan. Keberadaan pabrik amonium nitrat milik PT Kaltim Amonium Nitrat di Bontang, Kalimantan Timur diharapkan membuka jalan bagi Indonesia mengurangi impor bahan baku pupuk dan pangan.
Untuk diketahui, pabrik amonium nitrat dengan investasi sekitar Rp1,2 triliun itu awalnya ditujukan kepada industri bahan peledak. Bahkan, pabrik tersebut telah mendapatkan permintaan untuk kegiatan pertambangan di Kalimantan Timur. Kepala Negara pun meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menambah investasi pabrik amonium nitrat agar tidak perlu lagi melakukan impor. Harapannya, pasokan bahan baku pupuk di dalam negeri tidak lagi terganggu saat terjadi ketidakpastian global, seperti saat meningkatnya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa industri pupuk memiliki karakteristik yang berbeda dengan sektor lain karena industri hilirnya lebih dulu terbentuk dibandingkan dengan hulu.
Keberadaan pabrik yang dibangun oleh perusahaan patungan PT Pupuk Kaltim dan PT Dahana Investama Corp itu dinilai cukup strategis, karena bakal memproduksi amonium nitrat sebanyak 75.000 ton per tahun. Jumlah tersebut belum termasuk asam nitrat yang bisa digunakan oleh industri pertahanan dan pupuk. Amonium nitrat merupakan bahan baku utama produksi bahan peledak, sehingga diperlukan jaminan suplai yang memadai untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Sejalan dengan pengembangan industri pupuk di Tanah Air, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk membangun dua pabrik pupuk NPK berbasis nitrat untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.
Menurutnya, masing-masing pabrik tersebut bakal memiliki kapasitas produksi 100.000 ton pupuk NPK per tahun sehingga diharapkan bisa menopang ketahanan pangan nasional. Alasannya, pabrik NPK di Jawa Barat ditargetkan rampung tahun ini, disusul pabrik NPK di Bontang pada tahun berikutnya.
PENGETATAN IMPOR : KEMENDAG GELAR KOORDINASI INTENSIF
Kementerian Perdagangan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk mengimplementasikan Peraturan Menteri Perdagangan No. 36/2023 yang mengatur pengetatan pengawasan impor.
Direktur Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arif Sulistyo mengatakan koordinasi itu dilakukan bersama dengan Kemenko Bidang Perekonomian selaku koordinator atas instruksi pengetatan impor. “Hal ini bertujuan untuk memastikan proses bisnis regulasi ini akan berjalan dengan selaras dan lancar sehingga dapat memitigasi risiko dengan baik,” katanya, Kamis (29/2). Sejauh ini, dia melanjutkan Kemendag telah melakukan sosialisasi secara masif mengenai aturan baru yang akan berlaku efektif pada 10 Maret 2024. Sosialisasi melibatkan sejumlah asosiasi serta importir terkait secara daring dan luring. Dia berharap kegiatan sosialisasi itu bisa tersampaikan secara luas dan dapat dipahami secara menyeluruh oleh pelaku usaha. Terkait dengan usulan penundaan aturan itu oleh Kadin Indonesia, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan siap membahas lebih lanjut usulan Kadin tersebut. Akan tetapi, dia belum bisa memastikan bakal mengabulkan permintaan penundaan implementasi beleid tersebut.
Kadin Indonesia memang meminta implementasi aturan pengetatan pengawasan impor dalam Permendag No. 36/2023 ditunda. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Indonesia Juan Permata Adoe mengatakan bahwa implementasi aturan impor terbaru itu diperlukan sistem elektronik dan aturan teknis yang memadai paling lambat setidaknya 3—6 bulan sebelum beleid tersebut dijalankan.
“Kami mengimbau perlu adanya penambahan grace period selama 3—6 bulan, setelah sistem elektronik terkait serta seluruh peraturan tersedia dan disosialisasikan kepada seluruh stakeholder terkait,” ujar Juan dalam keterangan resmi, Jumat (23/2).
Para pengusaha berharap ada kebijakan pengetatan pengawasan impor dari post border menjadi border tidak akan menambah biaya seperti demurrage yang berisiko melemahkan daya saing produk dalam negeri. Sebaliknya, kemudahan berusaha dan ekosistem yang mendukung peningkatan daya saing justru dianggap lebih penting diwujudkan.
Sebaliknya, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) tidak sejalan dengan usulan Kadin Indonesia yang meminta pemerintah menunda implementasi Permendag No. 36/2023 tentang Pengaturan Impor. Wakil Ketua Bidang Logistik Kepelabuhan dan Kepabeanan Badan Pengurus Pusat (BPP) GINSI Erwin Taufan mengatakan bila aturan tersebut ditunda, potensi kerugian importir umum akan berlipat ganda hingga ratusan triliun.
Di sisi lain, Erwin menegaskan, jika usulan Kadin untuk menunda aturan tersebut, importir umum akan tumbang dan berpotensi terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 19.800 karyawan.
Penggiat Kreatif Bandung, Beraksi dengan Digitalisasi
Kawasan Tekstil Cigondewah Bandung, Jabar, Kamis (29/2) siang
itu sepi. Hanya ada beberapa pekerja yang mengangkat gulungan kain, sisanya duduk
menunggu pembeli di Kampung Wisata Kreatif atau KWK itu. Namun, di sudut pasar
terdengar riuh suara karyawan menjajakan dagangan. Bukan karena ada pembeli, dua
pegawai Toko Queen Textile itu tengah memamerkan produk yang dijual melalui media
sosial. ”Ayo kakak silakan di check out keranjang kuningnya. Kita mau tutup
empat menit lagi!” teriak pegawai toko yang bertugas menjajakan barang, sementara
satu petugas lain mengarahkan kamera ponselnya ke kain yang dijajakan untuk
melihat detailnya.
Irwan Harifullah (23) karyawan toko, mengamati kedua rekannya
siaran langsung di salah satu aplikasi jual beli. Dari toko virtual itu ribuan
pesanan datang dan memberi keuntungan hingga separuh pemasukan toko. ”Rata-rata
sebulan pendapatan kotor ratusan juta (rupiah). Hampir setengahnya dari online
(daring),” ujar Irwan. Toko ini mulai aktif berjualan daring sejak setahun
lalu. Berkreasi dengan membuat video dan siaran adalah cara toko ini bertahan
ketika kondisi Pasar Kreatif Cigondewah cenderung sepi. Dian (50) pedagang yang
memiliki toko di dekat pintu masuk pasar, hanya bisa bertopang dagu menatap
area parkir yang sepi.
”Dulu, parkiran ini penuh mobil pembeli. Sekarang, sebagian
besar ini mobil penjual,” ujarnya. Padahal, Kawasan Tekstil Cigondewah (KTC)
didapuk menjadi kawasan wisata. Dekat dengan pabrik tekstil dan garmen yang
tumbuh di selatan Bandung, pasar ini menjajakan berbagai jenis kain berkualitas
dengan harga bersaing. KTC dibangun tahun 2007 dan diisi 110 toko. Selain kain
dan produk tekstil lain, pasar ini juga menyediakan potongan sisa produksi yang
layak jual dan berkualitas. Pada 2022 Pemkot Bandung memasukkan KTC menjadi kampung
wisata kelima di Kota Bandung.
Masuknya sejumlah sentra produksi UMKM untuk meramaikan KWK
ini dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Tapi, saat dihantam
pandemi tahun 2020, penjualan kain brokat miliknya belum pernah menyamai
tahun-tahun sebelumnya. ”Semenjak pandemi, pendapatan sebulan hanya Rp 15 juta.
Dulu, saya bisa dapat berpuluh-puluh juta, terutama sebelum Natal dan Lebaran,”
kenangnya. Seperti di KTC, pelaku usaha di Kampoeng Radjoet dan KWK lain di
Bandung terus berinovasi dan beradaptasi dengan digitalisasi agar bertahan. (Yoga)
GoTo Andalkan Layanan ”On-Demand” dan Tekfin
Lini bisnis layanan on-demand dan teknologi finansial menjadi
andalan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dalam memperluas jangkauan dan
monetisasi pasar selama 2024. Kedua lini bisnis ini juga dianggap bisa membantu
perseroan mengejar laba. Direktur/Presiden Teknologi Finansial GoTo Hans Patuwo
saat sesi paparan publik, Rabu (28/2) di Jakarta, mengatakan, laporan riset E-Conomy
SEA2023 yang dirilis Google,Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, layanan
on-demand, seperti transportasi dan pengantaran makanan, di Indonesia
diprediksi akan tumbuh sekitar 20 miliar USD pada 2030. Industri layanan
pembayaran digital diperkirakan tumbuh 760 miliar USD dan pembukuan pinjaman
digital tumbuh 40 miliar USD pada 2030. ”Riset itu menggambarkan potensi bisnis
yang besar bagi segmen on-demand dan teknologi finansial,” ujarnya.
Menurut Hans, pada triwulan IV-2023, adjusted EBITDA, atau
laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan, pada
GoTo positif. Nilai adjusted EBITDA GoTo terus membaik dalam tujuh triwulan
terakhir. Untuk memperkuat kinerja, GoTo menyusun strategi guna mencapai
adjusted EBITDA grup positif tahun 2024. Pilar pertamanya adalah meningkatkan
frekuensi pelanggan lamaserta terus memperluas jangkauan pasar, melalui
produk-produk yang menjangkau konsumen dengan karakteristik suka
memprioritaskan harga, seperti GoCar hemat, GoFood hemat, dan aplikasi GoPay. Pilar
keduanya, meningkatkan monetisasi melalui produk teknologi finansial yang mampu
menghasilkan take rate atau komisi lebih tinggi, seperti GoPayLater, GoPay
Pinjam, dan GoPay Tabungan yang bekerja sama dengan Bank Jago. Di luar kedua
pilar itu, perseroan juga berkomitmen disiplin mengelola beban usaha yang
mencakup beban infrastruktur dan pengembangan teknologi informasi, beban
operasional tetap, serta insentif dan promosi. (Yoga)
Divestasi Tak Jamin Kenaikan Harga Saham Vale Indonesia
Saham perusahaan tambang nikel PT ValeIndonesia Tbk yang
tercatat di bursa dengan nama INCO naik sesaat pascadivestasi saham, Senin
(26/2). Namun, tren ini dinilai analis tidak akan bertahan lama karena factor eksternal
yang memengaruhi perdagangan komoditas nikel. Pada perdagangan sesi pertama
Rabu (28/2), harga saham INCO menyentuh angka tertinggi Rp 4.120 per lembar, setelah
terus naik pada kisaran Rp 3.800 per lembar sejak dua hari sebelumnya. Namun,
harga itu mulai turun di pengujung perdagangan sesi pertama. ”Menurut saya, ini
karena sentimen divestasi berakhir. Sekarang INCO mencapai fase jenuh jual dan
mulai rebound,” kata pengamat pasar modal sekaligus founder WH-Project, William
Hartanto.
Sentimen itu terjadi setelah Pemerintah Indonesia melalui PT
Mineral Industri Indonesia Persero (Mind Id) resmi mengakuisisi 14 % saham dari
perusahaan pengendali lain, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining
Co Ltd (SMM). Dengan itu, perusahaan induk (holding) industri pertambangan BUMN
itu menjadi pemegang saham mayoritas, sebesar 34 %. Analis Henan Putihrai Sekuritas,
Ezaridho Ibnutama, berpendapat, kenaikan harga saham INCO hanya akan terjadi
sesaat. Bahkan, harga cenderung turun setelah PT Vale Indonesia Tbk menawarkan right
issue atau saham baru kepada investor di Bursa Efek Indonesia dengan harga Rp 3.050
per lembar. Harga tersebut adalah harga divestasi yang disepakati bersama. ”Top-line
(pendapatan) dan bottom-line (laba bersih) INCO akan mengalami kontraksi sampai
tahun depan jika kondisi ekonomi global masih ada banyak ketidakpastian,”
ujarnya. (Yoga)
Pertumbuhan Ekonomi 2023
Sejumlah Bank Gelar Pameran Dorong Kredit Konsumer
Petrindo Jaya Tuntaskan Akuisisi Tambang Batu Bara Indika Rp 3,2 Triliun
Kemenhub Dorong Pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Komersial
Penurunan Kinerja Ekspor Sawit Diprediksi Berlanjut
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









