INDUSTRI MEBEL & KERAJINAN : Pasar Terbuka di IKN Nusantara
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) memastikan pengadaan barang furnitur dan interior di IKN Nusantara sepenuhnya bakal diisi oleh produk usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Ketua Umum Asmindo Deddy Rochimat mengatakan, estimasi pasar furnitur di IKN Nusantara yang dapat diraih oleh pelaku usaha nasional berkisar Rp100 triliun. Angka tersebut sekitar 20% dari anggaran pengadaan barang dan jasa di IKN yang nilainya mencapai Rp500 triliun. “Anggarannya Rp500 triliun lebih, kalau 20% saja sudah berapa itu untuk interior dan furnitur,” katanya, Selasa (27/2). Asmindo pun menggandeng Badan Otorita IKN melalui PT Bina Karya (Persero) untuk mengembangkan usaha mebel dan kerajinan. Saat ini, pihaknya juga telah diminta untuk membuat mock-up beberapa produk untuk mengisi proyek yang bakal rampung. Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa industri furnitur lokal dipastikan akan memasok perabotan untuk perumahan aparatur sipil negara, perkantoran, gedung kementerian, dan lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai impor mebel dan kerajinan Indonesia mencapai US$1,7 miliar pada 2023, meningkat dari 2022 yang sebesar US$1,5 miliar. sementara itu, impor mebel dan kerajinan pada 2021 senilai US$1,3 miliar. Teten pun meminta pelaku UKM furnitur dan mebel untuk meningkatkan daya saingnya, termasuk mengoptimalkan bahan baku yang berkelanjutan.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023