;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Lebaran Pacu Pembiayaan Kendaraan

04 Mar 2024
Sejumlah multifinance memproyeksikan pembiayaan kendaraan akan meningkat di momentum Ramadan Lebaran. Apalagi, secara histori pembiayaan saat Ramadan juga mendaki selama bertahun-tahun. Mandiri Utama Finance (MUF) menyebut, pembiayaan kendaraan biasanya terjadi di hampir semua segmen pembiayaan kendaraan. Direktur Utama MUF Stanley Setia menargetkan, kenaikan pembiayaan sebesar 10% pada saat Ramadan hingga menjelang Lebaran. Stanley mengatakan, kenaikan pembiayaan baru sudah terjadi pada Januari 2024. MUF telah menyalurkan pembiayaan baru Rp 1,88 triliun, naik lebih dari 7% dibandingkan 2023. Segmen pembiayaan terbesar adalah pembiayaan kendaraan roda empat  sebesar 80%. Anak perusahaan PT Astra International Tbk, PT Federal International Finance (FIF)  juga percaya pembiayaan sepeda motor, khususnya Honda, menjelang Lebaran akan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pasar sepeda motor. Chief Marketing Officer FIF Group Daniel Hartono memperkirakan pasar sepeda motor pada Maret 2024 tumbuh 30%, jika dibandingkan Februari 2024. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) juga optimistis momen Ramadan akan mendongkrak kinerja. Sebab menurut Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman, hampir semua segmen akan mengalami kenaikan pembiayaan baik mobil baru atau bekas. "Selain itu, biasanya akan menjadi momentum sangat baik juga untuk penyaluran pembiayaan multiguna dana tunai, khusunya segmen UMKM yang membutuhkan tambahan modal," ujar dia. Sampai akhir 2024, CNAF menargetkan bisa meningkatkan pembiayaan 15% menjadi Rp 10 triliun. Ristiawan menerangkan hingga Januari 2024, penyaluran pembiayaan baru CNAF mencapai Rp 878 miliar, meningkat 70% secara tahunan. 

Data Ekonomi AS Loyo, Mata Uang Regional Rebound

04 Mar 2024
Dolar Amerika Serikat (AS) cenderung tertekan sebulan terakhir. Data ekonomi AS yang kurang baik mendorong sejumlah mata uang regional rebound. Pada Jumat (1/3), AS mengumumkan bahwa data PMI Manufaktur ISM jatuh ke level 47,8 pada Februari 2024 dari 49,1 pada Januari 2024. Realisasi itu juga jauh dari proyeksi pasar di level 49,5. Alhasil, indeks dolar memperpanjang penurunannya hingga turun di bawah 104. Berdasarkan data Bloomberg, mayoritas mata uang regional menguat dalam sebulan terakhir. Penguatan terbesar dialami JPY dengan kenaikan 2,45%, disusul THB sebesar 1,45%, TWD 0,88%. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, terjadinya penurunan data ekonomi di AS tidak mengherankan, karena suku bunga yang berada di level tinggi mulai terdampak ke perekonomian AS. Karena itu, Lukman menilai, hal ini bisa menjadi awal dari tanda the Fed bakal mulai dovish. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menambahkan, potensi pemotongan suku bunga AS sebesar 75-100 basis poin juga akan mendorong mata uang regional. Menurutnya, mata uang rupiah (IDR) dan rupee India (INR) berpotensi menjadi mata uang kawasan Asia yang relatif kuat. Menurut Josua, faktor tersebut akan mendorong semakin atraktifnya aset-aset dalam IDR dan INR. Sehingga, investor asing berpotensi masuk pasar keuangan Indonesia dan India. Hingga akhir tahun, Josua memproyeksikan kurs rupiah akan berada di level Rp 15.100–Rp 15.300 per dollar AS. Lalu, Lukman menilai, mata uang regional yang menarik dicermati adalah dollar Singapura dengan target di akhir tahun 1,31-1,33.

Demi Taylor Swift ”Ngutang” Pun Dijabani

03 Mar 2024

Swifties adalah salah satu fandom artis terbesar di muka Bumi. The Eras Tour akhirnya membuka kesempatan penggemar Taylor Swift, termasuk Swifties Indonesia, untuk bertemu idola. Hati girang tak terkira, persiapan juga polpolan. ”Ini pertemuan pertama kami untuk membahas persiapan konser karena kami beda-beda tempat tinggal,” kata Anggun Mrz (24) lewat Zoom di sebuah restoran di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (28/2). Anggun, Melati Suci (27), Alya Dina (25), dan Ayu Ihsana (25) berkumpul di sana pukul 19.00 seusai kerja. Mereka akan menonton konser pada 9 Maret, hari terakhir konser Taylor Swift di National Stadium, Singapura. Penyanyi asal AS itu menggelar konser enam hari, 2-4 Maret dan 7-9 Maret 2024, sebagai rangkaian The Eras Tour. Demi menyaksikan ”Mbak TayTay”, sebutan sayang untuk Swift, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu telah ikut ”berperang” mencari tiket Juli tahun lalu.

Sialnya, mereka gagal. Ketika promotor mengumumkan perilisan tiket tambahan Januari 2024, Alya berburu melalui penyedia jasa titipan (jastip) di X alias Twitter. Jika harga tiket yang mereka incar Rp 1 juta per orang, Alya dan teman-teman membayar Rp 2,5 juta. Harga ini, menurut Anggun, masih masuk akal karena banyak jastip yang menaikkan harga sampai Rp 6 jutaan untuk kategori yang sama. Kalau dihitung-hitung, Anggun, Melati, Alya, dan Ayu mengeluarkan uang Rp 10 juta per orang. Dana ini sudah termasuk tiket konser, transportasi seperti pesawat, penginapan, dan uang jajan. JordyPrayoga (27), karyawan swasta di Jakarta, pun rela harus keluar uang dalam jumlah besar demi bisa melihat langsung penyanyi pujaannya. Ia berpikir, sekarang harus nonton karena belum tentu di konser lain waktu ia bisa.

Lagi pula, lagu karya Swift kini sudah lengkap, punya bermacam genre, mulai dari country-pop hingga menjelajah ke rock, synthpop, hiphop, dan sentuhan R&B. Jordy mengawali perjuangannya bertemu Swift dengan berburu tiket pada Juni 2023. Ia mendapat tiket VIP seharga Rp 6 juta. Saat memesan tiket, Jordy kaget, harga tiket pesawat sudah meroket. Mau tak mau, ia harus membeli dengan harga Rp 4 juta pergi-pulang. Begitu pula tarif hotel yang naik 100 %. Jordy tak punya pilihan, harus sewa penginapan Rp 2 juta untuk dua malam. Total pengeluarannya demi Mbak TayTay mencapai Rp 12 juta, belum termasuk uang makan selama di Singapura dan transportasi. ”Untung uang tiket bisa kuangsur tanpa bunga dengan kartu kredit. Uang tiket dan hotel juga gitu. Hampir setahun aku alokasikan gajiku untuk nyicil. Sekarang sudah lunas,” jelasnya lega. (Yoga) 

Harmoni Sate dan Keroncong

03 Mar 2024

Bambang Margono (63) selama 20 menit, membakar sate hingga setengah matang, mencelupkannya ke dalam saus, dan menunggu hingga bumbu-bumbu meresap sempurna. Asap dari pembakaran sate yang mengumbar ke mana-mana menempel di baju necis pelanggan. Namun, mereka tak peduli. Hari itu, Selasa (27/2) pukul 12.00, hampir semua kursi di Sate Keroncong terisi. Beberapa kipas angin mengusir gerah pelanggan yang tiba silih berganti. Rumah makan di Gang Lele, Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta, itu sederhana saja. Tak jauh dari  para pelanggan yang tengah melahap pesanan, kompor arang untuk meng- godok tongseng terus di kipas hingga kuahnya tak henti bergolak.

”Khasnya semua dimasak dengan arang atau kayu bakar sampai ranting-rantingnya,” ujar Sri Mulyono (59), pemilik Sate Keroncong. Gulai sudah diolah di panci besar sejak pukul 05.30 dan siap empat jam kemudian. Sementara bumbu-bumbu dasar gulai dan tongseng yang disiapkan setiap tiga bulan dihaluskan sampai enam jam, awet disimpan setahun meski tak dimasukkan ke dalam kulkas. Saat disajikan dan dikunyah, sate yang kaya akan rempah berselang-seling dengan sekelumit manis. Daging empuk begitu menor berlumur bumbu yang menambah sedapnya hidangan ditemani bawang merah, tomat, cabai rawit, dan merica. Potongannya lebih besar dibandingkan sate biasa. Sementara gulai dengan kuah panas menyusuri tubuh diiringi kehangatan di sela Harmoni Sate dan Keroncong. Harga seporsi gulai dan tongseng masing-masing Rp 50.000, sementara sate Rp 75.000. Sebagai penawar dahaga, bisa dipilih teh manis panas atau dingin, es jeruk, teh kemasan, serta air mineral.

Sewaktu mencicipi sajian, lamat-lamat terdengar merdunya keroncong yang dilantunkan Joni (62) dan Waluyo (70). Pasangan pengamen itu beraksi di depan Sate Keroncong tanpa mengganggu konsumen. Stoples berisi sumbangan pengunjung ditaruh di atas bangku. Mereka, mendendangkan ”Bandar Jakarta”, ”Bengawan Solo”, ”Jembatan Merah”, ”Sampul Surat”, dan ”Di Bawah Sinar Bulan Purnama”. Alunan yang menghanyutkan kalbu lantas menganyam harmoni dengan cita rasa sate, gulai, atau tongseng. Joni bersama Waluyo yang sudah menghibur pelanggan Sate Keroncong sejak tahun 2000 berasal dari Semarang, Jateng. Mereka mengais rezeki sambil melestarikan kebudayaan Indonesia. Sesekali, lagu pop, dangdut, atau campursari didendangkan agar tamu-tamu tak bosan. ”Dapatnya enggak tentu. Biasanya, sehari Rp 50.000-Rp 75.000 per orang. Kalau lagi ramai, sampai Rp 100.000,” ucap Joni yang bermain gitar. (Yoga) 

Warga Palestina Terpaksa Konsumsi Pakan Ternak

03 Mar 2024

Bencana kelaparan menyiksa warga Palestina di Jalur Gaza. Kepungan militer Israel membuat truk-truk pengangkut bantuan sosial yang menyeberang dari Mesir lamban datang. Tiadanya bantuan makanan membuat warga Palestina terpaksa mengonsumsi pakan ternak untuk bertahan hidup. Namun, setelah berhari-hari bertahan hidup dengan mengonsumsi pakan ternak, kini pilihan itu pun menipis. Abu Qussay Abu Nasser, warga Gaza, terpaksa mencari-cari tanaman panirak (Malva sylvestris) yang biasanya tumbuh liar di padang rumput ataupun di pinggir jalan. Tanaman berbunga ungu ini aman diolah untuk makan meskipun selama ini masyarakat tidak menganggapnya sebagai sumber pangan.

”Panirak sekarang sudah jarang sekali. Banyak orang memetiknya saking tidak ada makanan,” kataAbu Nasser kepada kantor berita Turki, Anadolu, Jumat (1/3). Panirak bukan pilihan pertama Abu Nasser. Sebelumnya, ia pergi ke pasar di Jabaliyya untuk mencari jagung kering dan jelai sisa. Biasanya, biji-bijian ini dipakai untuk pakan ternak. Ketika tiba di pasar, pakan ternak sekalipun sudah habis terjual. Di beberapa wilayah, warga mengeluhkan harga pakan ternak yang melejit. Satu karung 3 kg dibanderol dengan harga 60-80 shekel atau Rp 3 juta. Padahal, warga Gaza sudah serba kekurangan sejak Israel melakukan invasi per Oktober 2023. ”Kemarin, kami sekeluarga masing-masing hanya memakan sebutir kurma. Saya harus mencari makanan, anak-anak menangis kelaparan,” kata Abu Nasser.

Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA) memperlihatkan, sedikitnya 576.000 warga Gaza, seperempat dari total populasi di enklave tersebut, tinggal satu tahap masuk kategori kelaparan. Sejumlah tenaga medis menuturkan, banyak pasien anak di rumah-rumah sakit sekarat dan meninggal akibat malanutrisi dan dehidrasi. Bantuan untuk warga Gaza pun lamban bergulir. ”Segala sistem layanan masyarakat di Gaza sudah ambruk,” kata Jubir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Christian Lindmeier. Ia menjelaskan, anak-anak berumur 6-59 bulan menderita kelaparan akut. Angka kelaparan mereka 16,2 %. Padahal, WHO menetapkan ambang batas bahaya kelaparan tertinggi di dunia adalah 15 %. (Yoga) 

Anak Muda Bertahan, Bulan ke Bulan

03 Mar 2024

Konsultan keuangan dan pendiri Mind Money Balance, Lindsay Bryan-Podvin, mengatakan, milenial dan gen Z menghadapi banyak persoalan ekonomi, mulai dari krisis kemampuan membeli rumah, utang pinjaman sekolah atau kuliah, hingga tingginya biaya pengasuhan anak. Kondisi ini membuat mereka tidak mudah memasuki kehidupan finansial orang dewasa. Impian menjadi kaya di kalangan mereka pun menguat. ”Gaya hidup kelas menengah terasa di luar jangkauan. Padahal, setiap hari mereka dicekoki cerita dan gambaran di media sosial yang menunjukkan orang yang lebih kaya tampak lebih bahagia,” kata Bryan-Podvin. Untuk bisa hidup lebih kaya, gen Z menginginkan gaji lebih tinggi. Survei terbaru Redfield and Wilton Strategies menyebutkan, di AS, gen Z menilai gaji tahunan sebesar 74.000 USD atau Rp 1,2 miliar tidak masuk dalam kelompok kelas menengah.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, rata-rata kekayaan bersih gen Z adalah yang terendah. Menurut Bank Sentral AS, individu di bawah usia 35 tahun memiliki kekayaan bersih rata-rata 39.000 USD. Tidak hanya kekayaan bersih mereka lebih rendah, gaji rata-rata gen Z juga lebih rendah ketimbang generasi lain sehingga sulit untuk menyewa apartemen, membeli mobil, atau sekadar makan enak. Menurut survei American Staffing Association dan Harris Poll terhadap 2.000 orang dewasa AS, pekan lalu, 66 % karyawan berusia 18-27 tahun berniat meminta kenaikan gaji tahun ini. Mereka khawatir gaji mereka tak bisa mengimbangi inflasi. Generasi milenial dan gen Z mengaku harus hidup dari gaji ke gaji karena gaji mereka habis untuk membayar tagihan dan belanja kebutuhan primer.

Banyak yang mengaku berada dalam situasi seperti itu karena harus membiayai anggota keluarga lainnya dan memiliki utang yang besar. Sebenarnya mereka ingin berinvestasi, tetapi masalahnya tidak ada sisa uang untuk berinvestasi. Survei perusahaan konsultan Deloitte pada 2023 terhadap 22.000 milenial dan gen Z di seluruh dunia menemukan makin banyak anak muda mencari kerja sampingan demi menambah penghasilan. Untuk menghemat uang, anak muda di AS mulai banyak yang memilih menyimpan dan bertransaksi dengan uang tunai. Alasannya, memegang uang tunai lebih mudah dikendalikan ketimbang bertransaksi melalui e-wallet di ponsel. Cara bersiasat lain adalah sejumlah anak muda memilih tinggal bersama orangtua mereka. Bahkan, menurut BBC, 25 Januari 2024, mengutip laporan PewResearch, menyebutkan, anak muda usia 18-34 tahun mengaku masih dibantu orangtua untuk membayar kebutuhan, seperti uang pulsa ponsel, tagihan internet, bahkan kebutuhan sehari-hari. (Yoga) 

Tarif Murah, Syarat Wajib Angkutan Umum Modern Perkotaan

03 Mar 2024

Jangkauan luas ke seluruh pelosok kota diikuti jaminan kenyamanan dan keamanan penumpang adalah salah satu syarat agar layanan angkutan umum dilirik sebagai sarana utama untuk mobilitas masyarakat urban. Syarat selanjutnya adalah tarif terjangkau alias murah meriah. Tarif murah yang menyertai keterjangkauan luas dan kenyamanan transportasi publik menjadi salah satu bukti kehadiran dan keberpihakan negara kepada rakyatnya. Itu juga bukti penggunaan pajak yang tepat sasaran. Untuk itu, wajar jika publik sangat sensitif terhadap perubahan tarif ataupun sistem operasi yang berdampak pada tarif angkutan umum. Isu kenaikan tarif KRL Jabodetabek baru-baru ini langsung disambut pro dan kontra. Sejak 2016, tarif kereta komuter relatif tetap, yaitu Rp 3.000 per orang per 25 km pertama. Kemudian bertambah Rp 1.000 per 10 km berikutnya.

Adanya potensi menaikkan tarif kereta komuter itu tetap dianggap tidak menguntungkan pelanggannya. Pengguna setia KRL Jabodetabek mengingatkan agar kualitas layanan, termasuk jangkauan, keamanan, dan daya angkut, ditingkatkan jika hendak menaikkan tariff (Kompas.id, 29 Februari 2024). Di negara mana pun, transportasi publik menjadi beban tersendiri karena pembangunan, pengoperasian, dan perawatannya membutuhkan dana sangat besar. Bagi negara miskin dan sedang berkembang, ketiadaan atau kekurangan dana menyebabkan pembangunan angkutan umum perkotaan tersendat, bahkan tak menjadi prioritas. Pada saat bersamaan, laju perkembangan kawasan urban tak surut. Akibatnya, pergerakan masyarakat lebih banyak bersandar pada kendaraan bermotor pribadi. Kota-kota itu tercekik polusi dari asap kendaraan. Waktu terbuang percuma karena macet yang berarti ongkos transportasi tinggi. Ekonomi berputar tak lancar.

Sejauh ini, baru MRT Jakarta yang didukung pinjaman pembiayaan pihak lain, yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA). Jaringan Transjakarta dan LRT Jakarta disokong Pemprov DKI Jakarta. LRT Jabodebek dan KRL Jabodetabek tergantung pemerintah pusat. Berkaca pada Mumbai, pemerintah pusat dan daerah perlu berpihak lebih berat pada pembangunan angkutan umum. Perlu cepat dan kreatif pula menggaet investor. Tak kalah mendesak memikirkan sumber pendanaan lain. Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan pendapatan di luar penjualan tiket, seperti menyediakan ruang iklan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang mendatangkan keuntungan finansial, demi memastikan layanan angkutan umum kian berkualitas dan bisa memenuhi syarat wajib lainnya, yaitu tarif tetap murah meriah (Yoga) 

Puluhan Triliun Pesona Taylor Swif

02 Mar 2024

Pada 2-4 Maret 2024, konser bintang dunia Taylor Swift digelar di Stadion Nasional Singapura. Konser bertajuk The Eras Tour ini berlanjut di sana pada 7-9 Maret 2024. Tiket satu-satunya konser Swift di Asia Tenggara ini diburu sejak pertengahan 2023. Tiket bahkan ludes terjual dalam beberapa jam lewat ”pertempuran sengit”. Harganya mulai dari 88 dollar Singapura hingga 1.228 dollar Singapura, setara Rp 1 juta hingga Rp 14,4 juta dengan kurs Rp 11.703 per dollar Singapura. Tiket hanya salah satu aspek penggerak ekonomi yang menimbulkan efek pengganda. Aspek lain, sebagian besar penonton berpikir untuk tampil berbeda. Pernak-pernik dan pakaian demi tampil cantik saat menonton konser pun dipilih penuh pertimbangan.

”Sayang jika hanya berpakaian biasa karena bakal foto. Akhirnya, aku cari baju karena Taylor Swift identik dengan sesuatu yang blink-blink (bekerlip),” ujar Lourentia Kinkin, di Jakarta, Kamis (29/2). Swifties alias penggemar Swift dalam konser biasanya berpakaian sesuai tema yang dipilih dari 10 era yang diwakili setiap album Swift, mulai album debut Taylor Swift (2006) hingga Midnights (2022). Kinkin, tak hanya belanja baju, tas, dan aksesori. Ia juga berencana menghias kuku untuk merepresentasikan 10 album Swift. Kuku setiap jari memiliki warna berbeda dengan anggaran Rp 200.000. Ia juga membeli stiker wajah Rp 12.000. Kinkin juga akan berpartisipasi dalam friendship bracelet, tradisi Swifties di seluruh dunia yang menyepakati membuat gelang persahabatan yang ditukarkan saat konser berlangsung, dengan anggaran Rp 60.000.

Konser Taylor Swift tak hanya memberi suguhan musik, tetapi juga memberi wadah bagi pemburu cendera mata (merchandise), seperti kaus, jaket bertudung (hoodie), gelang, tas, dan poster. Nominalnya pubervariasi, bergantung pada jenis barang. Antrean para pemburu itu mengular. Tak heran, dari The Eras Tour sepanjang 2023, Swift menghasilkan 200 juta USD atau Rp 3,1 triliun dengan kurs Rp 15.673 per USD hanya dari penjualan suvenir. Dari penjualan tiket, penyanyi itu mengantongi 1,04 miliar USD atau Rp 16,3 triliun. Angka ini memecahkan rekor sebagai tur pertama yang mengantongi lebih dari 1 miliar USD, seperti dikutip Forbes.

Mengutip The Straits Times, tepat setelah tiket konser Swift habis terjual, beragam hotel, maskapai, dan operator agen perjalanan mengantisipasi ledakan perjalanan ke Singapura pada Maret 2024. Harga pun terkerek naik seiring melonjaknya jumlah pesanan. Kepala pemasaran dan komersial Pan Pacific Hotels Group Cinn Tan mengatakan, pesanan kamar Hotel Parkroyal Collection Pickering naik 200 % pada periode 2-9 Maret 2024. Mayoritas pesanan berasal dari Australia, Indonesia, Taiwan, dan Korsel. Kenaikan pencarian akomodasi di Singapura juga naik hingga 160 kali di platform perjalanan digital Agoda. Kenaikan terutama dari negaranegara sekitar Singapura, di- dominasi warga Filipina. (Yoga)

Pajak Konglomerat untuk Atasi Isu Iklim

02 Mar 2024

Pemerintah negara-negara anggota G20 akhirnya sepakat menjajaki peluang penerapan pajak minimum para konglomerat. Pajak global itu akan menyasar orang-orang dengan kekayaan setidaknya senilai Rp 15 triliun. Hasil pajak, antara lain, dipakai untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. Kesepakatan informal itu tercapai dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota G20. Pertemuan itu berakhir pada Kamis (29/2) sore di Sao Paulo, Brasil, atau Jumat dini hari WIB. Kesepakatan disebut informal karena isu itu tidak dimasukkan dalam pernyataan akhir pertemuan. Menkeu Brasil Fernando Haddad menyebut, pajak global akan mengatasi penghindaran pajak para konglomerat. Menkeu Perancis Bruno Le Maire mendukung usulan Brasil dan berkomitmen akan menjadi yang terdepan. Sasaran kebijakan itu adalah orang-orang dengan kekayaan sedikitnya 1 miliar USD atau Rp 15 triliun.

Mengacu pada berbagai data, seperti dari Bloomberg dan Forbes, setidaknya ada 2.500 orang dengan kekayaan Rp 15 triliun, bahkan sebagian malah punya kekayaan lebih dari Rp 15.000 triliun. Haddad mengatakan, konglomerat perlu dipastikan membayar pajak secara adil. Dana pajak mereka, antara lain, untuk mengurangi kesenjangan. ”Kita bisa memperoleh pendapatan tambahan yang sangat besar hanya dengan tarif pajak yang sedikit lebih tinggi bagi warga superkaya,” ujarnya. Kepala Program Pembangunan PBB Achim Steiner menilai, Brasil bisa disebut sukses sebagai ketua bergilir G20. Sebab, Brasil menjadikan kesenjangan dan pajak minimum konglomerat sebagai target. Isu itu akan dibawa ke KTT G20. Menurut Pemantau Pajak Uni Eropa, lembaga kajian di Perancis, pajak konglomerat berbeda dari pajak penghasilan pada umumnya.

Kini, orang-orang superkaya mudah menghindari pajak penghasilan dan pajak warisan. Ekonom Perancis, Gabriel Zucman, merekomendasikan tarif minimum 2 %per tahun. Dengan kata lain, setiap orang superkaya direkomendasikan membayar pajak sedikitnya 20 juta USD atau Rp 300 miliar. ”Fakta para miliarder ini membayar pajak dalam jumlah yang sangat sedikit,” katanya. Ia menaksir, total kekayaan para konglomerat setara 13 triliun USD. Jika pajak minimum global diterapkan, setiap tahun ada tambahan 260 miliar USD pada pendapatan pemerintah. Sebagai pembanding, sejumlah negara berkembang butuh 500 miliar USD untuk mendanai mitigasi dampak perubahan iklim. ”Kita bisa mendapatkan setengah dari jumlah itu hanya dengan pajak minimum para miliarder,” kata Zucman. (Yoga)

Festival Sarkem

02 Mar 2024
Kirab Apem Ruwahan merupakan tradisi masyarakat Sosromenduran setiap menjelang Ramadhan yang terus dilestarikan, salah satunya lewat kegiatan tahunan Festival Sarkem (Pasar Kembang). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga untuk mempromosikan beragam potensi wisata kawasan setempat. Tampak keramaian warga mengusung makanan apem saat mengikuti Kirab Apem Ruwahan dalam Festival Sarkem di Jalan Sosrowijayan, Yogyakarta, Jumat (1/3/2023). (Yoga)