;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

KIJA Incar Penjualan Rp 2,5 Triliun

02 Mar 2024
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membidik target prapejualan atau marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun di tahun 2024. Dari target tersebut, KIJA   membidik marketing sales dari  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal Rp 1,35 triliun. Sementara penjualan tanah matang dan bangunan industri di Cikarang ditargetkan menyumbang sebesar Rp 650 miliar. Kemudian Rp 500 miliar sisanya masih dari lahan industri Cikarang, yakni dari penjualan produk residensial dan komersial. Muljadi Suganda, Sekretaris Perusahaan KIJA menyampaikan, prospek penjualan kawasan industri akan lebih baik di tahun ini. Saat ini, konsumen dari seluruh lahan industri KIJA masih dikuasai investor domestik, terutama di Cikarang. Muljadi bilang, investor domestik menyumbang sekitar 52% tenant lahan industrinya. Mereka berasal dari industri fesyen, elektronik, otomotif, makanan dan minuman, pengemasan, furnitur, logistik, produk kesehatan, dan industri keramik. Sedangkan 48% sisanya berasal dari investor asing. Mereka banyak mendiami KEK Kendal. Para investor asing ini datang dari beberapa negara, seperti Hong Kong, China, Taiwan, Jerman, Malaysia, India, dan Korea Selatan. Investor asing ini mendominasi KEK Kendal dengan kontribusi sebesar 81% di tahun 2023. 

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Selasa (13/2), marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 913,7 miliar dari lahan seluas 28 hektare (ha). Kontributor utamanya adalah penjualan tanah matang 26,2 hektare senilai Rp 558,3 miliar. Adapun total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik mencapai Rp 612,2 miliar. Investor domestik menyumbangkan 52% dari nilai tersebut, sedangkan 48% sisanya berasal dari investor asing,  terutama dari China. Untuk memacu kinerja penjualan, KIJA terus berupaya meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di kawasan, khususnya di kawasan industri Cikarang. Menyusul infrastruktur yang semakin lengkap, Muljadi mengklaim, belakangan ini kawasan industri Cikarang yang mereka kembangkan juga mulai dilirik perusahaan data center.

Asuransi ASO Tidak Proteksi Dana Lender

02 Mar 2024
Fintech peer to peer lending banyak yang menggunakan asuransi administrative service only (ASO) sebagai asuransi. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyebut, asuransi ASO di fintech lending sebenarnya tidak dianjurkan. Sebab penggunaan ASO menjadikan perusahaan asuransi hanya sebagai administrasi saja dan tidak menanggung risiko. Jadi, ada perusahaan atau lembaga lain yang menjalankan atau menutup risiko. "Kami tidak mendorong untuk menggunakan ASO," ungkap Ketua AAUI Budi Herawan. 

Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto mengatakan, ASO dijadikan solusi untuk menjamin kredit di industri fintech peer to peer (P2P) lending. Sebab, rate yang dikenakan asuransi dibandingkan tingkat bunga yang dibebankan ke debitur relatif kecil. "Beberapa fintech P2P lending mengenakan bunga tinggi. Adapun bunga tinggi itu menandakan tingginya risiko kredit tersebut," ujar dia. 

Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila juga mengatakan, ASO tak bisa digunakan untuk melindungi kredit di fintech lending, melainkan untuk asuransi kesehatan. Kasus fintech yang menggunakan ASO terkuak setelah gagal bayar PT Investree Radhika Jaya dan Modal Rakyat. 

Kuasa hukum lender Investree Grace Sihotang menyampaikan, Investree mengakui menggunakan asuransi ASO. Padahal selama ini, Investree menawarkan kepada lender menggunakan asuransi kredit, tetapi asuransi yang digunakan adalah ASO.

Rezeki Bertambah di Bulan Penuh Berkah

02 Mar 2024
Momentum Ramadan bisa menjadi katalis yang menyebabkan kinerja emiten restoran semakin sedap. Namun investor perlu cermat menyaring saham-saham emiten restoran yang mayoritas masih bergerak landai. Analis Stocknow.id, Sinta Dwi Untari menilai, emiten yang bergerak di bisnis gerai makanan dan minuman atau food and beverage (F&B)  memiliki ruang untuk menumbuhkan kinerja. Katalis utamanya datang dari stabilitas ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Hal itu tercermin dari kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada awal tahun ini. IKK Januari 2024 tercatat di level 125, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 123,8. Katalis berikutnya, emiten restoran berpeluang  menggenjot kinerja mereka pada bulan Ramadan. Bulan suci biasanya menggerakkan bisnis restoran seperti dari acara buka puasa bersama. Emiten restoran merespons dengan membuat berbagai program promosi demi menggenjot penjualan. Tapi ia mengingatkan sejumlah emiten restoran masih dibayangi sentimen negatif pada kinerja. Terutama setelah ramai aksi boikot terhadap jaringan restoran tertentu yang dipersepsikan mendukung Israel. Sedangkan Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti, bisnis restoran yang semakin kompetitif. Maka emiten restoran perlu kreatif menerapkan strategi pemasaran supaya bisa bertahan dalam ketatnya persaingan dengan restoran non-emiten. Sinta punya pandangan serupa, mayoritas masih dalam fase sideways bahkan cenderung turun. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga mengamini hal tersebut, dimana secara teknikal belum menjadi momentum yang tepat untuk mengoleksi saham emiten restoran. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, William Wibowo menyarankan speculative buy FAST dan MAPB. Support Rp 645 dan resistance Rp 780 untuk FAST, serta support Rp 1.850 dan resistance Rp 2.150 bagi MAPB.

Ahlan Wa Sahlan Ekonomi Ramadan

02 Mar 2024
Ahlan wa sahlan Ramadan. Bulan puasa bakal berlangsung sepekan lagi. Selama ini periode perayaan Ramadan dan  Idul Fitri berandil besar mengerek belanja masyarakat sehingga memacu laju ekonomi dalam negeri. Tapi laju ekonomi periode Ramadan dan Lebaran tahun ini terancam tertahan, bahkan melambat. Kombinasi kenaikan harga pangan hingga ancaman kenaikan harga energi, jadi pangkal persoalannya. Sebagai gambaran, ekonomi saat momentum bulan puasa dan Lebaran biasanya mencetak pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun berjalan. Tapi dua tahun terakhir, laju pertumbuhannya melambat. Tahun 2021, ekonomi saat puasa dan Lebaran yang jatuh pada kuartal kedua masih bisa tumbuh 7,07% secara tahunan atau year on year (yoy). Tapi laju ekonomi di kuartal II-2022 melambat menjadi 5,44%, dan 5,17% pada kuartal II-2023. Tahun lalu, peredaran uang selama Ramadan di bulan Maret sekitar Rp 8.293,6 triliun, tumbuh 6,2% yoy. Sementara peredaran uang saat Lebaran yang jatuh pada April, tercatat Rp 8.350,4 triliun, melambat 5,5% yoy (lihat infografik). Bukan tidak mungkin, kendati  ada momentum pemilihan umum (pemilu), ekonomi Ramadan dan Idul Fitri tahun ini makin melambat karena  lonjakan harga pangan. 

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda memperkirakan, perputaran uang selama puasa dan Lebaran tahun ini tidak setinggi tahun sebelumnya, meski tetap lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lain. Meski begitu, Huda memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2023 masih berada di angka 5%. Sedikit banyak didorong  momentum pemilu yang berefek ke konsumsi rumahtangga. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal melihat, ada perlambatan pertumbuhan perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky optimistis, perputaran uang selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini masih akan naik. Sebab, jika harga-harga naik, duit yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok juga ikut naik. "Justru uang beredar semakin naik," kata Reifky. 

Kinerja Manufaktur Tetap Ekspansif

02 Mar 2024
Aktivitas manufaktur Indonesia  terus melanjutkan kinerja kuat. Adapun Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari 2024 masih berada di zona ekspansif pada level 52,7 (Januari:52,9). Beberapa negara mitra dagang Indonesia  yang masih mencatatkan ekspansi sektor manufakturnya antara lain India (56,7) dan Amerika Serikat (51,5). Sementara, PMI manufaktur  negara kawasan Asean seperti Malaysia dan Thailand masih terkontraksi, masing-masing ke level 49,5 dan 45,3. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menjelaskan, meskipun dihadapkan pada tren pelemahan aktivitas ekonomi global, permintaan domestik yang masih kuat serta permintaan dari beberapa mitra dagang utama yang masih  tumbuh kuat mampu menjaga momentum kinerja sektor manufatur nasional. (Yetede)

Menjemput Bantuan Berujung Kematian

02 Mar 2024
Kecaman meluas terhadap tindakan pasukan Israel yang menembaki warga Palestina yang sedang menunggu pengiriman bantuan. Turki menyusul Arab Saudi, Mesir, dan Yordania yang mengutuk aksi tersebut. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menyebut peristiwa berdarah itu kejahatan terhadap kemausiaan. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (29/02/2024) malam waktu setempat, Kemlu Turki menuduh Israel memanfaatkan kelaparan sebagai senjata perang ke Jalur Gaza. Dapertemen Luar Negeri Amerika  Serikat (AS) malah mengatakan bakal segera mencari informasi mengenai insiden tersebut. Sama hal nya dengan Kemlu Prancis. Sementara menurut Israel, pasukannya hanya melepas tembakan  karena merasa terancam dengan kerumunan massa yang berebut bantuan makanan. Israel juga berdalih banyak korban yang juga tewas akibat terinjak-injak  dalam kericuhan itu. (Yetede)

Susut Panen Akibat Banjir

02 Mar 2024

MUHAIMIN, petani padi asal Desa Cangkring Rembang, Kabupaten Demak, Jateng, harus mengais sisa padi yang telah terendam banjir. Gabah yang masih bisa diselamatkan ia jemur. Setelah kadar air menyusut, gabah dipisahkan dari tangkainya, lalu dijual. Lahan pertanian milik pria 35 tahun itu terendam banjir yang melanda sejak 9 Februari 2024. Akibat banjir tersebut, padi yang telah menguning rusak. “Ada yang busuk, tukul cambah (tumbuh kecambah). Rusak pokoknya,” katanya, Rabu, 28 Februari 2024. Melihat kondisi tanamannya itu, Muhaimin memperkirakan harganya anjlok. Dia memprediksi nilai gabah yang terendam banjir tidak sampai separuh harga normal.

Kondisi itu diperparah dengan tidak semua gabah layak jual karena rusak. “Dalam kondisi normal satu bahu (setengah hektare lebih) hasilnya 3,5 ton. Ini paling-paling 1 ton.” Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, sawah seluas 9.368,5 hektare di provinsi tersebut terendam banjir selama dua bulan pertama 2024. Banjir juga menggenangi lahan pertanian komoditas lain, seperti jagung dan bawang merah. "Banjir berpotensi menurunkan hasil panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian Jawa Tengah, Supriyanto, kemarin, 1 Maret 2024. (Yetede)

Menghapus Mimpi Semu Pungutan Digital

01 Mar 2024

Mimpi Indonesia untuk meraup penerimaan dari transaksi perdagangan digital antarnegara menemui jalan buntu. Mayoritas negara menolak pencabutan moratorium bea masuk perdagangan barang digital lewat tapal batas. Pada WTO's 13th Ministerial Conference (MC13) yang digelar 26—29 Februari 2024, dapat dipastikan bahwa moratorium bakal diperpanjang. Bahkan, instrumen bea masuk perdagangan barang digital yang sudah berusia 25 tahun itu dapat dipermanenkan. Perlu diketahui, sejak 1998, anggota Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) secara berkala menyetujui perpanjangan moratorium pengenaan bea masuk tersebut. Perpanjangan terakhir disepakati pada Juni 2022 pada Konferensi Tingkat Menteri WTO (MC12). Selain memperpanjang moratorium hingga MC13, para anggota MC12, termasuk India, sepakat untuk mengintensifkan diskusi mengenai ruang lingkup, definisi, dan dampak moratorium. Indonesia bersama India dan Afrika Selatan, merupakan motor pengusung penghapusan moratorium bea masuk transaksi perdagangan digital antarnegara. Oleh sebab itu, India menegaskan kembali untuk mengkaji ulang implikasi moratorium bea masuk pada transaksi elektronik, khususnya bagi negara berkembang dan negara kurang berkembang (LDCs) pada MC13 pada 28 Februari 2024. Instrumen itu menjadi tantangan negara berkembang dalam meningkatkan partisipasi e-commerce di dunia. India bersama Indonesia dan Afrika Selatan telah lama berupaya untuk mengakhiri moratorium bea masuk atas barang digital dengan alasan pungutan itu cenderung menguntungkan negara maju. New Delhi percaya bahwa suatu negara harus bebas melakukan pungutan bea masuk. Pasalnya, negara berkembang kehilangan pendapatan hingga US$10 miliar karena moratorium ini. Alasan Afrika Selatan hampir sama dengan India. Adapun motif Indonesia dapat dikatakan berbeda. Jargon pemerintah RI bahwa pungutan bea masuk transaksi digital untuk menambah pundi-pundi penerimaan negara. Dengan masukanya barang digital dalam klasifikasi barang kepabeanan, maka pemerintah melalui ketentuan tersebut, memutuskan untuk membebaskan tarif bagi impor barang tak berwujud alias bertarif 0%. Pada pembahasan hari terakhir MC13, negara maju dari WTO tidak pernah berfikir bakal mencabut moratorium. Bahkan, bakal dibuat permanen. Sebaiknya memang pemerintah berfikir realistis dengan mengoptimalkan penerimaan dari wajib pajak. Penerimaan wajib pajak selain ekstensifikasi, dapat dilakukan dengan memacu pertumbuhan ekonomi. Berfikir visioner, seperti India justru lebih baik, yakni menyiapkan industri raksasa digital di dalam negeri. Tidak sekadar menjadi pasar produk digital negara asing.

EKSPOR KONSENTRAT TEMBAGA : PEMERINTAH MELUNAK HADAPI FREEPORT INDONESIA

01 Mar 2024

Sikap pemerintah mulai melunak terhadap permintaan PT Freeport Indonesia untuk tetap bisa mengekspor konsentrat tembaga hingga akhir tahun ini sampai Smelter Manyar mampu beroperasi penuh. Kementerian Ke­­­­uang­an memberikan sinyal positif terhadap kemungkinan pemerintah melanjutkan relaksasi ekspor konsentrat tembaga milik Freeport Indonesia, meski hingga kini belum ada keputusan final mengenai kebijakan yang terkait dengan penghiliran tersebut. Komitmen Freeport Indonesia melakukan commissioning di Smelter Manyar bakal menjadi acuan bagi pemerintah apakah nantinya bakal mengizinkan perusahaan untuk mengekspor konsentrat selepas Mei 2024 hingga akhir tahun ini. “Setelah Mei 2024 bagaimana, tentu kami mainkan antara relaksasi ekspor dan tarif bea keluar. Nanti internal pemerintah akan diskusi kembali,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani selepas kunjungan ke Proyek Smelter Manyar Freeport Indonesia di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kamis (29/2). Askolani menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan bakal lebih fleksibel soal ketentuan ekspor konsentrat tembaga sesuai dengan progres pembangunan smelter. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menegaskan bahwa relaksasi ekspor konsentrat tembaga Freeport Indonesia selepas Mei 2024 masih belum diputuskan oleh pemerintah hingga saat ini. Arifin menegaskan bahwa Kementerian ESDM masih menunggu realisasi dari komitmen Freeport Indonesia untuk mulai commissioning Smelter Manyar pada Mei 2024. Persoalan kuota ekspor konsentrat tembaga hingga akhir tahun ini menjadi isu penting, karena Freeport Indonesia membuka kemungkinan penurunan kapasitas produksi sekitar 40% pada rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2024, jika tidak mendapatkan izin ekspor konsentrat selepas Mei 2024. Wakil Presiden Direktur Freeport Indonesia Jenpino Ngabdi dalam kesempatan yang sama memastikan bahwa pembangunan smelter yang dikerjakan perusahaan telah berjalan sesuai dengan target.   

Sekadar catatan, pembangunan smelter tersebut merupakan mandat dari izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia untuk bisa beroperasi di Tanah Air. Freeport Indonesia juga diketahui telah menanamkan investasi hingga US$3,1 miliar hingga akhir Desember 2023. Proyek tersebut juga merupakan smelter tembaga kedua Freeport Indonesia, setelah membangun smelter pertamanya di Gresik yang dikelola oleh PT Smelting Gresik. Smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia tersebut nantinya mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton, dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun. Produk utama smelter adalah katoda tembaga, emas, dan perak murni batangan, serta platinum group metal (PGM). Selain itu, ada juga asam sulfat, gipsum, dan timbal sebagai produk sampingan yang bisa dihasilkan smelter tersebut. Di sisi lain, pemerintah juga telah menyetujui rencana kerja dan anggaran biaya Freeport Indonesia hingga 2026, dengan target produksi 63,16 juta ton bijih atau ore pada tahun ini, 77,52 juta ton pada tahun depan, dan 79,12 juta ton pada 2026. Upaya mendapatkan kuota ekspor konsentrat tembaga juga dilakukan oleh Freeport-McMoRan. Pada Januari 2024, Richard C. Adkerson, Ketua Dewan Direksi Freeport-McMoRan yang kala itu menjabat sebagai CEO Freeport-McMoRan, mengaku telah berbicara sedikitnya tiga kali dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal permohonan perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat Freeport Indonesia. Menurut Richard, Presiden Jokowi bersama dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif memahami keperluan waktu perpanjangan ekspor untuk ramp up atau peningkatan produksi smelter Manyar saat selesai konstruksi pada Mei 2024 nanti.

Ambisi Semikonduktor AS Terhambat Faktor Internal

01 Mar 2024

Sudah 2,5 tahun AS mengumumkan ambisi mengembalikan posisi di pasar semikonduktor global. Aneka hambatan domestik merintangi ambisi itu. Pada Senin (26/2) di New York, Mendag AS Gina Raimondo mengungkap salah satu rintangan itu. Perundingan dengan produsen semikonduktor berlangsung keras. ”Perundingan keras kami dan setiap perusahaan akan membuat setiap perusahaan menghasilkan lebih banyak untuk ekonomi dan keamanan nasional dengan lebih sedikit uang pajak,” ujarnya dalam forum di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) di New York. Departemen Perdagangan AS sedang memilah proyek-proyek yang ditargetkan mulai memasarkan produk pada 2030. Proyek dengan rencana kerja lebih panjang akan diurus belakangan. ”Amat rumit. Jenis fasilitas yang diusulkan Samsung, TSMC, dan Intel di AS adalah generasi baru, tidak pernah terjadi di negara ini,” ujarnya.

Pokok perundingan, antara lain, soal subsidi pembangunan pabrik baru. Sejumlah produsen utama meminta total 70 miliar USD. Padahal, Washington awalnya hanya mengalokasikan 39 miliar USD. Insentif bagian dari pelaksanaan undang-undang yang dikenal sebagai CHIPS and Science Act. UU mengesahkan subsidi hingga 280 miliar USD untuk riset dan produksi semikonduktor di AS. Bentuk insentif bisa jaminan kredit hingga 35 % total potensi kerugian, pinjaman pemerintah, hingga subsidi uang tunai. Departemen Perdagangan AS mencatat, ada 600 perusahaan dan lembaga riset mengajukan proposal pendanaan. Selain itu, berbagai perusahaan menjanjikan investasi total 235 miliar USD, seperti TSMC dan Micron.

TSMC menjanjikan investasi 38 miliar USD untuk pengembangan produksi di AS. Micron yang merupakan perusahaan AS menjanjikan investasi hingga 100 miliar USD. Para petinggi berbagai produsen semikonduktor mengaitkan realisasi investasi itu dengan insentif dari Pemerintah AS. Pada Januari 2024, CEO TSMC Mark Liu mengaku pembangunan pabrik baru tertunda sampai 2027, karena TSMC masih berunding dengan Pemerintah AS soal nilai subsidi untuk pabrik baru TSMC. TSMC dan berbagai produsen lain juga masih menunggu panduan insentif pajak dari departemen keuangan. Hingga kini, Depkeu AS tak kunjung menerbitkan petunjuk teknis yang dinanti sejak 2023. (Yoga)