;
Kategori

Ekonomi

( 40846 )

China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar

09 Mar 2024
China tengah bersiap mengumpulkan dana lebih dari US$ 27 miliar untuk pengembangan teknologi semikonduktor. Ini sebagai bentuk perlawanan atas upaya Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan teknologi cip paling mutakhir. China membuat fund bernama Dana Investasi Industri Sirkuit Terpadu Nasional yang akan mengumpulkan modal dari pemerintah daerah dan perusahaan negara untuk kendaraan ketiganya. 

Menurut sumber Bloomberg, dana tersebut diperkirakan bisa mengumpulkan lebih dari CNY 200 miliar. Pembentukan dana ketiga ini akan diawasi langsung oleh Kementerian Teknologi China. Keberadaan fund ini menandakan China kembali serius dalam memanfaatkan pasar semikonduktor yang cukup terbesar di dunia. Terlebih, Huawei Teknologi Co. dan mitranya Semiconductor Manufacturing International Corp diketahui masih menggunakan teknologi asal Amerika Serikat untuk membangun prosesor canggih. 

Sumber menyebut, pemerintah Shanghai dan kota-kota lain, China Chengtong Holdings Group dan State Development dan perusahaan investasi termasuk investor telah siap memberikan miliaran yuan. Dana tersebut akan membantu membiayai tiga hingga empat kumpulan fund. Penggalangan dana tersebut kemudian akan kembali ke perusahaan lokal. "Negosiasi mengenai penggalangan dana masih berlangsung dan mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan," imbuh sumber. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, pemerintah Shanghai, Chengtong dan SDIC tidak memberikan tanggapan. Big Fund ini bersifat rahasia.

IHSG Sentuh Rekor Baru

09 Mar 2024

Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara pada pekan ini mendorong kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai puncak tertinggi pada sesi pertama perdagangan kemarin, yaitu di level 7.411. Meski turun dari pencapaian tertingginya, IHSG masih ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (3/8), yaitu ke level 7.381 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bila dilihat sepekan, indeks sudah tumbuh 0,77% dari 7.325 pada pembukaan perdagangan Senin (4/3). Beberapa katalis positif yang mendorong kinerja indeks di antaranya adalah rapor kinerja keuangan sejumlah emiten yang melebihi perkiraan sejumlah analis dan mendorong optimisme tinggi para pemilik dana. Dividen yang menjadi buruan pun turut mendongkrak perdagangan, terlihat dari kenaikan saham sejumlah emiten yang telah mengumumkan besaran yang akan dibagikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp353,95 per saham. Keputusan yang ditetapkan pada Kamis (7/3) tersebut mendorong harga saham hingga ditutup naik pada perdagangan kemarin ke level Rp7.125, bertambah Rp25 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Hal serupa dialami oleh bank BUMN lainnya seperti Bank BNI (BBNI) yang akan membagikan dividen sebesar Rp280,49 per saham. Selain saham berkinerja ciamik, saham yang terdampak kenaikan harga komoditas pun ikut terdongkrak naik seperti Timah (TINS) yang naik Rp125 ke Rp730 karena tersengat harga timah global. Kabar baik dari mancanegara yang ikut menguatkan kepercayaan para investor di pasar saham adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell yang akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, meski belum menyebutkan tenggat waktu pelaksanaannya. Indeks Nikkei ditutup naik 0,23% menjadi 39.688 pada perdagangan Kamis (8/3) dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan membaik. Indeks Hang Seng pun ditutup menguat 0,76% ke 16.353 karena optimisme ekonomi China dan Amerika Serikat. Pelaksanaan pemilu yang relatif stabil diikuti dengan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara diharapkan menjadi pemacu gerak indeks harga saham gabungan. Meski demikian, kami mengharapkan indeks tumbuh berkualitas dengan kehadiran emiten yang kuat secara fundamental dan investor memiliki pengetahuan cukup untuk produk-produk pasar modal.

Akses Pendidikan Terbuka, Kesetaraan Kerja Tertinggal

09 Mar 2024

Akses perempuan Indonesia terhadap pendidikan sudah setara dengan laki-laki. Bahkan, partisipasi perempuan dalam jenjang pendidikan menengah hingga tinggi meningkat lebih cepat dibandingkan laki-laki. Namun, hal ini belum diikuti dengan akses dan kesetaraan bagi perempuan di dunia kerja. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 yang dirilis BPS memperlihatkan nilai IKG tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibanding tahun 2021 yang sebesar 0,465. Nilai IKG yang makin turun menunjukkan kesetaraan jender makin baik.

Sementara itu, indikator persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat lebih tinggi dibanding laki-laki, yakni dari 34,87 % pada 2021 menjadi 36,95 % pada 2022. Sementara persentase laki-laki meningkat dari 41,30 % menjadi 42,06 %. Mengacu data Pangkalan Data Diktiristek, di jenjang pendidikan tinggi, jumlah mahasiswi mencapai 3,25 juta orang, lebih banyak dibandingkan mahasiswa yang berjumlah 3,09 juta orang. Sekjen Kemendikbudristek Suharti, di Jakarta, Jumat (8/3) mengatakan, dari sisi akses pendidikan, partisipasi perempuan telah melebihi laki-laki.

Menurut Suharti, kesetaraan jender dalam akses pendidikan semakin baik. Namun, dalam ranah ekonomi dan publik, baru 52-53 % perempuan terlibat. ”Ada tantangan dalam peningkatan pendidikan perempuan yang makin setara dalam pendidikan. Masih perlu peningkatan kesetaraan perempuan dalam ranah ekonomi, bidang STEM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika), hingga kepemimpinan di dunia kerja,” kata Suharti.

Akses perempuan pada pendidikan yang sudah lebih terbuka itu belum dibarengi dengan akses dan kesetaraan perempuan di dunia kerja. Pada Profil Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Jenis Kelamin 2021-2023 dari BPS, laki-laki mendominasi partisipasi angkatan kerja dibanding perempuan. Kemudian upah buruh laki-laki juga masih lebih tinggi dibandingkan buruh perempuan. (Yoga)

PENYALURAN DANA : APPI Penuhi Pembiayaan UMKM

09 Mar 2024

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) optimistis dapat meningkatkan porsi pembiayaan ke sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga 44%.Laporan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa pembiayaan terhadap sektor UMKM cenderung meningkat sepanjang periode 2018–2023, tapi porsinya terhadap total pembiayaan masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 35,26% pada Desember 2023.Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan bahwa industri dan pemain multifi nance memiliki arahan tertulis yang lebih fokus sesuai dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.Dia menuturkan bahwa OJK menginginkan agar fi nancing to asset ratio (FAR) secara agregat dapat terus meningkat secara bertahap, yaitu 85–86% pada fase 1 (2024–2025), 87–88% pada fase 2 (2026–2027), serta 89–90% pada fase 3 atau di tahun 2028 mendatang. “Harapannya jelas, ada arahan-arahan yang diharapkan di tahun 2024–2025 mendatang kita harus menyisir pangsa-pangsa pembiayaan produktif sebesar 44–45%,” katanya kepada Bisnis, Jumat (8/3)Kemudian, pangsa pembiayaan sektor produktif harus meningkat menjadi 46–48% pada 2026–2027, serta menjadi 49–51% pada 2028 mendatang. Merujuk Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028, kajian yang dilakukan oleh AFPI dan Ernst and Young (EY) menunjukkan adanya peningkatan kesenjangan antara supply dan demand pendanaan UMKM sampai dengan 2026. Berdasarkan riset internal yang OJK lakukan pada 2022, terdapat Rp1.519 triliun atau 55,43% dari total kebutuhan pendanaan UMKM yang dapat dibantu oleh industri keuangan non-bank (IKNB). Namun dari jumlah tersebut, kapasitas pembiayaan IKNB hanya mampu memenuhi sebesar Rp229 triliun atau hanya 15%.Adapun, peta jalan ini disambut positif oleh perusahaan pembiayaan seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance. Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi menuturkan bahwa roadmap tersebut merupakan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan dan penguatan perusahaan pembiayaan di Indonesia.

UU ANTIDEFORESTASI : Pengusaha Tagih Langkah Strategis

09 Mar 2024

Kalangan pengusaha karet menagih langkah strategis pemerintah menghadapi Undang-undang Anti Deforestasi atau European Union Deforestation free Regulation (EUDR). Kebijakan Uni Eropa tersebut dinilai sebagai ancaman lantaran dapat membatasi ekspor sejumlah komoditas Indonesia yang tak lolos uji tuntas deforestasi. Regulasi ini akan berlaku mulai Januari 2025.Wakil Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah belum menunjukkan keseriusan untuk mulai berbenah dan bersiap menerapkan kebijakan tersebut. Asosiasi memandang pemerintah belum memiliki langkah strategis untuk menghadapi kebijakan tersebut. Uhendi menuturkan bahwa pemerintah Indonesia masih dalam posisi mengajukan keberatan. Namun, pelaku usaha dituntut segera melakukan usaha-usaha persiapan. Menurut dia, pemerintah masih gamang dalam mempersiapkan pemenuhan aturan lantaran regulasi teknis dari kebijakan EUDR dan audit komprehensif belum dilakukan pihak EU. Namun, kesiapan tetap perlu dilakukan sebagaimana yang dilakukan negara tetangga. Dia membandingkan beberapa kesiapan negara-negara produsen karet dalam menghadapi EUDR. Di sisi lain, Thailand lebih mumpuni kesiapannya mulai dari pembiayaan lewat pungutan Cess, kehadiran otoritas Rubber Authority of Thailand (RAOT) hingga langkah untuk mematuhi EUDR. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, Ad Hoc Joint Task Force yang terdiri atas pihak Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa sudah melakukan pertemuan kedua di Putrajaya, Malaysia untuk membahas tentang keberatan terhadap ketentuan EUDR.Indonesia dan Malaysia, sebagai produsen minyak sawit utama di dunia, meminta Uni Eropa untuk menunda implementasi kebijakan tersebut hingga 2026 dari sebelumnya dijadwalkan berlaku pada Januari 2025.

Utang pada Pengusaha Jadi Modus Korupsi

09 Mar 2024

Bekas pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Andhi Pramono, dituntut 10 tahun dan 3 bulan penjara karena diduga menerima gratifikasi Rp 56,23 miliar. Dengan dalih pinjaman, ia meminta uang dari sejumlah pengusaha. Tuntutan terhadap Andhi dibacakan jaksa penuntut umum KPK, Joko Hermawan S, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (8/3). Jaksa juga menuntut Andhi dengan pidana denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Joko mengungkapkan, hal yang memberatkan Andhi adalah tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.

Perbuatan Andhi dinilai telah merusak kepercayaan publik kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu serta tidak mengakui perbuatannya. Adapun hal yang meringankan ialah, yang bersangkutan belum pernah dihukum dan bersikap sopan di persidangan. Sejak 22 Maret 2012 sampai 27 Januari 2023, Andhi telah menerima gratifikasi berupa uang dengan total Rp 56,23 miliar. Gratifikasi diterima secara langsung atau melalui rekening bank milik Andhi dan rekening yang ia kuasai atas nama orang lain. Joko melanjutkan, Andhi meminta uang kepada para pelaku usaha ekspor-impor, pengusaha logistik, serta pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) dengan modus meminjam atau berutang.

Andhi beralasan meminjam uang, untuk biaya sekolah anak, biaya rumah sakit, perbaikan kendaraan, renovasi rumah dinas, dan keperluan pribadi. Menurut jaksa, kata “pinjam” hanya dalih Andhi untuk meminta uang kepada para pengusaha. Sebab, berdasarkan fakta persidangan terungkap bahwa uang yang dipinjam secara berulang kali tidak pernah dikembalikan. Selain itu, dari keterangan saksi Erick M Henrizal, uang itu juga sebagai imbalan atas jasa Andhi yang memperkenalkan importir atau pemilik barang kepada PPJK. Uang yang diterima Andhi melalui sumber yang tak sah itu tidak dilaporkan dengan benar dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dan surat pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Hal itu kian memperkuat bukti adanya perolehan sumber keuangan yang tidak sah dari Andhi. (Yoga)

STRATEGI PEMASARAN : SIASAT MENGGARAP PASAR GEN Z

09 Mar 2024

Guna mendukung perkembangan bisnis, para pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen. Sebab, pemahaman itu dapat berpengaruh terhadap strategi marketing yang akan dijalankan, termasuk untuk membidik segmen generasi Z atau Gen Z. Dekade ini, muncul satu generasi baru yang mulai memiliki daya beli dan menjadi buah bibir para pemasar atau pemilik brand, yakni generasi Z (Gen Z) yang jumlahnya mencapai 28% dari total penduduk Indonesia. CEO Markplus Iwan Setiawan mengatakan untuk dapat menarik dan memikat hati Gen Z, pemilik brand harus melakukan pendekatan dan strategi marketing yang tepat. Sebab, generasi ini memiliki karakteristik berbeda dari generasi sebelumnya. Gen Z merupakan anak muda yang melek teknologi, dan menjadi the first digital native, serta toleran terhadap perbedaan budaya. Untuk itu, para pegiat merek dapat mengevaluasi strategi terhadap dua konsumen muda ini melalui Customer Path 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate). Tentu, beda industri memiliki pattern yang berbeda untuk fase perjalanan konsumen ini. Dalam konsep customer journey, Gen Z umumnya lebih menitikberatkan pada ask dan advocate yang sangat sosial. Mereka akan bertanya satu dan lainnya mengenai brand terbaik di kategori tertentu. Apabila puas, mereka akan merekomendasikan produk tersebut pada teman dan keluarganya, dan semua orang di media sosial. Konsep ini harus ditangkap oleh pemasar dan pemilik brand, sehingga mereka dapat melakukan strategi pemasaran dengan pendekatan yang jauh lebih sosial dengan memanfaatkan media sosial, serta word of mouth. Untuk dapat menyasar kelompok Gen Z, pemilik brand tidak hanya berfokus pada produk, tetapi customer experience. Sebab, tak jarang produk yang sebetulnya sama, tetapi dibungkus dengan kemasan dan pelayanan berbeda, serta dibumbui pengalaman menarik, konsumen akan menghargai produk tersebut meski dijual dengan harga yang lebih mahal. Di sisi lain, Founder & Chairman MCorp Hermawan Kartajaya menyoroti hubungan Gen Z dengan merek dalam era teknologi canggih yang dikaitkan dengan customer path 5A tersebut. Melalui teknologi, masyarakat akan aware dengan suatu brand, kemudian appealing agar menarik perhatian. Lalu timbul pertanyaan atau ask dari masyarakat. Apabila puas dengan jawabannya, mereka akan act untuk mencoba atau membeli. Salah satu brand yang menyasar Gen Z adalah Mister Potato. Leovhaty Augusta, Head of Marketing Mister Potato Indonesia mengatakan, pihaknya selalu berinovasi untuk mewadahi tren yang berkembang pesat. Sebagai brand makanan ringan, dia tidak hanya mengandalkan produk dan jaringan distribusi,

Setoran Dividen BUMN 2024 Dipatok Rp 85,8 Triliun

09 Mar 2024

Pemerintah meminta BUMN tidak berhenti bertransformasi di tengah indikasi berlanjutnya pelemahan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi BUMN terhadap negara dalam bentuk setoran dividen diharapkan bisa meningkat tahun ini hingga mencapai Rp 85,8 triliun. Di hadapan para direktur utama perusahaan pelat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menagih komitmen para pemimpin BUMN dalam melakukan terobosan dan inovasi demi meningkatkan kontribusi mereka kepada negara. ”Pemerintah AS sudah mulai mendeteksi perekonomian global akan kembali slowing down. Kita sebagai negara kembali ditantang untuk melakukan terobosan-terobosan, termasuk BUMN,” ujarnya dalam BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Jakarta, Kamis (7/3) malam.

Ia menegaskan, proses transformasi BUMN tidak boleh berhenti demi meningkatkan setoran dividen kepada negara dari tahun ke tahun. Ia mengingatkan para dirut BUMN untuk dapat menyetorkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 85,8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi dividen tahun sebelumnya. Guna merealisasikan target tersebut, BUMN harus berkomitmen melanjutkan proses transformasi model bisnis sekaligus meningkatkan daya adaptasi terhadap berbagai perubahan dalam peta perekonomian global yang akan terjadi ke depan. ”Meski telah menyetorkan dividen Rp 82,1 triliun sepanjang 2023, negara membutuhkan lebih. Saya sudah bertemu secara personal dengan para dirut (BUMN), mengingatkan tahun depan dividennya harus naik lagi menjadi Rp 85 triliun,” ujarnya. (Yoga)

Memupuk Modal untuk Bisnis ”Event Organizer"

09 Mar 2024

Antusiasme khalayak terhadap sejumlah gelaran konser musik ataupun ragam festival dalam beberapa waktu terakhir sangat tinggi. Salah satu indikatornya, semua tiket pertunjukan ludes terjual hanya dalam hitungan jam, bahkan menit. Setiap perhelatan di ruang publik juga selalu disesaki penonton atau peserta. Di balik berbagai kegiatan itu, selalu ada peran EO (Event Organizer) yang pada dasarnya bertugas menyelenggarakan acara. EO mengurusi semua aspek yang terkait dengan acara, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan. Melihat gemerlap dan semarak hasil kerja EO, timbul kesan bahwa untuk membangun bisnis ini, dibutuhkan modal finansial yang besar.

Namun, Yan Sapto Arief, founder dari Step Up Indonesia, perusahaan jasa yang bergerak di bidang event support system (sistem pendukung acara), tak sepenuhnya sepakat dengan anggapan itu. Bagi dia, modal utama yang menjadi prioritas dalam membangun bisnis EO adalah jaringan kerja atau networking. ”Dengan networking yang baik, kita bisa dapatkan SDM yang kompeten, vendor tepercaya, dan calon klien. Ketiga aspek tersebut menjadi modal yang lebih penting daripada modal finansial,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas di Jakarta, Kamis (7/3).

Saat sudah punya modal SDM, jaringan vendor, dan klien dengan proyek yang sudah disepakati, modal finansial tak lagi dibutuhkan untuk membangun bisnis EO. CEO sekaligus pendiri Step Up Indonesia, Edwardo Wattiheluw, menuturkan, kultur masyarakat Indonesia yang gemar merayakan pencapaian sekecil apa pun merupakan ceruk pasar jasa EO di Indonesia yang akan selalu ada. Bermodalkan jaringan yang mereka miliki, Edo dan Arief menjadikan Step Up Indonesia sebagai usaha berbadan hukum pada 2021, beriringan dengan penjajakan terhadap salah satu perusahaan telekomunikasi dalam negeri sebagai klien pertama. Proyek yang digodok adalah relaunching sekaligus konferensi pers sebuah aplikasi secara daring, singkat kata, acara berlangsung sukses.

Ongkos produksi kala itu sudah terpenuhi dari klien. Margin yang didapat dari proyek pertama ini digunakan untuk biaya operasional perusahaan. ”Kunci dari keberlanjutan proyek EO adalah selalu memberikan layanan terbaik ke klien. Wajib hukumnya bagi EO untuk memelihara klien dengan jasa dan servis terbaik yang dimiliki. Klien yang puas, baik dari sisi harga maupun kinerja, pasti akan terus merekomendasikan jasa dari EO,” ujar Edo. Setelah tiga tahun berselang, Step Up Indonesia sudah mengerjakan proyek dari sedikitnya 30 klien. Perusahaan juga punya 10 karyawan tetap di bidang kreatif, sales, administrasi, hingga keuangan. Selebihnya, terdapat puluhan pekerja lepas untuk tim show management serta dokumentasi. (Yoga)

Momen Cuan Pedagang Kurma

09 Mar 2024

Senyum Elawati (52) mengembang saat seorang pembeli memasuki area dagangannya di Pasar Jatinegara, Jaktim, Jumat (8/3) siang. Dengan bersemangat, ia menjelaskan belasan jenis kurma yang berjejeran di lapaknya. Buah manis berwarna coklat dengan daging yang cukup tebal itu pun berhasil masuk kantong pembeli. Pedagang yang berjualan sejak awal 2000-an itu menyebut ada kenaikan penjualan menjelang Ramadhan. Namun, tokonya belum seramai Ramadhan tahun lalu. ”Sekarang dalam sehari omzet Rp 10 juta. Pada hari biasa tak sampai setengahnya,” ucapnya. Saat ini, Elawati hanya mengandalkan penjualan di toko. Ia belum mencoba jualan di lokapasar.

Agar bertahan, perempuan asal Cirebon ini menjalin relasi dengan pelanggan. ”Kemarin ada yang beli kurma ajwa premium puluhan boks. Katanya, untuk dibagikan kepada kerabat. Dia pelanggan tetap saat Ramadhan,” ujarnya. Pada momen Ramadhan tahun lalu, Elawati mendapat omzet lebih dari Rp 500 juta sebulan. Ia berharap bisa dapat omzet yang setidaknya setara dengan tahun lalu. Tak jauh dari lapak Elawati, pedagang kurma lainnya, Jacob (27), duduk lesu menanti pelanggan. Ia menjual aneka kurma dari harga Rp 60.000 per kg hingga Rp 300.000 per kg. Kurma yang dia jual antara lain jenis sukari, ajwa, tunisia, dan palm fruit. ”Kadang ramai, kadang enggak. Namun, kalau dibandingkan hari biasa, ya, lebih banyak pembeli,” katanya.

Adnan (42), pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakpus, menyebutkan, kebanyakan kurma yang dipasok ke Tanah Abang berasal dari Uni Emirat Arab, Turki, AS, dan Afrika. Kurma termurah dijual Rp 25.000 per kg, sementara beberapa jenis dijual dengan harga Rp 350.000 per kg. Jelang Ramadhan ini, omzet yang diperoleh Adnan meningkat 40 %. Yusuf (48), pedagang lain, juga mengaku sudah mulai banyak mendapat permintaan kurma. Pembeli yang dating ke tokonya melonjak hingga dua kali lipat dengan rata-rta omzet Rp 30 juta per hari. (Yoga)