;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Utang pada Pengusaha Jadi Modus Korupsi

09 Mar 2024

Bekas pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, Andhi Pramono, dituntut 10 tahun dan 3 bulan penjara karena diduga menerima gratifikasi Rp 56,23 miliar. Dengan dalih pinjaman, ia meminta uang dari sejumlah pengusaha. Tuntutan terhadap Andhi dibacakan jaksa penuntut umum KPK, Joko Hermawan S, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (8/3). Jaksa juga menuntut Andhi dengan pidana denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan. Joko mengungkapkan, hal yang memberatkan Andhi adalah tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.

Perbuatan Andhi dinilai telah merusak kepercayaan publik kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu serta tidak mengakui perbuatannya. Adapun hal yang meringankan ialah, yang bersangkutan belum pernah dihukum dan bersikap sopan di persidangan. Sejak 22 Maret 2012 sampai 27 Januari 2023, Andhi telah menerima gratifikasi berupa uang dengan total Rp 56,23 miliar. Gratifikasi diterima secara langsung atau melalui rekening bank milik Andhi dan rekening yang ia kuasai atas nama orang lain. Joko melanjutkan, Andhi meminta uang kepada para pelaku usaha ekspor-impor, pengusaha logistik, serta pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) dengan modus meminjam atau berutang.

Andhi beralasan meminjam uang, untuk biaya sekolah anak, biaya rumah sakit, perbaikan kendaraan, renovasi rumah dinas, dan keperluan pribadi. Menurut jaksa, kata “pinjam” hanya dalih Andhi untuk meminta uang kepada para pengusaha. Sebab, berdasarkan fakta persidangan terungkap bahwa uang yang dipinjam secara berulang kali tidak pernah dikembalikan. Selain itu, dari keterangan saksi Erick M Henrizal, uang itu juga sebagai imbalan atas jasa Andhi yang memperkenalkan importir atau pemilik barang kepada PPJK. Uang yang diterima Andhi melalui sumber yang tak sah itu tidak dilaporkan dengan benar dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dan surat pemberitahuan (SPT) pajak tahunan. Hal itu kian memperkuat bukti adanya perolehan sumber keuangan yang tidak sah dari Andhi. (Yoga)

STRATEGI PEMASARAN : SIASAT MENGGARAP PASAR GEN Z

09 Mar 2024

Guna mendukung perkembangan bisnis, para pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen. Sebab, pemahaman itu dapat berpengaruh terhadap strategi marketing yang akan dijalankan, termasuk untuk membidik segmen generasi Z atau Gen Z. Dekade ini, muncul satu generasi baru yang mulai memiliki daya beli dan menjadi buah bibir para pemasar atau pemilik brand, yakni generasi Z (Gen Z) yang jumlahnya mencapai 28% dari total penduduk Indonesia. CEO Markplus Iwan Setiawan mengatakan untuk dapat menarik dan memikat hati Gen Z, pemilik brand harus melakukan pendekatan dan strategi marketing yang tepat. Sebab, generasi ini memiliki karakteristik berbeda dari generasi sebelumnya. Gen Z merupakan anak muda yang melek teknologi, dan menjadi the first digital native, serta toleran terhadap perbedaan budaya. Untuk itu, para pegiat merek dapat mengevaluasi strategi terhadap dua konsumen muda ini melalui Customer Path 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate). Tentu, beda industri memiliki pattern yang berbeda untuk fase perjalanan konsumen ini. Dalam konsep customer journey, Gen Z umumnya lebih menitikberatkan pada ask dan advocate yang sangat sosial. Mereka akan bertanya satu dan lainnya mengenai brand terbaik di kategori tertentu. Apabila puas, mereka akan merekomendasikan produk tersebut pada teman dan keluarganya, dan semua orang di media sosial. Konsep ini harus ditangkap oleh pemasar dan pemilik brand, sehingga mereka dapat melakukan strategi pemasaran dengan pendekatan yang jauh lebih sosial dengan memanfaatkan media sosial, serta word of mouth. Untuk dapat menyasar kelompok Gen Z, pemilik brand tidak hanya berfokus pada produk, tetapi customer experience. Sebab, tak jarang produk yang sebetulnya sama, tetapi dibungkus dengan kemasan dan pelayanan berbeda, serta dibumbui pengalaman menarik, konsumen akan menghargai produk tersebut meski dijual dengan harga yang lebih mahal. Di sisi lain, Founder & Chairman MCorp Hermawan Kartajaya menyoroti hubungan Gen Z dengan merek dalam era teknologi canggih yang dikaitkan dengan customer path 5A tersebut. Melalui teknologi, masyarakat akan aware dengan suatu brand, kemudian appealing agar menarik perhatian. Lalu timbul pertanyaan atau ask dari masyarakat. Apabila puas dengan jawabannya, mereka akan act untuk mencoba atau membeli. Salah satu brand yang menyasar Gen Z adalah Mister Potato. Leovhaty Augusta, Head of Marketing Mister Potato Indonesia mengatakan, pihaknya selalu berinovasi untuk mewadahi tren yang berkembang pesat. Sebagai brand makanan ringan, dia tidak hanya mengandalkan produk dan jaringan distribusi,

Setoran Dividen BUMN 2024 Dipatok Rp 85,8 Triliun

09 Mar 2024

Pemerintah meminta BUMN tidak berhenti bertransformasi di tengah indikasi berlanjutnya pelemahan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi BUMN terhadap negara dalam bentuk setoran dividen diharapkan bisa meningkat tahun ini hingga mencapai Rp 85,8 triliun. Di hadapan para direktur utama perusahaan pelat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menagih komitmen para pemimpin BUMN dalam melakukan terobosan dan inovasi demi meningkatkan kontribusi mereka kepada negara. ”Pemerintah AS sudah mulai mendeteksi perekonomian global akan kembali slowing down. Kita sebagai negara kembali ditantang untuk melakukan terobosan-terobosan, termasuk BUMN,” ujarnya dalam BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) di Jakarta, Kamis (7/3) malam.

Ia menegaskan, proses transformasi BUMN tidak boleh berhenti demi meningkatkan setoran dividen kepada negara dari tahun ke tahun. Ia mengingatkan para dirut BUMN untuk dapat menyetorkan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 85,8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi dividen tahun sebelumnya. Guna merealisasikan target tersebut, BUMN harus berkomitmen melanjutkan proses transformasi model bisnis sekaligus meningkatkan daya adaptasi terhadap berbagai perubahan dalam peta perekonomian global yang akan terjadi ke depan. ”Meski telah menyetorkan dividen Rp 82,1 triliun sepanjang 2023, negara membutuhkan lebih. Saya sudah bertemu secara personal dengan para dirut (BUMN), mengingatkan tahun depan dividennya harus naik lagi menjadi Rp 85 triliun,” ujarnya. (Yoga)

Memupuk Modal untuk Bisnis ”Event Organizer"

09 Mar 2024

Antusiasme khalayak terhadap sejumlah gelaran konser musik ataupun ragam festival dalam beberapa waktu terakhir sangat tinggi. Salah satu indikatornya, semua tiket pertunjukan ludes terjual hanya dalam hitungan jam, bahkan menit. Setiap perhelatan di ruang publik juga selalu disesaki penonton atau peserta. Di balik berbagai kegiatan itu, selalu ada peran EO (Event Organizer) yang pada dasarnya bertugas menyelenggarakan acara. EO mengurusi semua aspek yang terkait dengan acara, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan. Melihat gemerlap dan semarak hasil kerja EO, timbul kesan bahwa untuk membangun bisnis ini, dibutuhkan modal finansial yang besar.

Namun, Yan Sapto Arief, founder dari Step Up Indonesia, perusahaan jasa yang bergerak di bidang event support system (sistem pendukung acara), tak sepenuhnya sepakat dengan anggapan itu. Bagi dia, modal utama yang menjadi prioritas dalam membangun bisnis EO adalah jaringan kerja atau networking. ”Dengan networking yang baik, kita bisa dapatkan SDM yang kompeten, vendor tepercaya, dan calon klien. Ketiga aspek tersebut menjadi modal yang lebih penting daripada modal finansial,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas di Jakarta, Kamis (7/3).

Saat sudah punya modal SDM, jaringan vendor, dan klien dengan proyek yang sudah disepakati, modal finansial tak lagi dibutuhkan untuk membangun bisnis EO. CEO sekaligus pendiri Step Up Indonesia, Edwardo Wattiheluw, menuturkan, kultur masyarakat Indonesia yang gemar merayakan pencapaian sekecil apa pun merupakan ceruk pasar jasa EO di Indonesia yang akan selalu ada. Bermodalkan jaringan yang mereka miliki, Edo dan Arief menjadikan Step Up Indonesia sebagai usaha berbadan hukum pada 2021, beriringan dengan penjajakan terhadap salah satu perusahaan telekomunikasi dalam negeri sebagai klien pertama. Proyek yang digodok adalah relaunching sekaligus konferensi pers sebuah aplikasi secara daring, singkat kata, acara berlangsung sukses.

Ongkos produksi kala itu sudah terpenuhi dari klien. Margin yang didapat dari proyek pertama ini digunakan untuk biaya operasional perusahaan. ”Kunci dari keberlanjutan proyek EO adalah selalu memberikan layanan terbaik ke klien. Wajib hukumnya bagi EO untuk memelihara klien dengan jasa dan servis terbaik yang dimiliki. Klien yang puas, baik dari sisi harga maupun kinerja, pasti akan terus merekomendasikan jasa dari EO,” ujar Edo. Setelah tiga tahun berselang, Step Up Indonesia sudah mengerjakan proyek dari sedikitnya 30 klien. Perusahaan juga punya 10 karyawan tetap di bidang kreatif, sales, administrasi, hingga keuangan. Selebihnya, terdapat puluhan pekerja lepas untuk tim show management serta dokumentasi. (Yoga)

Momen Cuan Pedagang Kurma

09 Mar 2024

Senyum Elawati (52) mengembang saat seorang pembeli memasuki area dagangannya di Pasar Jatinegara, Jaktim, Jumat (8/3) siang. Dengan bersemangat, ia menjelaskan belasan jenis kurma yang berjejeran di lapaknya. Buah manis berwarna coklat dengan daging yang cukup tebal itu pun berhasil masuk kantong pembeli. Pedagang yang berjualan sejak awal 2000-an itu menyebut ada kenaikan penjualan menjelang Ramadhan. Namun, tokonya belum seramai Ramadhan tahun lalu. ”Sekarang dalam sehari omzet Rp 10 juta. Pada hari biasa tak sampai setengahnya,” ucapnya. Saat ini, Elawati hanya mengandalkan penjualan di toko. Ia belum mencoba jualan di lokapasar.

Agar bertahan, perempuan asal Cirebon ini menjalin relasi dengan pelanggan. ”Kemarin ada yang beli kurma ajwa premium puluhan boks. Katanya, untuk dibagikan kepada kerabat. Dia pelanggan tetap saat Ramadhan,” ujarnya. Pada momen Ramadhan tahun lalu, Elawati mendapat omzet lebih dari Rp 500 juta sebulan. Ia berharap bisa dapat omzet yang setidaknya setara dengan tahun lalu. Tak jauh dari lapak Elawati, pedagang kurma lainnya, Jacob (27), duduk lesu menanti pelanggan. Ia menjual aneka kurma dari harga Rp 60.000 per kg hingga Rp 300.000 per kg. Kurma yang dia jual antara lain jenis sukari, ajwa, tunisia, dan palm fruit. ”Kadang ramai, kadang enggak. Namun, kalau dibandingkan hari biasa, ya, lebih banyak pembeli,” katanya.

Adnan (42), pedagang kurma di Pasar Tanah Abang, Jakpus, menyebutkan, kebanyakan kurma yang dipasok ke Tanah Abang berasal dari Uni Emirat Arab, Turki, AS, dan Afrika. Kurma termurah dijual Rp 25.000 per kg, sementara beberapa jenis dijual dengan harga Rp 350.000 per kg. Jelang Ramadhan ini, omzet yang diperoleh Adnan meningkat 40 %. Yusuf (48), pedagang lain, juga mengaku sudah mulai banyak mendapat permintaan kurma. Pembeli yang dating ke tokonya melonjak hingga dua kali lipat dengan rata-rta omzet Rp 30 juta per hari. (Yoga)

Mengatur Keuangan Ramadhan Tetap Aman

09 Mar 2024

Berdasarkan hasil riset, pola pengeluaran rumah tangga mengalami pergeseran di bulan Ramadhan. Pada umumnya, pos belanja makanan akan meningkat tajam diikuti dengan pos belanja pribadi dan hadiah. Sebagai kompensasinya, banyak orang yang menunda untuk berinvestasi di bulan ini. Bahkan, tidak jarang mengambil solusi meminjam akibat lebih besar pengeluaran daripada penghasilan. Karyawan sebaiknya memahami ada perbedaan alokasi keuangan untuk gaji bulanan rutin dan THR. Hal ini sejatinya mengingatkan bahwa penghasilan bulan ini dan bulan depan sama saja alias tidak ada kenaikan.

Agar anggaran pengeluaran tetap aman terkendali, Langkah awal adalah membuat anggaran untuk satu bulan ke depan. Penghasilan, baik dari gaji maupun usaha, digunakan untuk biaya hidup selama satu bulan. Pengeluaran rutin untuk rumah tangga, makan sahur, dan berbuka puasa seharusnya tetap mengikuti anggaran bulanan normal. Adapun pengeluaran untuk lebaran dan sedekah lainnya sebaiknya diambil dari THR. Cara alokasi dan pemisahannya, Pertama, mengutamakan pos pengeluaran wajib di bulan Ramadhan, yaitu zakat fitrah.

Terlepas besaran penghasilan, sumber dana dan alokasi persentasenya bergantung pada jumlah kepala di keluarga. Alokasi untuk pengeluaran ini sebaiknya diambil dari penghasilan bulanan jika khawatir tidak kebagian alokasi dari dana THR. Kedua, pengeluaran rutin bulanan. Meski dibayarkan di bulan Ramadhan, biaya listrik, uang sekolah anak, dan lainnya tetap harus dikeluarkan seperti biasa. Oleh sebab itu, usahakan untuk tidak menggunakan alokasi ini untuk pengeluaran lainnya. Segera pisahkan alokasi pengeluaran rutin bulanan ke dalam rekening yang terpisah dengan kebutuhan lebaran serta tambahan kenikmatan di bulan Ramadhan.

Sehatnya, alokasi untuk pengeluaran rutin bulanan hanya maksimal 50 % dari penghasilan setiap bulannya. Ketiga, antisipasi pengeluaran tak terduga lebih awal. Keempat, dana gaya hidup Ramadhan. Acara buka bersama menjadi bagian dari gaya hidup masa kini di bulan Ramadhan. Meski silaturahmi harus dijaga, kesehatan keuangan juga jangan sampai kebablasan. Pengeluaran lebaran dan mudik sebaiknya dialokasi kan dari dana THR. Kelima, dana darurat. Tambahan alokasi untuk dana gaya hidup khusus di bulan Ramadhan memang terpaksa diambil dari alokasi tabungan dan investasi bulanan. (Yoga)

Himbara bagikan Dividen Jumbo Rp92,29 Triliun

09 Mar 2024
Kuartet Bank Pelat merah telah rampung melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) semuanya kompak memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari pencapaian laba bersih tahun buku 2023. Secara total, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) membagikan dividen tunai sebesar Rp 92,29 triliun. Nilai tersebut setara dengan  66,12% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2023 yang mencapai Rp 139,57 triliun. Dari nilai dividen tersebut, sebagai pemegang saham pengendali, Kementerian BUMN akan mengantongi cuan Rp49,58 triliun dari setoran  dividen Himbara. Nilai tersebut meningkat 21,7% dari setoran dividen Himbara setahun sebelumnya senilai Rp 40,74 triliun. (Yetede)

Bukit Asam Jajaki Kemitraan dengan Perusahaan China untuk Hilirisasi

09 Mar 2024
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menjajaki kemitraan dengan perusahaan asal China, East China Engeneering Sciece and Technology Co. Ltb untuk menggarap program hilirisasi yang direncanakan pemerintah seperti gasifikasi batu bara menjadi dimenthyl ether (DME) dan mengkaji produk turunan lain semisal metanol dan etanol. Penjajagan tersebut sehubungan dengan mundurnya perusahaan Amerika Serikat, Air Product & Chemical Inc (APCI) yang sebelumnya digadang-gadang menjadi calon mitra kuat PTBA untuk menjalankan program hilirisasi. "Dengan mundurnya Air Product, jadi PTPA tetap berkomitmen  mendukung hilirisasi yang dilkukan  atau yang diprogramkan pemerintah. Jadi, untuk DME kami memang  sedang melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan di China," ujar Direktur Utama PTBA Arsal Ismail. (Yetede)

Garuda Indonesia Gandeng UOB Luncurkan GIUC

09 Mar 2024
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menjalin kerja sama dengan UOB Indonesia Garuda meluncurkan UOB Card (GIUC) yang memberikan berbagai keuntungan bagi penggunanya. Sejumlah fitur dan keuntungan yang bisa  dinikmati dan diantaranya dapat dinikmati  extra bagasi  20 kg, bonus aktivasi 25.000  miles, mendapatkan hingga tiga kali miles untuk setiap transaksi di  Garuda Indonesia, dan dua kali miles untuk transaksi ritel lainnya minimal Rp 20.000 dan kelipatannya, serta mendapatkan keanggotaan Garuda Miles Platinum sesuai  syarat dan ketentuan yang berlaku. "Kolaborasi co brand yang kami lakukan bersama UOB sebagai salah satu bank terkemuka di Asia dengan jaringan global ini tidak hanya menggambarkan sinergi untuk meningkatkan service value antara kedua perusahaan, namun juga mempresentasikan  kesuksesan dari sinergi  itu sendiri, yang selama ini telah menghadirkan previllege dan added value bagi pengguna jasa Garuda Indonesia selama lebih dari 17 tahun lamanya," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. (Yetede)

BSI Bidik Penjualan SR020 Rp 2 Triliun

09 Mar 2024
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebagai mitra distribusi Sukuk Ritel Seri 020 (SR020) memasang target penjualan  sebesar Rp 2 triliun tahun ini. Perseroan juga mendorong investasi dari nasabah  prioritas dengan menggelar gathering. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan, dalam gathering tersebut BSI meluncurkan Sukuk Gold Ownership Program yang merupakan inovasi terbesar dari BSI untuk terus menghadirkan pilihan investasi bagi para nasabah. Program tersebut memiliki berbagai fitur spesial bagi para nasabah yang mengikuti program seperti DP 0% spesial margin, dan bebas biaya admin khusus nasabah  BSI prioritas. Hadirnya Sukuk Gold Ownership Program menjadi suatu pilihan investasi bagi para nasabah dengan berbagai  keunggulan dan manfaat. Sehingga nasabah dapat melakukan investasi berkelanjutan yang bermanfaat tidak hanya untuk saat ini, namun juga untuk generasi mendatang. (Yetede)