;

Warga Ingin Nyaman, Sopir Angkot Takut ”Boncos”

Ekonomi Yoga 06 Mar 2024 Kompas
Warga Ingin Nyaman,
Sopir Angkot Takut ”Boncos”

PT Transportasi Jakarta menunda pengoperasian Transjakarta rute S41 atau Pondok Cabe-Lebak Bulus dari rencana semula Senin (4/3). Trayek ini terhenti operasinya seiring protes dari sopir angkot 106 (Parung-Lebak Bulus) tahun 2019. Selama ini warga di rute tersebut hanya punya dua pilihan angkutan umum untuk menjangkau Lebak Bulus, yakni dengan angkot 106 dan D15 (Pamulang-Lebak Bulus). Selebihnya, warga mesti menggunakan kendaraan pribadi atau ojek daring. Setelah turun dari MRT Jakarta di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (5/3) siang, Kompas menjajal angkot 106. Angkot ini ngetem (menunggu penumpang) bersama angkot D15 dan bus kota. Wawan (65), sang sopir angkot, sudah lebih dari satu jam ngetem. Dia menyebut kata ”Parung” kepada setiap orang yang lewat di dekat angkot tuanya yang telah berumur 20 tahun. Wawan terbiasa dengan kemacetan dan panas karena delapan kali pergi pulang dengan penumpang setiap hari.

Penumpang hanya diam saja setiap kali angkot menerobos lajur kosong. Mereka juga tak mengeluhkan panasnya angkot, kursi yang keras seperti kayu, dan lainnya. ”Sudah biasa begini. Yang penting sampai tujuan,” kata Yahya (38), salah satu penumpang. Yahya hampir tiap hari naik angkot 106. Dia merogoh Rp 16.000 untuk pergi pulang, lebih murah ketimbang naik ojek daring, Rp 50.000. Tarif angkot 106 bervariasi. Pelajar biasanya membayar Rp 2.000-Rp 5.000, sedangkan penumpang dewasa Rp 8.000-Rp 10.000 sekali jalan. Sejauh ini angkutan umum yang nyaman masih sebatas angan bagi Yahya dan penumpang lain. Mereka ingin, paling tidak, angkot di wilayah tetangga Jakarta bisa seperti Jaklingko yang melayani beberapa rute dari Lebak Bulus.

Yahya mendambakan angkot yang bersih dan kursinya empuk. Dia tak ingin muluk-muluk, seperti angkot tepat waktu dan pembayaran dengan uang elektronik, sebab sulit mengurai kemacetan di trayek Parung ke Lebak Bulus. Davina (28) juga mendam bakan angkutan umum yang nyaman. ”Mau mengomel, tapi hanya ada ini (angkot). Mudah-mudahan angkot bisa terintegrasi dan jadi bagus kayak Jakarta,” ucapnya. Namun sejumlah sopir khawatir pendapatannya berkurang jika Transjakarta beroperasi di rute Pondok Cabe-Lebak Bulus. Agus (33), sopir angkot di rute itu, misalnya, mengandalkan penumpang yang turun dari MRT Jakarta dan Transjakarta. Dalam sehari, pendapatan kotornya Rp 300.000. Uang itu lantas dikurangi Rp 100.000 untuk setoran, retribusi Rp 3.000, dan BBM Rp 100.000-Rp 150.000. Agus khawatir pendapatannya tergerus dan bisa boncos jika Transjakarta beroperasi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :