Ekonomi
( 40465 )INDUSTRI PARIWISATA : Apindo Dukung BUMN Tak Ekspansi di Hotel
Asosiasi Pengusaha Indonesia mendukung komitmen pemerintah agar BUMN tidak berkompetisi dengan swasta di sektor perhotelan. Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maulana Yusran mengatakan kompetisi antara BUMN dan swasta di sektor perhotelan bisa memicu sulitnya pengembangan investasi di sektor itu. Alih-alih berkompetisi dengan swasta, dia menilai BUMN dapat menjadi inisiator seperti yang dilakukan pemerintah dengan membangun tol di wilayah Sumatra, yang dipandang kurang menguntungkan bagi pihak swasta.
Tanggapan Kadin itu merespons pernyataan calon presiden Prabowo Subianto soal Indonesia tidak membutuhkan hotel milik negara. Prabowo yang juga Menteri Pertahanan meminta masukan kepada Menteri BUMN Erick Thohir terhadap pendapatnya itu.
Dia mengungkapkan pemerintah 1950-an harus berperan besar dalam mengembangkan pariwisata dalam negeri. Kendati begitu, sudah saatnya sektor swasta mendapat ruang yang lebih besar untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia jika memungkinkan. Dia menilai negara dapat menyusun regulasi dan melakukan pengawasan. Negara juga harus mengambil keputusan yang strategis.
PEMBENAHAN ANGKUTAN MASSAL : Revitalisasi Transportasi Publik Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) telah menyiapkan sejumlah rencana guna membenahi transportasi publik di wilayah ini.Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin mengungkapkan bahwa hasil pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pekan lalu tidak hanya berupaya merampungkan wacana Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) yang mangkrak 17 tahun, tetapi juga konsep besar lainnya.Dia mengungkapkan bahwa proyek moda raya terpadu (MRT) rute Jakarta—Cikarang yang tengah diupayakan difinalisasi agar segera beroperasi. Selain itu, ada juga Inpres Jalan Daerah (IJD), revitalisasi jembatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, serta revitalisasi Jalan Parungpanjang berikut jalan khusus tambang.
Upaya ini, imbuhnya, diharapkan mampu mengurai kemacetan, khususnya di Bandung Raya. Pasalnya, ia mengatakan bahwa saat ini volume jalan sudah tidak mampu lagi menampung jumlah kendaraan.
“Kita ingin masyarakat juga terbiasa menggunakan kendaraan publik yang aman, nyaman dan tepat waktu. Kendaraan publik, kalau macet masyarakat juga enggan, balik lagi ke kendaraan pribadi atau motor. Kami inginnya Jabar jadi contoh, masyarakat beralih ke transportasi publik,” jelasnya.
Menuju Pertemuan Ekonomi 8% pada 2029
Telkom Makin Dekat Monetisasi Bisnis Data Center
Indonesia Memainkan Peran Penting dalam Perdagangan Regional
Benahi Tata Kelola Moratorium Fintech Bakal Dicabut
Pemilu Satu Putaran Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Belanja Dalam Negeri Pemerintah Rp 250 Triliun
Tantangan Badan Supervisi LPS
DPR pada akhir 2023 menyetujui tujuh nama anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2023-2028. Badan supervisi ini dibentuk berdasarkan UU No 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, terutama pada Bab XA angka 61 Pasal 89A yang mengamanatkan pembentukan Badan Supervisi LPS. LPS adalah lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah penyimpan dan turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan. Fungsi dan tugas penting itu membutuhkan pengawasan dalam pelaksanaannya. Karena itulah Badan Supervisi LPS dibentuk dalam melaksanakan fungsi pengawasan di bidang tertentu terhadap LPS.
Sepanjang tahun lalu, industri jasa keuangan, terutama sektor non-bank, seperti asuransi, diterpa banyak kasus yang meresahkan masyarakat. Salah satunya skandal PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan begitu banyak nasabah. Dampaknya, kasus itu menekan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi LPS. Kehadiran Badan Supervisi LPS diharapkan dapat mendorong LPS mewujudkan program penjaminan polis sesuai dengan jadwal. Dengan demikian, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan, terutama perasuransian, dapat segera kembali pulih. Namun LPS wajib menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG). (Yetede)
INOVASI PETANI, Bersiasat dengan Pupuk dan Pestisida Organik
Ketika alokasi pupuk bersubsidi berkurang, harga pestisida
kimia bikin pusing, dan hama menyerang, sejumlah petani di Cirebon, Jabar,
tetap tenang. Mereka bersiasat dengan pupuk dan pestisida organik. Namun,
perjuangan petani untuk mandiri masih panjang. Rojai (49) tersenyum menunjukkan
drum biru berisi urine sapi yang telah melalui fermentasi di kandang miliknya
di Desa Tegalkarang, Palimanan, Cirebon, Rabu (28/2). Bagi orang lain, urine
itu bau dan kotor. Tapi, bagi Rojai, kencing sapi itu menghasilkan cuan.
Bagaimana tidak, urine itu menjadi bahan utama pupuk organik cair (POC) untuk
membantu pertumbuhan tanaman. Ia menjual POC itu dengan harga Rp 20.000 per
liter. ”Ini kalau dijual, harganya Rp 2 juta,” kata Rojai tentang wadah berisi
100 liter urine itu. Kumpulan urine tersebut berasal dari 10 sapi yang buang
air tiga hari.
Artinya, selama itu, ia bisa meraup uang yang hampir
menyentuh upah minimum kabupaten, yakni Rp 2,4 juta per bulan. POC buatan Rojai
jauh lebih murah dibandingkan harga pupuk cair kimia yang berkisar Rp 60.000-Rp
90.000 per liter. Meski demikian, POC bukan berarti murahan. Sawah yang memakai
pupuk itu batang dan daun padinya tampak hijau. Tanahnya mudah ditanami, subur.
”Urine sapi itu mengandung pestisida. Jadi, enggak usah beli obat (pestisida
kimia) lagi, larang (mahal),” ucap Ketua Kelompok Ternak Jaya itu. POC biasanya
disemprotkan ke sawah saat tanam dengan interval 10 hari berikutnya. Dalam 1
hektar, kebutuhan POC minimal 5 liter. Tidak hanya urine ternak, Rojai juga mengolah
kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Ia bahkan memiliki kemasan khusus pupuk
organik padat dengan merek Supersonik. Harganya hanya Rp 2.000 per kg, lebih
murah daripada pupuk kimia yang bisa belasan ribu rupiah. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









