Ekonomi
( 40733 )Nyepi dan Titipan Anak-Cucu Bangsa
Dalam pemikiran tradisional di Bali, hari raya Nyepi selalu
dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang sepi, kemudian disandingkan dengan
empat kata bernuansa larangan, yaitu : tidak boleh menyalakan api (mati geni), tidak
boleh melakukan pekerjaan (mati karya), tidak bepergian (mati lelungaan), dan
tidak bersenang-senang (mati lelanguan). Merayaan nyepi dimulai dengan
kesadaran akan kelemahan manusia dan alam semesta. Itulah yang dilakukan
masyarakat sehari sebelum hari raya yang disebut dengan pengrupukan. Hari ini
merupakan pengakuan secara jujur bahwa manusia itu penuh dengan kekotoran,
demikian juga dengan alam semesta.
Manusia dan dunia itu terlihat dalam bentuk segala kejahatan,
pertengkaran, konflik sosial, korupsi, penyalahgunaan jabatan, penebangan
hutan, banjir, polusi, dan sebagainya. Maka, sebelum hari raya Nyepi, semua ini
harus dibersihkan agar di hari-”H” penyepian, manusia mampu melakukan
perenungan dan kontemplasi secara ringan dan terkonsentrasi. Semua ritual,
seperti pecaruan (korban suci), pembunyian kentungan, termasuk pembakaran
ogoh-ogoh yang seharusnya kecil dan tidak meraksasa (seperti terlihat
sekarang), adalah simbolisasi pembersihan alam semesta. Dan, persembahyangan
yang dilakukan di pura bertujuan membersihkan pikiran manusia. Dengan demikian,
secara simbolis manusia sudah membersihkan diri dan lingkungan, kemudian
memasuki tahun baru dengan pemikiran dan kesadaran baru.
Dilaksanakannya ritual itu merupakan pengakuan, sebuah kejujuran
bahwa manusia memang terbatas dan dunia tidak selalu baik. Dengan bekal
kejujuran dan kebersihan lahir batin yang sudah diselenggarakan sehari
sebelumnya, Nyepi merupakan sebuah awal, saat mengambil ancang-ancang untuk melanjutkan
kehidupan sosial pada hari-hari berikutnya. Kesadaran akan toleransi tidak
hanya membuat kerukunan antaragama dan suku, tetapi juga menciptakan stabilitas
sosial yang selanjutnya mampu melancarkan pembangunan negara. Sejarah telah
memesankan Hari raya Nyepi hanyalah sebuah simbol dari satu kegiatan religius,
tetapi mempunyai tujuan dan manfaat inspiratif.
Secara makro, ia akan menyadarkan masyarakat bahwa Nyepi dan
tapa brata itu berguna untuk menyelamatkan dan menjaga stabilitas sosial. Artinya,
masyarakat memerlukan rehat sejenak untuk meninjau ulang segala kegiatannya. Dalam
skala mikro, setiap manusia mampu melakukan perenungan untuk kebaikannya
sendiri dan kebaikan masyarakat. Tidak usah menunggu hari raya Nyepitahun mendatang
untuk merenung. Nyepi dapat dilakukan mandiri, setiap hari, setiap jam, setiap
saat untuk merenungkan diri. Dengan begitu, Nyepi pun memberi inspirasi kepada
modernitas zaman sekarang yang tiada henti terus berlari. Indonesia adalah
negara besar dengan berbagai sumber daya yang merupakan titipan dari (bukan
untuk) anak-cucu bangsa. Selamat hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1946 (Yoga)
RI, Tujuan Investasi Terbesar China
Berkah dari Murahnya Gandum
Bank Berlomba Genjot Kredit Tanpa Agunan
Bidik Dana Rp 2 Triliun, BSI Rilis Sukuk Seri SR020
China Tengah Cari Dana US$ 27 Miliar
IHSG Sentuh Rekor Baru
Sejumlah sentimen positif yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara pada pekan ini mendorong kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga mencapai puncak tertinggi pada sesi pertama perdagangan kemarin, yaitu di level 7.411. Meski turun dari pencapaian tertingginya, IHSG masih ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (3/8), yaitu ke level 7.381 dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bila dilihat sepekan, indeks sudah tumbuh 0,77% dari 7.325 pada pembukaan perdagangan Senin (4/3). Beberapa katalis positif yang mendorong kinerja indeks di antaranya adalah rapor kinerja keuangan sejumlah emiten yang melebihi perkiraan sejumlah analis dan mendorong optimisme tinggi para pemilik dana. Dividen yang menjadi buruan pun turut mendongkrak perdagangan, terlihat dari kenaikan saham sejumlah emiten yang telah mengumumkan besaran yang akan dibagikan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) misalnya, memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp353,95 per saham. Keputusan yang ditetapkan pada Kamis (7/3) tersebut mendorong harga saham hingga ditutup naik pada perdagangan kemarin ke level Rp7.125, bertambah Rp25 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. Hal serupa dialami oleh bank BUMN lainnya seperti Bank BNI (BBNI) yang akan membagikan dividen sebesar Rp280,49 per saham. Selain saham berkinerja ciamik, saham yang terdampak kenaikan harga komoditas pun ikut terdongkrak naik seperti Timah (TINS) yang naik Rp125 ke Rp730 karena tersengat harga timah global. Kabar baik dari mancanegara yang ikut menguatkan kepercayaan para investor di pasar saham adalah pernyataan yang disampaikan oleh Ketua The Fed Jerome Powell yang akan menurunkan suku bunga acuannya tahun ini, meski belum menyebutkan tenggat waktu pelaksanaannya. Indeks Nikkei ditutup naik 0,23% menjadi 39.688 pada perdagangan Kamis (8/3) dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang diperkirakan akan membaik. Indeks Hang Seng pun ditutup menguat 0,76% ke 16.353 karena optimisme ekonomi China dan Amerika Serikat. Pelaksanaan pemilu yang relatif stabil diikuti dengan mulai membaiknya ekonomi sejumlah negara diharapkan menjadi pemacu gerak indeks harga saham gabungan. Meski demikian, kami mengharapkan indeks tumbuh berkualitas dengan kehadiran emiten yang kuat secara fundamental dan investor memiliki pengetahuan cukup untuk produk-produk pasar modal.
Akses Pendidikan Terbuka, Kesetaraan Kerja Tertinggal
Akses perempuan Indonesia terhadap pendidikan sudah setara
dengan laki-laki. Bahkan, partisipasi perempuan dalam jenjang pendidikan
menengah hingga tinggi meningkat lebih cepat dibandingkan laki-laki. Namun, hal
ini belum diikuti dengan akses dan kesetaraan bagi perempuan di dunia kerja. Indeks
Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 yang dirilis BPS memperlihatkan nilai IKG
tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibanding tahun 2021 yang sebesar
0,465. Nilai IKG yang makin turun menunjukkan kesetaraan jender makin baik.
Sementara itu, indikator persentase perempuan berusia 25 tahun
ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat lebih tinggi dibanding
laki-laki, yakni dari 34,87 % pada 2021 menjadi 36,95 % pada 2022. Sementara
persentase laki-laki meningkat dari 41,30 % menjadi 42,06 %. Mengacu data
Pangkalan Data Diktiristek, di jenjang pendidikan tinggi, jumlah mahasiswi mencapai
3,25 juta orang, lebih banyak dibandingkan mahasiswa yang berjumlah 3,09 juta
orang. Sekjen Kemendikbudristek Suharti, di Jakarta, Jumat (8/3) mengatakan,
dari sisi akses pendidikan, partisipasi perempuan telah melebihi laki-laki.
Menurut Suharti, kesetaraan jender dalam akses pendidikan semakin
baik. Namun, dalam ranah ekonomi dan publik, baru 52-53 % perempuan terlibat.
”Ada tantangan dalam peningkatan pendidikan perempuan yang makin setara dalam
pendidikan. Masih perlu peningkatan kesetaraan perempuan dalam ranah ekonomi,
bidang STEM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika), hingga
kepemimpinan di dunia kerja,” kata Suharti.
Akses perempuan pada pendidikan yang sudah lebih terbuka itu
belum dibarengi dengan akses dan kesetaraan perempuan di dunia kerja. Pada
Profil Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Jenis Kelamin
2021-2023 dari BPS, laki-laki mendominasi partisipasi angkatan kerja dibanding
perempuan. Kemudian upah buruh laki-laki juga masih lebih tinggi dibandingkan
buruh perempuan. (Yoga)
PENYALURAN DANA : APPI Penuhi Pembiayaan UMKM
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) optimistis dapat meningkatkan porsi pembiayaan ke sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga 44%.Laporan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa pembiayaan terhadap sektor UMKM cenderung meningkat sepanjang periode 2018–2023, tapi porsinya terhadap total pembiayaan masih relatif rendah, yaitu hanya mencapai 35,26% pada Desember 2023.Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno mengatakan bahwa industri dan pemain multifi nance memiliki arahan tertulis yang lebih fokus sesuai dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028.Dia menuturkan bahwa OJK menginginkan agar fi nancing to asset ratio (FAR) secara agregat dapat terus meningkat secara bertahap, yaitu 85–86% pada fase 1 (2024–2025), 87–88% pada fase 2 (2026–2027), serta 89–90% pada fase 3 atau di tahun 2028 mendatang.
“Harapannya jelas, ada arahan-arahan yang diharapkan di tahun 2024–2025 mendatang kita harus menyisir pangsa-pangsa pembiayaan produktif sebesar 44–45%,” katanya kepada Bisnis, Jumat (8/3)Kemudian, pangsa pembiayaan sektor produktif harus meningkat menjadi 46–48% pada 2026–2027, serta menjadi 49–51% pada 2028 mendatang.
Merujuk Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan 2024–2028, kajian yang dilakukan oleh AFPI dan Ernst and Young (EY) menunjukkan adanya peningkatan kesenjangan antara supply dan demand pendanaan UMKM sampai dengan 2026.
Berdasarkan riset internal yang OJK lakukan pada 2022, terdapat Rp1.519 triliun atau 55,43% dari total kebutuhan pendanaan UMKM yang dapat dibantu oleh industri keuangan non-bank (IKNB). Namun dari jumlah tersebut, kapasitas pembiayaan IKNB hanya mampu memenuhi sebesar Rp229 triliun atau hanya 15%.Adapun, peta jalan ini disambut positif oleh perusahaan pembiayaan seperti PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance. Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi menuturkan bahwa roadmap tersebut merupakan sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan dan penguatan perusahaan pembiayaan di Indonesia.
UU ANTIDEFORESTASI : Pengusaha Tagih Langkah Strategis
Kalangan pengusaha karet menagih langkah strategis pemerintah menghadapi Undang-undang Anti Deforestasi atau European Union Deforestation free Regulation (EUDR). Kebijakan Uni Eropa tersebut dinilai sebagai ancaman lantaran dapat membatasi ekspor sejumlah komoditas Indonesia yang tak lolos uji tuntas deforestasi. Regulasi ini akan berlaku mulai Januari 2025.Wakil Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Uhendi Haris mengatakan bahwa sejauh ini pemerintah belum menunjukkan keseriusan untuk mulai berbenah dan bersiap menerapkan kebijakan tersebut.
Asosiasi memandang pemerintah belum memiliki langkah strategis untuk menghadapi kebijakan tersebut. Uhendi menuturkan bahwa pemerintah Indonesia masih dalam posisi mengajukan keberatan. Namun, pelaku usaha dituntut segera melakukan usaha-usaha persiapan.
Menurut dia, pemerintah masih gamang dalam mempersiapkan pemenuhan aturan lantaran regulasi teknis dari kebijakan EUDR dan audit komprehensif belum dilakukan pihak EU. Namun, kesiapan tetap perlu dilakukan sebagaimana yang dilakukan negara tetangga. Dia membandingkan beberapa kesiapan negara-negara produsen karet dalam menghadapi EUDR.
Di sisi lain, Thailand lebih mumpuni kesiapannya mulai dari pembiayaan lewat pungutan Cess, kehadiran otoritas Rubber Authority of Thailand (RAOT) hingga langkah untuk mematuhi EUDR.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, Ad Hoc Joint Task Force yang terdiri atas pihak Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa sudah melakukan pertemuan kedua di Putrajaya, Malaysia untuk membahas tentang keberatan terhadap ketentuan EUDR.Indonesia dan Malaysia, sebagai produsen minyak sawit utama di dunia, meminta Uni Eropa untuk menunda implementasi kebijakan tersebut hingga 2026 dari sebelumnya dijadwalkan berlaku pada Januari 2025.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









