;

WNI Terus Dikirim ke Kamboja sebagai Penipu Daring

Ekonomi Yoga 05 Mar 2024 Kompas
WNI Terus Dikirim ke Kamboja sebagai Penipu Daring

Jaringan perdagangan orang terus merekrut anak muda warga negara Indonesia untuk dipekerjakan dalam sindikat penipuan daring (online scamming) dan judi daring. Mereka umumnya diiming-imingi bekerja di bidang lain dengan gaji tinggi. Kenyataannya, mereka dikirim ke Kamboja dan negara-negara lainnya yang menjadi tempat beroperasinya sindikat tersebut. Anak-anak muda ini juga ditugaskan menguras uang milik WNI. Setiap hari mereka bekerja dengan jam kerja yang panjang. Sebagian besar tanpa digaji dan malah dijerat dengan utang oleh sindikat yang mempekerjakan mereka. Dengan begitu, mereka susah untuk ber- henti dan pulang ke Indonesia. ”Saya ditawari bekerja di perusahaan saham yang katanya perusahaannya ada izin. Ternyata saya dikirim ke Kamboja, bekerja menipu orang Indonesia. Di sini kerja mulai pukul 09.00 sampai pukul 23.00. Saya ingin pulang,” ujar ATK (30), salah seorang korban yang bekerja di Kamboja dalam percakapan telepon dengan Kompas, Senin (4/3).

Perempuan lulusan SMA kelahiran Sultra itu mengakui tertarik bekerja di luar negeri dengan gaji 700 USD per bulan lantaran diajak temannya. ATK dan teman-temannya dikirim ke Kamboja dan tinggal di mes yang berisi puluhan anak muda Indonesia. Ia dipekerjakan di sebuah perusahaan yang menipu orang-orang Indonesia, dengan membuat akun Telegram menggunakan data dan wajah orang lain. Mereka kemudian menghubungi orang Indonesia. ”Jadi kami harus mencari member di Facebook, Instagram, atau di mana saja ada orang kaya atau berduit. Lalu merayu mereka agar percaya kepada kami, lalu kami ajak main kripto,” kata ATK. ATK tidak menerima gaji. Sebaliknya, dia memiliki utang kepada perusahaan sekitar 2.300 USD yang bertambah menjadi 2.500 USD karena beberapa kali sakit. ATK akhirnya melaporkan kasusnya kepada Kementerian Luar Negeri RI secara daring.

Menurut ATK, saat ini ada banyak anak muda Indonesia bekerja di berbagai perusahaan di Kamboja. ”Jangan pernah percaya dengan ajakan kerja di luar negeri. Itu bohong semua,” pesan ATK.Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha menyatakan, pihaknya telah menerima laporan ATK dan berkoordinasi dengan KBRI di Kamboja untuk menangani kasus terbut. ”KBRI di Phnom Penh segera berkoordinasi dengan otoritas setempat. Lokasi tempat kerja ATK sudah diketahui, dua jam perjalanan darat dari Phnom Penh,” Judha. Sejak 2020-2023, Kemenlu telah menangani dan menyelesaikan 3.400 kasus terkait online scamming yang menimpa WNI di delapan negara dan 1.748 orang di antaranya berada di Kamboja. ”Ini menjadi keprihatinan kita, berbagai upaya kita lakukan, keberangkatan ke Kamboja masih terus terjadi terutama terkait online scam dan judi online,” kata Judha. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :