;

Ironi Kekurangan Kapal di Negeri Kepulauan

Ekonomi Yoga 06 Mar 2024 Kompas
Ironi Kekurangan Kapal di Negeri Kepulauan

Pelayaran laut merupakan salah satu sarana transportasi penting di negeri kepulauan seperti Indonesia. Ironisnya, Indonesia masih kekurangan kapal. Keberpihakan dan konsistensi kebijakan dibutuhkan untuk membuat pelayaran menjadi jembatan kesejahteraan warga kepulauan. Gambaran pentingnya pelayaran terlihat dari penumpang yang mengantre masuk ke KM Kelud, kapal yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, Selasa (23/2). Kapal itu akan berlayar dari Medan, Sumut, menuju Batam, Kepri. Sedikitnya 2.200 penumpang naik ke kapal itu, yang mendekati kapasitas maksimumnya, yakni 2.607 tempat tidur. Padahal, waktu pelayaran ini masuk kategori low season.

”Saat peak season biasanya terjadi lonjakan penumpang sehingga akan dibantu kapal Pelni dari rute lain yang dianggap tidak padat,” kata Biwa Abi Laksana, Kepala Cabang Pelni di Medan. Kondisi serupa terjadi di banyak rute pelayaran. Seperti pada peak season Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, KM Lambelu memperpanjang rute pelayaran. Kapal itu seharusnya mengakhiri pos terakhir di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, tetapi diminta melayani hingga Kota Kupang, 9 jam pelayaran dari Larantuka. Beralihnya kapal ke jalur lain seperti ini otomatis menyebabkan rute yang harus dilayani menjadi kosong. Tak terhitung berapa banyak penumpang yang terpaksa menunda keberangkatan. Berton-ton logistik juga tertahan di pelabuhan sehingga menimbulkan biaya tambahan. Mobilitas pun terganggu.

Data Pelni menyebutkan, jumlah kapal yang dioperasikan saat ini 26 unit yang melayani 26 trayek dengan titik persinggahan di 71 pelabuhan. Dalam setahun, penumpang yang diangkut terus meningkat. Tahun 2023, jumlahnya 4 juta orang. Jumlah kapal itu jauh dari kebutuhan yang diperkirakan, yakni 61 unit, sebagaimana hasil analisis galangan kapal di Jerman. ”Sejauh ini kami berpedoman pada data tersebut. Analisis itu pun sudah lama, yakni tahun 2015,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Evan Eryanto. Keterbatasan kapal menyebabkan tak semua wilayah terlayani. Padahal, Indonesia terdiri atas 17.000 pulau. Kapal menjadi transportasi andalan. Dengan terbatasnya kapal, di wilayah NTT, kapal akan kembali menyinggahi pelabuhan setelah 14 hari, di luar waktu docking kapal sekali dalam setahun. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :