;

Anak Muda Bertahan, Bulan ke Bulan

Ekonomi Yoga 03 Mar 2024 Kompas
Anak Muda Bertahan, Bulan ke Bulan

Konsultan keuangan dan pendiri Mind Money Balance, Lindsay Bryan-Podvin, mengatakan, milenial dan gen Z menghadapi banyak persoalan ekonomi, mulai dari krisis kemampuan membeli rumah, utang pinjaman sekolah atau kuliah, hingga tingginya biaya pengasuhan anak. Kondisi ini membuat mereka tidak mudah memasuki kehidupan finansial orang dewasa. Impian menjadi kaya di kalangan mereka pun menguat. ”Gaya hidup kelas menengah terasa di luar jangkauan. Padahal, setiap hari mereka dicekoki cerita dan gambaran di media sosial yang menunjukkan orang yang lebih kaya tampak lebih bahagia,” kata Bryan-Podvin. Untuk bisa hidup lebih kaya, gen Z menginginkan gaji lebih tinggi. Survei terbaru Redfield and Wilton Strategies menyebutkan, di AS, gen Z menilai gaji tahunan sebesar 74.000 USD atau Rp 1,2 miliar tidak masuk dalam kelompok kelas menengah.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, rata-rata kekayaan bersih gen Z adalah yang terendah. Menurut Bank Sentral AS, individu di bawah usia 35 tahun memiliki kekayaan bersih rata-rata 39.000 USD. Tidak hanya kekayaan bersih mereka lebih rendah, gaji rata-rata gen Z juga lebih rendah ketimbang generasi lain sehingga sulit untuk menyewa apartemen, membeli mobil, atau sekadar makan enak. Menurut survei American Staffing Association dan Harris Poll terhadap 2.000 orang dewasa AS, pekan lalu, 66 % karyawan berusia 18-27 tahun berniat meminta kenaikan gaji tahun ini. Mereka khawatir gaji mereka tak bisa mengimbangi inflasi. Generasi milenial dan gen Z mengaku harus hidup dari gaji ke gaji karena gaji mereka habis untuk membayar tagihan dan belanja kebutuhan primer.

Banyak yang mengaku berada dalam situasi seperti itu karena harus membiayai anggota keluarga lainnya dan memiliki utang yang besar. Sebenarnya mereka ingin berinvestasi, tetapi masalahnya tidak ada sisa uang untuk berinvestasi. Survei perusahaan konsultan Deloitte pada 2023 terhadap 22.000 milenial dan gen Z di seluruh dunia menemukan makin banyak anak muda mencari kerja sampingan demi menambah penghasilan. Untuk menghemat uang, anak muda di AS mulai banyak yang memilih menyimpan dan bertransaksi dengan uang tunai. Alasannya, memegang uang tunai lebih mudah dikendalikan ketimbang bertransaksi melalui e-wallet di ponsel. Cara bersiasat lain adalah sejumlah anak muda memilih tinggal bersama orangtua mereka. Bahkan, menurut BBC, 25 Januari 2024, mengutip laporan PewResearch, menyebutkan, anak muda usia 18-34 tahun mengaku masih dibantu orangtua untuk membayar kebutuhan, seperti uang pulsa ponsel, tagihan internet, bahkan kebutuhan sehari-hari. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :